Calon Guru Baru

“Kita mampir ke sekolahan dulu ya, Vit? Kan sejalan, aku absen sebentar, lalu izin buat antar kamu,” ucapku pada Vita.

“Kalau mas memang gak ada waktu, gak apa-apa aku berangkat sendiri kok,” jawabnya.

“Gak, Vit. Aku kan bilang semalam, aku mau antar kamu.”

“Jangan begitu, aku paham kok, apalagi jam-jam segini rawan macet, Mas. Kamu pengajar masa kamu terlambat?”

“Sudah, sesekali saja, kelasku hari jam pertama olah raga kok, jadi anak-anak langsung sama guru olah raganya.”

Untung saja hari jumat memang jam pertama di kelasku olahraga, jadi aku lumayan santai, aku bisa antar Vita dulu ke kantornya. Aku menuju ke sekolahanku lebih dulu, aku absen dulu, karena supaya aku tidak terlambat, lalu aku izin untuk mengantar Vita.

“Mau di dalam mobil atau ikut turun?” tanyaku.

“Yakin aku turun? Nanti pacarmu cemburu, semalam juga marah kan sama kamu?” jawab Vita.

“Iya semalam dia ngambek, aku lupa mau ajak dia nonton,” jawabnya,

“Ceileeh ... nonton kayak anak SMA saja, Pak? Gak ada yang lebih romantis dikit? Dinner di VVIP room berdua, dansa diiringi musik yang romantis, masa kayak pacarannya anak SMA?” ledek Vita.

“Kamu ngeledek, ya? Sudah sering jadi bosan dinner romantis mulu, jadi mending nonton kan gelap tuh, jadi bisa ehem ehem gitu,” ucapku sekalian biar Vita kebakaran jenggot.

“Gak kelas banget, Pak? Mau ehem ehem ada tempatnya. Sewa kamar hotel bintang lima kek, masa  di bioskop? Gak kelas banget nih Pak Guru!”

“Sudah jangan berdebat, aku mau turun! Kamu mau turun gak?”

Aku lagi-lagi kalah kalau bicara sama dia, apalagi soal Nadira. Tapi, kalau soal lainnya dia benar-benar lembut bicarannya.

“Iya sebentar,” jawabnya.

Vita turun dari mobil, dia berjalan di sisiku, dengan melihat sekeliling sekolahan. Sudah ada muridku yang datang. “Wah Pak Guru pacarnya cantik sekali!” teriak salah satu muridku. Murid yang cukup aktif, dan sedikit bandel, dia bersama genk rusuhnya, dan tumben sekali setengah tujuh dia sudah sampai sekolahan.

“Hush ... jangan begitu, itu istri bapak,” ucapku. “Kasih salam sama Bu Vita,” tuturku.

“Selamat pagi, Bu,” ucapnya dengan sopan dan mencium tangan Vita.

“Pagi ... kalian pagi sekali berangkatnya?” ucap Vita dengan ramah.

“Kalau kesiangan gak dapat hadiah dari Pak Dani, Bu,” jawabnya.

“Oh, ya? Memang Pak Dani begitu?”

“Iya, Bu. Kalau hari jum’at Pak Dani kasih kami hadiah, yang berangkat paling pagi, hadiahnya paling bagus,” jawabnya kompak.

“Apa kalian termasuk yang berangkat pagi?” tanya Vita.

“Iya dong?” jawabnya kompak.

“Kalian berangkat paginya kalau jumat saja kok, coba kalau setiap hari, khususnya hari senin, biar kamu sesekali ikut upacara di barisan yang benar, bukan di barisan anak yang terlambat,” tutur Dani.

“Iya, Pak, nanti usahakan,” jawabnya kompak.

“Sudah sana masuk kelas, nanti hadiahny nyusul, bapak mau antar Bu Vita ke kantor dulu, kalian jam pertama kan olahraga, sana siap-siap dulu,” titahku pada murid-muridku.

Aku berjalan ke kantor untuk absen. Vita memilih duduk di bangku yang ada di depan ruang guru. Aku absen terlebih dahulu, lalu aku izin untuk mengantar Vita sebentar ke kantor.

Aku melihat Nadira yang juga akan absen, dia menatapku sinis sekali, aku yakin dia masih marah denganku, apalagi soal semalam dan ditambah pagi ini aku bawa Vita ke sekolahan.

“Sudah mulai berangkat bareng, ya? Pantas kamu tidak jemput aku, ternyata sama istri tercinta,” cetus Nadira dengan marah.

“Nad, bukan begitu ceritanya, untuk semalam maaf, aku memang ditunggu mama dan papa, terus kami ngobrol sampai malam, dengan Vita juga di restoran dekat kantor papa, ada omku, sepupuku juga semalam. Terus kami pulang bareng, mobil Vita ditinggal di kantor, karena semalam sampai jam dua belas malam,” jelasku.

“Terserah, Dan!” tukasnya lalu langsung ke meja kerjanya.

“Nadira .... jangan ngambek dong, Sayang .... Aku minta maaf,” ucapku.

“Sana antar istri kamu!” usirnya.

Nadira diam saja, aku biarkan saja, karena dia kalau marah memang seperti itu. Aku melihat guru lain sudah pada datang, dan menyapaku.

“Ada calon guru baru sepertinya, dia cantik sekali, kayak artis korea!” ucap guru dan staf lain yang antre mau absen.

“Siapa yang Pak Irsya maksud?” tanyaku.

“Itu lho di depan ruangan, ada perempuan cantik, kayaknya mau jadi guru baru di sini, akrab sekali ngobrol dengan Pak Kepala Sekolah,” jawabnya.

Aku melihat ke depan, aku penasaran, kali saja benar ada yang mau daftar jadi guru, ternyata yang sedang ngobrol dengan Kepala Sekolah di sana adalah Vit. “Oh itu, Pak?” tanyaku.

“Nah iya, cantik sekali, masih muda sepertinya, wajahnya mirip artis korea, ya Pak Dani?” Ucap Pak Irsya, memuji Vita.

“Itu mah bukan calon guru di sini, Pak?” ucap salah satu temanku yang sudah tahu siapa Vita.

“Kalau bukan siapa? Sales sepatu, tas, atau kacamata?”

“Pak Irsya ini belum tahu, istrinya Pak Dani!”

“Yakin, Pak?”

“Iya, dia istriku, Pak,” ucapku.

“Pak yang benar saja, bapak di sini pacaran sama Bu Nadira, kan? Belum putus, kan? Terus nanti nih Pak Dani bakal perang sama Bu Nadira,” ledeknya. “Tapi cantik istri bapak ke mana-mana, kalau bapak gak cinta, buat saya saja, Pak, saya kan duda?”

“Pak Irsya itu bisa saja. Sudah saya mau antar istri saya ke kantor dulu, nanti dia terlambat,” ucapku.

“Wah keren, kerjanya kantoran,” ucap Irsyad.

“Bukan kerja di sana, dia pemimpin perusahaan, CEO di perusahaan terbesar milik Pak Dani,” ucap Roni, teman akrabku.

“Wah ... wah ... punya bini cantik, putih, mulus, CEO, kok masih lanjut sama pacarnya? Heran saya?” cetu Irsyad.

“Sudah terserah dialah, itulah cinta, cinta itu buta, ya gak, Pak Dani?”

“Terserah kamu, Roni!” tukasku, lalu keluar menemui Vita.

Aku tidak menyangka membawa Vita ke sini malah menjadi pusat perhatian kaum adam di sini. Kepala sekolah saja sampai mendekati begitu.

“Selamat pagi, Pak,” sapaku pada kepala sekolah.

“Selamat pagi, Pak Dani. Wah kebetulan, ini lho Pak Dani, donatur terbesar di sekoalahan kami, Bu Revita.”

Aku hanya mengangguk saat Pak Kepala Sekolah memperkenalkan istriku padaku, dan aku kaget, ternyata dia salah satu donatur di sekolahan ini.

“Pak Dwiki, Pak Dani itu suami saya,” ucap Vita.

“Ma—maksudnya? Bu Vita ini sudah menikah?” tanyanya.

“Iya, Pak Danial adalah suami saya, saya sedang menunggu suami saya absen, lalu izin, dan mau antar saya ke kantor,” jelas Vita lugas.

“Ini benar tidak, Pak Dani?” tanya Pak Dwiki.

“Iya benar, Vita istri saya, Pak,” jawabku.

“Saya benar-benar tidak menyangka ternyata seorang Pak Danial istrinya seorang pengusaha muda. Saat kondangan dulu saya gak jelas soalnya, jadi tidak tahu,” ucapnya. “Ya sudah antar dulu istrinya.”

“Siap, Pak. Saya izin sebentar antar Vita, Pak.”

Aku tidak menyangka semua mata menatap Vita saat kami berjalan bersisian untuk ke mobil. Ada clentingan obrolan guru yang lewat, dan bilang istrinya lebih cantik daripada pacarnya

Terpopuler

Comments

Dewi Oktavia

Dewi Oktavia

kasihan deh,tapi klo cinta tak memandang cantik atau jelek 😁

2024-09-24

0

Erna M Jen

Erna M Jen

bagus vita ...keren👍

2024-07-19

1

Gustiara Gusty

Gustiara Gusty

koq belum up ya🤔🤔

2023-03-21

0

lihat semua
Episodes
1 Drama Queen
2 Dia Rembulan Yang Indah
3 Bagai Punguk Merindukan Bulan
4 Rusuk Rusak
5 Apa Aku Selingkuh Saja?
6 Aku Istrinya, Mbak
7 Aku Harus Dimadu Maksudnya?
8 Istri Yang Sempurna
9 Perempuan Yang Hebat
10 Bukan Pilihan Hatimu
11 Dia Cantik
12 Aku Dan Kamu, Sulit Untuk Menjadi Kita
13 Cerai Maksudnya?
14 Dia Perempuan Seperti Apa?
15 Melawan Gengsi
16 Makan Malam Berdua
17 Siti Nurbaya Modern
18 Barter Bantuan
19 Semua Tegantung Niat
20 Calon Guru Baru
21 Ada Yang Camburu
22 Lagi Ada Maunya
23 Kamu Tampan
24 Harap Tenang, Sedang Ada Ujian
25 Terjatuh Dua Kali
26 Perempuan Yang Hatinya Sulit Ditebak
27 Memberantas Benalu
28 Permintaan Nadira
29 Dia Begitu Cantik Dan Sederhana
30 Dia Selalu Bisa Menjaga Diri
31 Jangan Menambahkan Beban Di Hatiku
32 Pagi Yang Membuat Mood Berantakan
33 Perang Dingin
34 Dia Milik Wanita Lain
35 Aku Siap Berpisah
36 Makan Siang Berdua
37 Hati Ini Bukan Mainan
38 Kado Istimewa Dari Suami
39 Pagi Yang Berbeda
40 Bulan Madu
41 Kenangan Terindah
42 Aku Akan Belajar Mencintaimu
43 Kandas
44 Aku Harus Bagaimana, Vit?
45 Merebut Hati Suamiku
46 Calon Mantan
47 Menjenguk
48 Dilema
49 Selamat Tinggal
50 Restui Mereka
51 Merasakan Beban Yang Vita Emban Selama Ini
52 Menemui Nadira
53 Ancaman Papa dan Mama
54 Bukan Daerah Kekuasaanku
55 Apa Tidak Bisa Kita Perbaiki?
56 Sidang Pertama
57 Seperti Diratukan
58 Istri Idaman
59 Bertemu Mantan
60 Pagi Bahagia
61 Semakin Over Protektif
62 Asal Kamu Bahagia
63 Akhir Bahagia
Episodes

Updated 63 Episodes

1
Drama Queen
2
Dia Rembulan Yang Indah
3
Bagai Punguk Merindukan Bulan
4
Rusuk Rusak
5
Apa Aku Selingkuh Saja?
6
Aku Istrinya, Mbak
7
Aku Harus Dimadu Maksudnya?
8
Istri Yang Sempurna
9
Perempuan Yang Hebat
10
Bukan Pilihan Hatimu
11
Dia Cantik
12
Aku Dan Kamu, Sulit Untuk Menjadi Kita
13
Cerai Maksudnya?
14
Dia Perempuan Seperti Apa?
15
Melawan Gengsi
16
Makan Malam Berdua
17
Siti Nurbaya Modern
18
Barter Bantuan
19
Semua Tegantung Niat
20
Calon Guru Baru
21
Ada Yang Camburu
22
Lagi Ada Maunya
23
Kamu Tampan
24
Harap Tenang, Sedang Ada Ujian
25
Terjatuh Dua Kali
26
Perempuan Yang Hatinya Sulit Ditebak
27
Memberantas Benalu
28
Permintaan Nadira
29
Dia Begitu Cantik Dan Sederhana
30
Dia Selalu Bisa Menjaga Diri
31
Jangan Menambahkan Beban Di Hatiku
32
Pagi Yang Membuat Mood Berantakan
33
Perang Dingin
34
Dia Milik Wanita Lain
35
Aku Siap Berpisah
36
Makan Siang Berdua
37
Hati Ini Bukan Mainan
38
Kado Istimewa Dari Suami
39
Pagi Yang Berbeda
40
Bulan Madu
41
Kenangan Terindah
42
Aku Akan Belajar Mencintaimu
43
Kandas
44
Aku Harus Bagaimana, Vit?
45
Merebut Hati Suamiku
46
Calon Mantan
47
Menjenguk
48
Dilema
49
Selamat Tinggal
50
Restui Mereka
51
Merasakan Beban Yang Vita Emban Selama Ini
52
Menemui Nadira
53
Ancaman Papa dan Mama
54
Bukan Daerah Kekuasaanku
55
Apa Tidak Bisa Kita Perbaiki?
56
Sidang Pertama
57
Seperti Diratukan
58
Istri Idaman
59
Bertemu Mantan
60
Pagi Bahagia
61
Semakin Over Protektif
62
Asal Kamu Bahagia
63
Akhir Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!