Bertanggung Jawab

Dirumah pengantin baru itu, hanya terdengar suara dentingan sendok yang beradu dengan piring. Penghuninya sedang menikmati santap malam mereka di meja makan yang panjang dengan sajian menu spesial masakan hasil tangan menantu idaman.

Muka si lelaki terlihat ditekuk dalam, sangat tak enak dipandang. Dia kesal, karena seharusnya dia pulang kerumah Ajeng, kekasihnya. Terpaksa harus pulang, sang mama menelepon, mengatakan jika sudah dirumahnya, dan menginap.

Dia makin tak mood, dikala sang mama memuji masakan wanita yang tak ingin dia anggap istri, memang enak, tapi dia yakin jika itu bukan hasil masakan wanita yang ia sebut penyebab penghancur masa depan kekasihnya.

Pasti beli di restoran, gumamnya. Dia bekerja sama dengan mamanya untuk menipunya.

"Gimana, masakan Sabillah enak kan, Adrian? Kamu beruntung bisa memperistri Sabillah, bukan cuma cantik, dia pekerja keras, dan bisa melakukan semuanya," kata nyonya Ninawati memuji kelebihan Sabillah.

"Bukan seperti-"

"Ma," potong Adrian, dia tahu apa yang ingin dikatakan mamanya. Nyonya Ninawati langsung bungkam, dia melirik Sabillah yang nampak cuek dengan obrolan mereka.

Adrian melanjutkan makanya, dua ingin cepat menghabiskan makananya, tak betah harus berlama-lama satu meja dengan wanita yang membuatnya muak.

"Adrian, tadi Mama sudah bilang pada Sabillah, jika Mama akan menginap disini sampai kalian menentukan akan bulan madu dimana?" Adrian langsung menatap mamanya dengan tatapan protes.

"Ma, nggak perlu ada bulan madu."

"Ini demi keharmonisan rumah tangga kalian."

"Ma, ada atau tidaknya bulan madu, tidak mempengaruhi kelanggengan pernikahan seseorang." Adrian menelungkupkan sendoknya, nasinya masih bersisa, tapi Adrian sudah tidak bernafsu makan lagi.

Sabillah dan nyonya Ninawati menatap punggung tegap itu yang meninggalkan mereka.

"Maafkan Adrian, ya Sabillah. Kamu harus sabar."

Sabillah mengangguk. Iya, dia harus bersabar sampai dua tahun lagi.

* * *

"Dasar wanita ular, pintar cari muka. Kamu ngadu ke mama kalau kita tidak sekamar? Iya?" tuduhnya dengan suara tertahan, takut sang mama mendengar pertengkaran mereka.

Sabillah yang baru muncul dari mengambil selimut di ruang wardrobe, mendengus.

"Manusia kalau lahir tidak diadzanin ya begini. Selalu berpikir buruk dengan orang lain," sahut Sabillah acuh, tanpa melihat Adrian. Dia merapikan sofa, bersiap akan tidur disana.

Adrian makin kesal, Sabillah selalu saja menjawab ucapannya. Bukan tipe istri patuh pada suami.

"Beli masakan direstoran mana kamu? Pintar juga mencari rumah makan enak," Adrian nampak menyindir.

Sabillah dengan santai merebahkan tubuhnya di disofa.

"Kalau aku memberi tahu, nanti kamu mencontek," jawab Sabillah menutup tubuhnya dengan selimut, dia malas jika harus berdebat. Sabillah membuka selimutnya lagi, menatap Adrian.

"Tapi kalau tidak suka sama masakanya, halal kok untuk dilepehin," lanjutnya. Adrian mengepalkan tanganya semakin dibuat geram.

"Kenapa tidak tidur dikasur? Tujuan kamu ngadu ke mama, supaya bisa tidur satu ranjang dengan ku, kan? Biar aku menyentuh kamu dan ide bulan madu itu, itu pasti ide kamu," tuduh Adrian masih terus saja bicara, sengaja memancing amarah Sabillah.

Sabillah sontak membuka selimutnya kasar, menatap nyalang Adrian.

"Percuma menjelaskan pada manusia minim akhlak, dan pikirannya dipenuhi kebencian macam Anda ini tuan Adrian terhormat. Kasihan sekali mama anda yang punya sifat begitu baik seperti malaikat, tapi memiliki anak yang sifatnya seperti keturunan iblis," kata Sabillah. Mata Adrian membelalak.

"Jika memang kamu benci saya, jangan bicara lagu, cukup diam. Anggap saya tidak ada, dan biarkan waktu berlalu sampai dua tahun kedepan," lanjut Sabillah dengan dada naik turun, dia hampir terpancing emosi, untuk meredamkanya dia kembali menutup tubuhnya dengan selimut.

Berbalik kini Adrian yang emosi, dia sudah berjalan hendak menghampiri Sabillah, tapi bunyi kencang handponenya membuatnya menghentikan langkah, dan berbalik mengambil hape, mengangkat cepat panggilan setelah tahu siapa yang menghubunginya.

"Iya," jawab Adrian panggilan itu dengan suara sangat lembut. Dia melirik kearah Sabillah sekilas, lalu berjalan menuju balkon.

Didalam selimut, diam-diam Sabillah menguping, tapi sayang suara Adrian perlahan menjauh.

"Maaf, malam ini aku tidak bisa kesana." Masih terdengar samar oleh Sabillah.

Cuma Sabillah tidak menyangka saja jika Adrian bisa bicara selembut itu, dua hari menjadi istri laki-laki itu, Adrian selalu bicara keras padanya, selalu bernada emosi, jika melihat Sabillah bawaannya marah-marah terus.

Kemudian, tak terdengar apa lagi yang suaminya itu bicarakan, Sabillah mencoba memejamkan mata, hari ink dia begitu lelah. Tak lama iapun terpejam dengan sendirinya tak ingin memikirkan Adrian juga.

* * *

Tak sengaja Sabillah terbangun, samar dia masih mendengar suara orang bicara. Sabillah mengangkat tubuhnya, mencari sumber suara. Sabillah melihat pintu balkon terbuka.

Apa Adrian masih bicara ditelepon juga? Betah sekali dia. Sabillah melirik jam yang menempel di dinding, pukul dua dini hari.

"Iya tante, aku akan bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada Ajeng. Beri aku kesempatan tante, aku masih sangat menyayangi dan mencintai Ajeng."

Degh.

Ada sedikit yang mengganjal dihati Sabillah mendengar obrolan Adrian. Tapi Sabillah coba menepis itu.

"Iya tante, Adrian secepat mungkin menceraikan wanita itu."

Sabillah tersenyum miris, sepertinya, suaminya itu tak sudi menyebut namanya. Dan Sabillah juga bisa menangkap, jika mereka akan bercerai, sebelum dua tahun seperti yang telah mereka sepakati.

Terpopuler

Comments

Femmy Femmy

Femmy Femmy

betul itu.sabillah🤣🤣

2024-04-08

0

Femmy Femmy

Femmy Femmy

baik buruknya seseorang jangan selalu membandingkan Nyonya..

2024-04-08

0

Rachmawati 8281

Rachmawati 8281

laki-laki ga bersyukur, punya istri baik malah disia" kan ...
lanjoot kak

2023-04-07

0

lihat semua
Episodes
1 Gara-gara Kamu
2 Bertanggung Jawab
3 Bulan Madu
4 Bagai Orang Asing
5 Membuatnya Menderita
6 Kekasih Adrian
7 SPIC
8 Tujuh Tahun Kemudian
9 Duda Perjaka
10 Arjuna Bratajaya
11 Ketahuan
12 Ajeng?
13 Setelah Tujuh Tahun Berpisah 1
14 Dua Laki-laki Bertolak Belakang
15 Apa Kabar Mantan Istri?
16 Bertemu Mantan Suami
17 Ikhlas
18 Kehilangan Yang Menyakitkan
19 Terkubur Tak Terkenang
20 Mencari Fakta
21 Kuman dan Virus Pengganggu
22 Permintaan Eka
23 Aku Ayah Dari Anaknya
24 Membuat Janji, Untuk Esok Dan Seterusnya.
25 Takdir
26 Rahasia Besar Ajeng
27 Semakin Nekat
28 Usaha Ajeng
29 Tidak sengaja
30 Draft
31 Perhatian
32 Akulah Pelindung Mu
33 Alam Bawah Sadar
34 Kehilangan Lagi?
35 Perdebatan Yang Menyenangkan
36 Keberuntungan Adrian.
37 Kembalikan Hati Ku Seperti Semula
38 Ingin Diperhatikan
39 Kenyataan Yang Terungkap
40 Janda Anak Banyak
41 Marah Tapi Manja
42 Isi Hati Eka
43 Tidak Lebih Dari Teman
44 Pengganggu
45 Kejutan Tak Terduga
46 Bertemu Mantan
47 Tarik Ulur
48 Mau Om Adlian
49 Bertengkar
50 Sakit
51 Laki-laki Yang Tulus
52 Mulai Membuka Diri
53 Hati Yang Kau Sakiti
54 Mencuri Kecupan
55 Menyerah?
56 Kembali Terluka
57 Memilih Pergi
58 Dua Laki-laki Yang Pergi
59 Frustasi
60 Menikahlah Dengan Om Adrian
61 Jatuh Sakit
62 Kabar Baik
63 Kamu mencintai ku? Jandaku?
64 Pacaran
65 Drama Yang Dibuat Ajeng
66 Tidak Mau Melepaskan
67 Apakah Ini Penebus Dosa?
68 Kepergian Arthur Dan Semua Rahasianya
69 Hebat Dimata Ku Dan Anak-anak Ku
70 Meluluhkan Hati Pak Sofyan
71 Surprise Untuk Sabillah
72 Menguji Adrian
73 Modus Adrian
74 Cobaan Apalagi Ini?
75 Keresahan Eka Yang Sesungguhnya
76 Ayah Yang Baik
77 Perasaan Vania
78 Menemui Ajeng
79 Mengutarakan Perasaan
80 Bimbang
81 Deep Talk
82 Keluarga Empat Sehat, Lima Bersama
83 Batal Honeymoon
84 Vania Mencari Jodoh
85 Jalan-jalan Ke Menara
86 Abang Azam
87 Sinyal Jodoh
88 Vania Yang Baru
89 Drama Anniversary
90 Perhatian Azam
91 Undangan Pernikahan Edo
92 Batal Menikah?
93 Pengantin Pengganti
94 Sah
95 Hujan Ditengah Kemarau
96 Pacaran
97 Tidak Pulang
98 Terbongkar
99 Jadi Janda Dan Duda
100 Circle Janda Duda
101 Statusnya Lajang
102 Mau Langsung Lamar?
103 Makan Malam
104 Pencuri Handal
105 Perjodohan
106 Perjanjian Pranikah
107 Mertua Idaman
108 Rumah Baru
109 Sama-sama Pemalu
110 Ulang Tahun Arjuna
111 Wanita Asing
112 Dokter Itu Vanessa
113 Kebetulan Yang Sangat Kebetulan
114 Terbuka
115 Percakapan Ringan
116 Hamil
117 Kabar Bahagia
118 Azam Mulai Berbohong
119 Harus Bedresh
120 Perjuangan Imam Rumah Tangga
121 Tanganya Kasarr
122 Mencari Tau
123 Vania Hilang
124 Dijodohkan
125 Syarat Bertemu
126 Laki-laki Mirip Azam
127 Mengisi Energi Ala Azam
128 Ngumpul
129 Papa Tiri
130 Kenyataannya
131 Sisi Lain Eka
132 Berakhir Damai
133 Tanggal Cantik
134 Adriane Salsabillah Kusumo
135 Pengumuman Cerita Baru
Episodes

Updated 135 Episodes

1
Gara-gara Kamu
2
Bertanggung Jawab
3
Bulan Madu
4
Bagai Orang Asing
5
Membuatnya Menderita
6
Kekasih Adrian
7
SPIC
8
Tujuh Tahun Kemudian
9
Duda Perjaka
10
Arjuna Bratajaya
11
Ketahuan
12
Ajeng?
13
Setelah Tujuh Tahun Berpisah 1
14
Dua Laki-laki Bertolak Belakang
15
Apa Kabar Mantan Istri?
16
Bertemu Mantan Suami
17
Ikhlas
18
Kehilangan Yang Menyakitkan
19
Terkubur Tak Terkenang
20
Mencari Fakta
21
Kuman dan Virus Pengganggu
22
Permintaan Eka
23
Aku Ayah Dari Anaknya
24
Membuat Janji, Untuk Esok Dan Seterusnya.
25
Takdir
26
Rahasia Besar Ajeng
27
Semakin Nekat
28
Usaha Ajeng
29
Tidak sengaja
30
Draft
31
Perhatian
32
Akulah Pelindung Mu
33
Alam Bawah Sadar
34
Kehilangan Lagi?
35
Perdebatan Yang Menyenangkan
36
Keberuntungan Adrian.
37
Kembalikan Hati Ku Seperti Semula
38
Ingin Diperhatikan
39
Kenyataan Yang Terungkap
40
Janda Anak Banyak
41
Marah Tapi Manja
42
Isi Hati Eka
43
Tidak Lebih Dari Teman
44
Pengganggu
45
Kejutan Tak Terduga
46
Bertemu Mantan
47
Tarik Ulur
48
Mau Om Adlian
49
Bertengkar
50
Sakit
51
Laki-laki Yang Tulus
52
Mulai Membuka Diri
53
Hati Yang Kau Sakiti
54
Mencuri Kecupan
55
Menyerah?
56
Kembali Terluka
57
Memilih Pergi
58
Dua Laki-laki Yang Pergi
59
Frustasi
60
Menikahlah Dengan Om Adrian
61
Jatuh Sakit
62
Kabar Baik
63
Kamu mencintai ku? Jandaku?
64
Pacaran
65
Drama Yang Dibuat Ajeng
66
Tidak Mau Melepaskan
67
Apakah Ini Penebus Dosa?
68
Kepergian Arthur Dan Semua Rahasianya
69
Hebat Dimata Ku Dan Anak-anak Ku
70
Meluluhkan Hati Pak Sofyan
71
Surprise Untuk Sabillah
72
Menguji Adrian
73
Modus Adrian
74
Cobaan Apalagi Ini?
75
Keresahan Eka Yang Sesungguhnya
76
Ayah Yang Baik
77
Perasaan Vania
78
Menemui Ajeng
79
Mengutarakan Perasaan
80
Bimbang
81
Deep Talk
82
Keluarga Empat Sehat, Lima Bersama
83
Batal Honeymoon
84
Vania Mencari Jodoh
85
Jalan-jalan Ke Menara
86
Abang Azam
87
Sinyal Jodoh
88
Vania Yang Baru
89
Drama Anniversary
90
Perhatian Azam
91
Undangan Pernikahan Edo
92
Batal Menikah?
93
Pengantin Pengganti
94
Sah
95
Hujan Ditengah Kemarau
96
Pacaran
97
Tidak Pulang
98
Terbongkar
99
Jadi Janda Dan Duda
100
Circle Janda Duda
101
Statusnya Lajang
102
Mau Langsung Lamar?
103
Makan Malam
104
Pencuri Handal
105
Perjodohan
106
Perjanjian Pranikah
107
Mertua Idaman
108
Rumah Baru
109
Sama-sama Pemalu
110
Ulang Tahun Arjuna
111
Wanita Asing
112
Dokter Itu Vanessa
113
Kebetulan Yang Sangat Kebetulan
114
Terbuka
115
Percakapan Ringan
116
Hamil
117
Kabar Bahagia
118
Azam Mulai Berbohong
119
Harus Bedresh
120
Perjuangan Imam Rumah Tangga
121
Tanganya Kasarr
122
Mencari Tau
123
Vania Hilang
124
Dijodohkan
125
Syarat Bertemu
126
Laki-laki Mirip Azam
127
Mengisi Energi Ala Azam
128
Ngumpul
129
Papa Tiri
130
Kenyataannya
131
Sisi Lain Eka
132
Berakhir Damai
133
Tanggal Cantik
134
Adriane Salsabillah Kusumo
135
Pengumuman Cerita Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!