Bab 7. Kiara Semaput

Tubuh perempuan itu bergetar ketika Bi Arum membantunya untuk menyuapkan makanan. Padahal, ini baru jam 9. BI Arum dan Devi sudah terbiasa tidak sarapan, mereka terlalu malas untuk itu, jadi mereka makan biasanya antara jam sebelas atau sebelum Dzuhur. Ya, sekalian makan siang.

"Hikssss. Apa salah saya, Bi. Saya enggak bisa beres-beres juga karena enggak pernah diajarin." Kiara menangis saat Bi Arum menyuapkan nasi ke dalam mulutnya. Ayam pop kesukaannya nya pun menjadi hambar kerena saat ini hatinya benar-benar ambyar.

"Ya, Neng Kiara ngapain atuh mancing-mancing emosinya Tuan. Tuan Habibie itu aslinya baik. Mungkin dia lagi naik darah aja, Neng!" BI Arum jadi ikut sedih kalau Kiara sampai kesulitan seperti ini.

"Bunda udah pergi saat Kia masih SD kelas satu, Bi," lirihnya. "Sejak saat itu, langit tak lagi indah, matahari tak lagi hangat, dan bulan pun seperti sukar menampakan sinarnya!" Kiara berucap dengan tatapan sendu, wajah datar dan juga seperti tanpa beban.

Devi berusaha mati-matian untuk tidak tertawa. Entahlah, perempuan ini terlihat sangat menyedihkan, tapi kata-kata yang keluar dari mulutnya terlalu renyah, diksi yang dia gunakan pun sangat menggelitik perut.

"Lukis kembali langit itu agar menjadi indah, panggang mataharinya biar enggak dingin lagi. Dan untuk bulan, kasih dia power bank biar bisa nyimpen cahaya yang banyak!"

Buahahaha ... "Astagfirullah ... Bibi ngomong apa!" keluh Devi dengan suara tawa yang semakin lama semakin menjadi. Bahkan, anak gadis itu sudah berguling di atas lantai, jangan tanyakan suaranya yang sudah ngik-ngkan seperti pelek motor yang sudah udzur.

Kiara yang tadinya sudah akan menangis pun ikut tertawa kecil. Dia benar-benar tidak mengerti, disandingkan dengan spesies apa dirinya sehingga harus mendengarkan hal-hal konyol seperti itu.

"Nah 'kan? Kalau senyum kan cantik. Makan lagi, Neng! Habiskan nasinya!" Bi Arum kembali menyodorkan tangannya di depan mulut Kiara. Perempuan itu pun menerima suapan langsung dari tangan wanita di depannya. Ia mengusap bulir bening yang tiba-tiba mendesak untuk keluar. Syukurlah, dari tangan Bi Arum, Kiara masih bisa merasakan suapan seseorang.

"Makasih, Bi."

"Hmmm. Enggak usah sungkan sama Bibi, Neng!"

....

Habibie terus saja mengembuskan napas berat. Entah kenapa, dia merasa jika hukuman menahan Kiara untuk makan itu adalah hukuman yang salah. Mau bagaimana pun salahnya Kiara, untuk urusan makan seharusnya dia tidak bermain-main dengan hal itu.

Tok! Tok! Tok!

"Masuk!" sahut Habibie dari dalam.

"Assalamualaikum, Tuan. Saya sudah memesan apa yang Tuan katakan sebelumnya. Apa mau langsung diantar ke rumah atau bagaimana?"

"Wa'alaikumssalam ... antar ke sini saja dulu. Nanti kamu yang ambil dan langsung masukan ke bagasi mobil!"

"Baik, Tuan. Kalau begitu, saya permisi dulu!"

Habibie hanya mengangguk. Dia kembali menatap layar ponselnya. Kiara yang tengah kesulitan untuk makan karena terlalu lemas membuat Habibie tidak bisa fokus bekerja.

Namun, dia juga tidak bisa disalahkan. Kiara memang harus menerima konsekuensi dari apa yang mereka sepakati.

Sepulang dari kantor, Habibie keluar dari mobilnya diikuti oleh Ali. Asisten pribadinya. Pria itu agaknya 5 tahun lebih muda dari Habibie. Ya, sekitar 30an lah. Tapi kalau urusan gagah dan ganteng, jangan pernah meragukan Habibie.

Belum sempat masuk ke rumah, Bi Arum telah menyambutnya. Wanita itu seperti biasa, memberikan pelayanan terbaik untuk Habibie. Menjawab salam pria itu seperti seorang ibu.

"Kiara enggak kabur 'kan Bi?"

"Enggak, Tuan. Neng Kiara lagi diajarin cara beres-beres sama Teh Novi!"

Habibie mengangguk mendengar hal tersebut. "Ya sudah, tolong letakan barang-barang ini di kamarnya. Paper bag warna hitam untuk Bibi dan Teh Novi!"

"Baik, Tuan. Terima kasih."

Habibie mengangguk. Ali dan Bi Arum berusaha untuk membawa semua paper bag itu meski sangat sulit. Entahlah, mungkin satu toko telah habis diborongnya oleh pria itu.

"Letakan saja di sana!"

"Siap, Bi! ... tapi Bi, Neng Kiara teh siapa?" tanya Ali kepo. "Apa mungkin calon istrinya Tuan?"

Kepala Bi Arum menggeleng, entahlah ... dia juga tidak yakin, kalau memang itu adalah calon istrinya Habibie, dia tidak mungkin menjadikan Kiara pembantu di rumahnya.

"Pekerjaan saya sudah selesai, Bi. Saya pamit pulang dulu, ya!" kata Ali. Bi Arum mengangguk, dia mengantar pria itu sampai ke luar kemudian naik ke lantai atas untuk mencari keberadaan Kiara.

"Neng Kia! ... Neng Kia!" Bi Arum berteriak sudah seperti di kebun bintang saja.

"Iya, Bibi bawel. Kenapa?" perempuan itu muncul dari salah satu kamar di lantai atas.

"Tuan beliin kamu baju. Pergilah lihat! Saya taruh di atas kasur."

Tanpa menunggu kelanjutan cerita Bi Arum, Kiara sudah benar-benar melesat turun ke lantai bawah. Dia tidak memperdulikan apa pun. Malah bersorak heboh dan berlari dengan sangat kencang.

"Wuahhhh ... banyak banget bajunya." Kiara benar-benar dibuat terperangah oleh puluhan paper bag di atas tempat tidur.

Namun, kening perempuan itu mengkerut begitu melihat kertas yang tertinggal di sana.

"Semuanya jadi 250 juta. Bekerjalah dengan baik dan lunasi itu semua!" Pesan yang Kiara baca.

"Astagfirullah ... dasar pelittttttttt! Masa 250 juta doang harus dibayar. Enggak cocok jadi suami, cukup jadi bos aja," gumamnya masih tidak sadar kalau Habibie memang calon suaminya.

"Ekhhh ... apa-apa an ini? Kenapa ada benda ini di sini? Dia enggak nyuruh gue open BO 'kan?"

Terpopuler

Comments

Daffodil Koltim

Daffodil Koltim

setidakx kia bisa sadar sedikit,,, qlo semuanya butuh usaha u mndapatkan,,,

2023-06-30

0

Yunia Hartini Rahayu

Yunia Hartini Rahayu

itu gimana ceritanya matahari di panggang di kompor,,sama bulan di kasih power bank lagi🤣 aya2 wae bi Arum🤣
isshh,,isshh...tuan Habibie perhitungan banget yakk🤧

2023-03-14

3

Uneh Wee

Uneh Wee

tp klau dipikir " yh jngn terlalu keras ngasih plajaran nya bikin kia ngerti ....suruh bljar sama bibi ...klau keras mn mau ngerti dia ...ank mami kn ....

2023-03-13

4

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Perjodohan
2 Bab 2. Perjodohan 2
3 Bab 3. Menerima
4 Bab 4. Heboh
5 Bab 5. Kekesalan Habibie
6 Bab 6. Hukuman Untuk Kiara
7 Bab 7. Kiara Semaput
8 Bab 8. Kiara Nakal
9 Bab 9. Kemarahan Habibie
10 Bab 10. Bertanggungjawab
11 Bab 11. Pernikahan
12 Bab 12. Keputusan Kiara
13 Bab 13. Membuat Suami Jengkel
14 Bab 14. Hukuman Untuk Kiara
15 Bab 15. Terkontaminasi
16 16. Tidak Kapok-Kapok
17 17. Meluapkan Kemarahan
18 18. Keanehan Habibie
19 19. Tunduk Di Depan Pawang
20 20. Kembali Dibuat Kesal
21 Bab 21. Jurus Merengek
22 22. Salah Sangka
23 23. Mengangetkan
24 Bab 24. Masa Lalu
25 Bab 25. Sedikit Perduli
26 26. Suami Menyebalkan
27 27. Istri Tengil
28 28. Action Kiara
29 29. Kejahilan Kiara
30 Bab 30. Kebahagiaan Kiara
31 31. Tidak Akan Kalah
32 32. Bala Bantuan atau Maut?
33 33. Kiara Sakit?
34 34. Sikap Lembut Habibie
35 35. Kecurigaan Habibie
36 36. Kesengajaan Gibran
37 37. Kesadaran Habibie
38 38. Habibie Mendadak Baik
39 39. Malam Pertama Untuk Kiara
40 40. Kiara Dibuat Jatuh Cinta
41 41. Bukan Dia Yang Salah
42 42. Bertarung Dengan Masa Lalu
43 43. Bekerja Sama
44 44. Cemburu
45 45. Keributan
46 46. Ingin Memulai Kembali
47 47. Kejujuran Dibalik Kekacauan
48 48. Kesempatan Kedua
49 49. Kebaikan Habibie
50 50. Sisi Tengilnya Keluar Lagi
51 51. Protektif
52 52. Bertemu Humaira
53 53. Saya Bukan Aisyah
54 54. Ketulusan Kiara
55 55. Melamar Humaira?
56 56. Kebahagiaan Kiara
57 57. Kabar Mendadak
58 58. Berkelahi?
59 59. Masih Belum Ikhlas
60 60. Malam Pertama
61 61. Kekecewaan Gibran
62 62. Positif
63 63. Ego
64 64. Kamu Di Mana
65 65. Semuanya Akan Baik-baik Saja
66 66. Jalan Untuk Kiara
67 67. Ambil Sisi Positifnya
68 68. Penyesalan
69 69. Upaya Habibie
70 70. Syok Berat ???
71 71. Apa Aku Istrimu?
72 72. Janji Habibie
73 73. Penguntit
74 74. Kiara Dilamar Seseorang?
75 75. Kepanikan Semua Orang
76 76. Operasi??
77 77. Kiara Takut Mas
78 78. Prediksi Yang Kurang Tepat
79 79. Efek Obat Bius
80 80. Ternyata Baby Boy
81 81. Rumah Baru Untuk Kiara Dan Alkhan
82 82. Habibie Sudah Berubah
83 83. Ending
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Bab 1. Perjodohan
2
Bab 2. Perjodohan 2
3
Bab 3. Menerima
4
Bab 4. Heboh
5
Bab 5. Kekesalan Habibie
6
Bab 6. Hukuman Untuk Kiara
7
Bab 7. Kiara Semaput
8
Bab 8. Kiara Nakal
9
Bab 9. Kemarahan Habibie
10
Bab 10. Bertanggungjawab
11
Bab 11. Pernikahan
12
Bab 12. Keputusan Kiara
13
Bab 13. Membuat Suami Jengkel
14
Bab 14. Hukuman Untuk Kiara
15
Bab 15. Terkontaminasi
16
16. Tidak Kapok-Kapok
17
17. Meluapkan Kemarahan
18
18. Keanehan Habibie
19
19. Tunduk Di Depan Pawang
20
20. Kembali Dibuat Kesal
21
Bab 21. Jurus Merengek
22
22. Salah Sangka
23
23. Mengangetkan
24
Bab 24. Masa Lalu
25
Bab 25. Sedikit Perduli
26
26. Suami Menyebalkan
27
27. Istri Tengil
28
28. Action Kiara
29
29. Kejahilan Kiara
30
Bab 30. Kebahagiaan Kiara
31
31. Tidak Akan Kalah
32
32. Bala Bantuan atau Maut?
33
33. Kiara Sakit?
34
34. Sikap Lembut Habibie
35
35. Kecurigaan Habibie
36
36. Kesengajaan Gibran
37
37. Kesadaran Habibie
38
38. Habibie Mendadak Baik
39
39. Malam Pertama Untuk Kiara
40
40. Kiara Dibuat Jatuh Cinta
41
41. Bukan Dia Yang Salah
42
42. Bertarung Dengan Masa Lalu
43
43. Bekerja Sama
44
44. Cemburu
45
45. Keributan
46
46. Ingin Memulai Kembali
47
47. Kejujuran Dibalik Kekacauan
48
48. Kesempatan Kedua
49
49. Kebaikan Habibie
50
50. Sisi Tengilnya Keluar Lagi
51
51. Protektif
52
52. Bertemu Humaira
53
53. Saya Bukan Aisyah
54
54. Ketulusan Kiara
55
55. Melamar Humaira?
56
56. Kebahagiaan Kiara
57
57. Kabar Mendadak
58
58. Berkelahi?
59
59. Masih Belum Ikhlas
60
60. Malam Pertama
61
61. Kekecewaan Gibran
62
62. Positif
63
63. Ego
64
64. Kamu Di Mana
65
65. Semuanya Akan Baik-baik Saja
66
66. Jalan Untuk Kiara
67
67. Ambil Sisi Positifnya
68
68. Penyesalan
69
69. Upaya Habibie
70
70. Syok Berat ???
71
71. Apa Aku Istrimu?
72
72. Janji Habibie
73
73. Penguntit
74
74. Kiara Dilamar Seseorang?
75
75. Kepanikan Semua Orang
76
76. Operasi??
77
77. Kiara Takut Mas
78
78. Prediksi Yang Kurang Tepat
79
79. Efek Obat Bius
80
80. Ternyata Baby Boy
81
81. Rumah Baru Untuk Kiara Dan Alkhan
82
82. Habibie Sudah Berubah
83
83. Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!