"Sebentar A, Sofia sangat gerah. Boleh Sofia ke kamar mandi dulu untuk membersihkan badan? Badan Sofia rasanya lengket dan bau," ujar Sofia beralasan. Wisnu nampak kecewa dengan penolakan Sofia, kemudian dia melepaskan rangkulannya pada Sofia dan berjingkat dengan muka yang merengut.
"Cepatlah mandi, bersiap-siaplah nanti sore kamu akan Aa kenalkan pada istri-istri Persit di komplek Batukencana," ujar Wisnu seraya keluar dan menuruni tangga.
Sofia segera ke kamar mandi dan membersihkan diri. Saat mandi bayangan obrolan Wisnu dan Ibu mertuanya tadi masih terngiang-ngiang. "*Benarkah cinta pertama A Wisnu adalah Yuk Dara, Ayuk ipar yang selama ini aku kagumi dan aku sayangi? Kenapa Yuk Dara selama ini tidak pernah cerita bahwa mereka adalah dulunya sepasang mantan kekasih*?"
Menyudahi ritual mandinya pikiran Sofia masih dibayangi obrolan itu. Dia kecewa, kepulangannya yang sengaja tanpa memberitahu siapapun sebagai surprise, kini malah mendapat balasan sebuah kenyataan yang tidak sengaja didengarnya. Sofia menjadi sangat sedih dan murung. Hal ini disadari oleh Wisnu, dan dia curiga kalau Sofia telah mendengar pembicaraannya siang tadi dengan Ibunya Bu Endah.
"Sofia, kenapa sih kamu tiba-tiba murung, apakah kamu sedang tidak enak badan?" Wisnu mencoba mengalihkan fokus Sofia supaya dia lupa akan obrolan dirinya dan Ibunya tadi siang.
"A, bolehkah Sofia bertanya satu hal pada Aa, tapi Aa jawab dengan jujur," ujar Sofia bertanya namun bersyarat. Wisnu menghampiri Sofia seraya memeluk pinggang Sofia, tujuannya tidak lain supaya Sofia lupa akan obrolan tadi di rumah Bu Endah.
"Apa sih Sof, kamu sepertinya serius amat. Baru bertemu suami tapi sikapnya sudah murung dan tidak ada sama sekali rasa rindu," ucap Wisnu bergelayut manja di bahu Sofia.
"*Aa, sebenarnya sedang bersandiwara kan A?. Sofia sedih jadinya melihat Aa seperti ini. Kenapa kenyataan ini harus Sofia dengar saat kita sudah menikah*?" batin Sofia dengan hati yang sangat sedih.
"Aa janji jawab yang jujur ya!" tekan Sofia lagi memohon.
"Apa sih Sof, jika memang aku punya kapasitas untuk menjawab maka aku akan menjawab dan berusaha jujur," balas Wisnu sedikit menegang. Wisnu berpindah posisi duduk, dia berjongkok menghadap Sofia, meremas tangannya, lalu tangan kirinya menyelipkan rambut Sofia yang jatuh di balik telinga.
Wisnu mengakui Sofia memang cantik. Sejak pertama kali mengenal perempuan di hadapannya ini, Wisnu akui Sofia memang baik dan sedikit agresif.
"Ayo, apa yang ingin kamu bicarakan? Bicaralah!" ucap Wisnu seraya menatap mata Sofia yang berubah sendu.
"Aa janji akan jawab jujur ya?" tatap Sofia berharap. Sofia kini tengah mempersiapkan hatinya atas jawaban Wisnu. Jika Wisnu jujur maka Sofia tentu saja akan sakit hati dan kecewa, namun jika Wisnu tidak jujur maka ini akan lebih kecewa.
Sebelum memulai bicara Sofia terlihat menarik nafasnya dalam. Sementara Wisnu sedikit gelisah dia sudah bisa menebak apa yang akan ditanyakan Sofia.
"A, apakah benar apa yang Sofia dengar di rumah Ibu tadi, bahwa Aa masih mencintai cinta pertama Aa, dan ternyata cinta pertama Aa adalah Yuk Dara?" Hanya sekali tarikan nafas pertanyaan Sofia lancar dia ucapkan. Wisnu berdiri dan duduk sejajar dengan sofia. Perlahan Wisnu meraih bahu Sogfia dan meremasnya pelan.
"Semua itu benar, dan apa yang kamu dengar di rumah Ibu, itu benar," ungkap Wisnu membuat Sofia benar-benar sakit dan kecewa.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments
Lee
Mampir lg kak..
semangat ya...💪💪
2023-04-09
1
🤗🤗
semangat say. baru nyicil 4 bab
2023-04-08
1
mom mimu
huaaaa... 😭😭😭 aku ikut nyesek sof...
2023-03-14
1