🌹🌹🌹🌹🌹🌹
.
.
"Al," ucap Hanan sebelum menanda tangani gilirannya yang kebagian terakhir. Dia menatap pada sahabatnya. Agar memikir ulang keputusan mereka menerima kontrak tersebut. Jika ingin membatalkan maka sekaranglah saatnya sebelum semuanya terlambat. Jadi Hanan kembali memperingati Alvian. Jika pada hubungan Aldebaran dan Sandy, dia tidak merasa khawatir, karena mereka baru berpacaran. Berbeda dengan Alvian, dia dan Ayara sudah berpacaran selama kurang lebih dua tahun. Bukan hanya itu saja, Aya adalah sebagai penyemangat bagi mereka berlima. Dari awal mereka mengikuti berbagai kontes, Aya selalu memberikan dukungannya. Agar grup boyband mereka jangan pernah menyerah dan berusaha lagi untuk bisa menjadi lebih baik.
Lalu bagaimana mungkin setelah mereka semua berhasil malah menyakiti hati Ayara. Gadis yang terlahir dari keluarga kaya raya. Namun, di perlakukan tidak adil oleh ayahnya sendiri. Keempat sahabat Alvian mengetahui hal tersebut, karena kerap kali mendengar Aya menelepon sahabat mereka sambil menangis dan menceritakan masalahnya.
"Tidak apa-apa, tanda tangani saja. Masalah Aya nanti akan aku urus sendiri," jawab Alvian seakan-akan lupa janjinya pada sang kekasih. Baru konser pertamanya, tapi Alvian sudah melupakan janji ingin membawa Aya pergi jalan-jalan lagi.
"Baiklah, aku harap kau tidak menyesalinya," ujar Hanan menandatangani berkas tersebut. Percayalah, bukan hanya hati Ayara saja yang merasa tersakiti. Namun, para sahabat Alvian juga merasakan hal yang sama.
"Ini," ucap Hanan memberikan kembali dokumen yang sudah ia tanda tangani. Pertanda jika mereka setuju dengan persyaratan yang ada dan jadwal kerja mereka, maupun bagi hasilnya.
"Huem, karena semuanya sudah selesai. Besok mulai Minggu depan kalian akan tinggal di lantai paling atas gedung ini. Agar mempermudah kalian untuk latihan koreo dan juga cara yang lainnya," ucap Staf Muzaki berdehem. Merasa lega juga akhirnya grup boyband Alvian nyanggupi persyaratan yang ada.
"Tapi... mereka tidak boleh lagi berhubungan dengan para gadis sampai benar-benar bisa terbit," sahut staf satunya lagi.
"Anda tidak perlu khawatir, ini sudah ditandatangani. Mereka berlima pasti akan bisa menepati janjinya. Lagian setelah mereka berhasil debut dan kontrak pertama selesai. Mereka boleh berhubungan dengan siapapun. Intinya setelah mereka menjadi kokoh tidak akan tumbang meskipun diterpa oleh badai sekalipun," ujar si Pak manajer.
"Oh, baiklah jika begitu, berarti mulai sekarang kita sudah mulai menjaga kemanapun mereka pergi," lanjut staf yang tadi berbicara.
"Iya, benar sekali. Ini makanya sepi karena tidak ada yang tahu bahwa kita sudah kembali dari kota A. Jika tidak, maka sejak dari bandara tadi kita pasti akan dikejar oleh wartawan dan juga para fansnya." jelas si Manejer. Sudah merupakan kesepakatan bersama, apabila grup boyband Alvian sudah di kontrak. Maka keselamatan mereka akan dijamin oleh para staf dan bodyguard khusus.
"Tunggu, Pak!" ucap Alvian membuat semua menatap padanya. "Untuk sore ini, Saya tidak ingin diikuti oleh siapapun. Saya ingin menemui kekasih Saya, jadi mohon beri Saya waktu," lanjutnya lagi.
"Mana bisa seperti itu, keselamatan kalian sudah menjadi tanggung jawab kami. Bagaimana jika----" Pak Choi, tolong biarkan saja. Saya yakin bahwa Alvian bisa menjaga dirinya dari wartawan maupun dari para fans mereka." sela Staf Muzaki. Dia sangat tahu bagaimana perasaan para artis mereka. Namun, semuanya sudah menjadi peraturan perusahaan agensi mereka bermain untuk mengais rezekinya masing-masing.
"Bagaimana?" bukannya langsung menjawab. Namun, si bapak yang bernama Choi tersebut meminta persetujuan terlebih dahulu pada para staf dan rekannya yang lain.
"Menurut Saya jika hanya untuk hari ini tidak menjadi masalah, karena selain tidak ada yang tahu kepulangan kita. Alvian juga pasti akan menjaga dirinya agar tidak ketahuan oleh siapapun," kata salah seorang Staf dan di setujui oleh yang lainnya.
Sehingga Alvian pun mendapat Izin untuk menemui Ayara tanpa dikawal oleh siapapun. Dia meninggalkan gedung agensi tersebut lebih dulu, karena tidak memiliki banyak waktu. Sebelum membawa mobil milik staf-nya, Alvian sudah mengirimkan pesan pada Ayara dan mengatakan mengajak gadis itu bertemu karena ada yang ingin dia sampaikan. Tentu saja permintaan tersebut langsung di Iya kan oleh Ayara. Sebab ada hal penting juga yang akan dia sampaikan pada kekasihnya.
Sedangkan para sahabatnya juga kembali ke tempat tinggal mereka masing-masing. Namun, dalam kawalan yang ketat. Sandy dan Aldebaran juga menemui kekasih mereka. Akan tetapi besok pagi, bukan hari ini, karena sekarang mereka sangatlah dan ingin beristirahat.
Tidak sampai dua puluh menit, Alvian sudah tiba di tempat dia membuat janji bersama gadis yang sebentar lagi akan menjadi mantan kekasihnya. di luar dugaan begitu dia keluar dari mobil ternyata Ayara sudah berada di sana. Sebab ketika Alvian menelepon tadi, Aya lagi berada di supermarket untuk membeli buahan segar yang ia inginkan. Jadi dia langsung saja pergi ke tempat yang sudah dikatakan oleh Alvian.
"Alvin, aku sangat merindukanmu," ucap Ayara sedikit berlari memeluk kekasih hatinya dan mendapatkan pelukan penuh kerinduan juga dari Alvian. Namun, pemuda itu tidak berkata apa-apa. Dia hanya sekedar memeluk saja. Sehingga Ayara yang merasa aneh pun meregangkan pelukan mereka dan menatap muka kekasihnya untuk meminta jawaban.
"Alvin, kau kenapa terlihat begitu lelah? Apakah kau lagi sakit? Jika begitu kenapa mengajak aku bertemu. Kau tinggal bilang saja, maka aku akan datang ke Apartemen," ucap Ayara khawatir. Tidak biasanya wajah sang kekasih terlihat seperti lagi menahan sesuatu.
"Aku baik-baik saja. Terima kasih kau sudah mengkhawatirkan aku," jawab pemuda itu menahan rasa sesak di dadanya. Namun, dia sekarang harus tega, demi cita-citanya. Untuk mendapatkan sesuatu yang lebih besar, terkadang kita memang harus mengorbankan sesuatu yang kecil. Anggap saja sekarang Alvian lebih memilih karier daripada Ayara.
"Aya... ada hal penting yang ingin aku sampaikan," sambil berbicara Alvian terus menatap wajah Aya yang terlihat agak pucat. Akan tetapi dia tidak bertanya karena tidak mau rencananya buat memutuskan hubungan mereka menjadi gagal karena dia tidak tega
"Bicara apa? Ayo katakan saja," jawab Aya tersenyum dan kembali lagi berkata. " Ayo kita duduk di sana lebih dulu, ada hal sangat penting juga yang ingin aku sampaikan padamu," ajaknya masih tetap tersenyum. Kehadiran Alvian bagaikan sumber kebahagiaan Ayara. Senyuman yang selama satu Minggu ini meredup, hari ini sudah kembali dengan sendirinya.
"Baiklah, kau duluan ke saja, aku ingin mengambil sesuatu untuk mu," Alvian menjauhkan tubuh mereka dan kembali masuk kedalam mobil. Untuk mengambil sebuah kota kecil yang di dalamnya terdapat seuntai kalung berlian yang ia beli dari uang pertamanya menjadi seorang penyanyi.
"Ini untukmu," ucapnya menaruh kotak tersebut di atas telapak tangan Ayara, yang saat ini lagi duduk di kursi taman. Sebetulnya, jika tidak ada peraturan tidak boleh memiliki kekasih. Alvian akan memasangkan langsung kalung tersebut pada pemiliknya. Namun, karena dia akan memutuskan gadis itu, buat apa juga harus berlaku manis.
"Wah, ternyata kau membawaku hadiah," seru Aya semakin tersenyum bahagia. "Alvin, lain kali kau tidak perlu repot-repot seperti ini. Aku tidak mengharapkan hadiah apapun. Aku hanya membutuhkan dirimu,"
"Aya, tadi kau bilang ingin mengatakan sesuatu, mengatakan apa?" Alvian sengaja mengalihkan pembicaraan.
"Bukannya kau juga ingin mengatakan sesuatu? Jadi kau saja yang duluan, nanti setelahnya baru giliran ku," titah gadis itu agar Alvin yang bercerita duluan.
Sebelum berkata sesuatu pemuda tersebut diam sampai kurang lebih hampir tiga menit. Lidahnya seakan berat untuk menyampaikan bahwa dirinya akan mengakhiri hubungan mereka.
"Alvin, kau baik-baik saja, 'kan?" Ayara kembali bertanya.
"Aku baik-baik saja," jawab pemuda itu menghirup udara panjang, lalu dia hembusan dengan perlahan. Setelah itu barulah dia berkata.
"Ayara, maksud aku mengajakmu bertemu adalah... untuk mengakhiri hubungan kita. Mari kita putus, aku tidak bisa lagi melanjutkan hubungan ini,"
Deg!
Tes!
Tes!
Ayara langsung meneteskan air matanya. Sungguh dia berharap lagi bermimpi buruk. Namun, ucapan Alvian kembali membuat dia sadar bahwa semuanya nyata.
"Aku ingin kita putus sekarang juga," ulang pemuda itu yang membelakangi tubuh kekasihnya.
Dunia Ayara seakan sudah berhenti pada porosnya. Gadis itu langsung menegang, darahnya bagaikan tidak mengalir lagi.
...BERSAMBUNG......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 241 Episodes
Comments
Dewi Purnomo
semoga nanti Ayara akan sukses yaaa....biar bisa nunjukin ke papanya sma Alvin....ikutan sakit hati.
2023-03-12
0
Neng Taniah Azmi
ikut nagis
2023-03-12
0
Yanty thabitha
Nyesek banget sumpah, otthornya jahat😭😭😭
2023-03-11
1