Bab 18

"Apa yang mau kamu katakan sama Dara? Jangan berani kamu katakan siapa sebenarnya perempuan masa laluku yang masih aku cintai! Kalau tidak ingin rumah tangga kita hancur!" peringat Wisnu keras seraya merebut Hp yang dipegang Sofia.

Sofia cukup terhenyak melihat Wisnu marah dan merebut HPnya. Sofia diam terpaku, dia tidak menyangka Wisnu akan datang saat dirinya sedang telponan dengan Dara.

"Kamu sengaja ingin menghancurkan hubungan persaudaraan dan hubungan rumah tangga kita? Ok, kalau memang itu maumu. Kita akhiri saja hubungan ini. Lagipula aku tidak mencintaimu," tegas Wisnu membuat hati Sofia teriris. Sakit rasanya ucapan Wisnu barusan, seperti sembilu yang langsung menancap di ulu hati.

"Aku ingatkan sekali lagi, jangan usik nama Dara. Lagipula dia tidak pernah jahat padamu dan mengusik hubungan kita. Jadi, sekali lagi aku ingatkan jangan sekali-kali kamu katakan bahwa Dara adalah cinta pertama dimasa laluku yang masih aku cintai sampai sekarang. Kalau masih memaksa dan ingin mengatakan, silahkan. Asal kau siap resikonya, hubungan pernikahan kita berakhir."

"A Wisnu!" Tiba-tiba suara Bu Endah memekik menyela ucapan Wisnu yang menggema mengintimidasi Sofia. Wisnu dan Sofia sama-sama terkejut dan menoleh ke arah datangnya suara.

"Ibu!" seru Sofia dan Wisnu bersamaan. Mereka berdiri dan menghampiri Bu Endah yang datang tiba-tiba. Sofia menyalami Bu Endah begitupun Wisnu. Wisnu sedikit menunduk menyembunyikan rasa malunya karena merasa kepergok telah melakukan kekerasan verbal pada Sofia.

"Ibu datang ke sini tumben tidak ucap salam?" protes Wisnu mengalihkan fokus Bu Endah tadi.

"Bagaimana Ibu mau assalamualaikum, jika di depan pintu rumah sudah disuguhkan suasana tegang." Bu Endah menyahut seraya memasuki rumah dan menutup pintu.

"Kenapa Aa berteriak dan berbicara kasar seperti itu pada Sofia? Terlebih yang membuat Ibu terhenyak kenapa sampai terucap dari mulut Aa ingin mengakhiri hubungan rumah tangga yang baru dibina beberapa bulan ini? Istighfar A, Aa sudah berlebihan dan berkata yang tidak karuan. Ngucap dan minta ampun sama Yang Maha Kuasa, sadari kesalahan Aa," peringat Bu Endah menatap marah pada Wisnu. Wisnu diam dan tidak berani menjawab.

Bu Endah menghampiri Sofia dan merangkulnya, dia tahu Sofia sangat terpukul oleh perlakuan kasar Wisnu. Nasib baik Bu Endah datang tepat waktu dan memergoki Wisnu yang berkata kasar pada Sofia.

"Ibu tidak mau tahu, mulai sekarang jangan kasari Sofia, baik ada ibu ataupun tidak ada. Dan untuk Aa, belajarlah melupakan Neng Dara, dia adikmu. Dia sudah berkeluarga dan bahagia, lagipula Nak Azlan sangat mencintai Neng Dara. Jadi alasan apalagi untuk Aa bisa mengharapkan cinta Neng Dara?" tegas Bu Endah pada Wisnu. Dia benar-benar marah sama Wisnu.

"Wisnu hanya kesal Bu sama dia, dia mau mengatakan hal yang sebenarnya pada Dara bahwa Wisnu mencintainya, dia ingin mengungkap bahwa Dara merupakan cinta pertama Wisnu yang sampai kini masih Wisnu cintai. Kalau dia memang ingin benar-benar dapatkan cinta dari Wisnu, maka cintai saja Wisnu sungguh-sungguh, jangan jadikan Dara sebagai pelampiasan kemarahannya pada Wisnu," tegas Wisnu balik menyerang melakukan pembelaan.

"Dua-duanya tidak ada yang benar menurut Ibu. Aa juga sangat salah masih mengharapkan Neng Dara yang sudah bersuami. Lihatlah Neng Dara sudah bahagia dan memiliki anak. Mereka saling mencintai. Jadi, Ibu harap Aa bisa melupakan cinta pada Neng Dara," peringat Bu Endah tegas. Wisnu hanya diam menanggapi ucapan ibunya. Dia kini tidak berani menyela atau menanggapi ucapan Bu Endah. Wisnupun pergi dan meninggalkan Bu Endah dan Sofia yang masih saling rangkul.

Perlahan Bu Endah melepaskan rangkulannya pada Sofia, ditatapnya menantunya itu dengan tatapan sendu. Sofia menunduk, matanya sudah sembab sejak tadi.

"Sekarang Nak Sofi tidak usah pikirkan tentang siapa perempuan masa lalu A Wisnu yang masih dicintainya. Juga tidak perlu diceritakan atau diungkapkan pada Neng Dara, biarlah ini menjadi rahasia kita saja. Kita cukup tahu saja. Sekarang Ibu harap Nak Sofi mau berusaha lagi untuk meraih cinta A Wisnu. Ibu yakin suatu saat A Wisnu akan mencintai Nak Sofi, cepat atau lambat. Lebih-lebih kalau dalam perut Nak Sofi sudah tumbuh janin, maka ibu yakin cinta A Wisnu akan segera hadir buat Nak Sofi. Semoga saja A Wisnu segera dibukakan pintu hatinya. Kita doakan saja," hibur Bu Endah sembari mengusap bahu Sofia dengan penuh kasih sayang.

Sofia terharu dengan ucapan Bu Endah. Kesedihannya kini sedikit terobat karena Bu Endah memberi kata-kata bijak untuk menghiburnya. Sofia bertekad dia akan berusaha membuat Wisnu jatuh cinta padanya.

Terpopuler

Comments

🤗🤗

🤗🤗

nah kan

2023-04-16

1

mom mimu

mom mimu

satu iklan mendarat untukmu kak, semangat 💪🏻

2023-03-30

1

mom mimu

mom mimu

lanjut kak Lin, semangat terus 💪🏻💪🏻💪🏻

2023-03-30

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!