Chapter 5

Masih di posisi yang sama. Semuanya menatap Revan yang terlihat cemas, menunggu jawaban dari pria itu.

"Kayla di culik!" ucapnya yang membuat semuanya kaget.

"Kita harus cepat-cepat ke sana, cari keberadaan Kayla. Jangan sampai dia kenapa-napa, kondisinya sedang tidak baik-baik aja!"

Abyan baru selesai mengaji, mendengar teman-temannya yang berisik pun memilih menghampirinya.

"Orang lagi membaca ayat suci Al-Qur'an harusnya di dengerin, kenapa pada ribut?" tanya Abyan menatap anggota nya satu persatu yang terlihat cemas.

"Sorry bos, tadi tuh Revan dapat pesan dari Bunda Maryam."

"Kenapa? Apa yang terjadi!" tanya Abyan menatap Revan.

"A-anu ... Kayla hilang!" mendengar itu membuat Abyan melototkan matanya.

"Kita ke sana sekarang! Jangan ikut semua, sebagian ada yang berjaga di basecamp! Ingat musuh kita banyak!" tegas Abyan yang di balas anggukan.

Pria itu pun langsung berlari keluar menaiki motornya dengan masih berpakaian baju Koko dengan celana jeans dan peci di kepala. Beberapa anggota nya ikut dengannya sebagian, sedangkan sebagian lagi di markas.

Semuanya mulai mengendarai motornya masing-masing dengan kecepatan rata-rata. Hingga tak lama telah sampai di tempat yang di tuju.

Abyan berlari di lorong rumah sakit menuju sebuah ruangan. Terlihat di sana wanita paruh baya yang sedang menunggu mereka dengan wajah cemas.

"Assalamu'alaikum. Bunda katakan apa yang terjadi?" tanya Abyan.

"Wa'alaikumsalam. Kayla hilang, Nak. Bunda tadi tinggal dia pulang sebentar, eh pas balik lagi Kayla udah gak ada. Bunda malah nemuin kalung ini," ucap bunda Maryam sambil memperlihatkan sebuah kalung.

Abyan mengambil kalung tersebut dan melihat liontin nya. Tangannya mengepal erat kala melihat lintion tersebut. "Geng Lion!"

"Salah satu anak geng Lion yang telah berani menculik adik kita!"

"Kita ke markasnya sekarang!" ujar Abyan.

"Bunda pulang aja ke panti yah, di anterin sama Egi. Kasihan anak-anak yang lain, Egi anterin Bunda pulang!" titah nya yang di balas anggukan oleh Bunda Maryam dan anggotanya yang bernama Egi.

Pasti kalian bingung kan siapa Bunda Maryam itu? Dan siapa Kayla? Maryam adalah ibu panti asuhan Al-aqsha, begitupun dengan Kayla salah satu anak panti yang di asuhnya. Kayla sudah di anggap adik oleh mereka.

Kebanyakan anggota geng motor Renjana adalah anak-anak yatim piatu yang dulu pernah tinggal di panti itu. Semuanya memanggil Maryam dengan sebutan Bunda, karena mereka menganggap Maryam adalah Bundanya sendiri.

Termasuk Abyan yang juga telah menganggap seperti Bundanya sendiri. Dari kecil Abyan tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari orang tua nya. Dia yang juga tidak punya teman, tidak sengaja ia bertemu dengan Maryam dan anak-anak panti pada saat dia berniat ingin bunuh diri. Mereka yang menyelamatkan Abyan, hanya mereka yang mengerti dan peduli padanya.

Akhirnya pertemuan itu membuat Abyan merasa tidak sendiri, ia pun sering bermain ke panti. Hingga sampai sekarang ia dengan anak-anak geng motornya selalu berkunjung ke panti dan memberikan sedikit rezeki untuk mereka. Tidak hanya panti asuhan Al-aqsha, Abyan juga mengajak anggotanya untuk berbagi ke yayasan panti asuhan yang lainnya termasuk ke orang yang membutuhkan.

Terkadang tidak semua anak geng motor itu selalu buruk. Mereka punya versi sendiri dalam kebaikan.

Kini geng motor Renjana yang dimana pemimpinnya adalah Abyan. Mereka telah sampai di sebuah markas geng motor Lion.

"Raka! Keluar Lo!" teriak Abyan tersulut emosi sambil menendang barang-barang yang ada di sana.

Raka dan para anggota lainnya di dalam sana sedang party, berjoget-joget ria dengan beberapa wanita penghibur.

"Matiin musiknya!" teriak Raka yang langsung di turuti oleh salah satu anak buahnya.

"Siapa yang berani buat keributan di wilayah kita?!" tanyanya geram.

"Anak geng motor Renjana Bos. Abyan dan anggotanya tiba-tiba datang marah-marah."

"Sialan! Berani sekali mereka mengusik ketenangan kita!"

Raka dengan yang lainnya segera keluar menghampiri Abyan dan yang lainnya.

"Wait-wait ... Ada perlu apa kalian datang ke sini?"

Raka melipatkan tangannya di dada lalu melihat penampilan Abyan sambil tersenyum remeh. "Eh pak ustadz, sepertinya anda salah alamat. Mau pengajian itu tempatnya di masjid, bukan di sini."

"Gak usah banyak b*cot! Dimana Kayla!" Raka mengerutkan keningnya bingung.

"Siapa Kayla? Cewek Lo? Hahaha... Gak penting banget culik cewek orang. Gw masih laku kali!"

Abyan semakin geram dengan tingkah Raka. "Gw serius! Dimana adek gw Kayla?! Kalian kan yang culik dia?!"

"Berani sekali Lo nuduh kita sembarangan!"

"Sudah jelas kalung ini yang membuktikan bahwa salah satu dari kalian yang menculik adek gw!!" ujar Abyan sambil memperlihatkan sebuah kalung dengan liontin singa.

Raka memicingkan matanya menatap kalung itu dengan seksama. Memang benar itu adalah kalung geng Lion, hanya para anggota geng Lion yang mempunyai kalung itu.

"Cepat katakan dimana dia?! Lo pasti sembunyiin di dalam kan!?" Abyan hendak masuk ke dalam, namun di tahan oleh mereka.

"Lo gak sopan banget ajg! Udah gw bilang gw gak tau! Gw gak tau menau soal itu!"

Raka semakin geram dengan kedatangan Abyan yang tiba-tiba marah-marah dan menuduhnya sembarangan. Ia pun mulai menyerang dan akhirnya acara baku hantam pun terjadi.

Sebagian anggota Renjana masuk ke dalam markas geng Lion dan mengubrak-abrik mencari keberadaan Kayla. Semua ruangan sudah mereka kelilingi dan tidak menemukan Kayla di sana. Mereka pun kembali keluar untuk menghampiri Abyan.

"Kayla gak ada di sini Bos!"

Abyan yang sedang memukuli Raka habis-habisan langsung melepaskan kerah bajunya. Ia melirik Raka sekilas, lalu mengusap wajahnya kasar.

"Cabut!"

Abyan dan teman-temannya pun memilih pergi meninggalkan markas geng Lion yang sudah berantakan.

"Bos, Lo gapapa?" tanya salah satu anggota Lion sambil membantu Raka berdiri.

"Kurang ajar! Dia sudah berani mengusik ketenangan kita, berani mengacaukan markas kita! Tunggu saja pembalasan gw Abyan!" Raka mengepalkan tangannya erat.

Sedangkan di sisi lain, Abyan menghentikan motornya di pinggir jalan yang sepi. Membuat semuanya ikut berhenti juga.

Ia membuka pecinya dan menaruhnya di atas motor. Lalu mengacak-acak rambutnya frustasi.

"Arghhh! Kemana kita harus cari Kayla?! Kalau bukan sama geng Lion, lalu siapa yang menculiknya?" tanyanya bingung.

"Sabar bos, kita berdoa saja semoga Kayla bisa cepet-cepet di temukan."

Tiba-tiba terdengar suara dering telfon masuk. Sontak semuanya menoleh ke arah asal suara. Dimana mereka kenal suara dering telfon itu adalah suara dari ponsel Revan.

Revan hanya menyengir lalu merogoh ponselnya dan melihat siapa yang menelfonnya

"Egi nelfon Bos!"

"Sini!" Abyan mengambil ponsel milik Revan dan mulai mengangkat panggilan tersebut.

Abyan hanya fokus mendengarkan orang di sebrang sana. Sedangkan yang lainnya hanya terdiam sambil menunggu informasi apa yang akan di sampailah Egi.

"Apa?"

📲 ....

"Gw ke sana sekarang!"

Terpopuler

Comments

🥀San-𝒇𝒍𝒐𝒘𝒆𝒓𝒔🌻🐼

🥀San-𝒇𝒍𝒐𝒘𝒆𝒓𝒔🌻🐼

Huhu lanjut lagi ismaa, awalnya mau nabung ep, tapi jiwa penasaran😭

jangan sampe Kayla knapa-kanpa, smoga bisa di selamat sama Byan dan yang lain🥺

semangat up ny isma!!!

2023-03-07

1

🥀San-𝒇𝒍𝒐𝒘𝒆𝒓𝒔🌻🐼

🥀San-𝒇𝒍𝒐𝒘𝒆𝒓𝒔🌻🐼

gini ya rasanya Digantung, gak enak banget😭😭

2023-03-07

1

🥀San-𝒇𝒍𝒐𝒘𝒆𝒓𝒔🌻🐼

🥀San-𝒇𝒍𝒐𝒘𝒆𝒓𝒔🌻🐼

malang sangat diri kamu byan🥺

2023-03-07

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!