Di sebuah sekolah SMA Pancadarma. Seorang pria berjalan di lorong kelas, dengan seperti biasa penampilannya yang sedikit acak-acakan. Baju di keluarin dengan dua kancing bagian atas terbuka dan dasi yang berantakan. Tidak lupa rambutnya yang acak-acakan tidak sempat menyisir karena terburu-buru.
Namun, penampilannya seperti itu membuatnya malah semakin terlihat tampan dan terlihat aura BadBoy nya. Para siswi-siswi sangat ricuh melihat most wanted sekolah yang pasalnya sudah seminggu lebih ini tidak masuk.
"Ah Kak Byan semakin tampan aja!" ucap salah satu siswi dengan berbinar.
"Kak Byan jadikan aku satu-satunya kekasihmu!" ucap siswi yang lainnya sangat ngarep, karena selama ini mereka tidak pernah melihat Abyan punya kekasih.
Abyan berjalan lurus ke depan tanpa memperdulikan siswa-siswi yang menatapnya dengan tatapan kagum dan ada juga yang iri. Hingga langkahnya tiba-tiba terhenti kala seseorang melemparkannya bola basket di hadapannya.
Namun, dengan cepat seseorang itu mengambilnya bola nya dan memutar-mutar di tangannya. Abyan menatap pria di hadapannya sambil mengerutkan keningnya. Pria itu hanya tersenyum tipis, lalu sedetik kemudian menepuk pundak Abyan.
"Istirahat nanti, gw tantang Lo main basket. Ajak teman-teman Lo!" ucapnya yang di sahuti deheman males oleh Abyan.
"Gw yakin Lo masih jago, Kak!" ucapnya lagi lalu berlalu pergi.
Dia adalah Samuel, ketua basket yang menggantikan Abyan bulan lalu. Abyan dan teman-temannya mengundurkan diri dari eskul basket dan memilih adek kelasnya untuk menggantikan, karena dalam tiga bulan ini kelas XII akan melakukan ujian kelulusan.
Abyan kembali melangkahkan kakinya menuju kelas. Namun, langkahnya kembali terhenti saat berpapasan dengan seseorang. Ia menatap pria di hadapannya dengan sangat datar. Meliriknya sekilas, lalu kembali melanjutkan langkahnya.
"Sampai kapan mau jadi seorang pengecut berkedok alim! Cih munafik!" ucapnya sebelum melangkah pergi, yang membuat pria itu mengepalkan tangannya.
Setelah kepergian Abyan, pria itu yang tak lain adalah Azzam. Masih terdiam di sana sambil mengepalkan tangannya.
"Azzam!" panggil seorang gadis yang kesekian kalinya tidak di sahuti.
"Eh iya kenapa?" tanya Azzam mulai tersadar dan melonggarkan kepalan tangannya.
Ia menatap gadis di hadapannya, gadis yang ia tahu sangat mengagumi dirinya karena ke aliman nya.
"Pulang sekolah nanti ada pemilihan anggota rohis baru. Kebetulan aku juga ada pemilihan anggota osis baru. Apakah tidak apa-apa aku menyerahkan semuanya padamu?" padanya sedikit tidak enak.
"Iya tidak apa-apa, aku bisa di bantu sama anggota lain. Semangat untukmu," ucap Azzam sambil tersenyum tipis.
"Terimakasih, semangat juga untukmu," balas Arumi sambil tersenyum.
Mereka sama-sama terdiam sejenak saling menatap. Hingga Arumi pun tersadar dan langsung mengalihkan pandangannya.
"Ah kalau begitu aku duluan, assalamu'alaikum."
Arumi berjalan dengan terburu-buru menuju kelas. Sampai di kelas, pandangnya teralihkan pada Abyan yang sudah duduk rapi di tempatnya. Pria itu terlihat sedang membaca sebuah buku. Ini hari pertama ia kembali masuk sekolah. Ia tidak ingin membuat masalah dan membuat Mamahnya sedih. Apalagi dalam hitungan bulan ini dia akan melakukan ujian kelulusan.
Arumi berjalan pelan menuju tempat duduknya yang berada di depan pria itu. Namun, sebelum duduk dengan sedikit ragu ia menanyakan sesuatu kepadanya.
"Kamu sudah sembuh?" tanyanya pelan.
Abyan mendongak dan menatap gadis yang sudah berhari-hari tidak ketemu. Pria itu hanya tersenyum tipis lalu mengangguk pelan. Arumi yang entah kenapa merasa sangat canggung.
"Ah ya syukurlah," ucapnya lalu membalikkan badan berniat untuk duduk di tempatnya.
"Ouh iya thanks untuk malam itu," ucap Abyan yang sontak membuat Arumi langsung menengok.
Arumi mengingat malam beberapa hari yang lalu saat di rumah sakit. Ia menatap pria di hadapannya sambil mengangguk pelan dan memilih untuk segera duduk.
Tak lama bel masuk pun berbunyi. Jam pelajaran sudah di mulai, selama pelajaran Abyan yang biasanya jarang masuk kelas ataupun sering tidur di kelas. Kini terlihat fokus memerhatikan guru menerangkan, dengan sesekali ia selalu menjawab pertanyaan yang membuat seluruh siswa-siswi dan guru yang ada di kelas merasa tertegun.
Arumi sesekali terus melirik kebelakang, menatap pria itu terus fokus menatap guru di depan yang sedang menerangkan. Apa pria itu sudah berubah? Banyak sekali pertanyaan yang terlintas dari pikirannya tentang pria itu.
Hingga tak terasa sudah waktunya istirahat. Sebagian siswa-siswi berhamburan keluar menuju kantin, ada yang menuju perpustakaan, taman dan ada juga yang diam di kelas.
"Rum, kantin yuk!" ajak Khanza menghampiri Arumi yang sedang membereskan buku-bukunya.
"Tunggu sebentar," Khanza hanya mengangguk dan setelah selesai Khanza pun langsung menarik Arumi keluar.
Di depan pintu kelas saat ingin keluar, tidak sengaja mereka berpapasan dengan Regi dan Xiel. Khanza menatap Regi yang tepat di hadapannya sedang menatapnya sambil tersenyum tipis. Gadis itu hanya meliriknya sekilas lalu kembali menarik Arumi.
"Khanza tunggu!" panggil Regi yang membuat mereka menoleh.
"Ada apa?" tanyanya sambil mengerutkan keningnya.
"Nanti pulang bareng!"
"Em sorry, pulang sekolah aku ada urusan," tolaknya yang langsung berlalu pergi.
Regi terdiam melihat gadis itu yang sepertinya menghindarinya.
"Cinta itu butuh perjuangan Bro!" ucap Xiel sambil menepuk pundak Regi.
"Apalagi dia sepupu dari geng Dragon, geng yang selalu nganggap kita musuh!" lanjutnya yang membuat Regi terdiam.
"Gw gak akan nyerah!" tegas Regi.
"Ehem, seorang kutub es akhirnya tahu cinta," goda Revan yang tiba-tiba muncul di belakang mereka dengan Abyan dan Leo.
Sontak mereka langsung menoleh, Regi menatap tajam Revan yang membuat pria itu menciut.
"Samuel nantang kita main basket," ucap Abyan yang membuat semuanya langsung beralih menatapnya.
"Kapan?"
"Sekarang, ayo siap-siap!" ujarnya yang hanya di angguki oleh mereka.
"Yoi udah lumayan lama juga kita gak main basket!"
Beberapa menit kemudian, para siswi ricuh dan segera berhamburan menuju lapangan basket. Seketika kantin pun sedikit sepi membuat kedua orang yang sedang asyik makan merasa heran.
"Ada apa ini?" tanya Arumi menatap sekelilingnya bingung.
Khanza menggedikkan bahu tanda tak tahu. Pas sekali seorang siswi melewati mereka berniat menuju lapangan.
"Hei tunggu!" panggil Khanza yang membuat gadis itu langsung menoleh.
"Iya Kak?" tanyanya yang memang Adek kelas mereka.
"Ada apa lari-lari? Mereka mau pada kemana?" tanyanya penasaran.
"I-itu Kak, Kak Abyan--"
"Abyan kenapa?" tanya Arumi saking penasarannya malah memotong ucapan gadis itu.
~Bersambung ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments
Mamah AkbarQila
semangat trus nulisnya adec..
semoga ada rezeki buat beli hp yang baru...
🥰🥰🥰🥰🥰💪💪💪💪💪💪
2023-04-13
1
Fadiylah19
ok next,,, 🙃🙃🙃
2023-04-13
2