"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam."
"Sudah lama kamu?" Tanya Wildan yang baru saja datang. Dia langsung melabuhkan kecupan di pucuk kepala sang istri. Dia tak pernah malu menunjukkan kemesraannya kepada sang istri.
"Enggak kok. Baru beberapa menit saja," sahut Jihan.
"Kamu sudah pesan makanan belum?" Tanya Wildan sambil melihat-melihat daftar menu yang berada di atas meja.
Wildan memesan nasi goreng seafood dan juga teh tawar hangat. Sedangkan Jihan memesan bakmie goreng seafood dan juga es teh manis.
"Kamu itu kalau pergi selalu saja dadakan. Kalau bicara lebih awal, aku 'kan bisa ambil cuti. Jadi, kita bisa sekalian liburan," protes Wildan.
"Iya, Mas. Maaf ya. Aku juga 'kan enggak tahu. Sesuai perintah saja. Dari kantornya, yang beritahu aku dadakan. Kalau kamu izinnya sekarang bisa enggak?" Tanya Jihan.
"Kalau sekarang-sekarang ini, aku enggak bisa. Soalnya, pekerjaan di kantor lagi padat banget," jelas Wildan. Jihan mengerti. Dia ngerti kesibukan suaminya itu.
"Aku enggak lama kok. Setelah pekerjaan selesai, aku juga akan langsung pulang kok," ujar Jihan. dan Wildan mengiyakan.
Makanan datang. Mereka langsung menikmatinya sambil mengobrol. Setelah itu, mereka memilih untuk mengobrol dulu. Sebelum pulang ke rumah.
"Yang, kenapa ya sekarang-sekarang ini mama selalu berbicara ketus kepada aku? Aku sebenarnya enggak terima, dia bicara seperti itu padaku. Harusnya Mas ngomong dong, setiap bulan aku justru kasih uang untuk mama. Kalau mama seperti itu, aku bisa saja stop ngasih dia. Biar jadi urusan kamu saja, toh dia juga tahunya kamu yang ngasih," protes Jihan.
"Sabar! Nanti aku coba bicara pelan-pelan ya sama dia. Kalau di stop, mama akan tambah sensi sama kamu. Besok kalau kamu pergi, aku akan coba bicara sama mama ya," rayu Wildan akhirnya Jihan mengiyakan.
Setelah berbincang dan sholat berjamaah. Mereka memutuskan untuk pulang, karena besok pagi jam 04.30 WIB, Jihan harus berangkat di jemput supir kantor. Mereka ingin cepat-cepat sampai di rumah, untuk bisa berduaan.
Wildan meminta sang istri melajukan mobilnya lebih dulu, dan mobil dia mengekor di belakang mobil sang istri. Mereka baru saja sampai di rumah.
"Kok pulangnya bisa barengan gitu? Pasti sengaja, janjian dulu. Sengaja pasti si Jihan, menjauhkan aku sama Wildan," gerutu Mama Risma dalam hati.
Jihan dan Wildan turun dari mobil, kemudian Wildan tampak merangkul Jihan masuk ke dalam rumah.
"Assalamualaikum," ucap Wildan dan juga Jihan bersamaan.
"Waalaikumsalam," sahut Mama Risma ketus.
Wildan dan Jihan langsung menghampiri Mama Risma untuk mencium tangan. Kali ini, Mama Risma mau menerima Jihan mencium tangannya. Wildan dan Jihan duduk di sebelah Mama Risma, untuk memberitahu rencana kepergian Jihan besok ke Yogyakarta.
"Ma, Jihan mau pamit. Besok subuh, Jihan mau berangkat ke Yogyakarta. Kemungkinan tiga hari di sana," jelas Wildan kepada sang mama.
Mendengar Jihan mau pergi, tentu saja Mama Risma sangat senang. Saatnya dia dan Melisa melancarkan aksinya, untuk menjebak Wildan. Dia ingin, sang anak segera meninggalkan Jihan.
"Ya sudah," sahut Mama Risma singkat. Dia terlihat cuek di hadapan Jihan, padahal dalam hati dia bersorak gembira. Akhirnya, dia mendapatkan kesempatan emas.
Setelah mengatakan rencana kepergiannya Jihan, Wildan dan Jihan pamit untuk beristirahat ke kamarnya. Keduanya kini sudah berada di dalam kamar. Jihan langsung pamit mandi kepada sang suami.
"Yang, mandi bareng yuk! Mas minta jatah mas dulu dong, sebelum kamu pergi," rayu Wildan. Padahal, jika tak pergi pun sering kali meminta. Jihan tentu saja tak bisa menolak, meskipun dia merasa lelah. Hingga akhirnya mereka melakukannya.
"Jangan nakal ya! Ini hanya milik aku saja!" Ucap Jihan. Seperti sebuah pertanda, dia mengatakan seperti itu.
"Iyalah, hanya milik kamu. Aku tuh enggak pernah terpikir untuk selingkuh. Orang semuanya sudah ada di diri kamu. Untuk apalagi aku mencari kepuasan lain?" Sahut Wildan.
"Benar ya? Kalau kamu berbohong, dan ketahuan selingkuh. Kamu harus siap ya, aku tinggalkan! Karena aku paling benci sama laki-laki pengkhianat. Masalah ekonomi masih bisa di atasi, tapi kalau sudah selingkuh. Rumah tangga sudah tak baik," cerocos Jihan.
"Iya, sayang! Aku janji tak akan pernah selingkuh, karena aku hanya mencintai kamu. Jika aku ketahuan selingkuh, aku siap menerima konsekuensinya," jelas Wildan.
"Sudah ayo! Nanti keburu tidur lagi," ucap Wildan, dia sudah tak sabar. Dia meminta sang istri untuk memanjakan miliknya. Jihan langsung berjongkok dan mensejajarkan dengan milik suaminya. Dia ingin menuruti permintaan suaminya.
Imajinasi Wildan tentang bercinta memang sangat tinggi, dia kerap mencoba dengan berbagai gaya. Untungnya Jihan bisa mengimbangi sang suami.
"Terima kasih sayang. I love you," ucap Wildan dan Jihan menganggukkan kepalanya.
Setelah bercinta dan sholat berjamaah. Jihan langsung menyiapkan barang-barang untuk dia bawa besok. Setelah selesai menyiapkannya, Jihan langsung naik ke ranjang tidur di sebelah sang suami yang sedang asyik bermain game.
"Sudah dong, main gamenya!" protes Jihan. Hingga akhirnya Wildan menghentikannya dan meletakkan ponselnya di atas nakas.
Wildan tampak memeluk Jihan dengan erat.
"Aku sayang ... banget sama kamu. Kalau sudah selesai, cepat pulang ya!" Ujar Wildan. Kemudian melabuhkan kecupan di kening Jihan. Jihan hanya menganggukkan kepalanya.
Jihan dan Wildan sudah tertidur nyenyak. Sedangkan Mama Risma sengaja menunggu Melisa pulang, dia ingin memberitahu rencana kepergian Jihan besok.
Melisa baru saja sampai rumah. Mendengar Melisa datang, dan masuk ke dalam rumah. Mama Risma langsung keluar dari kamar, dia langsung memanggil Melisa, dan mengajaknya ke kamarnya. Kini Melisa sudah di dalam kamar Mama Risma.
"Ada apa, Bu? Ibu belum tidur?" Tanya Melisa kepada Mama Risma.
"Belum. Ibu sengaja menunggu kamu pulang. Ada hal penting yang ingin Ibu katakan. Besok subuh Jihan berangkat ke Yogya. Tadi dia pamit ke Ibu. Saatnya kamu melancarkan aksi kamu untuk menggoda Wildan. Jangan sampai melewatkan kesempatan emas ini," ucap Mama Risma.
"Tapi, kalau Mas Wildan menolak aku gimana? Tak akan mungkin semudah itu, Bu?" Tanya Melisa.
"Kamu tenang saja! Ibu akan membantu kamu. Ibu akan meminta Wildan untuk menikahi kamu. Kita jebak dia. Nanti ibu pura-pura mergokin kamu di kamar Wildan. Saat dia tidur, kamu mengendap masuk ke kamar dia. Kamu langsung buka saja pakaian kamu. Masa iya, dia tak tergoda," Ujar Mama Risma.
"Gila banget mertuanya Jihan. Kayaknya dia benci banget sama Jihan. Sampai berpikir seperti ini. Menghalalkan segala cara untuk memisahkan anaknya dari Jihan. Maafin gue ya, Ta! Mas Wildan ternyata menggoda iman gue untuk merebut dia dari lo," ucap Melisa dalam hati.
"Mel ... Mel! Kok malah bengong si? Gimana?" tegur Mama Risma. Membuat Melisa akhirnya tersadar.
"Eh, iya Bu. Nanti aku coba ya. Aku coba pikirkan gimana caranya," ujar Melisa.
"Kok di coba si? Langsung jalanin saja! Ibu yakin, pasti Wildan tak akan berkutik," sahut Mama Risma dan Melisa akhirnya mengiyakan. Dia akan mencoba menjalankan rencana Mama Risma.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 374 Episodes
Comments
anonim
mertua jahat tidak tahu diri. Mau anaknya berkianat sama istrinya.
Wildan juga kenapa tidak terus terang kalau uang yang dikasih mamanya uangnya Jihan.
2024-08-20
0
Cuy
Mertua lucknut nih... widih... pingin bantu bejek mulutnya pake sambal../Facepalm//Facepalm//Facepalm/
2024-02-20
1
Samsia Chia Bahir
Mertua kira karma G akan hampiri dirix 😅😅😅😅😅
2024-01-04
0