Hari kian berlalu, selama berhari-hari ini Abyan menghabiskan waktunya di rumah sakit sambil menemani Kayla.
Kini seorang pria sedang berdiri di rooftop rumah sakit sambil memandang langit malam. Hembusan angin terus menelusup masuk ke dalam tubuhnya. Namun, tak membuat pria itu kedinginan sedikitpun.
Ia menghela nafas berat, sudah berhari-hari dirinya tidak pulang dan bolos sekolah. Tetapi, apa ada orang yang mencarinya? Apa ada yang mengkhawatirkan nya?
Abyan mengusap wajah nya sedikit kasar, lalu merogoh ponsel di saku celananya. Tiba-tiba bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis, kala melihat wallpaper ponselnya.
Sesosok gadis yang diam-diam ia ambil fotonya di sosial media nya. Di tatapnya foto gadis itu lama, gadis yang selalu membuatnya tergila-gila. Entah kenapa gadis itu bisa masuk ke salah satu alasan Abyan semangat bertahan hingga sekarang. Walaupun sebenci apapun dia padanya, Abyan akan tetap mencintai nya.
"Kalau suka tuh di kejar jangan di diemin aja!" seseorang tiba-tiba datang dan menumpangkan tangan ke pundaknya.
Abyan menoleh menatap Revan datar, lalu melihat ketiga sahabat nya yang lain juga ternyata sudah berada di sana.
"Kalau datang tuh ucapin salam bukan ngagetin orang!" sindir Abyan.
"Ouh iyah lupa, assalamu'alaikum pak ustadz!"
"Wa'alaikumsalam."
"Lagi ngapain di sini? Kita dari tadi bolak-balik nyariin ternyata ada di sini," ucap Xiel.
"Hm, lagi ngadem aja," jawab Abyan singkat.
"Eh By, Lo beneran suka sama tuh ketos galak?" tanya Revan, yang di maksudnya adalah Arumi. Karena memang gadis itu selalu galak kepada Abyan dan sahabatnya.
Abyan mengerutkan keningnya, ia langsung mengalihkan pandangannya kala mengerti apa yang dia maksud.
"Kalau suka kenapa Lo gak coba ungkapin aja perasaan Lo. Siapa tahu di terima," ujar Revan.
"Sepertinya dia juga suka tuh sama Lo. Beberapa hari Lo gak masuk nyariin mulu tuh," sahut Leo yang sontak membuat Abyan menoleh.
"Iya tuh masa Lo kalah sama si kutub utara. Dia udah dapetin cewek aja tuh," tutur Revan sambil melirik Regi yang langsung menatapnya tajam.
Abyan menatap sahabat-sahabatnya, lalu menoleh menatap Regi meminta penjelasan.
"Cuman deket," jawabnya singkat dan sedikit dingin.
"Bos ayo gw juga bakal dukung Lo," ucap Xiel semangat.
"Saingan gw berat, dia lebih mengagumi cowok kek Azzam di bandingkan cowok berandalan kayak gw!" ucapnya.
"Lo sendiri yang bilang ke kita, kalau yang kelihatan baik dari luar pun belum tentu dalamnya juga baik. Apa Lo gak takut dia hanya manfaatin Arumi?" ujar Revan.
Abyan terdiam, ternyata yang di katakan nya ada benarnya juga. mengingat jika siapa sebenernya cowok itu membuatnya semakin takut.
🥀🥀🥀
Di sebuah taman sekolah. Sepasang manusia sedang berdiri saling berhadapan dengan jarak sedikit jauh.
"Ada apa memanggilku ke sini? Cepat katakan aku lagi banyak urusan," ucap Arumi.
Pria itu melangkah pelan ke arah gadis di hadapannya. Ia terdiam tanpa berkata sepatah katapun yang membuat Arumi merasa sedikit kesel.
"Jika tidak jadi, aku pamit saja!" ucapnya berniat membalikkan badannya.
"Aku menyukaimu!" ucap Abyan cepat yang sontak membuat Arumi kembali membalikkan badannya.
"Dari dulu aku sangat mengagumimu. Seperti yang sering kamu denger dari orang-orang kalau aku memang menyukaimu," lanjutnya.
Memang Arumi sering dengar dari siswa-siswi pancadarma yang mengira-ngira jika Abyan menyukainya. Karena Abyan yang suka mencuri-curi perhatian darinya dan selalu mencoba dekat dengannya.
"R-umi ..." panggil Abyan melihat Rumi yang hanya diam saja.
"Jangan mengagumiku. Aku bukanlah wanita sempurna, Aku hanya wanita sederhana, Aku hanya wanita akhir zaman yang Allah tutup aibku hingga tak nampak keburukan dimata kalian."
Abyan terdiam mendengar apa yang gadis itu katakan. "Aku benar-benar menyukaimu, mencintaimu apa adanya. Aku tulus sama kamu, apa kamu mau jadi pasanganku?"
Pandangan Arumi tiba-tiba teralihkan ke arah seseorang yang tak jauh dari tempat mereka. Lalu ia kembali menatap ke arah pria di hadapannya.
"Jangan mimpi."
"Stop chasing me! Cowok berandal kayak kamu itu bukan tipeku! Tukang buat onar, suka urak-urakan. Lihat tuh Azzam, udah ganteng, sholeh, jago ngaji, pinter lagi."
Abyan semakin di buat terdiam dengan kata-katanya.
"Don't be fooled! Yang terlihat paling sholeh sekalipun, bisa jadi ia yg justru lebih banyak membutuhkan nasihat atas kesalahan-kesalahannya."
Keduanya sama-sama terdiam, Arumi menatap Abyan yang juga sedang menatapnya. Dengan cepat gadis itu mengalihkan pandangannya ke sembarang arah.
"Aku duluan, assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumsalam," Abyan terus menatap kepergian gadis itu yang semakin menghilang dari pandangannya.
"Ternyata memperhatikanmu diam-diam, mendoakanmu setiap hari dan mencintaimu secara rahasia itu lebih baik daripada mengungkapkannya," gumman nya pelan.
Tiba-tiba seorang pria berlari menghampirinya dengan nafas terengah-engah.
"Hah... hah ... Bos, gawat bos!"
Abyan menatap pria di hadapannya, yang ia kenal sebagai adek kelas sekaligus anggota geng motor yang di pimpinnya.
"Tarik nafas dulu dalam-dalam lalu hembuskan," titah Byan yang langsung di turuti.
"Coba katakan ada apa?" tanya nya setelah melihat pria itu sudah tenang.
"Geng Lion datang ke sini nyari keributan! Tadi mereka melempari batu-batuan membuat siswa-siswi sekolah kita ketakutan!"
Abyan melototkan matanya kaget. "Ayo kita ke sana sekarang!"
Mereka segera berlari menuju ke depan. Terlihat siswa-siswi yang berhamburan lari-larian masuk ke dalam kelas. Abyan segera berlari menuju keluar gerbang. Terlihat di sana anggota geng motor nya yang sedang melawan anak buah geng Lion.
"Stop! Hentikan!!" sontak semuanya langsung menoleh.
"Mau apa kalian buat keributan di sekolah kita?!" tanyanya yang membuat Raka menghampirinya sambil tersenyum miring.
Raka dan para anggota geng motornya memang beda sekolahan dengan Abyan. Mereka sekolah di SMA Garuda, yang dari dulu anak-anaknya jarang akur dengan SMA pancadarma.
"Cie yang baru aja di tolak. Gimana kabarnya bro?" tanya Raka sedikit meledek sambil menepuk pundak Abyan sok akrab.
Abyan mengerutkan keningnya sambil menepis tangan Raka kasar. Raka hanya tersenyum miring lalu menatap ke arah teman-temannya.
"Guys mau tau berita hot gak?"
"Apa tuhhhh?" sahut mereka.
"Ada berita masih anget banget. Seorang ketua geng motor yang dikenal most wanted sekolah cintanya di tolak mentah-mentah," jelasnya yang membuat Abyan membolakkan matanya.
Raka menatap Abyan remeh. "Apa perlu bukti?"
Ia mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan Video dimana Arumi menolaknya tadi.
"S*alan! Darimana Lo dapat video itu?!"
"Lo gak perlu tau itu! Yang perlu Lo tau sekarang itu adalah kedatangan gw ke sini yang mau balas dendam sama Lo!" Raka tiba-tiba menyerang Abyan yang membuat anak buahnya yang lain juga ikut menyerang.
Dan terjadi lagi acara baku hantam yang membuat seisi sekolah kembali ricuh melihat itu. Abyan terkejut melihat ternyata mereka yang membawa senjata tajam.
"****!!" ringisnya karena tangannya yang tergores pisau oleh Raka.
Raka tak memperdulikan sedang berada di mana. Yang jelas dia dan anak buahnya bukan pengecut yang tidak berani. Mereka sudah menyiapkan semua ini dari hari-hari yang lalu. Mereka tidak akan membiarkanmu orang yang sudah mengusik mereka bisa tenang.
Sedangkan di sisi lain, Arumi yang heran melihat semuanya terlihat berlarian masuk ke kelas dengan ketakutan. Ia yang penasaran pun menanyakan apa yang sebenernya terjadi.
"Permisi, maaf ini ada apa ribut begini? Apa yang terjadi?" tanyanya ke salah satu adek kelas.
"Di depan ada keributan Kak. Anak SMA Garuda tiba-tiba menyerang dan sekarang Kak Byan dan anggota geng motornya lagi lawan mereka," jelasnya yang membuat Arumi membulatkan matanya.
"Terimakasih."
Arumi segera berlari ke luar, ia terkejut melihat pemandangan di depannya. Tanpa mikir ia tiba-tiba berlari ke arah mereka mencoba untuk menghentikan tanpa memperdulikan keselamatannya.
"Stop!!! Hentikan!!!" teriak nya yang tak di gubris oleh mereka.
Arumi terdorong-dorong oleh mereka semua yang sedang asing baku hantam. Suara tonjokan, tendangan terus terdengar di telinganya yang membuatnya tiba-tiba teringat sesuatu.
Arumi memejamkan matanya dengan tubuh yang terbanting ke sana kemari. Ini memang gila, dirinya tidak mikir tentang keselamatannya.
"Rumi!" pandangan Abyan tiba-tiba teralihkan ke gadis itu.
Dirinya yang lengah membuat Raka dengan mudah menyerangnya.
**Bugh! Sret**!
"Ahk!" ringisnya mendapatkan tonjokan keras di perutnya dan kembali terkena goresan pisau.
Abyan memegang perutnya yang terasa sangat sakit bekas operasi beberapa hari yang lalu. Tapi ia tidak lelah, Abyan kembali bangkit dengan mencoba menahan sakit.
Pria itu kembali menyerang Raka dengan memukulnya habis-habisan dan menendang pisau yang ada di tangannya.
Buggh!
"Ahk!"
Tendangan keras membuat Raka sedikit terpental. Abyan melihat Arumi yang masih terlihat ketakutan dengan memejamkan matanya.
Tiba-tiba matanya di kagetkan melihat sebuah tangan yang salah sasaran melayang ingin meninju ke arah gadis itu.
"Rumi awas!!!" Abyan berlari cepat sambil menahan sakit di perutnya.
Bugh!
"Ahk!"
Pukulan keras mendarat tepat di wajah gadis itu. Yang membuat nya oleng dan hingga hampir jatuh. Namun, dengan cepat Abyan segera menangkap nya.
"Arumi!" pekik teman-teman Abyan.
Arumi tak sadarkan diri di pelukan Abyan. Pria itu benar-benar menyalahkan dirinya karena sudah telat menyelamatkan gadis nya.
Perkelahian yang masih berlanjut tiba-tiba terdengar suara sirine polisi yang membuat anak-anak SMA Garuda langsung melarikan diri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments