Melihat Kayla yang sudah terlelap, gadis itu pun memilih meninggalkan nya walaupun tak tega. Karena niatnya dari awal ingin pergi mencari makanan sekalian ke musholla.
Cklek!
"Arumi?"
Di bukanya pelan pintu itu, berniat ingin keluar. Namun tiba-tiba ia di kagetkan dengan seseorang yang menyebut namanya. Arumi mendongak menatap keempat pria di hadapannya yang sangat familiar. Para pria yang selalu membuat onar di sekolahnya, yang sering ia hukum.
"Kalian? Ngapain di sini?" tanya Arumi sambil mengerutkan keningnya menatap mereka yang terlihat berdiri di depan pintu berniat masuk.
"Harusnya kita yang tanya, ngapain kamu ada di dalam ruangan Kayla?" tanya Revan ikut heran.
"Kalian kenal Kayla?"
"Adek kita," jawab mereka singkat.
"To the poin abis ngapain?" sambung mereka.
"Aku tadi gak sengaja lihat Kayla lagi sendirian di luar. Dia bilang lagi nyari kakak nya, ternyata kalian. Dia terbangun dari tidurnya jadi nyari kalian buat nemenin tidur lagi. Karena kasihan aku temenin Kayla tidur," jawab Arumi yang membuat mereka semua terdiam.
"Memangnya kalian abis dari mana? Kenapa Kayla di tinggalin sendirian?" tanyanya.
Mereka semua saling tatap, saling memberikan kode lewat matanya untuk menjawab apa. Tidak mungkin mereka mengatakan yang sebenernya tentang Abyan yang sedang sakit.
"Ah kita abis cari angin tadi. Btw thanks udah jagain Kayla," ucap Xiel yang di angguki oleh yang lainnya.
Arumi pun hanya mengangguk, ia celingak-celinguk menatap mereka satu persatu.
"Em tumben Abyan gak bareng kalian?" tanyanya ragu.
"Dia lagi di hukum sama papahnya," jawab Revan asal.
"Di hukum?" Arumi mengernyitkan dahinya.
Semuanya terdiam sambil melirik Revan tajam. "Hm karena di skors sekolah, dia di suruh belajar di rumah dan gak boleh main," jawab Leo.
"Em gitu yah, kalian juga jangan buat masalah lagi jika gak mau di skors juga seperti Abyan. Taati peraturan sekolah!" tegas Arumi.
"Hm," yang lainnya hanya berdehem.
"Ya udah kalau gitu aku permisi, assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumsalam," jawab mereka sambil bernafas lega setelah kepergian gadis itu.
"Dia cewek alim, tapi kadang galak juga yah. Hobinya ngehukum mulu," celetuk Revan yang tak di perdulikan. Mereka memilih masuk ke ruangan Kayla.
Sedangkan di sebuah markas Geng Lion. Seperti biasa mereka sedang berkumpul sambil meminum minuman keras dengan rokok di tangannya.
"Gw lihat tadi dia di bawa ke rumah sakit," ucap seseorang yang membuat Raka dan anaknya sontak menoleh.
"Abyan maksud Lo?" tanya Raka yang di angguki oleh nya.
"Hm," dehemnya sambil menghisap rokok di tangannya.
"Punya penyakit kali dia, biarin mati aja sekalian," lanjutnya dengan tersenyum kecut.
"Gw masih penasaran deh sama Lo, dia kan sepupu Lo. Kenapa bisa Lo sebenci itu sama dia?" tanya Raka.
"Gw benci sama dia, gara-gara dia hidup gw hancur. Gw kehilangan orang yang gw sayang," jawabnya sambil mengepalkan tangannya.
"Sekarang gw ingin balas dendam atas semua yang telah ia buat. Gak peduli dia saudara gw atau bukan, gw akan tetap menghancurkan hidupnya. Makanya itu gw gabung sama kalian karena gw tahu kalian tidak menyukainya. Gw harap kalian bisa bantu gw dan jangan sampe ada yang tahu gw gabung ke geng Lion!"
"Lo tenang aja, Lo aman sama kita!"
"Lagian Lo licik juga balas dendam dengan berkedok cowok alim. Mereka bodoh tertipu sama kebusukan Lo," ucap Raka yang di balas senyuman smrik oleh pria di hadapannya.
"Tidak ada kejahatan tanpa kelicikan!"
"Sudahlah mari kita cheers ...."
"Cheers ..." teriak mereka bersamaan dengan mengadukan gelas yang berisi minuman keras.
Mereka pun terus minum hingga habis puluhan botol. Sebagian dari mereka sudah kehilangan kesadaran karena terlalu banyak minum.
Seorang pria yang di kenal sebagai sepupu Abyan itu berdiri dari duduknya dengan setengah mabuk.
"Gw pulang duluan" pamitnya.
"Mmm ... Kenapa gak nginep aja di sini?"
"Gw harus pulang," jawabnya kekeh.
"Ya udah hati-hati," ucap Raka dengan setengah sadar.
Pria itu pun mengangguk dan memilih berjalan pergi meninggalkan markas. Ia memasuki mobilnya dan mulai mengendarai nya dengan perlahan. Akibat terlalu banyak minum membuat kepalanya sedikit pusing.
Namun, ia terus berusaha mengendarai mobilnya dengan pelan karena cuaca malam ini sedikit buruk dengan angin kencang dan hujan. Hingga beberapa puluh menit kemudian, ia telah sampai di rumahnya karena jalanan yang tidak ramai juga karena sudah malam.
Pria itu keluar memarkir mobilnya lalu keluar dari mobil dengan sempoyongan karena kepalanya malah semakin pusing. Ia berusaha membuka pintu dengan oleng.
Cklek!
"Darimana kamu?! Alasan lagi sakit tapi malah kabur-kabura-- ... K-kamu abis darimana?"
"M-mami? P-papi?" kagetnya.
Bersambung ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments
Mamah AkbarQila
semangat trus adec cantik nulisnya...
ditunggu up2 selanjutnya...
buat abang bian semangat.
moga cepet sembuh...
selamat menjalankan ibadah puasa.
2023-03-30
2