🌹🌹🌹🌹🌹🌹
...HAPPY READING......
.
.
"Ayara," gumam Alvian mengenggam erat kotak hadiah yang dikembalikan oleh gadis yang saat ini berjalan semakin menjauh dan tidak menoleh kearah belakang sama sekali.
Namun, dia tidak berniat untuk mengejarnya karena Alvian sudah berani mengambil keputusan untuk berpisah. Maka harus tega dan tidak boleh merasa kasihan pada Aya. Benar kata para staf nya, bila dia sudah berhasil. Jangankan Ayara, gadis lain saja akan tergila-gila padanya. Satu hal yang pemuda itu lupakan. Bahwa Ayara bukanlah gadis matre dan gila akan statusnya sebagai artis. Aya hanya butuh dirinya sebagai tempat sandaran, hanya itu tidak lebih.
Melihat cuacanya semakin mendung dan mau turun hujan. Pemuda itu berjalan masuk kedalam mobil staf yang ia bawa. Dunia seakan ikut merasakan kesedihan Ayara. Padahal sejak pagi terlihat sangat cerah dan sekarang juga sudah masuk musim gugur. Tapi Entah kenapa tiba-tiba hujan ditengah hari seperti saat ini.
Gumpalan awan yang menghitam dan bertebaran di mana-mana. Tidak membuat Ayara mencari tempat untuk berteduh. Gadis itu terus berjalan tanpa mau menoleh kearah pemuda yang tega membuangnya.
"Ayara, maafkan aku," Alvian ikut menangis setelah berada di dalam mobilnya. "Maaf, karena telah mengingkari janji kita. Namun, aku berjanji, setelah kontrak pertama ku selesai, aku akan kembali padamu. Aku akan menjaga hatiku agar tidak jatuh cinta pada gadis lain," lanjutnya lagi meletakan kepalanya pada setir mobil.
Alvian sangat sakit melihat gadis yang masih dia cintai meneteskan air mata. Selama ini Alvian menjaga agar Ayara tidak meneteskan air matanya. Dia selalu menghibur Ayara nya. Namun, hari ini Alvian sendiri yang membuat gadis itu menangis. Akan tetapi kembali lagi semua yang dia lakukan untuk meraih cita-citanya selama ini.
Setelah merasa lebih baik, Alvian pun meninggalkan tempat tersebut dan kembali menuju ke Apartemen pribadinya. Untuk hari ini dia hanya ingin sendiri dan tidak mau ada yang menggangu.
Jalan arah tujuan yang berbeda, membuat Alvian tidak tahu jika Aya terus berjalan di dalam derasnya hujan. Dia menumpahkan segala kesedihannya bersama air yang mengalir dari langit.
"Kau tega melakukannya, Al. Kenapa kau harus berjanji padaku, bila kau sendiri yang mengingkarinya. Jadi selama ini kau baik padaku hanya karena membutuhkan tubuhku? Kau keterlaluan sudah mempermainkan cinta ku yang tulus padamu,"
Gumam Aya terus berbicara sambil menagis. Sudah ada beberapa mobil yang lewat berhenti dan ingin memberikan tumpangan. Namun, Ayara menolak karena beralasan memang ingin bermain air hujan. Padahal anak kecil saja tahu jika dirinya lagi menangis.
"Mama... sekarang Aya tidak memiliki siapa-siapa lagi, Ma. Apakah mama tidak ingin membawa Aya pergi dari dunia yang kejam ini? Mama pasti tahu kan jika papa tidak pernah menganggap kehadiran ku. Apa lagi nenek dan keluar lainya,"
Sepanjang perjalanan sampai menuju kompleks perumahan keluarga mereka. Aya terus berjalan dalam hujan. Sakit hati karena merasa di bohongi membuat dia tidak sadar sudah berjalan hampir dua kilometer.
Untungnya dari tempat dia dan Alvian bertemu tadi tidak terlalu jauh dari kompleks perumahan Gardenia resort. Jadi gadis itu tidak perlu menyiksa dirinya karena tidak sadar sudah berjalan jauh.
"Astaga! Nona Muda kenapa hujan-hujanan seperti ini," teriak Pak Satpam berlari membukakan pintu pagar. Akan tetapi Aya tidak menjawab pertanyaannya dan hanya berjalan masuk ke dalam rumah yang kebetulan tidak ada siapa-siapa. Jadi Aya bisa langsung masuk kedalam kamarnya.
Saat mandi sebelum menganti bajunya pun. Ayara masih terus menangis. Sudah hampir dua jam dari tempat Alvian mengakhiri hubungan mereka. Air matanya tak kunjung mau berhenti mengalir.
"Kau jahat, Alvin! Kenapa kau tidak bisa berbohong demi hubungan kita? Aku tidak menuntut agar kita selalu bertemu. Cukup jangan akhiri hubungan bersamaku. Ta--tapi ternyata kau sangat takut kehadiran ku mengancam karier mu,"
Lirih Aya sambil berjalan keluar dari dalam kamar mandi. Lalu karena sudah merasakan kedinginan dan kram pada bagian perutnya. Gadis itu pun cepat-cepat memakai dress rumahan dan juga switer sebagai penghangat tubuhnya.
Mungkin karena kelelahan berjalan dan hatinya, membuat Aya tertidur dalam balutan selimut. Apalagi tiba-tiba badannya terasa mau demam. Sehingga sampai waktunya makan malam, gadis itu hanya mengurung dirinya di dalam kamar sambil melepas semua foto dia bersama Alvian dan dimasukan kedalam lemari tempat penyimpanan barang yang sudah tidak digunakan.
Lalu setelah itu Aya hanya duduk termenung sambil berpikir langkah apa yang akan dia ambil setelah hari ini. Tadinya Aya berniat akan memberitahu Alvian, bahwa dirinya mungkin akan bekerja untuk melanjutkan kuliahnya. Namun, ternyata sang kekasih menemuinya hanya untuk mengajak berpisah. Bukan buat melepas rindu setelah satu Minggu tidak berjumpa.
"Kuatlah, Aya. Kau harus kuat, mungkin saja Alvin sedang ada masalah. Mana tahu besok pagi dia akan datang dan meminta maaf sudah berkata seperti tadi," gumam Ayara kembali terlelap. Meskipun sudah sakit hati, ternyata Aya masih berharap jika Alvian berubah pikiran.
Sampai pada waktunya sarapan di pagi hari. Ayara tidak kunjung turun dari kamarnya yang berada dilantai atas.
"Arianti, kemana kakak mu, kenapa dia tidak turun untuk sarapan? Bukannya tadi malam dia juga tidak makan. Apakah dia sakit?" tanya Tuan Edward hanya bertanya seperti biasanya. Namun, tidak memastikan sendiri apa yang terjadi pada sang putri.
"Tidak tahu, Pa. Tapi sepertinya dia ada di rumah," jawab Arianti cuek. Mau pulang atau tidaknya sang kakak tentu dia tidak peduli.
"Kau ini," seru Tuan Edward. Lalu dia menoleh pada salah satu asisten rumah tangga yang sedang menaruh buah di atas meja makan. "Bibi, tolong lihat Aya, apakah ada di dalam kamarnya," titah beliau yang sebetulnya menyayangi anak pertama bersama wanita yang dulunya sangat ia cintai.
Hanya saja hasutan dari keluarga dan istri barunya yang selalu menjelekan Ayara. Membuat terkadang Tuan Edward marah. Begitu pula dengan masalah kuliah, mereka semua selalu mengatakan bahwa Ayara gadis nakal dan akan membuat malu keluarga bila tidak di suruh bekerja.
"Baik Tuan," jawab si Bibi pelayanan langsung saja pergi untuk melihat nona mudanya. Namun, alangkah terkejutnya ketika ingin mengetuk pintu kamar. Ayara sudah membuka pintu tersebut lebih dulu.
"Astaga! Nona, Anda kenapa pucat sekali!" seru si Bibi menahan tubuh Aya yang hampir terjatuh.
"Bibi... to--tolong ambilkan air putih, aku sangat haus," jawab Aya yang langsung pingsan tidak sadarkan diri. Untung saja tubuhnya masih berada dalam rangkulan pelayan.
"Nona, Nona!" Menepuk pelan pipi Ayara. Tapi tetap tidak ada reaksi apa-apa. Lalu dia berteriak minta tolong. Untungnya bisa di dengar oleh pelayan lain yang sedang membersihkan lantai atas.
"Tolong, tolong! Nona Aya pingsan. Siapapun cepatlah datang kemari," teriaknya yang panik takut terjadi sesuatu.
"Maria, apa yang terjadi? Nona muda kenapa?" seru pelayan yang mendengar teriakan rekan kerjanya.
"Nona muda pingsan, aku juga tidak tahu kenapa. Tapi sepertinya nona lagi demam tinggi. Cepatlah kau panggil Tuan Edward. Kita mana bisa membawa nona pindah dari sini," ucap wanita yang tadi dipanggil Maria.
"Baiklah, aku pergi dulu," tidak banyak bicara lagi. Pelayan tersebut berlari menuruni tangga untuk memanggil majikannya.
Tap!
Tap!
"Tuan, Tuan---"
"Bibi kau kenapa? Bicara yang benar, jangan panik seperti ini," bentak Nyonya Rose, karena sudah menganggu waktu makan nya.
"I---itu Nona Aya pingsan di depan kamarnya,"
Mendengar putrinya pingsan tentunya Tuan Edward langsung pergi meninggalkan meja makan.
"Ayara,"
Gumam Tuan Edward sambil menaiki tangga. Pikirannya langsung teringat seperti saat mendapat kabar ketika Jasmeen mengalami kecelakaan yang membuat sang istri meninggal Dunia.
"Tuan," ucap Maria begitu melihat kedatangan sang bos.
"Tahan kepalanya sebentar, Saya akan menggendongnya," kata Tuan Edward mengangkat tubuh kecil sang putri. Hari ini baru dia menyadari jika Ayara sangat kurus bagaikan tidak memiliki daging.
"Bibi hubungi dokter Eliza, suruh dia datang kemari," pria paruh baya itu kembali memberikan perintah sambil menidurkan Ayara yang tubuhnya sangat panas.
...BERSAMBUNG......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 241 Episodes
Comments
Sifa Dini Eka Rizkiana
lanjut thor 👍👍👍
2023-03-13
0