Wisnu menaiki Jeepnya tanpa menoleh lagi pada Sofia. Sofia sangat sedih dengan sikap Wisnu, dia menatap kepergian Wisnu dengan tatapan sedih dan kecewa. Lambaian tangan itu tidak ada, namun doa dari bibirnya tetap mengalir untuk keselamatan Wisnu.
"Maafkan Sofi, A. Sofia memang salah," gumannya mendesah sedih dan penuh sesal. "Semoga Aa selalu dalam keadaan selamat di manapun berada, Sofia pasti akan selalu merindukan Aa."
Sofia nelangsa, selain akibat kena semprot Wisnu karena ketahuan meminum pil KB tanpa ijin, kini dirinya nelangsa karena belum juga bisa mengutarakan maksudnya yang ingin buka praktek bidan di rumah ini. Mengenai diijinkan atau tidak itu urusan belakangan. Namun, jangankan diijinkan, bicara saja belum. Itulah yang membuat Sofia nelangsa, dirinya yang sampai kini belum sempat mengutarakan keinginannya yang ingin buka praktek kebidanan di rumah Wisnu.
Sofia masuk ke dalam dan mengunci kembali pintu rumah. Dia kembali ke kamar dan membaringkan tubuhnya untuk mengistirahatkan sejenak sebelum beraktifitas rutin, karena dia merasa sedikit pegal.
Jam delapan pagi tiba, Sofia terbangun. Rupanya setelah kepergian Wisnu dan dia tidur lagi, Sofia tertidur lelap. Kini badannya sedikit ringan dan siap melakukan aktifitas pagi ini. Hari ini Sofia santai, sebab jika Wisnu tidak di rumah apalagi selama seminggu, Sofia tidak perlu masak banyak. Rencananya Sofia siang nanti akan ke rumah mertuanya.
Pagi ini Sofia akan mencuci baju terlebih dahulu sebelum masak untuknya. Mencucinya saja di mesin cuci. Sebelum dimasukan ke dalam mesin cuci, Sofia melakukan pengecekan dulu pada saku celana Wisnu takutnya ada hal atau kertas penting ikut tercuci terlebih uang receh yang bisa bahaya buat mesin cuci.
Saat merogoh saku celana PDH, Sofia menemukan secarik bon. Saat dilihat rupanya itu struk pembelian boneka seharga 150 ribu. Sofia sedikit berguman dalam hati, dia yakin struk pembelian boneka itu untuk baby Zla anaknya Dara dan Azlan, keponakannya sendiri. Wajar sih Wisnu membelikan boneka buat baby Zla, harganyapun bukan jutaan. Baby Zla juga keponakan tulen Wisnu juga. Dan Wisnu sangat menyayangi baby Zla, terlebih baby Zla merupakan anak dari Dara, perempuan yang masih dia cintai.
"Bukan pemberian ini atau harga boneka yang tidak seberapa ini yang jadi masalah. Masalahnya A Wisnu memberikannya dibarengi rasa cinta yang masih tersimpan rapi buat Dara kakak iparnya itu sekaligus sepupu iparnya kini, sebab Wisnu merupakan kakak sepupu Dara.
"Betapa beruntungnya Yuk Dara, dicintai sana sini oleh banyak lelaki dan bahkan diperebutkan. Ada magnet apa dalam dirimu, Yuk, sehingga semua lekaki menyukaimu?" guman Sofia bertanya.
***
Di tempat jauh sana tepatnya di daerah Cikarang, Wisnu yang sudah tiba di Cijantung mengawal Pak Akbar sebagai Komandannya. Sore harinya setelah bebas tugas, ia menyempatkan singgah ke rumah adik sepupunya, Dara. Yang menikah dengan Azlan kakak kandungnya Sofia (\#DijebakNikahPaksa--baca di sana).
"Assalamualaikum!" salam Wisnu yang saat itu sudah menunjukkan pukul setengah enam sore.
"Waalaikumsalam. A Wisnu!" pekik Dara sembari menghambur ke pelukan Wisnu. Dara begitu bahagia kedatangan kakaknya. Ini kali pertama Wisnu datang setelah menikah. Selama bujangan, dulu dia memang sering singgah ke rumah Dara yang lama yang masih ngontrak di rumah petak. Dan sekarang pindah ke rumah baru, rumah sendiri yang lumayan luas.
"Apa kabar De, mana baby Zla kesayangan Uwak?" sapa Wisnu bahagia. Bagaimanapun juga saat bertemu Dara merupakan suatu kebahagian tersendiri dalam hatinya, Dara merupakan cinta pertama yang terpendam hingga sekarang. Masa kecil yang dilewati bersama, besar bersama sebagai saudara sepupu pada akhirnya menumbuhkan benih cinta di hati Wisnu yang pada saat itu Dara sudah menginjak usia 19 tahun.
Dara yang baik dan patuh serta cantik, diusianya yang ke 19 tahun mampu menyentuh hati Wisnu. Entah kenapa saat itu Wisnu tumbuh cinta pada Dara sepupunya, namun rasa cinta itu sampai sekarang tidak pernah diketahui Dara dari Wisnu atau dari siapapun. Sedangkan Dara menganggap Wisnu hanya sebagai Kakak. Dara menyayangi Wisnu tapi sebagai Kakak.
"Baby Zla baru bobo, padahal sebentar lagi Maghrib. Mungkin dia nyenyak karena boneka kiriman dari Aa, baby Zla sayang banget sama Uwaknya kali ya, A. Sampai boneka Teddy itu dipeluknya erat," ujar Dara menceritakan kelakuan lucu anak bayinya yang baru enam bulan itu.
"Suamimu belum pulang?" tanya Wisnu yang sebenarnya masih kesal sama Azlan sampai sekarang (penyebab Wisnu kesal ada di novel \#**DijebakNikahPaksa**), berbasa-basi.
"Sebentar lagi A. Eh bagaimana kabar Sofia, apakah Sofia sudah isi?" tanya Dara sembari mengusap perut ratanya. Wisnu menggeleng sedih, wajahnya berubah muram.
"Lho kok sedih begitu sih, A? Kalian pengantin baru masih hangat lagi, masa Aa sudah sedih-sedihan begitu?" Dara heran.
"Sofia belum mau hamil anak Aa," sahut Wisnu kecewa.
"Lho, kok, kenapa? Ahhhh ini pasti karena sikap Aa yang kaku dan datar, ya? Makanya dong A, rubah sikapnya. Cintai Sofia seperti Aa mencintai cinta pertama Aa itu. Dosa lho Aa sudah menikahi Sofia tapi masih memikirkan perempuan lain," ujar Dara menasehati.
"Ini masalah hati, De. Terlebih cinta Aa pada cinta pertama Aa belum padam. Biarlah waktu akan menjawab kapan Aa bisa mencintai Sofia dengan tulus dan move on dari cinta pertama Aa itu."
"Waktu itu kapan, A? Kasihan Sofia. Cepat lupakan perempuan itu, apalagi kata Aa perempuan itu sudah bahagia dan sudah menikah dan memiliki anak. Apa Aa tidak mau disebut **pebinor** atau suami zolim sama Sofi? Lupakan perempuan itu, atau kalau bisa biar Dara samperin saja perempuan pengganggu hati Aa itu. Biar Dara beri peringatan supaya dia sadar dan menjauh dari Aa," ucap Dara panjang lebar penuh emosi. Bersamaan dengan itu tiba-tiba Azlan suaminya Dara pulang.
"Assalamualaikum!" salamnya yang langsung disambut senyum bahagia dari Dara. Wisnu melihat perlakuan Dara yang manis pada suaminya membuat Azlan dilanda cemburu. Matanya sedikit sepet. Wisnu cuek pada Azlan, dia hanya tersenyum simpul.
"Tidak perlu kamu samperin, De. Lagipula kamu tidak akan sanggup samperin dia. Dia begitu baik, lagipula dia tidak pernah menjadi ganjen pada Aa atau mengganggu Aa," sela Wisnu melanjutkan perdebatan tadi dengan Dara.
"Kalau perempuan itu sudah bahagia, sebaiknya jangan kamu ingat lagi A, terlebih Aa adalah suami dari adik aku. Jaga hati dia dan sayangi dia, sebab dia begitu tulus padamu, A. Tega banget di depan Abangnya Aa masih berani bicarakan cinta pertama Aa yang terpendam itu," sergah Azlan mencoba mendebat ucapan Wisnu tadi dengan sedikit emosi. Bagaimanapun juga Sofia adalah adik kandung yang Azlan sayangi.
"Sudah, sudah, kalian jangan berdebat masalah perempuan yang manjadi cinta pertamanya A Wisnu. Aa juga salah lho. Harusnya jangan bahas lagi perempuan lain dong. Sekarang Aa harus berusaha mencintai dengan tulus Sofia dong A, Sofia baik dan cantik, kurang apalagi?" ujar Dara menengahi perdebatan antara suaminya dan Wisnu Kakak sepupunya.
Wisnu menatap Azlan tidak suka, antara keduanya masih menyimpan rasa saling belum ikhlas dan memaafkan karena kejadian di masa lalu. Maka setiap mereka bertemu sudah dipastikan keduanya sering terlibat percekcokkan. Terlebih Azlan memang sudah tahu perempuan di masa lalu yang masih dicintai Wisnu itu siapa.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments
@Kristin
Lanjut baca lain hari ya...
2023-05-30
1
Ma Irsyad
lanjut Thor...
2023-03-23
1
mom mimu
dari dulu Azlan sama Wisnu emang musuh bebuyutan ya 😁😁😅😅
2023-03-22
1