Teriknya matahari mulai menghilang karena langit mendadak mendung. Luna sedih. Gadis itu menangis terus di pojokan perpustakaan kampus. Entah kenapa perasaan Luna sangat sesak siang ini.
Pernikahan yang semakin dekat.
Dimas yang semakin membencinya.
Papanya yang terlihat kurus kering.
Atau hati Luna yang belum siap menjadi istri dan ibu tiri.
Sepulangnya dari rutan, Luna justru merasa semakin down, tak berhasil membujuk sang ayah dan juga berbohong dengan mengatakan kalau Dimas baik kepadanya.
Sebenarnya apa susahnya mengatakan kalau ia tidak baik-baik saja? Mengatakan kalau ia tak sanggup menjalani pernikahan ini? Sayangnya hati Luna tak tega, ia bisa memungkiri kesedihannya sebanyak mungkin asalkan Papanya bisa segera bebas dari penjara dan kembali hidup bersamanya.
Di depan tempat Luna bersila ada sebuah tablet pintar, media yang biasa dia gunakan untuk menulis novel. Luna adalah seorang penulis amatir yang suka menulis di platform baca online noveltoon.
Luna masih terkubur di dalam kesedihannya sampai tak sadar ada seorang gadis yang datang menghampirinya.
“Tisu?” Namanya Karina, dia memberikan tisu pada Luna. Luna kaget, ia mengangkat wajah dan mendapati Karina tengah tersenyum.
"Hai,” sapa Karina.
"Ha ... hai." gagap Luna, dia pikir bagian pojokan sini adalah satu-satunya tempat yang tak akan di datangi oleh orang lain. Di sini adalah markas besar Luna setelah papanya masuk ke dalam penjara.
"Maaf, apa aku mengganggumu??" Karina duduk di samping Luna.
"Ti ... tidak, silahkan duduk."
"Tisu?” Karina menyodorkan tisunya semakin dekat.
"Thanks, aku memang butuh ini." Luna tersenyum simpul dan menerima kebaikan hati Karina.
Karina menunggu Luna berhasil mengatur napasnya yang tersenggal. Efek terlalu banyak menangis. Saat menunggu Luna, Karina melihat catatan tulisan di layar tablet Luna.
"Hlo!! Cerita inikan tentang Pangeran yang jatuh cinta dengan penyihir?”
"Kamu tahu?" Luna kaget, ceritanya tidak begitu terkenal di platform, namanya juga belum melejit. Tapi Karina bisa dengan mudah mengenali tulisannya.
"Tahu, donk. Aku subscribe buku ini. Ngikutin ceritanya setiap hari. Gila ceritanya bagus banget. Kamu juga suka?" Karina berseru-seru gembira.
"Hm ... aku yang menulisnya. Tentu saja aku menyukai tulisanku sendiri." Luna tersenyum, wajahnya terlihat berubah saat mendengar bahwa ada orang yang menghargai karyanya.
"Serius?? Omo ... serius??" Karina semakin girang bisa bertemu dengan penulis idolanya.
"I ... iya."
"Wah daebak, aku bertemu dengan penulis idolaku."
"Ah, jangan begitu. Kamu terlalu menyanjungku. Aku belum sebaik itu sampai disebut penulis." Luna menolak dipanggil dengan sanjungan Karina.
"Namaku Karina, siapa namamu?"
"Luna."
"Ah, pantas saja nick namenya Red Moon, ternyata memang ada unsur Bulan pada namamu.” Karina terkikih. “Kapan novelnya lanjut, belakangan ini updatenya hanya seminggu sekali.” Karina meluruhkan alisnya.
"Aku mungkin akan hiatus sejenak." Luna menghela napas panjang. Novel adalah satu-satunya pelarian Luna dari kejamnya dunia. Sayangnya, kejamnya dunia telah membuat Luna kehilangan inspirasi dan kemauan untuk menulis.
"Kenapa? Sayang sekali tulisanmu bagus." Karina nampak kecewa.
"Aku akan menikah akhir minggu ini." Luna tersenyum kecut.
"Hah?? Menikah?" Sudah pasti Karina kaget, Luna kan masih seumuran dengannya.
"Iya."
“Wah, beruntung sekali calon suamimu.”
“Tidak dia tidak beruntung, aku yang beruntung karena mendapatkan suami sebaik dirinya.” Luna menceritakan kisahnya pada Karina. Meski pun ia tak mengatakan alasan kenapa ia menikahi Surya karena tak mau nama Surya tercoreng membantu seorang koruptor mendapatkan keringanan masa hukuman.
"Pasti sangat meriah, oh andai saja aku mendapatkan undangan darimu." Karina bersandar pada dinding di bawah jendela perpusatakaan. Mereka memang duduk di lantai karpet, karena semua lantai memang dialasi dengan karpet.
"Kamu mau datang?" Luna kaget, baru satu ini ada orang yang tidak kesal dengan predikat Luna sebagai putri seorang koruptor.
"Tentu saja. Kamu kan idolaku."
"Kalau kamu mau datang silahkan. Pesta resepsinya akan di lakukan di hotel Royal munggu ini.”
“Aku pasti akan datang, Luna.”
“Terima kasih.”
"Sampai jumpa besok di hari pernikahanmu," tandas Karina.
...-- BERSAMBUNG --...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 69 Episodes
Comments
Erna Fadhilah
apa karin beneran baik apa dia suruhan dimas ya 🤔🤔🤔
2023-11-16
1
Rini Mustika
semangat nulis kak..❤❤❤🌷❤❤💜💜
2023-05-17
1
Rere Niae Cie'kecee
pdhl critanya menarik tpi kok sepi ya ..tpi tetap semngat trus ya thor❤️❤️🤗buat karya moe lebihh di sukai banyk orang❤️🤗
2023-05-11
0