Bulan Madu

"Bagaimana, apa kalian sudah menentukan kemana kalian akan bulan madu?" tanya nyonya Ninawati pada Sabillah dan Adrian saat sarapan pagi.

"Belum, Ma. Biar Sabillah yang menentukan," jawab Adrian tanpa melihat Sabillah. Melempar masalah pada Sabillah.

"Sabillah sudah tentuin tempat yang akan kami jadikan tempat bulan, madu, Ma," jawab Sabillah, dia tahu jika Adrian pasti akan melempar masalah ini padanya.

"Oh ya? Kemana sayang?"

"Raja Ampat," jawab Sabillah tanpa ragu. Adrian sukses dibuat mengangkat kepalanya mendengar tempat yang dijadikan Sabillah untuk mereka bulan madu, dia mendengus dalam hati, jika wanita ini hanya akan mengantarkan nyata kesana.

"Kamu serius, sayang?" Sabillah mengangguk yakin. Membuat Adrian tersenyum mencibir.

Bukan tanpa alasan Sabillah memilih raja Ampat sebagai tempat bulan madunya, ia sudah memperhitungkan segalanya dengan matang, ia yakin Adrian tidak akan berangkat bersamanya, maka dia memiliki banyak alasan jika nanti mama Adrian menanyakan keberadaan mereka.

"Baik sayang, Mama akan siapkan semuanya, kalian tinggal berangkat saja," kata wanita yang selalu bergaya nyentrik dengan lipstik berwarna terang itu.

Nyonya Ninawati terlihat lebih mudah dari usianya, meski dia suka bermake-up tebal, wajah aslinya sebenarnya lebih cantik dibanding saat ia memakai make-up, dia suka saja berdandan hedon.

Awalnya pilihan Sabillah berbulan madu ke raja Ampat itu mendapat penolakan dari kedua orangtuanya karena masalah keamanan, tapi Sabillah bisa menyakinkan mereka jika Sabillah sangat ingin berbulan madu kesana.

"Mama khawatir kamu kesana, pulang bukannya bawa cucu, tapi tinggal-" Sintya tidak bisa melanjutkan kalimatnya, dia begitu takut.

Pipinya saja kini sudah ditetesi air asin.

Coba mama izinin aku nikah sama, mas Reihan. Mama pasti nggak khawatir tentang keselamatan Sabillah, Ma. Gumam Sabillah.

"Mama tenang saja, Sabillah akan baik-baik saja," sahut Sabillah mengusap bahu sang mama, "ada Adrian yang menjaga Sabillah."

"Tapi perjalanan kesana cukup bahaya sayang."

"Adrian sudah menjamin itu, Ma. Doakan saja, kami baik-baik saja sampai pulang nanti, makanya Adrian tidak ikut kesini, dia sedang meeting bersama orang suruhanya untuk menjaga keamanan saat kami diperjalanan nanti." Bohong Sabillah, dan itu membuat Sintya terharu.

"Benar kan kata Mama, Adrian itu laki-laki yang tepat untuk menjadi suami kamu, coba kalau kamu menikah dengan polisi itu, kamu nggak akan bisa bulan madu kesana, mentok-mentok paling mewah, Bali. Dia nggak sanggup bayar orang buat jaga keamanan kalian, yang ada dia dibayar buat kaga keamanan orang lain."

Sabillah menghela nafas, mamanya selalu saja mencela keburukan Reihan. Padahal dia tidak tahu saja kelakuan menantu pilihannya itu bagai devil, dan dia makan hati karena Adrian lebih mementingkan kekasihnya dibanding dia yang sudah sah menjadi istrinya.

Keberangkatan Sabillah dan Adrian berbulan madu dihantarkan oleh kedua orang tua Adrian dan Sabillah. Mereka tersenyum bahagia melihat Sabillah bergandengan mesra dengan Adrian.

"Kita berhasil menjodohkan mereka ya, Jeng. Meski awalnya mereka menentang, akhirnya mereka saling jatuh cinta juga," ucap mama Sintya pada sang besan.

"Pernah dengar kata pepatah, pilihan orang tua tidak pernah salah? Nah ini dia, pilihan kita tidak salah. Aku baru tahu, Sabillah wanita yang sempurna, bukan hanya cantik dan pintar, tapi dia juga jago masak. Hal yang jarang bisa dilakukan wanita karier seperti Sabillah, kamu hebat mendidik Sabillah, jeng. Terima kasih loh," sahut Nyonya Ninawati memuji kelebihan Sabillah.

"Iya, aku juga nggak tahu anak itu kenapa? Padahal dirumah dia kalau mau minta apa tinggal tunjuk, tapi apa-apa dilakuin sendiri."

"Oh ya, pantes dia mau aku carikan pembantu tidak mau, dia sudah terbiasa mandiri rupanya."

* * *

Sabillah menatap nanar bangku kosong disebelahnya, benar dugaanya jika ini akan terjadi, Adrian tidak akan pergi bulan madu bersamanya, dan memilih menemani kekasihnya.

Satu minggu Sabillah berada disana, ditemani teman lelaki yang Sabillah sewa, dan pintar mengedit gambar.

Selama disana juga, nyonya Ninawati tak bisa menghubunginya, karena faktor sinyal.

"Untung aku punya sahabat pinter kayak kamu, Do. Jadi aku nggak harus pusing-pusing mikirin beginian," kata Sabillah memperhatikan foto ediitan Edo, begitu epic, sempurna, tidak terlihat jika itu hanya sebuah ediitan.

Edo adalah sahabat Sabillah sejak kecil sekaligus teman kerja dikantornya.

"Kasihan banget sih, lo Bill. Cakep, kaya, wanita karir, dapet jodoh laki-laki oon begitu, coba lo ajuin sama orang tua lo, buat jadiin gue menantunya," kata Edo terkekeh, dia kasihan melihat nasib sahabatnya ini.

"Ini kali ya yang dikatakan nggak ada manusia yang sempurna. Hidup lo tuh hampir sempurna, Bill. Tapi enggak sama pasangan lo."

"Jangan pernah bilang dia jodohku ya, dia bukan jodoh ku, aku masih tetap berharap berjodoh dengan mas Reihan."

Sabillah menyandarkan kepalanya di kursi beroda yang ada dikamarnya. Menatap deburan ombak yang saling bekejaran dengan riangnya melalui jendela kamarnya yang langsung memperlihatkan pemandangan indah pantai berpasir putih.

"Kalian masih berhubungan?"

Sabillah menggeleng. "Sejak aku memutuskan menerima perjodohan itu, aku memutuskan hubungan denganya, aku nggak mau kami saling menyakiti," Sabillah menoleh kearah Edo yang duduk disebelahnya. "Aku nggak bisa menjamin kesetiaan disaat aku menikah dengan laki-laki lain. Apalagi perjanjian pernikahan kami hingga dua tahun, itu begitu lama, kita manusia tidak bisa menentukan nasib kita sedetik kedapan, apalagi dua tahun."

"Kenapa bisa selama itu sih, Bill?"

"Sampai si Adrian itu mendapatkan warisan dari kedua orangtuanya, dan dua tahun waktu yang cukup untuk kami mengajukan gugatan, dengan alasan keturunan dan hal lain sebagainya, jadi tak akan ada yang curiga jika pernikahan kami, hanya pernikahan diatas kertas," jawab Sabillah sambil menghela nafas.

Edo hanya menganggukkan kepala, tak bisa berkomentar apa-apa perihal nasib jodoh sahabatnya ini.

Dilain sisi, disaat Sabillah sedang berusaha sendiri agar kebohongan mereka tidak ketahuan oleh orang tua mereka, Adrian sang suami dengan setia menemani seorang wanita cantik yang sudah lima tahun bertahta dihatinya.

Terpopuler

Comments

Femmy Femmy

Femmy Femmy

aduuh ini emak emak taunya hanya merendahkan Sttus orang 🤦

2024-04-08

0

Rachmawati 8281

Rachmawati 8281

semoga suami modelan kaya gitu segera dapat karma ...
lanjoot kak

2023-04-07

0

IKa Mariana

IKa Mariana

Mau2 nya kamu Bill. ngorbanin diri sendiri selama 2 thn...sama aja harga dirimu bukan cm di rendahin tp di injak2 sama laki2 pecundang macam si Reyhan

2023-03-07

0

lihat semua
Episodes
1 Gara-gara Kamu
2 Bertanggung Jawab
3 Bulan Madu
4 Bagai Orang Asing
5 Membuatnya Menderita
6 Kekasih Adrian
7 SPIC
8 Tujuh Tahun Kemudian
9 Duda Perjaka
10 Arjuna Bratajaya
11 Ketahuan
12 Ajeng?
13 Setelah Tujuh Tahun Berpisah 1
14 Dua Laki-laki Bertolak Belakang
15 Apa Kabar Mantan Istri?
16 Bertemu Mantan Suami
17 Ikhlas
18 Kehilangan Yang Menyakitkan
19 Terkubur Tak Terkenang
20 Mencari Fakta
21 Kuman dan Virus Pengganggu
22 Permintaan Eka
23 Aku Ayah Dari Anaknya
24 Membuat Janji, Untuk Esok Dan Seterusnya.
25 Takdir
26 Rahasia Besar Ajeng
27 Semakin Nekat
28 Usaha Ajeng
29 Tidak sengaja
30 Draft
31 Perhatian
32 Akulah Pelindung Mu
33 Alam Bawah Sadar
34 Kehilangan Lagi?
35 Perdebatan Yang Menyenangkan
36 Keberuntungan Adrian.
37 Kembalikan Hati Ku Seperti Semula
38 Ingin Diperhatikan
39 Kenyataan Yang Terungkap
40 Janda Anak Banyak
41 Marah Tapi Manja
42 Isi Hati Eka
43 Tidak Lebih Dari Teman
44 Pengganggu
45 Kejutan Tak Terduga
46 Bertemu Mantan
47 Tarik Ulur
48 Mau Om Adlian
49 Bertengkar
50 Sakit
51 Laki-laki Yang Tulus
52 Mulai Membuka Diri
53 Hati Yang Kau Sakiti
54 Mencuri Kecupan
55 Menyerah?
56 Kembali Terluka
57 Memilih Pergi
58 Dua Laki-laki Yang Pergi
59 Frustasi
60 Menikahlah Dengan Om Adrian
61 Jatuh Sakit
62 Kabar Baik
63 Kamu mencintai ku? Jandaku?
64 Pacaran
65 Drama Yang Dibuat Ajeng
66 Tidak Mau Melepaskan
67 Apakah Ini Penebus Dosa?
68 Kepergian Arthur Dan Semua Rahasianya
69 Hebat Dimata Ku Dan Anak-anak Ku
70 Meluluhkan Hati Pak Sofyan
71 Surprise Untuk Sabillah
72 Menguji Adrian
73 Modus Adrian
74 Cobaan Apalagi Ini?
75 Keresahan Eka Yang Sesungguhnya
76 Ayah Yang Baik
77 Perasaan Vania
78 Menemui Ajeng
79 Mengutarakan Perasaan
80 Bimbang
81 Deep Talk
82 Keluarga Empat Sehat, Lima Bersama
83 Batal Honeymoon
84 Vania Mencari Jodoh
85 Jalan-jalan Ke Menara
86 Abang Azam
87 Sinyal Jodoh
88 Vania Yang Baru
89 Drama Anniversary
90 Perhatian Azam
91 Undangan Pernikahan Edo
92 Batal Menikah?
93 Pengantin Pengganti
94 Sah
95 Hujan Ditengah Kemarau
96 Pacaran
97 Tidak Pulang
98 Terbongkar
99 Jadi Janda Dan Duda
100 Circle Janda Duda
101 Statusnya Lajang
102 Mau Langsung Lamar?
103 Makan Malam
104 Pencuri Handal
105 Perjodohan
106 Perjanjian Pranikah
107 Mertua Idaman
108 Rumah Baru
109 Sama-sama Pemalu
110 Ulang Tahun Arjuna
111 Wanita Asing
112 Dokter Itu Vanessa
113 Kebetulan Yang Sangat Kebetulan
114 Terbuka
115 Percakapan Ringan
116 Hamil
117 Kabar Bahagia
118 Azam Mulai Berbohong
119 Harus Bedresh
120 Perjuangan Imam Rumah Tangga
121 Tanganya Kasarr
122 Mencari Tau
123 Vania Hilang
124 Dijodohkan
125 Syarat Bertemu
126 Laki-laki Mirip Azam
127 Mengisi Energi Ala Azam
128 Ngumpul
129 Papa Tiri
130 Kenyataannya
131 Sisi Lain Eka
132 Berakhir Damai
133 Tanggal Cantik
134 Adriane Salsabillah Kusumo
135 Pengumuman Cerita Baru
Episodes

Updated 135 Episodes

1
Gara-gara Kamu
2
Bertanggung Jawab
3
Bulan Madu
4
Bagai Orang Asing
5
Membuatnya Menderita
6
Kekasih Adrian
7
SPIC
8
Tujuh Tahun Kemudian
9
Duda Perjaka
10
Arjuna Bratajaya
11
Ketahuan
12
Ajeng?
13
Setelah Tujuh Tahun Berpisah 1
14
Dua Laki-laki Bertolak Belakang
15
Apa Kabar Mantan Istri?
16
Bertemu Mantan Suami
17
Ikhlas
18
Kehilangan Yang Menyakitkan
19
Terkubur Tak Terkenang
20
Mencari Fakta
21
Kuman dan Virus Pengganggu
22
Permintaan Eka
23
Aku Ayah Dari Anaknya
24
Membuat Janji, Untuk Esok Dan Seterusnya.
25
Takdir
26
Rahasia Besar Ajeng
27
Semakin Nekat
28
Usaha Ajeng
29
Tidak sengaja
30
Draft
31
Perhatian
32
Akulah Pelindung Mu
33
Alam Bawah Sadar
34
Kehilangan Lagi?
35
Perdebatan Yang Menyenangkan
36
Keberuntungan Adrian.
37
Kembalikan Hati Ku Seperti Semula
38
Ingin Diperhatikan
39
Kenyataan Yang Terungkap
40
Janda Anak Banyak
41
Marah Tapi Manja
42
Isi Hati Eka
43
Tidak Lebih Dari Teman
44
Pengganggu
45
Kejutan Tak Terduga
46
Bertemu Mantan
47
Tarik Ulur
48
Mau Om Adlian
49
Bertengkar
50
Sakit
51
Laki-laki Yang Tulus
52
Mulai Membuka Diri
53
Hati Yang Kau Sakiti
54
Mencuri Kecupan
55
Menyerah?
56
Kembali Terluka
57
Memilih Pergi
58
Dua Laki-laki Yang Pergi
59
Frustasi
60
Menikahlah Dengan Om Adrian
61
Jatuh Sakit
62
Kabar Baik
63
Kamu mencintai ku? Jandaku?
64
Pacaran
65
Drama Yang Dibuat Ajeng
66
Tidak Mau Melepaskan
67
Apakah Ini Penebus Dosa?
68
Kepergian Arthur Dan Semua Rahasianya
69
Hebat Dimata Ku Dan Anak-anak Ku
70
Meluluhkan Hati Pak Sofyan
71
Surprise Untuk Sabillah
72
Menguji Adrian
73
Modus Adrian
74
Cobaan Apalagi Ini?
75
Keresahan Eka Yang Sesungguhnya
76
Ayah Yang Baik
77
Perasaan Vania
78
Menemui Ajeng
79
Mengutarakan Perasaan
80
Bimbang
81
Deep Talk
82
Keluarga Empat Sehat, Lima Bersama
83
Batal Honeymoon
84
Vania Mencari Jodoh
85
Jalan-jalan Ke Menara
86
Abang Azam
87
Sinyal Jodoh
88
Vania Yang Baru
89
Drama Anniversary
90
Perhatian Azam
91
Undangan Pernikahan Edo
92
Batal Menikah?
93
Pengantin Pengganti
94
Sah
95
Hujan Ditengah Kemarau
96
Pacaran
97
Tidak Pulang
98
Terbongkar
99
Jadi Janda Dan Duda
100
Circle Janda Duda
101
Statusnya Lajang
102
Mau Langsung Lamar?
103
Makan Malam
104
Pencuri Handal
105
Perjodohan
106
Perjanjian Pranikah
107
Mertua Idaman
108
Rumah Baru
109
Sama-sama Pemalu
110
Ulang Tahun Arjuna
111
Wanita Asing
112
Dokter Itu Vanessa
113
Kebetulan Yang Sangat Kebetulan
114
Terbuka
115
Percakapan Ringan
116
Hamil
117
Kabar Bahagia
118
Azam Mulai Berbohong
119
Harus Bedresh
120
Perjuangan Imam Rumah Tangga
121
Tanganya Kasarr
122
Mencari Tau
123
Vania Hilang
124
Dijodohkan
125
Syarat Bertemu
126
Laki-laki Mirip Azam
127
Mengisi Energi Ala Azam
128
Ngumpul
129
Papa Tiri
130
Kenyataannya
131
Sisi Lain Eka
132
Berakhir Damai
133
Tanggal Cantik
134
Adriane Salsabillah Kusumo
135
Pengumuman Cerita Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!