Bab 5 Ganjaran Buat Sofia

Sofia berjingkat menjauhi Wisnu setelah dia mendengar pengakuan jujur Wisnu. Hatinya sakit sekaligus kecewa. Apa mau dikata, sebuah kejujuran sudah didengarnya langsung. Wisnu adalah suaminya, tapi hatinya mencintai perempuan lain, dan perempuan itu tidak lain adalah kakak iparnya sendiri.

"Entah bagaimana ke depannya hubungan rumah tangga ini setelah aku mendengar langsung pengakuan A Wisnu," batin Sofia membayangkan kehidupan rumah tangganya ke depan.

"Ayo, bersiaplah. Aku mau ajak kamu ke komplek Batukencana, memperkenalkan kamu pada Ibu-Ibu Persit bahwa aku juga sudah memiliki Ibu Persit," ujar Wisnu sudah tampan. Wisnu memang selalu tampan dan menarik hati lawan jenis termasuk Sofia, dia begitu memuja ketampanan Wisnu saat pertama kali berjumpa.

Sofia tidak menjawab, dia mendadak mual. Sepertinya Sofia masuk angin akibat perjalanan udara maupun darat.

"Sofiii!" panggil Wisnu berteriak dari arah bawah.

"Sofia mendadak tidak enak badan, A. Sofia mual-mual, kayaknya masuk angin, Aa saja sendiri ke kompleknya," sahut Sofia berteriak juga.

Beberapa detik kemudian terdengar langkah di tangga, Sofia yakin Wisnu datang dan menghampirinya.

"Kamu ini aneh, ngomong seenaknya. Apa yang mau aku kenalkan jika kamu tidak ikut?" kesal Wisnu. Sofia diam tidak menyahut, lagipula benar saat ini dia lagi merasakan mual sepertinya masuk angin akibat perjalanan udara dan darat ke daerah Lembang yang udaranya masih sejuk, bisa jadi salah satu penyebab Sofia mual-mual masuk angin.

"Maafkan Sofia, A. Sofia benar-benar mual." Sofia memberi alasan merasa bersalah. Wisnu berdiri dan melepas kacamata hitamnya yang sejak akan pergi sudah melekat tampan di mata Wisnu.

"Segampang itu kamu minta maaf. Aku tahu ini cuma alasan kamu saja, kan? Karena kamu kecewa mendengar obrolan aku sama Ibu di rumah Ibu," tuding Wisnu yakin.

"Tidak A, Sofia benar-benar mendadak mual karena masuk angin," alasan Sofia lagi sambil membalurkan minyak kayu kencana di kepala juga perutnya.

"Alasan! Aku yakin jika kamu tidak mendengar aku dan Ibu ngobrol tentang yang kau dengar tadi, maka kau tidak akan bersikap demikian. Paling kau berjingkrak kegirangan saat aku ajak dan diperkenalkan pada Ibu-Ibu Persit itu," tukas Wisnu marah.

"Tidak, A, Sofia benar-benar mual dan sakit kepala," ujarnya lagi memberi alasan.

"Inilah balasan bagi istri yang tidak amanah, sok memberi surprise. Sudah aku katakan jika surat pengunduran dirimu sudah keluar maka kau kasih tahu aku. Biar aku yang jemput. Tapi kau malah sok-sokan kasih surprise, dengan maksud membuat suamimu bahagia dan terkejut? Alih-alih bukan aku yang terkejut, tapi kamu, kan, yang terkejut mendengar semua obrolanku sama Ibu?" tandas Wisnu menggebu.

Sofia yang disalahkan hanya bisa diam, dia berpikir Wisnu ada benarnya. Jika dia patuh akan pesan Wisnu, maka kemungkinan dia tidak akan mendengar obrolan Wisnu bersama Ibunya saat baru datang tadi dari Palembang.

Namun jika dia tidak pulang duluan dan tidak memberi surprise tadi, maka kemungkinan besar dia tidak akan mendengar kebenaran tentang suaminya yang baru satu bulan jadi suami tentang perasaan hatinya.

Sejenak Sofia berpikir, ada benarnya kata Wisnu, sebaiknya dia tidak mendengar obrolan itu, dan kini buktinya Sofia kecewa dan berulang kali kecewa setelah tanpa diundang obrolan itu terngiang-ngiang di telinganya. Kini Sofia hanya meratapi penyesalannya yang tidak menuruti apa kata Wisnu.

"Kenapa kamu diam, kamu baru sadar bahwa tindakan kamu memberi kejutan dengan kepulanganmu yang tidak memberi kabar itu hanya membuat dirimu kecewa, kan? Untung saja kamu selamat dalam perjalanan, tidak dimurkai Tuhan. Kamu tahu, kamu itu sudah tidak patuh sama suami, kamu ini ciri istri yang durhaka," tandas Wisnu seraya keluar kamar dan membanting pintu membuat Sofia tersentak.

Mendengar perkataan Wisnu barusan membuat hati Sofia semakin merana, terlebih kata-kata Wisnu yang menyebutnya tidak patuh dan ciri istri yang durhaka, membuat hati Sofia seakan tersayat sembilu tajam. Sofia menangis, ini memang kebodohannya dan Sofia menyadarinya.

Setelah Wisnu pergi, Sofia memang masih sedih dan merana, namun dia kini sudah punya tanggung jawab. Sebagai istri tugas Sofia menyiapkan makanan untuk Wisnu. Walau dalam keadaan sedih, Sofia tetap harus menjalankan perannya sebagai seorang istri.

Sofia membuka kulkas, dia melihat beberapa bahan masakan. Walaupun Sofia belum hafal betul apa kesukaan Wisnu, akan tetapi Sofia berusaha memasak apa yang ada di kulkas. Karena Sofia pernah melihat Bu Endah memasak beberapa bulan yang lalu di rumah Abangnya di Cikarang saat baby Zla keponakannya lahir ke dunia. Sofia tahu beberapa masakan yang sempat Bu Endah masak.

Sayur asem, sambel terasi ditambah bawang dan tomat, ikan cumi goreng, kerupuk udang, dan lalapan mentah seperti timun dan labu siam kukus, sudah tersaji semenarik mungkin di atas meja makan. Sepertinya sangat menggugah selera menu sederhana ini. Hanya tinggal menunggu Wisnu sang suami pulang yang entah kemana perginya, sebab hari ini Minggu, jadi tidak mungkin Wisnu ke kantor kecuali tugas diluar jam dinas dari Komandan langsung.

Memasak selesai, Sofia segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

Jam delapan malam, akhirnya Wisnu pulang. Sofia menyambut kepulangan Wisnu dengan wajah semanis mungkin, bagaimanapun juga kekecewaan tadi berusaha Sofia simpan dalam hatinya, karena Sofia sadar ini tidak lepas dari kesalahannya juga, yang telah gegabah memberi kejutan, dan ternyata bukan Wisnu yang dapat surprise, melainkan Sofia sendiri yang mendapat surprise dengan obrolan yang menghenyakkan dadanya itu.

"A, Sofia sudah memasak, Aa mandi dulu ya, setelah itu kita makan," ujar Sofia seraya meraih lengan Wisnu. Wisnu yang tadi sore sempat marah kini bersikap biasa tapi dingin.

Wisnu langsung ke lantai atas dan segera membersihkan diri ke kamar mandi. Suara air yang menimpa tubuhnya menandakan Wisnu tengah mandi. Saat keluar dari kamar, Wisnu hanya menggunakan handuk yang dililit di pinggangnya.

Sofia sekilas menatap kagum tubuh Wisnu yang kini sudah sah menjadi miliknya. Perut rata sixpack sempat dilihatnya. Betapa sempurnanya Sofia memiliki suami seperti Wisnu. Namun kini gara-gara Sofia yang mendapat surprise, sikap Wisnu kembali datar dan dingin.

Malam semakin larut, setelah Sofia membersihkan mukanya dengan pembersih muka, kini Sofia bersiap naik ranjang. Sementara Wisnu sejak selesai makan malam tadi, dia langsung ke balkon dan membakar rokok di sana, entah itu rokok yang sudah keberapa, yang jelas Wisnu berada di sana sudah ada kurang lebih 45 menit.

"Maafkan Sofi, A. Sofia memang tidak patuh pada ucapan Aa. Sofia mengaku salah, dan kini Sofia menerima ganjarannya, Sofia merasa kecewa dan sakit hati karena ulah Sofia sendiri. Sekali lagi maafkan Sofia!" batin Sofia seraya membaringkan badannya menatap ke arah tembok.

Terpopuler

Comments

🤗🤗

🤗🤗

jiwa yang tertukar mampir lagi

2023-04-09

1

@Kristin

@Kristin

Aku datang membawa bunga 🌹🌹 Say.... maaf belum bisa mampir baca ke karya mu.

2023-04-04

1

mom mimu

mom mimu

emang dosa sih bohongin suami, tapi kan niatnya mau kasih kejutan... huaaa... pokoknya Wisnu kebangetan deh, Sofi kurang apa lagi coba, cantik iya, baik iya, sabar apa lagi 😭😭😭

2023-03-14

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!