Terkubur Tak Terkenang

"Sabill." Teriak Adrian sigap menangkap tubuh Sabill yang limbung.

Sesaat jenazah Arjuna diturunkan kedalam peristirahatan terakhirnya, Sabillah tak kuat melihat itu, mencoba tegar dan kuat dihadapan anak-anaknya, nyatanya Sabillah tak sekuat itu.

Suasana pemakaman yang khitmat, hening dan penuh haru berubah pilu melihat istri dari Arjuna itu jatuh. Beruntung Adrian yang berdiri dibelakang Sabillah, sejak datang diam-diam memperhatikan Sabillah dari belakang, hingga dia menjadi yang pertama menyelamatkan Sabillah. Jika tidak, wanita yang menjadi jandanya, dan kini kembali menjanda karena ditinggal suaminya untuk selamanya, bisa mengalami kecelakaan dan menyebabkan hal fatal untuk bayinya.

Cepat Adrian membopong tubuh Sabillah ke tempat yang nyaman, diikuti pak Sofyan yang mengendong Arial yang tertidur digendongnya karena kelelahan, dan Sintya yang menggandeng Eka cucu pertamanya.

"Sabill."

Pak Sofyan mendorong tubuh Adrian agar menjauh dari anaknya. Adrian berdiri, dia paham atas apa yang dilakukan pak Sofyan terhadapnya. Tidak bermaksud mengambil kesempatan dalam kesempitan, Adrian murni menolong Sabillah sebab ia bisa merasakan kesedihan yang Sabillah rasakan.

Sintya mengoleskan minyak kayu putih di hidung Sabillah, memijat kepala Sabill, seraya memijit tangan dan kaki Sabill yang terasa dingin.

"Umak kenapa, Oma?" tanya Eka tak tahu apa yang terjadi pada mamanya.

"Nggak papa sayang. Umak hanya kecapean," beralih mengusap wajah sang cucu. Mendekap erat cucunya yang kini menjadi anak yatim, sungguh dia tak tega melihat nasib malang Sabillah dan anak-anaknya.

"Umak tidak menyusul bapak, kan Oma?" Pertanyaan polos Eka membuat Sintya dan Sofyan tak bisa membendung air mata mereka.

"Tidak sayang, Umak cuma kelelahan." Sintya mengusap-usap kening cucunya, meski sebenarnya ia lemah melihat wajah cucunya seperti ini.

Adrian yang masih berdiri tak jauh dari mereka, dan mendengar pertanyaan bocah kecil itu mendongak, menahan bulir yang akan keluar. Hatinya bak teriris belati, anak sekecil itu harus kehilangan seorang ayah diusianya yang masih terbilang sangat kecil.

Sepasang mata yang menyaksikan jatuhnya Sabillah tadi merasakan kesalahan yang begitu mendalam, akibat dari pilihanyalah, istri dari sahabatnya harus kehilangan sosok suami dan ayah untuk anak-anaknya. Tapi nasi sudah menjadi bubur, bak makan buah simalakama, tak ada pilihan terbaik untuknya saat ini.

Dia juga harus melindungi keluarganya yang masih sangat membutuhkanya. Sabilll merupakan anak orang kaya, sedangkan istrinya, hanya anak seorang petani yang berpenghasilan pas-pasan, jika dia harus kehilangan profesinya, akan ia beri makan apa anak istrinya?

Terdengar egois memang, tapi hidup, siapa yang kuat dia yang bertahan. Siapa pembangkang, siap menanggung resiko yang akan diterima.

"Hilangkan semua jejak, jangan sampai ada yang tersisa sedikitpun," bisik seseorang ditelinga Tio saat Tio berjalan menuju parkiran meninggalkan makam sahabatnya.

Ya, mereka adalah orang-orang gila jabatan, sampai harus menghalalkan segala cara demi mendapatkan keinginan mereka.

"Jika semua sampai terbongkar, kamu tersangka utama, dan siap-siap saja keluarga mu yang akan menanggungnya," ucapnya penuh ancaman. Nasib bawahan dan tak punya kuasa, harus tunduk atas semua perintah.

Tio hanya dapat mengangguk patuh, semua ia lakukan demi melindungi keluarganya. Seharusnya sahabatnya itu dimakamkan dengan upacara penghormatan, sebab gugur dalam membela hak dan keadilan, tapi semua harus terkubur, seperti Arjuna yang terkubur tak berbekas, tak ada jasa yang akan dikenang.

* * *

"Sabill, kamu sudah bangun, Nak?" tanya Sintya dengan raut khawatir yang begitu kentara. Sintya membantu mengangkat kepala Sabillah yang berada dipahanya.

Sabillah menatapa sekeliling, mereka sedang dalam perjalanan pulang, matanya kembali mengembun, mengingat jika suaminya kini telah tiada, dan mereka baru saja pulang dari pemakaman suaminya.

"Kita meninggalkan mas Arjuna sendiri, Ma?" lirihnya dengan suara bergetar.

"Ikhlaskan sayang. Sekarang dia sudah berada ditempat yang nyaman, dan berkumpul dengan orang tuanya."

Mata Sabillah tak bisa menghentikan bulir yang mengalir deras, dia meraba perutnya yang masih besar. Malang sekali nasibnya kembali akan melahirkan seorang diri, tanpa sosok pendamping disisinya, dan tak akan pernah bersama lagi.

Didepan mereka, Eka duduk dipangkuan pak Sofyan, menghadap belakang, melihat kerapuhan ibunya, Eka memalingkan wajah. Sisulung yang sejak awal tahu jika laki-laki yang paling dekat dan ia sayangi pergi meninggalkan mereka untuk selamanya memilih diam. Tak ada yang tahu, jika hatinya begitu hancur, diotaknya mengulang dan mengingat sehari sebelum kepergian ayahnya.

Ia yang menemani Arjuna saat itu, melihat Arjuna berdebat dan dimarahi dua orang yang ia lihat dipemakaman tadi, percakapan Arjuna dengan laki-laki bernama Tio, semua terekam jelas dikepalanya. Ia akan mengingat itu, hingga waktunya tiba ia akan mencari tahu semuanya. Bicara sekarangpun, rasanya percuma, tak akan ada yang percaya dan memahami apa yang dikatakannya.

Sampai dirumah, Sabillah melihat puluhan karangan bunga memenuhi halaman rumahnya, dari wali kota, kepala kepolisian setempat, para pejabat, dan nama yang dilewati Sabillah, atas nama Adrian Mangku Kusumo.

Hari pertama kepergian Arjuna, rumah Sabillah masih ramai oleh kerabat, tetangga, serta saudara Arjuna dari jauh. Berita kepergian Arjuna yang meninggal secara mendadak karena kecelakaan, membuat bukan hanya Sabillah yang terpukul, tapi juga para tetangga, kerabat, juga teman-teman Arjuna.

Sabillah masih bisa tersenyum, melihat Arial tertawa girang di goda dan bermain dengan anak dari kakak Arjuna, sejenak Sabill dan anaknya lupa pada Arjuna. Tapi tidak dengan si sulung. Ia pura-pura tidur, dan menyendiri dikamar, memeluk figura ayahnya dengan air mata yang mengalir yang ia tahan sejak tadi.

"Eka kangen Bapak," lirihnya memeluk erat figura berukuran 10' berbingkai keemasan itu.

Malam beranjak, kerabat Arjuna, dan orang tua Sabillah sudah tenggelam dialam mimpi mereka. Sebagian lampu rumah sudah padam, tapi ada seorang wanita yang masih terjaga berselimut jaket yang sering Arjuna pakai saat akan pergi bertugas.

Sabillah memilih tidur di kamar anak-anaknya, karena ia tak sanggup tidur dikamarnya yang penuh kenangan manis bersama Arjuna.

"Apa aku wanita kuat yang dipilih harus mengalami semua ini, Mas? Kenapa semalam kamu bilang sayang kalau akan meninggalkalkan aku sendiri?" Sabillah menghapus air mata yang tak ada keringnya meski sudah ia tumpahkan sejak pagi.

Masih begitu terasa, saat Arjuna menggenggam tanganya, dan laki-laki itu mengungkapkan perasaanya, mengatakan jika dia menyayangi Sabillah dan jatuh cinta pada Sabillah sejak pandangan pertama.

Sabillah berada di tengah antara Arial dan Eka. "Aku akan mengurus malaikat kita, Mas. Akan meneruskan perjuangan kamu, menjadi ibu dan ayah untuk mereka."

Tiga hari setelah kepergian Arjuna, seorang laki-laki berpakaian serba hitam, topi dan kaca mata hitam, duduk diwarung kopi depan rumah Sabillah, pria itu Adrian.

Adrian setiap hari memantau dari jauh rumah Sabillah. Sangat terlihat jika penghuni rumah itu masih berduka, karena tak terlihat sosok wanita cantik itu keluar rumah, Adrian tak berani menampakkan wajah didepan Sofyan. Sofyan pasti akan menuduhnya yang bukan-bukan, meski sebenarnya ia ingin sekali mendekap, memeluk, dan menghibur Sabillah.

Perpisahan mereka dulu memang menyakitkan, tapi lebih menyakitkan lagi perpisahan dengan Arjuna yang terbilang sangat mendadak.

Adrian mengernyitkan dahi, saat ia melihat Jimmy masuk ke rumah Sabillah. Sudah tiga hari ini Jimmy begitu rajin datang kerumah Sabillah, dengan dalih sebagai teman dekat Arjuna.

"Kurang asem Jimmy." Adrian mengumpat. Hapal betul niat laki-laki mata keranjang itu, dia pasti coba mendekati Sabillah karena ada niat terselubung.

Sejak tadi Adrian mengabaikan puluhan panggilan masuk dari Ajeng, hingga Arthur menghampirinya dan berkata.

"Tuan, Alief dirawat dirumah sakit, kata Ajeng dia terus mengigau menyebut nama, Tuan."

Mendengar laporan anak Ajeng sakit, Adrian langsung menghubungi Ajeng.

"Ajeng, sakit apa Alief?" tanya Adrian tanpa basa-basi.

"Nggak tahu Adrian, kata dokter dia teridentifikasi paru-paru basah," sahut Ajeng, suaranya tergetar karena menangis. "Hasil labnya keluar besok, tapi Alief terus sebut nama kamu, Adrian. Mungkin dia kangen sama kamu."

"Yasudah, aku kesana sekarang."

Terpopuler

Comments

Femmy Femmy

Femmy Femmy

🤣🤣🤣

2024-04-09

0

Femmy Femmy

Femmy Femmy

😭😭😭😭

2024-04-09

0

Widi Widurai

Widi Widurai

tio ya? yg trakhir kali debat

2024-03-15

0

lihat semua
Episodes
1 Gara-gara Kamu
2 Bertanggung Jawab
3 Bulan Madu
4 Bagai Orang Asing
5 Membuatnya Menderita
6 Kekasih Adrian
7 SPIC
8 Tujuh Tahun Kemudian
9 Duda Perjaka
10 Arjuna Bratajaya
11 Ketahuan
12 Ajeng?
13 Setelah Tujuh Tahun Berpisah 1
14 Dua Laki-laki Bertolak Belakang
15 Apa Kabar Mantan Istri?
16 Bertemu Mantan Suami
17 Ikhlas
18 Kehilangan Yang Menyakitkan
19 Terkubur Tak Terkenang
20 Mencari Fakta
21 Kuman dan Virus Pengganggu
22 Permintaan Eka
23 Aku Ayah Dari Anaknya
24 Membuat Janji, Untuk Esok Dan Seterusnya.
25 Takdir
26 Rahasia Besar Ajeng
27 Semakin Nekat
28 Usaha Ajeng
29 Tidak sengaja
30 Draft
31 Perhatian
32 Akulah Pelindung Mu
33 Alam Bawah Sadar
34 Kehilangan Lagi?
35 Perdebatan Yang Menyenangkan
36 Keberuntungan Adrian.
37 Kembalikan Hati Ku Seperti Semula
38 Ingin Diperhatikan
39 Kenyataan Yang Terungkap
40 Janda Anak Banyak
41 Marah Tapi Manja
42 Isi Hati Eka
43 Tidak Lebih Dari Teman
44 Pengganggu
45 Kejutan Tak Terduga
46 Bertemu Mantan
47 Tarik Ulur
48 Mau Om Adlian
49 Bertengkar
50 Sakit
51 Laki-laki Yang Tulus
52 Mulai Membuka Diri
53 Hati Yang Kau Sakiti
54 Mencuri Kecupan
55 Menyerah?
56 Kembali Terluka
57 Memilih Pergi
58 Dua Laki-laki Yang Pergi
59 Frustasi
60 Menikahlah Dengan Om Adrian
61 Jatuh Sakit
62 Kabar Baik
63 Kamu mencintai ku? Jandaku?
64 Pacaran
65 Drama Yang Dibuat Ajeng
66 Tidak Mau Melepaskan
67 Apakah Ini Penebus Dosa?
68 Kepergian Arthur Dan Semua Rahasianya
69 Hebat Dimata Ku Dan Anak-anak Ku
70 Meluluhkan Hati Pak Sofyan
71 Surprise Untuk Sabillah
72 Menguji Adrian
73 Modus Adrian
74 Cobaan Apalagi Ini?
75 Keresahan Eka Yang Sesungguhnya
76 Ayah Yang Baik
77 Perasaan Vania
78 Menemui Ajeng
79 Mengutarakan Perasaan
80 Bimbang
81 Deep Talk
82 Keluarga Empat Sehat, Lima Bersama
83 Batal Honeymoon
84 Vania Mencari Jodoh
85 Jalan-jalan Ke Menara
86 Abang Azam
87 Sinyal Jodoh
88 Vania Yang Baru
89 Drama Anniversary
90 Perhatian Azam
91 Undangan Pernikahan Edo
92 Batal Menikah?
93 Pengantin Pengganti
94 Sah
95 Hujan Ditengah Kemarau
96 Pacaran
97 Tidak Pulang
98 Terbongkar
99 Jadi Janda Dan Duda
100 Circle Janda Duda
101 Statusnya Lajang
102 Mau Langsung Lamar?
103 Makan Malam
104 Pencuri Handal
105 Perjodohan
106 Perjanjian Pranikah
107 Mertua Idaman
108 Rumah Baru
109 Sama-sama Pemalu
110 Ulang Tahun Arjuna
111 Wanita Asing
112 Dokter Itu Vanessa
113 Kebetulan Yang Sangat Kebetulan
114 Terbuka
115 Percakapan Ringan
116 Hamil
117 Kabar Bahagia
118 Azam Mulai Berbohong
119 Harus Bedresh
120 Perjuangan Imam Rumah Tangga
121 Tanganya Kasarr
122 Mencari Tau
123 Vania Hilang
124 Dijodohkan
125 Syarat Bertemu
126 Laki-laki Mirip Azam
127 Mengisi Energi Ala Azam
128 Ngumpul
129 Papa Tiri
130 Kenyataannya
131 Sisi Lain Eka
132 Berakhir Damai
133 Tanggal Cantik
134 Adriane Salsabillah Kusumo
135 Pengumuman Cerita Baru
Episodes

Updated 135 Episodes

1
Gara-gara Kamu
2
Bertanggung Jawab
3
Bulan Madu
4
Bagai Orang Asing
5
Membuatnya Menderita
6
Kekasih Adrian
7
SPIC
8
Tujuh Tahun Kemudian
9
Duda Perjaka
10
Arjuna Bratajaya
11
Ketahuan
12
Ajeng?
13
Setelah Tujuh Tahun Berpisah 1
14
Dua Laki-laki Bertolak Belakang
15
Apa Kabar Mantan Istri?
16
Bertemu Mantan Suami
17
Ikhlas
18
Kehilangan Yang Menyakitkan
19
Terkubur Tak Terkenang
20
Mencari Fakta
21
Kuman dan Virus Pengganggu
22
Permintaan Eka
23
Aku Ayah Dari Anaknya
24
Membuat Janji, Untuk Esok Dan Seterusnya.
25
Takdir
26
Rahasia Besar Ajeng
27
Semakin Nekat
28
Usaha Ajeng
29
Tidak sengaja
30
Draft
31
Perhatian
32
Akulah Pelindung Mu
33
Alam Bawah Sadar
34
Kehilangan Lagi?
35
Perdebatan Yang Menyenangkan
36
Keberuntungan Adrian.
37
Kembalikan Hati Ku Seperti Semula
38
Ingin Diperhatikan
39
Kenyataan Yang Terungkap
40
Janda Anak Banyak
41
Marah Tapi Manja
42
Isi Hati Eka
43
Tidak Lebih Dari Teman
44
Pengganggu
45
Kejutan Tak Terduga
46
Bertemu Mantan
47
Tarik Ulur
48
Mau Om Adlian
49
Bertengkar
50
Sakit
51
Laki-laki Yang Tulus
52
Mulai Membuka Diri
53
Hati Yang Kau Sakiti
54
Mencuri Kecupan
55
Menyerah?
56
Kembali Terluka
57
Memilih Pergi
58
Dua Laki-laki Yang Pergi
59
Frustasi
60
Menikahlah Dengan Om Adrian
61
Jatuh Sakit
62
Kabar Baik
63
Kamu mencintai ku? Jandaku?
64
Pacaran
65
Drama Yang Dibuat Ajeng
66
Tidak Mau Melepaskan
67
Apakah Ini Penebus Dosa?
68
Kepergian Arthur Dan Semua Rahasianya
69
Hebat Dimata Ku Dan Anak-anak Ku
70
Meluluhkan Hati Pak Sofyan
71
Surprise Untuk Sabillah
72
Menguji Adrian
73
Modus Adrian
74
Cobaan Apalagi Ini?
75
Keresahan Eka Yang Sesungguhnya
76
Ayah Yang Baik
77
Perasaan Vania
78
Menemui Ajeng
79
Mengutarakan Perasaan
80
Bimbang
81
Deep Talk
82
Keluarga Empat Sehat, Lima Bersama
83
Batal Honeymoon
84
Vania Mencari Jodoh
85
Jalan-jalan Ke Menara
86
Abang Azam
87
Sinyal Jodoh
88
Vania Yang Baru
89
Drama Anniversary
90
Perhatian Azam
91
Undangan Pernikahan Edo
92
Batal Menikah?
93
Pengantin Pengganti
94
Sah
95
Hujan Ditengah Kemarau
96
Pacaran
97
Tidak Pulang
98
Terbongkar
99
Jadi Janda Dan Duda
100
Circle Janda Duda
101
Statusnya Lajang
102
Mau Langsung Lamar?
103
Makan Malam
104
Pencuri Handal
105
Perjodohan
106
Perjanjian Pranikah
107
Mertua Idaman
108
Rumah Baru
109
Sama-sama Pemalu
110
Ulang Tahun Arjuna
111
Wanita Asing
112
Dokter Itu Vanessa
113
Kebetulan Yang Sangat Kebetulan
114
Terbuka
115
Percakapan Ringan
116
Hamil
117
Kabar Bahagia
118
Azam Mulai Berbohong
119
Harus Bedresh
120
Perjuangan Imam Rumah Tangga
121
Tanganya Kasarr
122
Mencari Tau
123
Vania Hilang
124
Dijodohkan
125
Syarat Bertemu
126
Laki-laki Mirip Azam
127
Mengisi Energi Ala Azam
128
Ngumpul
129
Papa Tiri
130
Kenyataannya
131
Sisi Lain Eka
132
Berakhir Damai
133
Tanggal Cantik
134
Adriane Salsabillah Kusumo
135
Pengumuman Cerita Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!