🌹🌹🌹🌹🌹🌹
.
.
"Aya, ayo bagun kita sudah sampai," Alvian menggoyang pelan bahu kekasihnya. Saat ini mereka sudah tiba di depan Villa mewah milik keluarga Alvian.
"Ayara, ayo bagunlah!" kembali membangun pelan. Bukannya Alvian tidak mau mengendong sang kekasih. Namun, untuk tiba kedalam Villa harus menaiki tangga yang berkelak-kelok karena tempat tersebut berada di atas bukit.
"Aya," sekarang Alvian mengelus pipi kekasihnya yang terlihat sangat mengantuk. Tanpa gadis itu berkata jika dia tidak tidur semalaman, Alvian pun sudah tahu. Sebab kantung mata kekasihnya memang terlihat agak menghitam. Jika orang lain pasti tidak akan tahu. Berbeda dengan Alvin, pemuda itu sangat tahu ada perubahan pada wajah kekasihnya.
"Eum... apakah kita sudah sampai?" tanya Ayara bergeliat kecil sambil membuka matanya pelan.
Cup!
"Sudah, ayo kita turun. Setelah tiba didalam baru dilanjutkan lagi tidurnya," menjawab sambil memberikan kecupan di bibir Aya yang terbuka.
"Jangan mencium ku, aku baru bangun tidur," ucap Aya mengucek matanya agar bisa melihat dengan jelas di sekeliling mereka.
"Justru baru bagun tidur sensasinya lebih nik---"
"Eh, sudah, sudah! Ayo kita turun sekarang," sela Ayara cepat. Sebab merasa malu jika harus membahas ciuman yang sering mereka lakukan dan berakhir pergumulan panas pada tempat tidur.
"Ha... ha... Aya kau masih malu?" tawa Alvian menyusul kekasihnya turun dari mobil.
"Tidak, aku hanya penasaran pada tempat ini. Kenapa sepi sekali?" jawab Ayara ada alasan buat mengalihkan pembicaraan.
"Karena di sini memang tidak ada orang kecuali pengurus Villa," Alvian menarik lembut tangan Ayara menaiki anak tangga satu persatu.
"Apa! Jadi ini Villa? Milik siapa?" seru Ayara masih terus menatap di sekitar mereka.
"Milik keluarga ku," menjawab singkat. "Malam ini kita akan tidur di sini, karena aku ingin menghabiskan waktu bersamamu," lanjutnya lagi.
"Huem, tidak masalah! Lagian aku juga lagi malas bertemu Mama Rose, mereka semua pasti merasa bahagia melihat papa tidak datang di hari kelulusanku," jawab Ayara yang sudah biasa tidak pulang ke rumah. Sebab mau dia pulang atau tidaknya sang ayah tidak pernah mau perduli. Ayara melebih dari anak pungut, ada tidak pernah dihiraukan kehadirannya dan hilang tidak akan dicari. Seperti itulah kehidupannya selama ini.
"Aku tahu, makanya membawamu ke mari. Agar kau bisa melupakan mereka yang menyakitimu," tangan Alvian terangkat untuk mengelus kepala kekasihnya.
"Selamat datang, Tuan Alvian," sambut penjagaan Villa dengan ramahnya. Dia adalah seorang laki-laki berumur sekitar empat puluh tahun. Dia tukang kebun sekaligus penjaganya. Sedangkan yang membersihkan di dalam Villa tersebut adalah istri dan adik iparnya. Namun, mereka datang apabila membersihkan saja, yaitu dua hari sekali.
"Terima kasih, Pak. Oya apakah di dalam sudah disiapkan semua untuk keperluan kami selama menginap di sini?" tanya Alvian sudah menelepon si bapak tukang kebun sebelum dia datang ke tempat itu.
"Sudah Tuan, sesuai permintaan Tuan Muda Alvian," kawannya sambil menyerahkan kunci Villa pada anak pemiliknya.
"Baiklah, terima kasih. Kalau begitu kami masuk dulu dan jika mama menelepon menanyakan Saya. Tolong katakan jika Saya datang bersama teman," ucap Alvian takut juga jika orang tuanya mengetahui dia membawa seorang gadis.
Meskipun berhubungan suami-istri sudah hal lumrah di negara mereka. Tetap saja orang tua Alvian melarang keras anak-anaknya melakukan hal terlarang itu sebelum menikah.
"Oke, saya sudah mengerti tuan muda tidak usah takut jawab si tukang kebun karena sebelum majikannya itu berkata dia pun sudah tahu apa yang harus dilakukan.
"Terima kasih," telah mengucapkan kembali kata terima kasih Alvin pun menarik tangan ayara menuju pintu utama Villa Lalu setelah membuka pintunya mereka berdua pun masuk dan menutup kembali pintu tersebut.
Alvin apakah orang tuamu tidak marah kita datang kemari?" tanya ayara karena merasa takut juga apabila mereka ketahuan akan menginap di sana bersama. dua orang dewasa Tinggal di tempat yang sama tentu pemikiran orang akan mengarah pada hal-hal buruk.
"Tidak! Kau tenang saja, tukang kebun itu tidak akan berani memberi laporan pada orang tuaku. Bahwa aku datang kemari bersama seorang gadis,"
"Ya, ya! Aku harap memang begitu. Lalu kita mau ngapain datang ke sini jauh-jauh?" tanya Ayara mengikuti Alvian yang menarik tangannya menaiki tangga menuju lantai dua.
Ceklek!
"Mau ngapain lagi, selain berbulan madu," seloroh pemuda itu sambil membuka pintu kamar miliknya.
"Vin, ini kamar siapa? Apakah kamar milikmu? Kenapa terdapat banyak sekali foto-foto dirimu?"
"Bertanya nya satu-satu, aku bingung akan menjawab yang mana lebih dulu," jawab Alvian melepaskan genggaman tangan mereka. Lalu dia pun merebahkan tubuh lelahnya yang terasa pegal-pegal akibat terlalu lama menyetir sendiri.
"Habisnya aku masih penasaran dengan tempat ini," Ayara yang juga merasakan masih mengantuk akhirnya ikut merebahkan tubuhnya di samping Alvian.
"Ini kamar ku bila datang ke sini, sedangkan kamar yang sebelah kiri itu adalah milik adikku,"
"Enak sekali ya bisa berlibur dengan keluarga ke tempat yang terasa sangat nyaman seperti ini. Sebetulnya keluargaku juga memiliki Villa. Namun, aku sangat jarang ikut bersama mereka, karena jika libur keluarga nenek dan saudara ayahku yang lainnya juga akan ikut," saat menyebutkan jika keluarganya juga memiliki Villa, hati Ayara terasa sakit.
"Seharusnya kau ikut saja agar bisa berkumpul dan lebih dekat lagi dengan keluarga besar ayahmu," ucap Alvian tidak tahu rasanya berada di posisi Ayara.
"Justru sebaliknya, apabila aku ikut mereka semua pasti liburannya tidak akan tenang, karena menurut nenek, aku adalah yang masalah ada keluarga kami," jawab Ayara sambil memaksakan senyum mirisnya.
"Maafkan aku, aku bukan ingin membutmu bersedih. Sudahlah lupakan masalah keluargamu," kata Alvian kembali duduk karena dia belum menceritakan pada kekasihnya itu bahwa grup boyband nya akan pergi melakukan konser pertama di luar ibukota S.
"Aya, selain ingin menghabiskan waktu berdua denganmu. Apa kau tahu kenapa aku membawamu kemari?"
"Tidak, aku tidak tahu karena kau belum memberitahuku," Ayara yang baring ikut duduk sama seperti Alvian.
"Besok pagi-pagi sekali aku dan yang lainnya akan pergi keluar kota untuk melakukan konser pertama kami di daerah bagian timur," ucap pemuda itu mulai menjelaskan.
"Benarkah! Wah selamat, ya. Aku bahagia sekali?" seru Ayara tersenyum bahagia. Akhirnya apa yang dicita-citakan oleh kekasihnya akhirnya menjadi kenyataan.
"Iya, tapi... aku pergi untuk lima hari atau mungkin bisa lebih, karena agensiku ingin melihat kinerja kami sebelum melakukan penandatanganan kontrak,"
"Pergilah! Aku akan menunggu kedatanganmu. Semoga semuanya lancar lalu grup boyband kalian bisa mendapatkan kontrak seperti yang kalian inginkan." kata gadis itu memberikan semangat.
"Kau tidak masalah jika aku tinggal selama satu minggu atau lebih dari itu?"
"Alvin, aku tidak akan marah! Justru aku merasa bahagia karena akhirnya kau bisa meraih impianmu menjadi penyanyi terkenal,"
"Ayara, terima kasih atas semua dukunganmu selama ini dan juga sekarang. Aku tidak tahu apabila tidak ada kau di sisiku. Mungkin aku tidak akan sanggup melewati setiap kontestan yang kami ikuti dan berakhir dengan kekecewaan." Alvian langsung menarik Aya kedalam pelukannya. Tadinya pemuda itu mengira bahwa Ayara akan kecewa karena mereka akan berpisah dengan waktu cukup lama. Namun, nyatanya kekasihnya itu malah memberikan dukungan yang membuat Alvin pergi dengan hati yang tenang.
"Sama-sama! Terima kasih juga karena kau selalu ada untukku selama ini. Jika tidak ada dirimu, aku pun tidak tahu apa yang terjadi pada kehidupanku," Ayara tersenyum sambil mendorong dada Alvin agar bisa menatap muka kekasihnya.
Cup!
"Jika begitu kita berdua adalah pasangan yang saling membutuhkan," Alvian mengecup bibir Ayara sekilas. Lalu setelah berkata demikian, pemuda itu menarik tengkuk kekasihnya untuk memperdalam ciuman mereka.
...BERSAMBUNG......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 241 Episodes
Comments
Jesi Jasinah
hadir kak, jangan lupa mampir dikaryaku Cintaku yang tak direstui
2023-06-10
0
Sifa Dinieka
lanjut Thor 👍👍👍
2023-03-07
1