Bab 6. Hukuman Untuk Kiara

"Ikut saya, Kiara!" titah Habibie dengan suara baritonnya. Pria itu melenggang kembali ke ruang olahraga lebih dulu.

"Biiii~~~" rengek Kiara tidak ingin mengikuti Habibie. "Kia takut, enggak mau ikut Om itu!"

Bi Arum tentu tidak mengindahkan perkataan Kiara. Ia justru melepaskan cekalan tangan Kiara kemudian memasukkan perempuan itu ke dalam ruangan gym milik Habibie.

"Masuk aja dulu! Siapa tahu cuma disuruh lurusin pohon toge!" kata Bi Arum enteng.

"What? Maksud Bi Arum gimana? Bibi ... Biiii!"

Tangan Kiara menempel pada pintu ruangan itu meminta dibukakan oleh Bi Arum dan lagi-lagi Bi Arum tidak mendengar suaranya.

"Kiara!" panggil Habibie.

Kiara memejamkan mata, bibirnya menipis kemudian dia berbalik dengan wajah sendu. Kiara menunduk di depan pria itu. Persis seperti anak SD yang ketahuan mencuri premen di warung tetangga.

"Push up 100 kali, dan bersihkan tempat ini sampai kinclong, jika masih ada noda yang tersisa. Tidak akan ada sarapan pagi hari ini!"

"What? Are you crazy?"

Kiara melotot. Dia langsung memukul mulutnya yang lagi-lagi bicara tanpa bisa dia kontrol.

"Maksudnya saya bisa crazy beneran, Tuan!"

"Nobody cares about you. Jika saat saya kembali ke sini kamu masih belum selesai dan ruangan ini masih belum bersih, saya bener-bener tidak akan tinggal diam!"

Habibie tersenyum miring. Dia mengambil handuk kecilnya kemudian berlalu meninggalkan Kiara. Akan tetapi, baru beberapa langkah, Habibie sudah kembali.

"Ada CCTV. Kau tidak akan bisa membodohi saya!" gumam Habibie dan itu membuat Kiara semakin lemas sehingga tubuhnya lumer seperti jelly. Dia ambruk di atas lantai, berbaring telentang dengan kaki yang bergerak-gerak seperti tengah bermain di lautan salju.

"Bundaaaaaa!" teriak Kiara yang sudah tidak bisa menahan kekesalannya. Kiara sudah sangat ingin menangis tapi tidak jadi saat melihat lampu CCTV yang seolah-olah seperti tengah berkedip dan mengejeknya.

"Eishhhhhhh ... kau lihat saja, Om Popay! Aku akan buktikan kalau Kiara tidak bisa ditindas."

Perempuan itu berbalik layaknya kura-kura yang kembali tertelungkup setelah tidak sengaja terlentang karena crash yang berlebihan. Ia mulai push up dan berhitung.

"10. 20. 30. 40. 50. 60. 70. 80. 90. 100!"

"Huhuyyyyy! Gue bisa!" kata Kiara berjingkrak heboh.

Prttttttt!

Habibie menyemburkan air putih yang hendak dia telan setelah melihat kekonyolan Kiara dari laptop yang ada di atas meja kerjanya.

"Astagfirullah ... otak anak kancil itu benar-benar sudah tidak tertolong." Habibie meringis melihat tingkah calon istrinya. "Abi! Apa ini perempuan yang Abi jodohkan dengan Habibie? Apa tidak jodohkan saya dengan anak TK saja!"

Habibie mengembuskan napas kasar dan kembali meminum infus water dari tumbler di tangannya. Pria itu mengubah tampilan laptop, melihat pekerjannya kemudian pergi membersikan diri sebelum dia pergi ke kantor.

Anak perempuan di dalam ruangan gym itu duduk tersungkur dengan kaki berselonjor. Punggungnya ia tempelkan pada dinding ruangan tersebut dan bernapas naik turun karena lelah.

"Sudah selesai?" tanya seseorang tiba-tiba.

Kiara menoleh ke arah pintu, dia berdecih pelan kemudian berdiri. "Paduka Raja bisa melihatnya sendiri. Saya yakin ini sudah bersih. Jika tidak, saya akan pingsan!" katanya dengan mata sayu. Kiara berdiri sempoyongan. Tubuhnya benar-benar lelah karena dipaksa untuk bekerja bakti saat dia tidak bisa melakukan apa pun.

Habibie meringis melihat tempat itu. Dinding kaca yang telah bening malah blur entah kenapa, alat-alat gym yang juga malah basah kuyup seperti baru teredam air banjir.

"Apa yang kau lakukan, Kiara? Kenapa jadi seperti ini!"

Kiara mengangkat kedua bahunya acuh, dia merangkak, keluar dari ruangan itu takut-takut kalau Habibie akan menyuruhnya untuk melakukan hal lain.

"Kiaraaaa!" geram Habibie dengan amarah tertahan. "Kau apakan ruangan saya!" keluhnya lagi dan Kiara masih saja merangkak seperti anak kucing yang ingin kabur.

"Neng Kiaaaaa!" panggil Bi Arum. "Neng!" panggilnya lagi dengan napas naik turun seperti baru saja menyelesaikan lari maraton. "Neng Kia, Neng Kia kata Devi Eneng ngambil lap di atas kompor yang ada di dapur kotor?"

Kiara hanya mengangguk. Ia sudah berdiri kembali dengan kaki terseok. "Kia pake buat elap kaca itu, Bi!" tunjuknya pada dinding kaca ruangan gym milik Habibie.

Sepasang mata Bi Arum terbelalak. "Astagfirullah ... Gusti nu Agung! ... Neng Kiaraaaa, itu mah lap bekas minyak atuh. Ya Allah ... ari Eneng teh sok tara eling. Lihat itu! Ari Nang enggak liat, dinding kacanya jadi blur gitu. Astagfirullah ... wes, angel ini mah. Angel!"

Habibie pun sudah tidak bisa berkata-kata. Speechless karena hal seperti ini pun Kiara tidak becus. Akan jadi apa dia kalau mereka benar-benar menikah.

"Bersihkan tempat ini sampai benar-benar bersih. Jika tidak, bukan hanya sarapan pagi, kamu juga enggak bakal dapat makan siang dan makan malam, Kiara!"

Terpopuler

Comments

Daffodil Koltim

Daffodil Koltim

sok ospek si kia,,, spya eling sedikit,,,,😂😂😂😂🙏🏻🙏🏻🙏🏻

2023-06-30

0

Yunia Hartini Rahayu

Yunia Hartini Rahayu

aduuhh Kia,,aya2 wae🤣 bukannya bersih malah di bikin kotor ituu ruangan nya Habibie🤣
sabar ya Habibie😁

2023-03-14

4

Uneh Wee

Uneh Wee

neng kia ...hadeeuh bner bikin darah tinggi seisi rumah ...mkna jd parawan kudu bisa lalampah neneng ...ngndel kn art aja sih ..pgawean na shoping ...duh ...calin istri jitaken eta mh hihii...sabar tuan bibie ...mklum didikn

2023-03-13

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Perjodohan
2 Bab 2. Perjodohan 2
3 Bab 3. Menerima
4 Bab 4. Heboh
5 Bab 5. Kekesalan Habibie
6 Bab 6. Hukuman Untuk Kiara
7 Bab 7. Kiara Semaput
8 Bab 8. Kiara Nakal
9 Bab 9. Kemarahan Habibie
10 Bab 10. Bertanggungjawab
11 Bab 11. Pernikahan
12 Bab 12. Keputusan Kiara
13 Bab 13. Membuat Suami Jengkel
14 Bab 14. Hukuman Untuk Kiara
15 Bab 15. Terkontaminasi
16 16. Tidak Kapok-Kapok
17 17. Meluapkan Kemarahan
18 18. Keanehan Habibie
19 19. Tunduk Di Depan Pawang
20 20. Kembali Dibuat Kesal
21 Bab 21. Jurus Merengek
22 22. Salah Sangka
23 23. Mengangetkan
24 Bab 24. Masa Lalu
25 Bab 25. Sedikit Perduli
26 26. Suami Menyebalkan
27 27. Istri Tengil
28 28. Action Kiara
29 29. Kejahilan Kiara
30 Bab 30. Kebahagiaan Kiara
31 31. Tidak Akan Kalah
32 32. Bala Bantuan atau Maut?
33 33. Kiara Sakit?
34 34. Sikap Lembut Habibie
35 35. Kecurigaan Habibie
36 36. Kesengajaan Gibran
37 37. Kesadaran Habibie
38 38. Habibie Mendadak Baik
39 39. Malam Pertama Untuk Kiara
40 40. Kiara Dibuat Jatuh Cinta
41 41. Bukan Dia Yang Salah
42 42. Bertarung Dengan Masa Lalu
43 43. Bekerja Sama
44 44. Cemburu
45 45. Keributan
46 46. Ingin Memulai Kembali
47 47. Kejujuran Dibalik Kekacauan
48 48. Kesempatan Kedua
49 49. Kebaikan Habibie
50 50. Sisi Tengilnya Keluar Lagi
51 51. Protektif
52 52. Bertemu Humaira
53 53. Saya Bukan Aisyah
54 54. Ketulusan Kiara
55 55. Melamar Humaira?
56 56. Kebahagiaan Kiara
57 57. Kabar Mendadak
58 58. Berkelahi?
59 59. Masih Belum Ikhlas
60 60. Malam Pertama
61 61. Kekecewaan Gibran
62 62. Positif
63 63. Ego
64 64. Kamu Di Mana
65 65. Semuanya Akan Baik-baik Saja
66 66. Jalan Untuk Kiara
67 67. Ambil Sisi Positifnya
68 68. Penyesalan
69 69. Upaya Habibie
70 70. Syok Berat ???
71 71. Apa Aku Istrimu?
72 72. Janji Habibie
73 73. Penguntit
74 74. Kiara Dilamar Seseorang?
75 75. Kepanikan Semua Orang
76 76. Operasi??
77 77. Kiara Takut Mas
78 78. Prediksi Yang Kurang Tepat
79 79. Efek Obat Bius
80 80. Ternyata Baby Boy
81 81. Rumah Baru Untuk Kiara Dan Alkhan
82 82. Habibie Sudah Berubah
83 83. Ending
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Bab 1. Perjodohan
2
Bab 2. Perjodohan 2
3
Bab 3. Menerima
4
Bab 4. Heboh
5
Bab 5. Kekesalan Habibie
6
Bab 6. Hukuman Untuk Kiara
7
Bab 7. Kiara Semaput
8
Bab 8. Kiara Nakal
9
Bab 9. Kemarahan Habibie
10
Bab 10. Bertanggungjawab
11
Bab 11. Pernikahan
12
Bab 12. Keputusan Kiara
13
Bab 13. Membuat Suami Jengkel
14
Bab 14. Hukuman Untuk Kiara
15
Bab 15. Terkontaminasi
16
16. Tidak Kapok-Kapok
17
17. Meluapkan Kemarahan
18
18. Keanehan Habibie
19
19. Tunduk Di Depan Pawang
20
20. Kembali Dibuat Kesal
21
Bab 21. Jurus Merengek
22
22. Salah Sangka
23
23. Mengangetkan
24
Bab 24. Masa Lalu
25
Bab 25. Sedikit Perduli
26
26. Suami Menyebalkan
27
27. Istri Tengil
28
28. Action Kiara
29
29. Kejahilan Kiara
30
Bab 30. Kebahagiaan Kiara
31
31. Tidak Akan Kalah
32
32. Bala Bantuan atau Maut?
33
33. Kiara Sakit?
34
34. Sikap Lembut Habibie
35
35. Kecurigaan Habibie
36
36. Kesengajaan Gibran
37
37. Kesadaran Habibie
38
38. Habibie Mendadak Baik
39
39. Malam Pertama Untuk Kiara
40
40. Kiara Dibuat Jatuh Cinta
41
41. Bukan Dia Yang Salah
42
42. Bertarung Dengan Masa Lalu
43
43. Bekerja Sama
44
44. Cemburu
45
45. Keributan
46
46. Ingin Memulai Kembali
47
47. Kejujuran Dibalik Kekacauan
48
48. Kesempatan Kedua
49
49. Kebaikan Habibie
50
50. Sisi Tengilnya Keluar Lagi
51
51. Protektif
52
52. Bertemu Humaira
53
53. Saya Bukan Aisyah
54
54. Ketulusan Kiara
55
55. Melamar Humaira?
56
56. Kebahagiaan Kiara
57
57. Kabar Mendadak
58
58. Berkelahi?
59
59. Masih Belum Ikhlas
60
60. Malam Pertama
61
61. Kekecewaan Gibran
62
62. Positif
63
63. Ego
64
64. Kamu Di Mana
65
65. Semuanya Akan Baik-baik Saja
66
66. Jalan Untuk Kiara
67
67. Ambil Sisi Positifnya
68
68. Penyesalan
69
69. Upaya Habibie
70
70. Syok Berat ???
71
71. Apa Aku Istrimu?
72
72. Janji Habibie
73
73. Penguntit
74
74. Kiara Dilamar Seseorang?
75
75. Kepanikan Semua Orang
76
76. Operasi??
77
77. Kiara Takut Mas
78
78. Prediksi Yang Kurang Tepat
79
79. Efek Obat Bius
80
80. Ternyata Baby Boy
81
81. Rumah Baru Untuk Kiara Dan Alkhan
82
82. Habibie Sudah Berubah
83
83. Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!