Bab 8. Kiara Nakal

Malam harinya, Kiara masih tidak bisa tidur, perempuan itu hanya memperhatikan baju haram yang sepertinya itu adalah lingerie, cukup cantik. Ya iya, ini pasti sutra asli, potongannya tidak terlalu terbuka. Lingerie panjang, hanya saja dengan tali mie yang sangat kecil. Jika Kiara memakainya, sudah bisa dipastikan jika dia akan terlihat cantik, seksi dan elegan disaat bersamaan.

Perempuan itu tersenyum menyeringai. Ia menyambar lingerie tersebut kemudian berlalu ke kamar mandi. Tidak harus menunggu lima menit untuk membuat Kiara keluar dari sana. Bahkan sekarang, Kiara telah berdiri di depan cermin, menarik ikat rambutnya kemudian mencium ketiaknya barangkali ada bau bawang putih.

"Eummm ... masih wangi." Dia tergelak sendiri. "Ya kali ketek orang cantik bau busuk."

Merapikan rambut sudah selesai. Kini Kiara memakai lotion diantara tangan dan juga kakinya. Yakin penampilan sudah cetar membahana, Kiara pun keluar dari kamar, berjalan mengendap-endap ke lantai atas. Ini sudah cukup malam, jadi Kiara pikir, orang-orang rumah sudah tidur.

Perempuan itu awalnya ingin masuk ke kamar Habibie. Akan tetapi, saat melihat pintu ruang kerja pria itu terbuka, Kiara mengurungkan niat dan berbalik arah, banting setir ke kanan untuk menemui majikannya yang brengsek itu, ini pemikiran Kiara sih.

Oke lanjut ....

Pintu ruangan itu sangat berat akan tetapi tidak ada suara sedikit pun saat dia menggesernya. Dan ... apa yang Kiara targetkan ada di depan mata. Sedang sibuk dengan laptop dan juga tengah menyeruput sesuatu, apakah itu susu? Kopi? Bandrek atau Bajigur? Tidak ada yang tahu.

"Ekhemmmm!"

Kiara berdehem setelah berpose ala-ala model majalah dewasa. Perempuan itu sama sekali tidak takut Habibie menghukumnya karena dia masih berpikir kalau Habibie lah dalang dari baju-baju lucnut yang tadi dia terima.

Byurrrr!

"Uhukkk!"

Kelopak mata Habibie terbelalak. Kopi yang sedang dia minum menyembur keluar dan jangan lupakan saat ia tersedak dan tidak bisa menghentikan batuk nya. Pria itu menatap Kiara seolah kesulitan untuk sadar.

Mengetahui hal tersebut, Kiara menyeringai. Ia berjalan semakin mendekat dan malah menyandarkan bokongnya di tepian meja kerja Damar. Tubuhnya mulai membungkuk, menatap Damar dengan senyum nakal.

"Apa ini yang kau inginkan!" pekik Kiara dengan nada tiga oktafnya.

Habibie langsung terperanjat, ia terjengkang sehingga jatuh dari kursi. Buru-buru dia memalingkan wajah, tidak ingin melihat dosa itu untuk kedua kalinya.

"Apa yang kau lakukan, Kiara!" pekik Damar tak kalah kencang.

Kiara berdecih kesal. Perempuan itu berjalan mengitari meja, menghampiri Habibie yang sudah berdiri tapi engan untuk melihatnya. Pria itu munafik atau bagaimana, pikir Kiara. Ia duduk di atas meja kerja Habibie kemudian menarik kaos yang dikenakan pria itu sehingga Habibie kini berdiri tepat di depannya.

"Jangan sok suci, Tuan Habibie. Kau yang memberikan aku lingerie ini! Jika bukan karena kau ingin melihat ku mengenakannya? Lalu apa?"

Kiara berbisik di samping telinga pria itu dan Habibie masih sama, memantung dengan kedua tangan terkepal. Wajahnya? Jangan ditanyakan. Habibie telah berubah menjadi tuan crab dalam beberapa menit saja.

"Jadi, maksud Tuan yang terhormat apa? Ingin saya naik ke atas ranjang Tuan?"

"Kiaraaaa!" teriak Habibie membuat perempuan itu terlonjak. Kini Habibie bisa menatap wajah di depannya dengan rahang mengetat dan mata merah menyala. "Jangan mengatakan kalimat menjijikkan seperti itu! Seburuk-buruknya saya, saya tidak akan pernah sudi untuk mengundang perempuan yang bukan mahram saya ke atas ranjang! Kau pikir kau itu siapa? Saya tidak pernah membelikan baju seperti itu!"

Kiara tergelak. Dia mendorong tubuh Habibie kemudian turun dari atas meja. "Maling mana mau berteriak maling. Siapa yang akan menyangka jika Tuan Habibie, laki-laki yang sangat paham agama memiliki pemikiran kotor seperti ini. Najis tau enggak. Gue benci laki-laki kayak lo!"

Bughhhhh!

Kiara mendorong dada Habibie dengan lengannya kemudian melenggang pergi.

"Stop!" teriak Habibie saat Kiara akan membuka pintu ruangan itu. Tanpa mereka sadari, sejak tadi, Bi Arum, Devi dan Mang Agus ada di sana. Di dekat pintu mendengarkan perkelahian mereka.

"Jangan menuduh orang tanpa bukti! Saya bisa pastikan, kalau tuduhan kamu itu adalah tuduhan tidak berdasar."

Kiara pun berbalik, dia berdiri tegak, berpangku tangan kemudian menganggukkan kepala meminta Habibie untuk membuktikan perkataannya.

Pria itu mengambil ponsel, menelpon seseorang dan menghidupkan loud speaker.

"Assalamu'alaikum, Tuan. Ada apa?" tanya Ali di sebrang telepon.

Habibie tersenyum menyeringai. "Wa'alaikumssalam, Ali. Saya ingin menanyakan perihal pakaian yang kamu beli. Ada beberapa yang kurang pantas, apa kamu sengaja membelinya?"

"Mohon maaf, Tuan! Saya juga tidak mengeceknya satu persatu. Seperti apa yang Tuan katakan, saya hanya memesan set pakaian daily rutin untuk perempuan. Mungkin mereka yang berinisiatif."

Habibie menganggukkan kepalanya mengerti. "Baiklah, Ali. Terima kasih. Assalamu'alaikum!"

"Sama-sama, Tuan. Wa'alaikumssalam!"

Habibie kembali menutup teleponnya. Dia menatap Kiara seolah mengatakan kalau Kiara memang telah salah paham.

Namun, perempuan di depannya itu tidak mengeluarkan ekspresinya sama sekali. "Kalian adalah laki-laki. Kalian pasti sudah bersekongkol 'kan! Dasar ba*ingan!" ketus Kiara. Perempuan itu langsung membuka pintu dan membantingnya kasar.

Blam!

"Astagfirullah .... Dia benar-benar bukan manusia," keluh Habibie seraya memijat tulang hidungnya.

"Hebat ya si Neng Kia, baru kali ini kita denger Tuan dibilang bajingaan sama orang!" Devi menggeleng-gelengkan kepalanya heran.

"Eishhhhhhh ... lain kitu atuh. Yang aneh itu, kok bisa Tuan setenang ini?" keluh Bi Arum.

"Mungkin Tuan udah nyiapin gergaji buat manipulasi Neng Kiara."

Bi Arum dan Devi mengerutkan kening. Kalimat Mang Agus ini terlalu tidak nyambung.

"Apa hubungannya gergaji sama manipulasi ari kamu, Gus?" tanya Bi Arum.

"Itu, buat motong-motong Neng Kiara."

Plakkkk!

Satu geplakkan mendarat di lengan Mang Agus. "Itu mah mutilasi atuh ontohod, lain manipulasi. Astagfirullah ... gelo maneh, Mang!"

Terpopuler

Comments

Daffodil Koltim

Daffodil Koltim

manipulasi n mutilasi😂😂😂💪💪💪💪

2023-06-30

1

Uneh Wee

Uneh Wee

hahhaha neng mau di mutilasi cnh cek kang agus ge ...padahal d bikin oncom aja yah tuh c neng biar lembek sekalian ..duh kapan yh berubah nya tuh neng kia ..kassian bos habibie..nya paasti darting ...tar kalau dah darting bos habibie ..aku harus ngagoreng daun parte atawa ngagecek mengkud buat nurunin daraah nya hahaaha saabr yah bos..

2023-03-15

2

Oktav

Oktav

Habibie berbahagialah calonmu itu bisa bikin geleng2 kepala... jadi sehat kan😀

2023-03-14

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Perjodohan
2 Bab 2. Perjodohan 2
3 Bab 3. Menerima
4 Bab 4. Heboh
5 Bab 5. Kekesalan Habibie
6 Bab 6. Hukuman Untuk Kiara
7 Bab 7. Kiara Semaput
8 Bab 8. Kiara Nakal
9 Bab 9. Kemarahan Habibie
10 Bab 10. Bertanggungjawab
11 Bab 11. Pernikahan
12 Bab 12. Keputusan Kiara
13 Bab 13. Membuat Suami Jengkel
14 Bab 14. Hukuman Untuk Kiara
15 Bab 15. Terkontaminasi
16 16. Tidak Kapok-Kapok
17 17. Meluapkan Kemarahan
18 18. Keanehan Habibie
19 19. Tunduk Di Depan Pawang
20 20. Kembali Dibuat Kesal
21 Bab 21. Jurus Merengek
22 22. Salah Sangka
23 23. Mengangetkan
24 Bab 24. Masa Lalu
25 Bab 25. Sedikit Perduli
26 26. Suami Menyebalkan
27 27. Istri Tengil
28 28. Action Kiara
29 29. Kejahilan Kiara
30 Bab 30. Kebahagiaan Kiara
31 31. Tidak Akan Kalah
32 32. Bala Bantuan atau Maut?
33 33. Kiara Sakit?
34 34. Sikap Lembut Habibie
35 35. Kecurigaan Habibie
36 36. Kesengajaan Gibran
37 37. Kesadaran Habibie
38 38. Habibie Mendadak Baik
39 39. Malam Pertama Untuk Kiara
40 40. Kiara Dibuat Jatuh Cinta
41 41. Bukan Dia Yang Salah
42 42. Bertarung Dengan Masa Lalu
43 43. Bekerja Sama
44 44. Cemburu
45 45. Keributan
46 46. Ingin Memulai Kembali
47 47. Kejujuran Dibalik Kekacauan
48 48. Kesempatan Kedua
49 49. Kebaikan Habibie
50 50. Sisi Tengilnya Keluar Lagi
51 51. Protektif
52 52. Bertemu Humaira
53 53. Saya Bukan Aisyah
54 54. Ketulusan Kiara
55 55. Melamar Humaira?
56 56. Kebahagiaan Kiara
57 57. Kabar Mendadak
58 58. Berkelahi?
59 59. Masih Belum Ikhlas
60 60. Malam Pertama
61 61. Kekecewaan Gibran
62 62. Positif
63 63. Ego
64 64. Kamu Di Mana
65 65. Semuanya Akan Baik-baik Saja
66 66. Jalan Untuk Kiara
67 67. Ambil Sisi Positifnya
68 68. Penyesalan
69 69. Upaya Habibie
70 70. Syok Berat ???
71 71. Apa Aku Istrimu?
72 72. Janji Habibie
73 73. Penguntit
74 74. Kiara Dilamar Seseorang?
75 75. Kepanikan Semua Orang
76 76. Operasi??
77 77. Kiara Takut Mas
78 78. Prediksi Yang Kurang Tepat
79 79. Efek Obat Bius
80 80. Ternyata Baby Boy
81 81. Rumah Baru Untuk Kiara Dan Alkhan
82 82. Habibie Sudah Berubah
83 83. Ending
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Bab 1. Perjodohan
2
Bab 2. Perjodohan 2
3
Bab 3. Menerima
4
Bab 4. Heboh
5
Bab 5. Kekesalan Habibie
6
Bab 6. Hukuman Untuk Kiara
7
Bab 7. Kiara Semaput
8
Bab 8. Kiara Nakal
9
Bab 9. Kemarahan Habibie
10
Bab 10. Bertanggungjawab
11
Bab 11. Pernikahan
12
Bab 12. Keputusan Kiara
13
Bab 13. Membuat Suami Jengkel
14
Bab 14. Hukuman Untuk Kiara
15
Bab 15. Terkontaminasi
16
16. Tidak Kapok-Kapok
17
17. Meluapkan Kemarahan
18
18. Keanehan Habibie
19
19. Tunduk Di Depan Pawang
20
20. Kembali Dibuat Kesal
21
Bab 21. Jurus Merengek
22
22. Salah Sangka
23
23. Mengangetkan
24
Bab 24. Masa Lalu
25
Bab 25. Sedikit Perduli
26
26. Suami Menyebalkan
27
27. Istri Tengil
28
28. Action Kiara
29
29. Kejahilan Kiara
30
Bab 30. Kebahagiaan Kiara
31
31. Tidak Akan Kalah
32
32. Bala Bantuan atau Maut?
33
33. Kiara Sakit?
34
34. Sikap Lembut Habibie
35
35. Kecurigaan Habibie
36
36. Kesengajaan Gibran
37
37. Kesadaran Habibie
38
38. Habibie Mendadak Baik
39
39. Malam Pertama Untuk Kiara
40
40. Kiara Dibuat Jatuh Cinta
41
41. Bukan Dia Yang Salah
42
42. Bertarung Dengan Masa Lalu
43
43. Bekerja Sama
44
44. Cemburu
45
45. Keributan
46
46. Ingin Memulai Kembali
47
47. Kejujuran Dibalik Kekacauan
48
48. Kesempatan Kedua
49
49. Kebaikan Habibie
50
50. Sisi Tengilnya Keluar Lagi
51
51. Protektif
52
52. Bertemu Humaira
53
53. Saya Bukan Aisyah
54
54. Ketulusan Kiara
55
55. Melamar Humaira?
56
56. Kebahagiaan Kiara
57
57. Kabar Mendadak
58
58. Berkelahi?
59
59. Masih Belum Ikhlas
60
60. Malam Pertama
61
61. Kekecewaan Gibran
62
62. Positif
63
63. Ego
64
64. Kamu Di Mana
65
65. Semuanya Akan Baik-baik Saja
66
66. Jalan Untuk Kiara
67
67. Ambil Sisi Positifnya
68
68. Penyesalan
69
69. Upaya Habibie
70
70. Syok Berat ???
71
71. Apa Aku Istrimu?
72
72. Janji Habibie
73
73. Penguntit
74
74. Kiara Dilamar Seseorang?
75
75. Kepanikan Semua Orang
76
76. Operasi??
77
77. Kiara Takut Mas
78
78. Prediksi Yang Kurang Tepat
79
79. Efek Obat Bius
80
80. Ternyata Baby Boy
81
81. Rumah Baru Untuk Kiara Dan Alkhan
82
82. Habibie Sudah Berubah
83
83. Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!