🌹🌹🌹🌹🌹🌹
...HAPPY READING......
.
.
"Apa masih mau nambah?" tanya Alvian setelah menyuapi satu sendok makanan yang terakhir kedalam mulut Ayara. Gadis cantik itu sudah seperti anak kecil, makan disuapi oleh kekasihnya. Tidak perduli jika mereka berdua menjadi pusat perhatian orang-orang yang ikut makan di lantai atas.
"Tidak, aku sudah kenyang," Aya menerima gelas air putih yang diberikan oleh Alvian. Gara-gara menyuapinya pemuda itu sampai membiarkan makanan miliknya menjadi dingin.
"Katanya sangat ingin dengan makanan di Resto ini, tapi kenapa hanya makan sedikit," ucap Alvian karena apa yang disebutkan oleh Ayara tidak sama dengan kenyataannya.
"Entahlah begitu aku mencicipi makanan nya perutku tiba-tiba langsung kenyang. Maaf ya, karena aku sudah merepotkan mu," jawab gadis itu merasa tidak enak pada kekasihnya. Walaupun Alvian selalu menuruti kemauannya bukan berarti Aya akan berbuat semena-mena dirinya sendiri.
"Sudahlah! Tidak apa-apa, tunggu aku makan ya," Alvian hanya tersenyum sambil menarik piring makanan miliknya. Ayara hanya mengangguk dan menatap kekasihnya makan yang terlihat sangat enak. Berulangkali gadis itu menelan Saliva nya sendiri. Namun, ingin meminta pada Alvian dia masih punya rasa malu. Bagaimana mungkin ada gadis yang tidak tahu diri seperti dirinya. Setelah mengajak makan di Restoran tersebut, Aya minta di suapi walaupun hanya sedikit. Lalu sekarang malah mau meminta makanan milik Alvian.Tidak, tidak! Ayara harus tahu diri, dia adalah seorang gadis.
"Ini," tanpa bertanya Alvian menyendokan makanan miliknya kearah mulut Ayara.
"Kenapa? Makan saja, aku hanya melihat mu," Ayara tersenyum seraya menggaruk lehernya yang tidak gatal. Gadis itu merutuki matanya karena sudah melihat Alvian makan. Sehingga berakhir sang kekasih menawarinya lagi.
"Ayo bukalah mulutmu, aku tahu kau mau makanan punyaku, kan?" pemuda itu tersenyum karena gemas pada tingkah aneh kekasihnya. Namun, dia sangat senang karena untuk membahagiakan Aya tidak perlu harus ke tempat-tempat mewah. Padahal gadis itu merupakan anak orang kaya juga, sama seperti dia.
"Ha... ha... ketahuan, ya," Ayara tertawa sambil menerima kembali suapan dari tambatan hatinya.
"Memangnya kita ini baru berkenalan, aku tahu segalanya tentang kekasihku. Jadi jangan pernah membohongi ku," akhirnya karena Ayara menyukai makanan miliknya, pemuda itupun bergantian menyuapi dirinya sendiri dan juga kekasihnya. Mereka tidak hanya berbagi makanan, tapi juga makan mengunakan sendok yang sama
"Sudah, sudah! Aku benar-benar sudah kenyang. Terima kasih sudah mau berbagi makanan dengan ku," ucap Ayara dengan tulus.
"Tidak masalah, asalkan bisa membuatmu senang," jawab Alvian memangil salah seorang pelayan karena dia akan membayar makan dan minuman mereka.
"Iya... Tuan Alvian, kan?" kata si pelayan begitu melihat pemuda tampan tersebut.
"Iya, benar sekali. Apa kau mengenal kekasihku?" Ayara yang menjawab karena Alvian hanya diam saja sambil memikirkan apakah dia mengenal pelayan perempuan yang seumuran dengan mereka juga.
"Tentu saja kenal, kekasih Anda adalah idol yang menang juara satu, di kontes ajang pencarian bakat Minggu lalu, kan?" jawab si pelayan yang mengenal Alvian lewat sosial media. Saat ini ibukota S lagi trending membicarakan idol tampan dari grup boyband Alvian dan keempat sahabatnya.
"Wah, benarkah!" seru Ayara tersenyum bahagia melihat kekasihnya.
"Vin, kau dengar!" lanjutnya lagi ikut merasakan bahagia yang luar biasa karena kekasihnya benar-benar sudah menjadi seorang artis.
"Huem," Alvin pun ikut tersenyum balas menatap wajah cantik kekasihnya yang terus tersenyum. Membuat jantungnya selalu berdebar-debar.
"Eum... bolehkah Saya minta berfoto sebentar?" Pelayan tersebut merupakan anak gadis, jadi sudah pasti begitu senang bisa berfoto dengan artis seperti Alvin. Meskipun belum begitu terkenal, tapi tetap saja statusnya orang yang berkecimpung di dunia hiburan.
"Boleh," jawab Alvian singkat. Dia sudah tahu resiko dengan pekerjaan yang ia pilih. Harus siap ketika ada fansnya mengajak berfoto. Apalagi ini adalah fans pertamanya.
"Baiklah, kalau begitu kita berfoto bertiga ya, Saya sangat suka melihat kecantikan dan keramahan kekasih, Anda," ucap si pelayan mengambil gambar bukan dia dan Alvian saja. Akan tetapi juga bersama Ayara. Setelah itu barulah dia mengambil foto hanya berdua dengan Alvian.
Setelah selesai berfoto dan membayar makanan mereka. Pasangan remaja itu pergi meninggalkan Restoran. Ya, remaja! Sebab umur Aya dan Alvian hanya berbeda lima bulan lebih tua pemuda itu. Dua Minggu lagi adalah hari kelulusan mereka berdua yang sekolah berbeda tempat.
Keduanya bisa berpacaran karena tanpa sengaja bertemu di warung kaki lima. Semenjak pertemuan itulah mereka berdua bisa berteman dan akhirnya memutuskan menjalin hubungan. Sebab Alvin dan Aya memiliki banyak kesamaan. Jadi tidak susah bagi mereka berdua untuk memahami satu sama lain. Sehingga sudah kurang lebih sudah dua tahun, hubungan keduanya semakin erat. Orang-orang yang tahu hubungan mereka selalu menyebut pasangan yang romantis.
Keempat sahabat Alvian juga mengenal baik Ayara, karena hampir di setiap latihan gadis itu ikut menemani kekasihnya. Apabila lagi libur sekolah, Aya juga sering datang ke Apartemen Alvian, karena dia tinggal sendirian. Pemuda itu tidak mau tinggal bersama orang tuanya karena ayahnya tidak pernah menyukai cita-cita putranya.
Jadi sudah pasti Alvian sering bertengkar karena perbedaan cara berpikir dia dan ayahnya. Alhasil untuk menghindari sang ayah. Pemuda itu tinggal di apartemen yang tidak jauh dari tempat dia menimba ilmu selama tiga tahun belakangan ini.
BERSAMBUNG...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 241 Episodes
Comments
auliasiamatir
pasangan romantis, tapi kayaknya mereka belum sadar kalau sebenarnya araya hamidun ya
2023-10-10
0
Mary Bella
kenapa sekejap Alvin,sekejap Alvian
2023-06-12
0
Jesi Jasinah
semangat kak
2023-06-07
0