Chapter 8

Di sebuah uks sekolah. Abyan sedang menemani Arumi yang masih tak sadarkan diri. Sedangkan teman-temannya yang lain sedang di hukum di lapangan.

"Rumi pliss ayo bangun ..." lirihnya.

Jari jemari Arumi mulai bergerak dan perlahan gadis itu mulai membuka matanya. Ia melihat sekeliling lalu menatap pria di hadapannya yang terlihat senang melihat kesadaran dirinya.

"K-kamu udah siuman?"

"Shtt ..." Rumi mencoba mengubah posisi menjadi duduk. Dengan memegangi kepalanya yang terasa sangat pusing.

Abyan yang melihat itu berniat untuk membantunya. Namun, tiba-tiba sebuah tangan mencoba menepisnya. Sontak membuat Arumi dan Abyan menoleh.

"Jauhi Arumi!" ucap seorang pria paruh baya yang tak lain adalah Abi nya Arumi.

Abyan terdiam menatap kedua orang tua Arumi. Lalu pandangan nya teralihkan pada seorang pria yang sangat asing baginya.

"Lihat lah Arumi terluka ini semua gara-gara kamu. Saya tidak ingin hal ini terulang lagi. Jadi saya minta jauhi Arumi!" lanjutnya yang membuat Abyan semakin terdiam.

Arumi menatap pria yang berada di samping kedua orang tuanya. Ia melototi nya tajam karena sudah tahu pasti dia yang memberitahu orang tuanya tentang kejadian tadi.

Apa kalian penasaran siapa dia? Dia adalah Elvino siswa kelas XI adek kelas Arumi. Selain itu dia juga merupakan sepupu dari Arumi. Yang beberapa hari yang lalu baru saja pindah ke sini dan di suruh orang tua Rumi untuk mengawasi nya dari anak-anak geng motor. Ingat, jika keluarga Arumi memiliki trauma pada anak geng motor.

"Sebelumnya saya minta maaf, saya tahu jika Arumi seperti ini karena saya. Sekali lagi saya minta maaf," ucap Abyan.

Tiba-tiba suara pintu uks yang terbuka di ketuk, membuat semuanya langsung menoleh. "Permisi, Kak Abyan di panggil kepala sekolah untuk ke ruangannya."

"Baik, saya akan ke sana," jawab Abyan yang di angguki oleh gadis itu dan kembali berlalu pergi.

Abyan menatap semua orang yang ada di ruangan itu. "Rumi maaf, gara-gara aku kamu jadi seperti ini. Sekali lagi aku minta maaf, aku izin pamit semuanya. Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikumsalam."

Abyan berlaku pergi sambil membungkuk kan badannya. Ia berjalan perlahan menuju ruang kepala sekolah. Setelah sampai, di ketuk nya pintu itu dan mulai di buka perlahan kala mendapat izin dari orang di dalam.

Abyan terdiam menatap kedua orang tuanya yang sudah berada di sana. Kedua orang tua yang selama berhari-hari ini ia rindukan. Walaupun tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari mereka, tapi jujur Abyan sangat merindukan mereka. Dan sekarang melihat wajah mereka aja dirinya sudah senang.

"Duduk!" titah Papahnya tanpa menatap dirinya.

Abyan menurut dan duduk di tengah-tengah kedua orang tuanya. Ia menundukkan wajahnya tak berani menatap mereka.

"Ehem, karena Abyan sudah ada di sini. Langsung saja, boleh saya katakan sekarang?" tanya kepala sekolah yang di angguki oleh mereka.

"Jadi begini Pak, Bu, karena selama ini saya sering mendapatkan laporan lagi bahwa Abyan sering membuat masalah dan selalu melanggar peraturan sekolah. Dan selama beberapa hari ini dia tidak masuk sekolah dan sekarang baru masuk sudah membuat kerusuhan bersama teman-temannya dengan tawuran di area sekolah. Jadi saya sudah memutuskan jika untuk sementara waktu Abyan saya skors selama seminggu tidak boleh datang ke sekolah," jelasnya yang membuat kedua orang tuanya langsung menatap anaknya dengan kecewa.

Sebenernya selama 3 tahun kurang ini bukan pertama kalinya mereka di panggil ke sekolah hanya karena Abyan yang selalu membuat masalah. Mereka juga sering mendapatkan surat dari sekolah, tapi jarang datang karena sibuk dengan kerjaan. Dan sekarang mereka sempat kan waktu datang ke sini.

"Baik, saya terima keputusan anda. Dan sebagai orang tua Abyan, saya meminta maaf atas apa yang anak saya perbuat. Kalau begitu kami permisi," ucapnya lalu berdiri dari duduknya sambil membungkuk kan badannya.

Zayn mengajak istrinya untuk keluar, lalu ia menarik tangan Abyan dengan sedikit mencengkram nya.

Abyan hanya pasrah dengan menahan sakit. Mereka pun keluar dari ruang kepala sekolah. Sepanjang lorong mereka terus di tatap oleh siswa-siswi yang sedang berada di luar.

Abyan menatap teman-temannya yang sedang di hukum saat melewati lapangan.

"Ayo cepat kita pulang!" Zayn terus menarik tangan putra nya kasar.

"Shht sakit pah ..." ringis Abyan mencoba melepaskan.

"Gak usah lebay kamu!" ucapnya lalu membuka pintu mobil dan mendorong Abyan masuk ke dalam.

Zayn mengendarai mobilnya dengan kecepatan rata-rata. Selama perjalanan hanya ada keheningan di antara mereka. Abyan terus menatap ke arah jendela dengan sendu. Sedangkan papahnya yang fokus menyetir dan mamahnya yang hanya diam saja.

Setelah beberapa menit mereka telah sampai di rumah. Zayn segera keluar dari mobil lalu menarik Abyan dengan emosi yang masih menggebu-gebu. Ia menarik Abyan ke kamarnya dengan sangat kasar.

"Ahk!" pekik Abyan yang di dorong kasar oleh papahnya hingga terbentur ujung kasur.

"Lo jadi anak gak berguna banget! Bisa nya malu-maluin! Nyusahin orang tua!" teriak Zayn penuh emosi lalu menarik gesper nya dan mulai mencambuk tubuh putranya.

**Ctak! Ctak! Ctak**!

"Arghhh! S-sakit pah!" teriak Abyan kesakitan.

Zayn tidak menggubris, ia terus-menerus mencambuk nya dengan tidak kenal ampun seperti orang kesetanan.

Ctak! Ctak!

"Abyan mohon hentikan pah. S-sakit ..." lirihnya dengan mata berkaca-kaca.

Seluruh tubuhnya sudah di penuhi luka cambukan, di tambah bekas luka berantem dan terkena goresan pisau tadi masih ada.

Shelia mamahnya Abyan hanya berdiri di luar kamar sambil mendengarkan teriakan kesakitan putranya membuat nya tak terasa meneteskan air matanya.

Karena merasa tidak tahan mendengar semuanya. Shelia pun masuk ke dalam dan mencoba menghentikan perbuatan kejam suaminya.

"Pah! Udah hentikan, Abyan bisa mati kalau kayak gini!!"

"Diam Mah! Biarkan saja anak pembawa sial ini mati!"

Nyut!

Dada Abyan serasa sesak mendengar nya, hati nya sangat sakit. Abyan memejamkan matanya sambil terus menahan sakit di sekujur tubuhnya. Tak terasa air matanya terus menetes. Rasanya saat ini ia ingin menghilang dari dunia ini, dunia yang kejam ini.

"Papah!!! Dia anak kita Pah! Darah daging kita!" teriak Shelia yang membuat Zayn menghentikan perbuatannya.

Abyan membuka matanya perlahan saat tidak merasakan lagi cambukan dari papahnya.

"Kenapa berhenti Pah? Lanjutkan saja, Byan ikhlas mati di tangan papah kandung Byan sendiri," ucapnya yang membuat keduanya terdiam.

"Kenapa diam Pah?! Ayo lanjutkan! Kalian mau Abyan mati kan?! Bunuh saja Abyan! Bunuh saja biar kalian senang!"

Abyan menundukkan kepalanya dengan air mata yang terus mengalir. "Byan tidak minta kalian untuk di lahirkan ke dunia yang kejam ini. Lalu kenapa kalian lahirkan Byan kalau ujung-ujungnya ingin Abyan mati?!"

"Pah, Mah ..." Abyan mendongak menatap kedua nya.

"Apa Byan tak layak mendapatkan kebahagiaan dari kalian? Kalian bisa bahagiain orang lain dan tanpa sadar kalian menyakiti anak kalian sendiri. Sebenernya Byan anak kandung kalian atau bukan?" tanyanya.

"Byan kamu ngomong apa! Kamu itu anak kandung kita, Mamah yang udah berjuang lahirin kamu!" ucap mamahnya yang berniat memeluk putranya. Namun, dengan cepat Zayn menarik nya keluar.

"Biarkan tinggalkan dia sendiri di sini! Anggap saja hukuman dari Papah belum selesai!" ucapnya menarik paksa istrinya dan mengunci Abyan di dalam kamarnya dengan keadaan tidak baik-baik saja.

Abyan hanya menatap sendu. Dan lagi-lagi tiba-tiba darah segar kembali menetes di dari hidungnya.

'Byan gak bakal dendam sama kalian. Byan berdo'a semoga kalian selalu bahagia tanpa Abyan.' rilihnya dalam hati.

🥀🥀🥀

'Terkadang orang tua sendiri yang mematahkan semangat anaknya.' ~Abyan

Terpopuler

Comments

Mamah AkbarQila

Mamah AkbarQila

ayooo dec semangat...
ditunggu up nya..

2023-03-13

1

U-Kwon ❧

U-Kwon ❧

kk ayuk up lgih

2023-03-13

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!