Bab 9 Misi yang Gagal Kembali

Dua minggu kemudian setelah Wisnu melarang Sofia mencari pekerjaan, Sofia merasa benar-benar bosan. Bukan bosan dengan urusan dalam mengurus rumah tangga, akan tetapi bosan dengan kegiatan yang dilaluinya sehari-hari. Memasak, mencuci dan membereskan rumah perkara mudah bagi Sofia, sebab selama di kampungnya Prabumulih, dia sudah terbiasa membantu Mamak dan Bapaknya sehari-hari. Tidak manja dan mandiri.

Jenuh, itulah yang Sofia rasakan. Rasanya ingin dia kembali menjalani hari-harinya menjadi Bidan saat di RS di kota tempatnya tinggal dulu. Tapi ijin Wisnu hal yang paling utama. Wisnu tidak mengijinkan, dan Sofia harus patuh dengan perintah Wisnu.

Hari ini rencananya Sofia akan mencoba merayu Wisnu. Perkara ditolak lagi itu urusan nanti, tapi jika harus ditolak lagi alangkah terlalunya Wisnu bagi Sofia.

Dan malam itu setelah makan malam bersama, Sofia masuk kamar duluan, sementara Wisnu masih di luar, ngobrol bersama temannya satu kesatuan yang sengaja mampir sejenak setelah tadi melewati rumah Wisnu.

Sofia termenung memikirkan bagaimana caranya nanti dia ngomong sama Wisnu. Jantung Sofia tiba-tiba berdebar kencang, dia merasa ragu untuk mengutarakan maksudnya.

Derap langkah di tangga mulai terdengar, Sofia yakin itu Wisnu. Sofia bersiap menyambut Wisnu dan mulai ancang-ancang menyiapkan apa yang akan dibicarakan. Bunyi handle pintu mulai terdengar dan muncullah Wisnu.

"Kamu belum tidur?" Wisnu bertanya sambil mematikan lampu. Cahaya kini temaram, hanya didapat dari balkon yang masuk lewat kaca di atas pintu.

"Sofia menunggu Aa," ucap Sofia ragu.

"Kenapa nungguin aku, kamu segera tidurlah," titah Wisnu datar. "Besok kamu harus ikut ke Bandung untuk mendampingi aku bertemu Komandan aku. Setelah itu aku harus mengawal Komandan aku ke Jakarta selama seminggu. Kamu jangan keluyuran selama aku tidak ada kecuali ke rumah Ibu," tegas Wisnu memberi peringatan. Sofia sedikit tertegun mendengar ucapan Wisnu. Selama seminggu Sofia harus menunggu Wisnu di rumah tanpa kegiatan lain selain pekerjaan rumah.

Sofia perlahan memberanikan diri menghampiri Wisnu yang kini mulai menaiki ranjang. Derit gesekan vegas kasur terdengar walau kecil. Dalam hati Sofia berdoa semoga dia ada keberanian untuk menyampaikan maksudnya. Dan kali ini Sofia terbersit akan melancarkan misi agresifnya yang sempat tertunda.

Wisnu kini mulai berbaring, sementara Sofia bersiap-siap melakukan ancang-ancang untuk berbicara dan mendekatinya. Misi agresifnya kini harus berhasil. Sofia menyingkirkan perasaan canggungnya, dia harus berani sebab dia adalah istri Wisnu.

Tiba-tiba Sofia berbaring tepat di samping Wisnu dan menjadikan dada Wisnu sebagai bantalnya. Wisnu sontak terkejut, dia tidak biasa melihat sikap Sofia seperti ini.

"Sofia, ada apa?" tegur Wisnu dengan kepala yang sedikit terangkat. "Kepalanya jangan begini dong, dada aku berat. Coba tidur yang benar seperti biasa," usiknya tidak suka. Sofia bangkit karena merasa terusik, walaupun hatinya sedikit teriris namun Sofia tidak menyerah, dia akan berusaha agresif pada Wisnu. Terutama malam ini, karena Sofia ada maksud terselubung di dalamnya.

"Tapi, Sofia ingin berdekatan dengan Aa. Ingin dipeluk dan diusap. Apakah Aa tidak mau dekat-dekat dengan istri sendiri yang sudah sah? Padahal Aa selalu memberi Sofia nafkah batin, apakah malam ini Aa tidak ingin? Aa itu maunya saat enaknya saja, setelah puas boro-boro berterimakasih, Aa malah tidur lelap dengan suara ngorok yang keras. Sofia mau dekat-dekat saja bilangnya Aa lelah dan gerah," protes Sofia seraya beringsut menjauhi Wisnu.

Wisnu terkejut dengan sikap Sofia yang tidak biasa. Betul kata Sofia, dia mau enaknya saja. Setelah bertempur biasanya langsung lelah dan ngantuk. Dan Wisnu selalu menjauh dan tidak membiarkan Sofia dekat-dekat setelah mereka bertempur.

"Sofia, jadi apa mau kamu?" tanya Wisnu penasaran. Perlahan Wisnu mendekati Sofia dan mengusap bahu Sofia pelan. "Kamu menginginkannya kan? Ayo kita lakukan!" ajak Wisnu sembari mengguncang bahu Sofia. Namun Sofia terlanjur kecewa dengan sikap Wisnu tadi. Padahal dia bukan ingin meminta nafkahnya, melainkan ingin merayu Wisnu untuk menyampaikan sebuah keinginan Sofia.

Sofia tidak memperdulikan Wisnu, dia tetap membelakangi Wisnu dengan rasa kecewa yang dalam. Akhirnya misi agresif maupun maksud Sofia yang tadi sempat tersusun rapi di otaknya, kini buyar kembali. Semua ini tidak lepas dari sikap datar Wisnu yang terlalu mendominasi.

Terpopuler

Comments

@Kristin

@Kristin

Dua bunga 🌹🌹 buatmu semangat selalu 💪

2023-05-30

0

🤗🤗

🤗🤗

hmmm. udahlah wisnu sedikit berbeda tapi aslinya juga menginginkannya.

2023-04-10

0

🤗🤗

🤗🤗

coba di dunia nyata😂😂 kagak ada tuh main tunggu2

2023-04-10

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!