Bab 6 Mencari Pekerjaan

Hari berlalu, seminggu sudah Sofia tinggal bersama Wisnu. Karena sudah merasa bosan tinggal di rumah terus, Sofia merasa jenuh. Terlebih sikap Wisnu yang kembali dingin dan jutek. Sedikit menghangat jika ada butuhnya. Namun di depan kedua orang tuanya, Wisnu tetap memperlihatkan sikap hangat dan perhatiannya pada Sofia. Setelah di rumah datar lagi persis papan seluncur.

"A, hari ini Sofia berencana mencari pekerjaan ke Puskesmas terdekat. Di rumah sumpek dan bosen," ucap Sofia memberitahu Wisnu yang saat ini sedang menggunakan seragam PDHnya. Sesaat setelah Wisnu menggunakan seragamnya, Sofia selalu terpesona akan ketampanan suaminya itu, baginya ini ketampanan paripurna yang dimiliki seorang lelaki. Betapa Allah begitu sempurna membuat pahatan di tubuh Wisnu. Dan tampilan yang menurut Sofia sempurna inilah yang menjadi alasan dia mengagumi dan menyukai Wisnu.

Wisnu melihat dengan ujung mata, dia tahu Sofia sangat mengaguminya. Dan dia tahu Sofia sangat mencintainya. Sebenarnya Wisnu tidak pernah berniat memberitahu Sofia tentang siapa sebenarnya yang Wisnu cintai. Namun tanpa sengaja Sofia malah mendengar perbincangan dirinya dan Ibunya di dapur saat Sofia pulang tanpa memberitahu siapapun termasuk dirinya.

Walaupun demikian Wisnu sudah tidak bisa memiliki lagi cinta pertamanya, cukup di dalam hati saja cinta itu dia pendam. Dan kini dia sudah menikah, dengan gadis yang dijodoh-jodohkan Ibu dan perempuan yang menjadi cinta pertamanya, Dara. Mereka berdualah yang punya andil besar mempertemukan Wisnu dengan Sofia. Padahal saat itu Wisnu tengah memendam kekecewaan yang besar, sebab Dara cinta pertamanya sudah lebih dulu menikah dengan orang yang kini menjadi kakak iparnya. Kakak ipar yang sampai kini masih dibencinya. (Baca\#DijebakNikahPaksa/kronologisnya semua ada di sana).

Walaupun pernikahan ini berlangsung atas dasar dijodoh-jodohkan, akan tetapi hati Wisnu tidak terbersit untuk menyakiti atau mengkhianati Sofia yang kini sudah sah menjadi istrinya. Wisnu hanya perlu waktu untuk membuka hatinya, biarlah seiring berjalannya waktu rasa cinta itu akan tumbuh, tinggal bagaimana Sofia bisa atau tidaknya meraih hati dan cinta Wisnu.

Tapi kini Sofia akhirnya tahu siapa yang menjadi cinta pertama Wisnu dan siapa yang ada di hati Wisnu. Karena ulahnya sendiri, pulang tanpa memberitahukan siapa saja dengan maksud memberi kejutan, namun kejutan itu malah berbuah kejutan bagi Sofia. Kekecewaan. Wisnu sudah tidak peduli lagi kini Sofia mengetahui hatinya masih tersimpan nama siapa?

"Makanya jadi istri itu harus patuh, sekali tidak patuh, langsung Allah berikan tegurannya," ujar Wisnu beberapa waktu yang lalu, masih saja menyalahkan kepulangan Sofia yang memberi kejutan.

Setelah dengan gagahnya pakaian dinas itu melekat di tubuh Wisnu. Wisnu beranjak, dengan sigap Sofia meraih tangan Wisnu untuk diciumnya lalu setelah itu Wisnu pergi. Wisnu tidak pernah memberikan tangannya untuk Sofia, terlebih setelah Sofia mengetahui bahwa Wisnu masih menyimpan nama cinta pertamanya, Wisnu malah semakin dingin.

Sofia mengusap dada yang kini sesak, sikap Wisnu yang tiap hari diperlihatkan dingin seperti ini masih belum biasa diterimanya sehingga rasa sesak itu selalu muncul dan semakin sakit. Tanpa ucapan salam, bahkan pertanyaan Sofia mengenai niatnya ingin mencari kerja di Puskesmas terdekat atau klinik terdekat belum sempat dijawab Wisnu. Wisnu pergi begitu saja dengan wajah datar tanpa berseri.

"*Kuatlah Sofi, jangan menangis. Kamu kuat Sofi. Bukankah kamu berjanji akan berusaha membuat Wisnu bisa mencintaimu. Maka balas sikap datarnya dengan perhatian dan cinta. Bukankah sebelum menikah dan kenal dekat dengan Wisnu kamu adalah sosok agresif? Iya, sekarang kamu harus agresif, agresif pada suamimu sendiri. Itu tidak haram, lakukanlah*!" batin Sofia berkata-kata memotivasi dirinya sendiri.

"*Sofia ... aku mencintaimu ... bantu aku mencintaimu*." Kata-kata Wisnu kala dimalam pengantin itu masih terngiang-ngiang. Dan kini Sofia bertekad harus bisa meluluhkan hati Wisnu, suaminya. Harus membantu Wisnu untuk bisa mencintainya dan melupakan Dara cinta pertamanya.

"Aku harus bisa membuat A Wisnu memcintaiku dan melupakan Yuk Dara yang menjadi cinta pertama A Wsinu. Sofia janji A, akan membuat Aa mencintai Sofia," gumannya sembari menyiapkan berkas-berkas untuk melamar kerja.

Tepat jam sembilan pagi, Sofia berangkat. Seandainya dia punya motor, mungkin saja kepergiannya kali ini ke tempat tujuan bisa menggunakan motor. Ada juga motor gede milik Wisnu tersimpan rapi di garasi, namun Sofia tidak bisa menjalankannya. Sofia cuma bisa menjalankan motor matic atau motor bebek bergigi.

Akhirnya Sofia berjalan kaki, untuk menuju angkot , Sofia butuh berjalan kaki selama 10 menit ke depan sana. Angkot ini bisa mengantarkannya langsung ke Puskesmas yang dia tuju, sebab rutenya kebetulan melewati Puskesmas itu.

Tidak lama menunggu, angkot yang dia tunggu muncul, Sofia segera mencegatnya, lalu naik dengan hati-hati. Tidak butuh waktu lama, tujuh menit kemudian angkot itu sampai di Puskesmas yang dituju Sofia.

"Kiri, Pak!" teriaknya. Angkot segera berhenti, dan Sofia turun tidak lupa membayar ongkos angkot yang hanya empat ribu perak.

Memasuki halaman Puskesmas, jantung Sofia tiba-tiba berdetak kencang. Sofia berdoa dalam hati minta diberi kekuatan oleh Yang Maha Kuasa, dan berharap di Puskesmas ini dia bisa diterima. Namun sayang, rupanya Puskesmas ini sedang tidak menerima Bidan Pembantu, akhirnya Sofia kembali dengan tangan kosong.

Keluar dari Puskesmas, Sofia tidak menyerah. Lalu Sofia mencari klinik terdekat yang bisa dilaluinya dengan jalan kaki. Sudah dua klinik yang dia datangi, namun untuk penerimaan Bidan tidak ada yang kosong, terpaksa Sofia kembali dengan tangan kosong. Ini kesempatan ketiganya mendatangi sebuah klinik. Dan yang ini beda dari klinik sebelumnya. Klinik yang ketiga merupakan sebuah klinik kecantikan.

Sofia salah masuk klinik rupanya. Dan lamaran dia untuk Bidan langsung ditolak. Namun salah satu Dokter kecantikan di sana, tiba-tiba menawarkan Sofia untuk menjadi Asisten Dokter. Sejenak Sofia berpikir dan belum menjawab siap atau tidaknya.

"Baik Mbak Sofi, jika Mbak berminat, di klinik ini ada lowongan untuk Asisten Dokter. Bagaimana?" Sofia berpikir sejenak, namun tidak berapa lama dia berkata.

"Terimakasih Dokter Lina, akan saya pikirkan dan pertimbangkan tawarannya. Jika saya berminat maka secepatnya saya akan datang ke sini besok," ucap Sofia tersenyum.

"Ok, saya tunggu keputusannya," ujar Dokter Lina sembari tersenyum dan menyalami Sofia.

Waktu menunjukkan pukul 12.30 menit, Sofia segera menaiki angkot untuk pulang. Tujuh menit kemudian angkot yang ditumpangi Sofia tiba dihentian jalan menuju rumahnya yang masih harus ditempuh kurang lebih 10 menit lagi.

Dengan terengah akhirnya Sofia sampai di depan rumahnya. Jeep milik Wisnu sudah ada di depan halaman, Sofia sedikit terkejut. Lantas dia segera menuju pintu. Saat mau memegang handle pintu, tiba-tiba pintu sudah terbuka lebar. Di sana nampak Wisnu berdiri dengan sebelah tangan di pinggang dan tatapan yang menusuk tajam.

Terpopuler

Comments

@Kristin

@Kristin

Sabar y Sopia

2023-04-07

0

@Kristin

@Kristin

Semoga

2023-04-07

0

Nesia

Nesia

Ikut terbawa hati Sovia yg sakit.

2023-03-15

7

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!