Chapter 15

"Br*ngs*k!!" umpat Abyan dengan tangan yang masih terkepal erat melihat pemandangan di depan sana yang tak enak di pandang.

'Lo udah berani sakitin orang yang gw sayang, s*alan!' batinnya geram.

Yang Abyan lihat adalah Zayn, Papah kandungnya yang dari dulu sangat ia benci. Sekarang kebencian terhadap Papahnya semakin bertambah melihat apa yang baru saja ia lihat.

Zayn yang sedang bermesraan bersama seorang perempuan yang lebih muda darinya. Abyan yang melihat itu merasa sangat geram. Tega-teganya pria itu mengkhianati Mamahnya.

Abyan memejamkan matanya, bayang-bayang dimana Papahnya yang selalu menyakitinya. Cambukan kemarin tiba-tiba terlintas, rintihan sakit tidak dipedulikan oleh pria itu. Tangannya semakin terkepal kuat mengingat semuanya.

"Arghh!!" teriak Abyan sambil mengacak-acak rambutnya frustasi.

Kalau bukan karena orang-orang yang di sayangnya. Ia ingin pergi saja dari dunia yang kejam ini.

Blam!

Tak ada angin tak ada hujan lampu tiba-tiba mati mungkin karena ada yang konslet. Sontak membuat Abyan langsung membuka matanya dan menatap sekelilingnya gelap. Nafasnya semakin tak karuan, Abyan kembali memejamkan matanya sambil memegangi kepalanya. Bayang-bayang masa lalu kembali terlintas dipikirannya.

"T-takut hikss ... Mah Pah tolong Aby takut ...."

Abyan terus meracau tak jelas karena ketakutan. Pria itu berjongkok sambil memegangi kepalanya dengan mata terpejam. Nafasnya memburu membuatnya merasa sesak. Sedangkan Kayla yang nyenyak tidur tak berkutik sedikit pun mungkin karena pengaruh obat.

Keringet dingin terus bercucuran di tubuh Abyan. Pria itu memiliki trauma akan kegelapan. Dirinya sangat takut gelap karena kejadian masa lalunya yang kelam.

Cklek!

Suara pintu ruangan terbuka, suara langkah kaki semakin mendekat ke arahnya. Pria itu menutup telinganya kuat dengan nafas semakin tak karuan.

"Jangan mendekat! Hikss pergi dari sini!" bukannya menjauh, suara langkah kaki itu semakin dekat hingga terhenti di hadapannya.

Abyan menutup matanya rapat-rapat, sambil menggelengkan kepalanya. "Jangan, kumohon jangan sakiti aku ...."

"Hey, tenang saja aku gak akan jahat," suara perempuan bersamaan dengan senter yang menyala dari ponselnya.

"Enggak, pergi dari sini!" teriaknya masih menutup mata.

"Tenangkan dirimu dulu, coba buka matamu perlahan aku bukan orang jahat," ucapnya lembut yang ragu-ragu di angguki oleh Abyan.

Dengan perlahan pria itu membuka matanya. Ia mendongak dan terdiam sejenak melihat gadis cantik di hadapannya. Bibirnya bergetar kala ingin mengucapkan sesuatu.

"R-rumi ..." lirihnya yang dengan refleks langsung berhambur memeluk gadis itu tanpa mikir panjang karena saking takutnya.

"Abyan!!!" Arumi memekik kaget kala tubuhnya sudah terpeluk oleh pria yang bukan muhrimnya.

"Hikss biarkan saja seperti ini. Aku takut hikss ...."

Arumi terkejut, apa dirinya tak salah lihat. Seorang Abyan yang di kenal BadBoy si tukang buat onar di sekolah menangis? Gadis itu berniat melepaskan pelukannya. Namun, niatnya di urungkan kala melihat pria itu yang sedang menangis dengan muka sudah di penuhi keringat dingin dan tubuh yang sedikit bergetar.

Apakah setakut itu akan kegelapan? Sampe-sampe tubuhnya bergetar dengan nafas yang memburu. Dengan sedikit ragu tangan Arumi terangkat dan mengelus pelan punggungnya mencoba menenangkan. Abyan yang sedang memejamkan matanya semakin nyaman. Pelukan hangat, yang selalu ia inginkan. Namun, apakah sesulit itu hanya ingin mendapatkan sebuah pelukan?

Cukup lama mereka di posisi itu. Hingga tiba-tiba lampu pun kembali menyala. Arumi mencoba melepaskan pelukannya. Namun, sangat susah karena Abyan yang ternyata tertidur di pelukannya.

"Abyan, bangun! Lampunya udah nyala lagi," ucap Arumi yang tak di gubris olehnya.

"Em apa gapapa aku pegang dia?" tanyanya ragu.

"Huh ... Terpaksa deh," perlahan tangannya menepuk-nepuk pelan pipi Abyan.

Ia terkejut kala tangannya bersentuhan dengan pipinya yang sangat panas. Arumi menaruh telapak tangannya di keningnya. Sangat panas, Abyan kembali demam tinggi.

Arumi baru tersadar melihat Abyan yang ternyata memakai pakaian rumah sakit. Apa pria itu sedang sakit? Teman-temannya bilang katanya sedang di hukum? Arumi menatap sekeliling dan melihat ada dua brankar, terlihat di brankar satunya terdapat Kayla yang sedang tertidur pulas.

Tatapannya kembali melihat Abyan, ingin sekali ia melepaskan pelukannya karena tangannya sangat pegal. Namun, dirinya tidak tega.

"Abyan, bangun dulu yuk tidurnya jangan di sini," ucapnya di telinga Abyan yang membuat pria itu perlahan membuka matanya.

Ia menatap gadis yang sedang di peluknya. Namun, sedetik kemudian tersadar dan segera melepaskan pelukannya.

"Ah maaf aku lancang memelukmu," ucap Abyan merasa bersalah.

"Tidak apa-apa, ayo aku bantu ke brankarmu," ujar Arumi.

"Em gak usah, aku bisa sendiri," Abyan berjalan perlahan menuju brankar yang sebenernya tubuhnya sangat sakit.

Apalagi bekas mendonorkan ginjalnya kepada Kayla, perutnya malah sering sakit. Di tambah luka cambuk dan karena penyakitnya membuat seluruh tubuhnya terasa sangat sakit.

"Gapapa sini aku bantu," Arumi memapah Abyan menuju brankar yang membuat pria itu terdiam dengan bibirnya yang mengembang membentuk senyuman tipis.

"Kamu melepaskan infusan nya?" tanya Rumi kala mereka sampai di brankar dan melihat selang infus yang tergeletak.

Abyan terdiam dan perlahan mengangguk. "Kenapa?" tanya Arumi yang tak di jawab.

Pria itu hanya terus diam, yang membuat Arumi menghela nafasnya. "Kenapa kamu bisa sampe masuk ke rumah sakit?"

"Harusnya aku yang tanya, kenapa kamu bisa ada di sini?" tanya Abyan mengalihkan pembicaraan.

"Hm, aku lagi nemenin Umi ku yang lagi di rawat kebetulan ruangannya tidak jauh dari sini. Dan aku bisa masuk ke sini karena gak sengaja tadi dengar kamu teriak, terdengar suara tangis juga pas lampu mati. Karena khawatir jadi aku memilih mengeceknya yang ternyata itu kamu," jawabnya.

"Kamu demam tinggi, tunggu sebentar biar aku panggilkan dokter buat cek keadaanmu dan suruh memasangkan infusan nya lagi," ujar Arumi dan berniat pergi.

Namun langkahnya terhenti kala Abyan memegang tangannya. "Jangan pergi, temenin aja aku di sini. Kalau aku udah tidur kamu boleh panggil dokter buat pasang lagi infusan nya. Aku takut suntikan ..." lirihnya.

Arumi terkekeh pelan, masih tak percaya ternyata pria ini aslinya semanja dan selemah ini. Sama suntikan aja takut?

"Tawuran sama senjata tajam aja gak takut, giliran sama suntikan takut? Gak salah?" tanya Arumi sedikit menggoda.

Membuat Abyan mengerucutkan bibirnya tanpa sadar. Memang pria itu sebenernya manja kalau sedang sakit, tapi hanya kepada orang-orang terdekat. Arumi hanya terkekeh gemas.

"Baiklah, apa sudah minum obat?" tanya Arumi yang di balas gelengan kepala.

"Makan dulu abis ini minum obat. Nanti langsung tidur," ujar Arumi yang membuat Abyan terdiam.

Apa ini benar-benar Arumi gadis yang di sukainya? Biasanya gadis itu selalu cuek dan suka marah-marah padanya. Namun, kenapa sekarang gadis itu sangat perhatian? Apa ia khawatir padanya?

"Aku masih kenyang, aku lelah ingin tidur saja," ucap Abyan.

"Minum dulu obatnya!" Abyan hanya menghela nafas lalu mengangguk.

Ia pun menurut dan mulai meminum obatnya. Selesai minum obat Abyan memilih langsung tidur. Karena dirinya benar-benar sangat lelah dan mengantuk. Gak membutuhkan waktu lama dirinya sudah tertidur pulas.

Sesuai permintaan Abyan, Arumi masih setia menemaninya. Ia terus memandangi wajah tampan pria itu yang terlihat sangat adem jika sedang tidur.

'Andai kamu tidak senakal itu...'

Tanpa mereka sadari sedari tadi ada beberapa orang yang mengintip interaksi mereka. Ya, itu adalah para teman-temannya Abyan ketika ingin masuk tidak jadi karena melihat Arumi berada di sana.

Merasa sudah tertidur pulas, Arumi pun melangkahkan kakinya berniat memanggil dokter. Yang dengan cepat para cowok yang berada di luar langsung pergi dari sana.

~Bersambung ...

Terpopuler

Comments

Fadiylah19

Fadiylah19

g tau knpa suka bgt cerita" kek gini,,pemeran utama yg trlihat kuat diluar tp trnyata menyembunyikan sesuatu yg bikin sesek,,walau akhirnya suka mewek jg bcnya😅😅

2023-04-06

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!