🌹🌹🌹🌹🌹🌹
...HAPPY READING......
.
.
Satu Minggu sudah berlalu. Setelah pembicaraan dengan ayahnya sore itu. Hubungan Ayara dengan orang tuanya semakin menjauh. Dia juga belum mengambil keputusan akan melanjutkan kuliahnya atau tidak. Bukan apa-apa, Aya ingin bertanya terlebih dahulu pada Alvian dikasihnya. Apakah dia harus mengikuti perkataan Tuan Edward atau mengikuti kata hatinya sendiri.
Jika Ayara mengikuti perkataan sang ayah. Berarti dia harus bekerja untuk mencari tambahan uang buat biaya kuliahnya. Namun, jika tidak, dia boleh menjadi pengaguran dengan uang jajan yang sangat terbatas. Entah seperti apa cara berpikir Tuan Edward. Dia seakan sedang mempersulit kehidupan putrinya sendiri.
Bagaimana mungkin Ayara bekerja di luar sana. Untuk memasak saja dia tidak pernah. Meskipun selalu mendapatkan perlakuan tidak baik dari ibu dan adik tirinya. Namun, gadis itu tidak pernah disuruh bekerja. Hanya saja tidak pernah diperhatikan dan mendapatkan kasih sayang dari keluarganya.
Sore ini adalah kepulangan sang kekasih dari konser pertamanya, yang langsung sukses dan mendadak benar-benar menjadi artis terkenal. Group boyband Alvian langsung di tawari kontrak oleh agensi yang merekomendasikan mereka. Konser pertama mereka mendapatkan hasil puluhan juta dolar, lagu bagaimana mungkin ada produser yang akan membuang kesempatan emas seperti itu.
Disinilah Alvian saat ini, sebetulnya dia sudah berada di ibukota S sejak dua jam lalu. Namun, sengaja merahasiakan dari Ayara karena belum ada waktu untuk bertemu. ini mau tidak mau demi kebaikan mereka berdua Alvin pun terpaksa membohongi sang kekasih.
"Konser kalian benar-benar memecah rekor dalam sepuluh tahun terakhir ini. Jadi sesuai kesepakatan kita sebelum berangkat ke luar kota. Apabila penampilan kalian berhasil menarik para penonton, maka kami akan bekerja sama dan kita tinggal menandatangani surat kontrak saja," ucap salah satu Manajer yang juga bekerja sama dengan pencapaian yang diraih oleh group boyband Alvian.
"Wah, benarkah?" seru mereka berlima dengan kegirangan. Di dalam mimpi saja mereka takut untuk mendengar berita bahagia seperti sekarang.
"Tentu saja benar," ujar salah satu staf nanti sejenak sebelum melanjutkan lagi ucapannya. " Namun, sebelum melakukan penandatanganan kontrak ada syarat-syarat tertentu yang harus kalian sepakati bersama," jelasnya seperti peraturan pada para artis yang pernah mereka terbitkan juga.
"Apa peraturannya? Jika tidak sulit, kami akan menyanggupi," sahut Sandy lebih dulu daripada sahabatnya yang lain.
"Iya, benar sekali, Pak. Jika tidak sulit kami akan sepakat," timpal Hanan setuju dengan ucapan Sandy. Sedangkan Alvian, Naufal dan Aldebaran hanya diam saja. Cukup kedua sahabat mereka saja yang bertanya. Namun, didalam hatinya Alvian takut bila ada hubungannya dengan masalah pribadi mereka. Seperti yang pernah di katakan oleh anggota staf waktu dia datang bersama Aya kurang lebih satu bulan lalu.
"Bagi para member, tidak dibolehkan berpacaran sampai kalian benar-benar sukses, karena takut ada berita miring yang akan menjadi gosip panas sehingga bisa menyebabkan kerugian pada agensi kita," jawab staf itu menatap kearah mereka berlima secara bergiliran.
Mereka adalah perusahaan, mana mungkin mau rugi hanya karena artis mereka menyandang berita miring yang tidak benar. Peraturan tersebut dibuat sudah dari beberapa tahun yang lalu, karena sudah banyak kejadian dimana artis mereka mempunyai skandal yang memberikan efek buruk pada agensi.
Deg!
"Ayara, apa yang harus aku lakukan sekarang? Jadi apa yang dikatakan staf waktu itu benar,"
Gumam Alvian di dalam hatinya. Jantungnya tiba-tiba berdegup kencang. Mana mungkin dia putus hubungan dengan Ayara.
"Tapi Pak, apa salahnya berpacaran. Kami tidak akan berhubungan di depan publik," protes Aldebaran karena dia sama seperti Alvian dan temannya. Di antara mereka berlima, hanya Naufal dan Sandy saja yang jomblo.
"Apapun itu, kami tetap tidak bisa merekrut artis yang memiliki hubungan yang masih berstatus sebagai pasangan kekasih," sela manajer yang hanya diam saja.
"Semua pilihan ada di tangan kalian. Lagian kalian ini masih anak muda yang belum genap dua puluh tahun. Perjalanan hidup masih lah panjang, mana tahu setelah terkenal, kalian akan bertemu teman sesama artis. Satu hal yang harus kalian ketahui, apabila kalian semakin terkenal. Gadis manapun pasti akan mengejar kalian, untuk menjadi kekasih mereka," imbuh staf yang bernama Muzaki. Pria itulah yang memberitahu Alvian waktu itu. Sebab dia melihat calon artis mereka datang bersama seorang gadis.
"Al, bagaimana?" tanya Sandy menatap sahabatnya.
"Pak, apakah benar-benar tidak bisa kami pacaran jarak jauh sekalipun? Kami berjanji tidak akan merugikan agensi ini," ucap Alvian mencoba bernegosiasi.
"Tidak, ini adalah peraturannya. Jika kalian setuju, makan tinggal menandatangani surat kontrak dan perjanjian ini. Tapi bila kalian menolaknya hanya karena perempuan, maka kalian benar-benar bodoh sudah membuang kesempatan emas seperti ini," si Manajer kembali menjawab. Setelah itu dia kembali lagi berkata. " Sebelum kalian menolak semua ini, coba dipikirkan seberapa jauh ruangan boyband kalian untuk sampai di titik ini. Dan apakah kalian tidak ingin kembali konser seperti di luar kota?"
"Eum... Al, demi perjuangan kita. Aku akan putus bersama pacarku," ucap Sandy memutuskan lebih dulu.
"Lalu bagaimana dengan mu, Bar?" tanya Naufal pada Aldebaran yang biasa mereka panggil Bara.
"Aku, aku juga akan memutusi kekasihku," jawab pemuda itu dengan nafas yang berat. Bagaimana mungkin mereka harus memiliki diantara pekerjaan dan kekasih dalam waktu singkat. Namun, karena tidak ada pilihan akhirnya Aldebaran juga mengambil keputusan yang serba sulit itu juga.
"Oke, sekarang berarti hanya tinggal Alvian," kata staf Muzaki menatap pada Alvin yang termenung sambil berpikir. Sungguh jika sejak awal dia mengetahui akan bertemu dengan pilihan antara Aya atau cita-citanya. Mungkin pemuda itu akan memilih Ayara. Akan tetapi berbeda dengan sekarang, dia sudah berjuang selama kurang lebih empat tahun dan mendapatkan penolakan dari orang tuanya. Jadi mana mungkin Alvian akan melewatkan kesempatan tersebut.
"Baiklah, Saya juga akan---"
"Aku, jika kau berat untuk putus dengan Aya, jangan lakukan. Kami semua tidak akan memaksamu. Kita coba berjuang lagi, kita cari agensi yang bisa menerima status kita yang telah memiliki kekasih," sela Hanan yang diangguki oleh ketiga sahabatnya.
Mereka semua tahu betapa Ayara bergantung pada Alvian. Lalu akan bagaimana nasip gadis itu bila di putuskan secara sepihak seperti sekarang.
"Iya, Al, kau tidak perlu melakukan ini, kita masih bisa berjuang, percayalah!" sambung Aldebaran.
"Alvian, tolong jangan meyakiti dirimu hanya karena cita-cita kita," Naufal pun sama seperti sahabatnya yang lain.
"Tidak, terima kasih! Aku baik-baik saja. Lagian benar kata staf Muzaki, kita ini hanyalah pemuda yang belum menginjak usia dua puluh tahun. Jadi mari sama-sama kita berjuang meraih mimpi kita," jawab Alvian dengan yakin.
"Pak, mana surat kontrak nya biar kami tanda tangani," lanjut Alvian tidak ingin membuang-buang waktu, karena takut dia akan berubah pikiran yang akan menggagalkan cita-cita mereka berlima.
"Wow, kamu sangat hebat, Saya sangat suka dengan pilihanmu yang tidak egois memikirkan dirimu sendiri," seru si Manajer, para staf dan kru dari agensi mereka.
Alvian yang di puji hanya tersenyum kecil sebelum dia menerima pulpen dan mulai membubuhkan tanda tangannya.
"Aya, tolong maafkan aku,"
Lirih Alvian di dalam hati dan dengan satu kali gerakan tangannya. Hari ini hubungan dia dan Ayara juga berakhir, yang akan diganti dengan status menjadi artis terkenal.
...BERSAMBUNG......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 241 Episodes
Comments