Sedangkan di sebuah sekolah SMA Pancadarma. Terlihat keempat pria yang bukanya masuk kelas malah nongkrong di rooftop sekolah dengan beberapa dari mereka sambil menghisap rokok.
"Kita harus cari uang kemana? Uang seratus juta itu gak sedikit, sangat sulit di dapatin dalam waktu dekat," ujar Revan sambil menghisap rokok di tangannya.
"Kita berdo'a saja semoga ada jalan keluarnya," ucap Xiel sambil menatap langit dengan menghisap rokok.
Ting!
Suara pesan masuk dari ponsel seseorang. Sontak semuanya langsung menoleh menatap temannya yang sedang menyender di tembok dengan melipat kedua tangannya di dada sambil memasang muka datarnya. Siapa lagi kalau bukan Regi. Pria itu membuka ponselnya dan melihat siapa yang mengirimnya pesan.
"Pesan dari siapa? Cewek Lo?" Regi hanya melirik dengan wajah datarnya.
Ia kembali melihat ponselnya dan membaca pesan tersebut. Sedikit ada rasa senang kala melihat pesan tersebut. Namun, ia mencoba tetap dengan ekspresi datarnya.
"Ada yang nantang kita balapan liar nanti malam, hadiahnya 80 juta!" ucapnya yang membuat semuanya terkejut.
"Kita harus ikut lumayan buat nambahin uangnya!" ucap Revan.
"Tapi Abyan kan lagi sakit?" Leo menatap mereka bingung, karena yang paling jago dari mereka adalah Abyan. Abyan selalu juara setiap kali balapan.
"Gw bisa menggantikannya!" ujar Regi masih dengan wajah datarnya.
"Baiklah, kita do'ain semoga Lo menang di balapan nanti!
"Hm, balapan liar mulainya jam 10. Nanti kita ke rumah sakit dulu ngecek Kayla sama Abyan. Bila perlu mereka seruangan saja biar Kayla tidak sendiri," ujar Regi.
"Benar juga, lagian Bunda Maryam sibuk dengan anak panti yang lain jadi tidak bisa bolak-balik ngejagain Kayla terus," sahutnya.
"Nanti jangan bilang Abyan jika kita mau balapan liar kar--"
"Balapan liar?!" ulang seorang gadis yang baru saja datang bersama temannya.
Sontak semuanya langsung menoleh ke arah sumber suara. Mereka terkejut kalah melihat Arumi yang sudah berada di hadapan mereka bersama Khanza temannya.
"Kalian mau balapan liar? Apa gunanya balapan kayak gitu? Itu sangat bahaya untuk keselamatan kalian dan masyarakat sekitar!"
"Kalian ini bisa gak sih jangan kayak gini terus, sekarang bukanya belajar malah pada bolos di sini sambil ngerokok. Sudah berapa kali saya peringatkan tentang peraturan sekolah ini!" tegas Arumi dengan sedikit emosi. Tidak Abyan, teman-temannya yang selalu buat nya pusing.
Mereka hanya diam tak berkutik sedikit pun. Berbeda dengan Regi yang sedari tadi mencuri pandang ke Khanza dengan terus meliriknya.
"Kalau saya lihat kalian melakukan balapan liar. Saya akan lapor ke kepala sekolah bahkan ke polisi!" ancamnya.
"Tolong berikan kesempatan sekali saja. Kita melakukan ini karena ada alasan!" ucap Regi dengan suara dingin nya.
"Gak ada alasan apapun!"
"Kita harus ikut demi mendapatkan uangnya. Uang itu sangat dibutuhkan untuk menolong nyawa seseorang!" ujar Leo yang membuat Arumi terdiam.
"Saya tau anda orang baik, jadi izinkan kita melakukan ini demi menolong nyawa seseorang!" ucap Regi.
"Tapi---"
"Udahlah Rum terserah mereka mau melakukan apa. Yang penting kita sudah mengingatkan kalau itu bahaya. Mending kita ke kantin saja aku lapar. Lagian tidak akan ada habisnya ngurusin mereka," ucap Khanza sambil mengajak Rumi pergi dari sana.
"Khanza tunggu!" cegah Regi yang tak di pedulikan olehnya.
"Khanza!!"
Khanza tetap tidak menyahut dan terus menarik Arumi pergi dari sana. Regi yang melihat itu merasa sedikit kesel plus frustasi.
"Argh si*l!" umpatnya sudah tahu pasti gadis itu marah.
"Lo punya hubungan apa sama Khanza?" tanya mereka penasaran.
Regi melirik mereka sekilas, "Bukan urusan Lo pada!"
~Bersambung ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments
Fadiylah19
akhirnya yang ditunggu-tunggu up jg,, semangat yah✊✊🥰🥰🥰
2023-04-02
2