🌹🌹🌹🌹🌹🌹
...HAPPY READING......
.
.
"Ma... mama, Aya mau sama mama," lirih Ayara didalam tidurnya. Suhu tubuhnya begitu panas meskipun sudah di kompres dengan air hangat.
"Bagaimana, Dok? Apakah perlu dibawa ke rumah sakit?" tanya Tuan Edward pada Dokter Eliza yang merupakan dokter pribadi keluarga mereka. Terlihat raut wajah Tuan Edward begitu khawatir melihat keadaan putrinya yang mengigau memanggil mendiang istrinya.
Mendengar hal itu hati Tuan Edward tiba-tiba merasa bersalah pada Almarhum Jasmeen. Wanita yang dia pilih sebagai istri, meskipun mendapatkan penolakan dari orang tuanya. Namun, setelah sang istri meninggal Dunia dan meninggalkan satu orang putri. Tuan Edward menikah lagi dan tidak pernah mau tahu bagaimana keadaan putrinya selama ini.
Beliau selalu menitipkan Ayara pada Rose istri barunya, dan hanya mendengarkan pengaduan wanita itu saja. Sehingga Tuan Edward terpengaruh. Di tambah lagi Marlin ibu pria itu memang tidak pernah menyukai cucunya sendiri, karena anak dari wanita yang dia tidak suka. Padahal mau seperti apapun itu, sudah jelas Ayara adalah darah daging Tuan Edward.
"Huh!" sebelum menjawab Dokter Eliza menarik nafas dalam-dalam. Dia bingung harus berkata jujur atau bagaimana. Namun, bila dia tidak menjelaskan, selain pekerjaannya yang terancam. Keadaan Ayara juga sangat memprihatikan. Sepertinya sudah dari kemarin gadis itu tidak makan. Padahal dia sedang berbadan dua
Ya, saat ini Ayara tengah hamil muda dan dia sendiri belum mengetahui hal tersebut.
"Ada apa, Dok? Apakah ada penyakit yang berbahaya pada tubuh Aya?" tanya Tuan Edward khawatir. Sebab Dokter Eliza malah melihat di dalam kamar itu ada siapa saja. Ternyata hanya ada Nyonya Rose dan Tuan Edward. Hanya mereka bertiga, sehingga akhirnya dokter muda itu pun menjawab pertanyaan Tuan Edward.
"Tuan, Nyonya, eum... begini," berhenti sejenak sebelum kembali melanjutkan ucapannya. "Selain demam tinggi, Nona Aya... Nona Ayara, lagi hamil," ucap dokter itu ragu dan sampai terbata-bata. Dia sangat tahu seperti apa bos nya itu. Bisa-bisa laki-laki yang telah menghamili Ayara akan dihabisinya. Sudah pasti hari ini akan terjadi pertumpahan darah. Seperti itulah yang dipikirkan oleh Dokter Eliza.
Deg!
Tuan Edward yang tadinya menunjukkan wajah khawatir. Sekarang langsung berubah dalam seketika, mukanya merah menahan amarahnya. Dia menatap Ayara seperti ingin menghabisi nyawa anaknya pada saat itu juga. Namun, lengannya sudah dipeluk erat oleh Rose. Meskipun didalam hati wanita itu lagi tertawa terbahak-bahak.
"Dokter jangan asal bicara! Mana mungkin putri Saya hamil, sedangkan dia belum memiliki suami," seru Tuan Edward berusaha menyangkalnya. Beliau masih berharap, jika lagi salah dengar.
"Tidak! Saya berkata jujur, Tuan. Meskipun belum melakukan tes kehamilan. Tapi Saya sangat yakin seratus persen, bahwa Nona Aya sedang mengandung," jawab dokter itu menyakinkan.
"Pa, Dokter Eliza pasti tidak berbohong. Mama juga yakin jika Aya sedang hamil, karena akhir-akhir ini mama sering sekali melihat dia membeli buah-buahan segar." sambung Nyonya Rose. Sebab apa yang dia katakan memang benar, sudah hampir dua Minggu terakhir dia sering melihat anak tirinya membeli buahan segar. Namun, dia tidak bertanya karena selain itu tak ada perubahan apapun.
"Tapi Tuan, tolong dengarkan Saya. Setelah nona sadar, bawalah dia ke rumah sakit. Nona Aya harus dirawat intensif karena tubuhnya sangat lemah," kata si dokter karena takut bila Tuan Edward memarahi Ayara. Lagian orang tua manapun pasti akan kecewa bila putrinya hamil diluar nikah.
"Huem, Iya. Anda tidak perlu khawatir. Saya akan membawanya ke rumah sakit. Terima kasih dan sekarang Anda boleh pergi," jawab lelaki paruh baya itu karena tidak sabar ingin memarahi putrinya.
"Iya Tuan, Nyonya. Apabila ada apa-apa segera hubungi Saya," dokter muda itupun berpamitan sebelum pergi, karena dia juga masih memiliki pekerjaan yang lainnya.
"Pa, apa yang harus kita lakukan? Jika sampai ada orang lain yang tahu hal ini, pasti akan berakibat fatal pada perusahaan," ucap Nyonya Rose yang sebetulnya bukan prihatin. Namun, sedang menghasut suaminya, agar bertindak tegas pada Ayara.
"Kita tunggu dia sadar. Papa akan menikahkan Ayara dengan ayah bayi itu. Hanya itu satu-satunya cara agar keluarga kita bisa terhindar dari aib ini," jawab Tuan Edward. Lalu diangguki oleh Nyonya Rose.
"Kalau begitu mama mau menelepon mami Marlin. Dia harus tahu hal ini," kata Nyonya Rose berpamitan pergi dari sana karena ingin menelepon ibu mertuanya dan Tuan Edward hanya diam saja sambil matanya menatap tidak karuan pada Ayara yang terus mengigau.
"Jasmeen, kau lihat kelakuan putrimu, dia sudah membuat aku dan keluargaku malu. Apabila sampai orang luar mengetahui dia hamil diluar nikah," gumam Tuan Edward mengepalkan tangannya erat.
...BERSAMBUNG......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 241 Episodes
Comments
Dewi Purnomo
Apa nanti Ayara di usir dari rumah yaaa.....nyesek aaaah.
2023-03-14
0