Apa Kabar Mantan Istri?

Siang ini, Jimmy mengajak Adrian kembali bertemu, awalnya Adrian menolak, tapi karena ini ada hubungannya dengan bisnis, Adrian akhirnya menemui sahabat yang akan menjebaknya malam itu.

Dengan kaca mata hitam mahal yang bertengger di hidung yang mirip prosotan anak tk itu. Diikuti Arthur, Adrian masuk ke dalam coffeshop yang ada disebuah mall disana. Adrian menyadari jika dia menjadi pusat perhatian para kaum hawa, itu hal biasa baginya.

"Wuihh, duda keren." Jimmy berdiri menyambut kedatangan Adrian. "Aku rasa, ada presiden lewat juga para cewek-cewek itu nggak akan berpaling dari ketampanan seorang Adrian Mangku Kusumo."

Dibalik kaca mata hitamnya, Adrian merotasikan matanya malas.

"Langsung ke intiinya, kita bahas pekerjaan saja." Adrian duduk dihadapan Jimmy, membuka kacamatanya.

"Oke." Jimmy meminta ipad pada sekretarisnya. "Total projeck yang ada disini, dalam waktu enam bulan kedepan, kita harus selesai paling sedikit 1000 site dari 2030 total site yang ada. Belum ada penambahan signifikan dari tahun 2018 sampai sekarang, datanya akan dikirim sekretaris ku ke sekretaris mu nanti." Jimmy menjelaskan.

"Jika lebih dari target, aku meminta dua puluh persen dari bonus yang akan didapat. Jika setuju, kamu harus tanda tangan disini." Jimmy meminta dokumen dari sekretarisnya, meletakkan diatas meja. "Bisa kamu pelajari dulu."

Arthur sigap mengambilnya dan membacanya. Tak lama Arthur membisikkan sesuatu pada Adrian.

Adrian menatap Jimmy, tatapan yang membuat Jimmy merinding.

"Ahh, bisa kamu ganti jika tidak setuju. Aku hanya mengajukan saja, pemilik kuasa tetap kamu yang memiliki dana."

Jimmy melirik Arthur, kenapa cepat sekali sekretaris Adrian itu mengambil keputusan, apa dia memiliki otak kalkulator?

"Aku minta bantuan lobby dari mu. Karena aku tahu kamu banyak memiliki rekanan di Cina, agar tidak ada keterlambatan barang, karena pengerjaany benar-benar harus dikebut."

"Kamu dengar Arthur? Kamu harus mengurus itu."

"Baik, Tuan." Arthur membungkukkan badan.

"Kami sudah menyiapkan seratus tim profesional. Pihak kami meminta tambahan dana diawal, untuk biaya operasional dan lain sebagainya." Adrian lagi-lagi hanya melirik Jimmy dengan tatapan yang menghunus, "kamu tahu biaya hidup disini mahal, aku hanya membela para karyawan yang dari luar kota, mereka harus menyalakan dua dapur." Jimmy memberi alasan yang masuk akal yang berhasil membuat Adrian menghela nafas.

"Nanti akan diurus jika kamu telah mengajukan pada bagian keuangan."

Jimmy tersenyum. "Ini yang membuat aku senang bekerja sama dengan mu kawan."

Adrian mendengus. "Kawan yang akan menjebak."

Jimmy mengerti arah perkataan Adrian.

"Wait, bukan aku menjebak, kawan. Aku malah berbaik hati membantu mu untuk cepat moveon dari pesona mantan istri."

"Bullshitt. Jika saja semalam terjadi sesuatu padaku, jangan harap kerja sama ini akan berlangsung."

"Ya, ya, ya. Aku tahu kamu punya sekretaris yang bisa diandalkan dalam segala hal. Dia pasti menyelamatkan mu."

Adrian tak lagi menyahut, dia bangkit dari duduknya. "Urusan kita selesai, aku harus kembali."

"Tunggu dulu," Jimmy mencegah. "Kita ada tamu yang belum datang."

Adrian mengernyitkan dahi. "Aku tidak membuat janji dengan siapapun. Tunggulah tamu mu."

Namun saat Adrian baru berdiri, sosok Arjuna datang menggandeng anak sulungnya, Nurlaeka.

"Adrian, kamu sudah mau pulang? Maaf terlambat, princess kecil ku merengek ingin ikut."

Adrian menahan nafas, ia menipiskan bibir menahan geram pada Jimmy, temanya itu sengaja mempertemukan mereka, padahal tahu Adrian sangat menghindari suami mantan istrinya.

"Maaf Tuan Adrian, kita ada pertemuan lagi dengan rekan dari Cina." Arthur tahu Adrian pasti tidak suka dengan pertemuan ini.

"Tidak apa, kita masih punya waktu satu jam lagi." Adrian tersenyum pada Arjuna.

"Kamu yakin tidak apa-apa, Tuan?" Arthur berbisik.

"Pergilah cari makan siang. Aku akan makan siang dengan teman-teman ku." Adrian mengatakan jika dia baik-baik saja.

Arthurpun mengangguk, dia kemudian undur diri, meski ragu Adrian akan bisa menahan diri, tapi Arthur yakin atasanya itu tidak mungkin mempermalukan diri didepan suami mantan istrinya.

* * *

Adrian terus menatap wajah cantik putri kecil mantan istrinya. Gadis itu nampak pintar, lucu, dan cerewet seperti Sabillah. Gadis berpipi tembam, dengan wajah yang begitu mirip dengan Arjuna itu terlihat begitu dekat dengan Arjuna, sangat terlihat, apapun yang ia inginkan, gadis kecil itu selalu meminta pada ayahnya. Tanpa terasa sudut bibir Adrian mengembang, membayangkan jika itu anaknya dengan Sabillah, pasti putri mereka akan selucu itu.

"Aku duda dua kali, sekarang lagi cari yang ketiga. Kalau ada, mungkin istri mu punya teman yang bisa dikenalkan dengan ku." Jimmy berkata sambil melirik Adrian, sangat terlihat jika Jimmy sengaja memancing obrolan yang membuat Adrian marah.

Tapi sebisa mungkin Adrian menahan emosinya.

Arjuna terkekeh menanggapi perkataan Jimmy. "Istri ku nggak punya teman dekat. Dia termasuk sosok yang sulit bergaul. Dengan ibu-ibu bhayangkari saja dia ikut seperlunya," jawab Arjuna sambil membersihkan mulut sang putri yang belepotan karena makan es krim.

"Kenal dimana istri cantik begitu? Kenalin lah kalau ada yang bening-bening. Kayaknya istri kamu juga bukan cuma cantik, tapi setia, sayang keluarga."

Jengah dengan pertanyaan Jimmy yang seolah memang sengaja menyindir dirinya, tapi ia juga ingin tahu bagaimana Arjuna bisa bertemu Sabillah.

Adrian sejak tadi lebih banyak diam setelah basa-basi tentang pertanyaan apa kabar, kerja apa, sudah menikah belum? Dia lebih fokus pada gadis kecil yang duduk dipangkuan Arjuna, ada sisi anak itu yang mirip Sabillah, bibir tipisnya yang merah dan banyak bicara.

Adrian suka melihatnya.

"Hahahaha, pertemuan yang nggak disengaja sebenarnya. Waktu itu dia lagi kabur dari mantan suaminya." Ucapan Arjuna membuat fokus Adrian berpindah seutuhnya pada Arjuna. Adrian begitu tertarik, ingin tahu cerita awal mula Sabillah bertemu Arjuna, dan bagaimana Sabillah bisa cepat memutuskan menikah dengan Arjuna.

"Waktu itu aku baru pulang dari kampung setelah ibu ku meninggal, aku lihat istri ku inj menangis dibandara, ternyata dia baru saja kecopetan. Tiket dan uang-uangnya hilang. Mau mengurus semuanya dia malas, karena takut keberadaannya di temukan keluarganya. Jadi aku memberinya tiket untuk kesini, karena dia juga tidak tahu arah tujuannya."

Hati Adrian berdenyut mendengar Sabillah kecopetan, tapi sayang, bukan dia yang menolong Sabillah, tapi dialah penyebab Sabillah pergi dan mengalami kemalangan itu. Adrian melihat wajah Arjuna yang begitu bahagia menceritakan Sabillah, sangat terlihat, jika Arjuna sangat mencintai mantan istrinya itu.

"Awal mula aku melamarnya, dia menolak ku." Lanjut Arjuna bercerita.

"Oh ya, kenapa?" Jimmy menegakkan duduknya ingin tahu. Adrian juga diam-diam penasaran kenapa Sabillah menolak Arjuna, tapi Adrian tahu, karena Sabill bukan wanita sembarangan menerima lamaran seorang laki-laki.

"Karena saat itu dia belum sah ketuk palu, jadi dia meminta aku untuk menunggunya selesai urusan perceraianya dengan mantan suaminya, dan selesai masa iddahnya juga."

Adrian menunduk, Sabillah ternyata jujur tentang satusnya. Adrian menjadi gelisah, akankah Arjuna akan menceritakan jika istrinya janda tapi perawan? Jiak iya, akan semakin senang saja Jimmy mengejeknya nanti.

Tapi sampai akhir cerita, Arjuna sama sekali tidak menyinggung masalah pribadi itu. Hingga Arjuna menjauh, menerima telepon dari seseorang.

Agak lama Arjuna bicara, dan menjauh dari mereka. Adrian coba menyapa anak Sabillah yang sejak tadi menggelitiknya ingin sekali mengendong anak itu.

"Hai, siapa nama kamu?" tanya Adrian mendekati anak Sabillah.

"Kenalan ya bro, sama anak mantan bini."

Adrian menatap tajam Jimmy. "Diamlah, Jim. Atau aku bekukan samua dana yang kamu minta." Jimmy menahan tawanya yang ingin pecah.

"Nurlaeka, Om. Panggil Eka," jawab bocah yang rambutnya dikuncir kuda dua itu. Tetap fokus pada gadgetnya.

"Berapa umur kamu?"

"Tujuh." Menjawab tanpa menatap Adrian. Adrian merasa kesulitan, anak Sabillah persis sifatnya seperti Sabillah selain cerewet, tapi juga jutek. Tapi Adrian suka.

"Maaf semuanya, sepertinya aku harus cabut duluan. Ada urusan mendadak." Arjuna datang dan langsung pamit.

Ada rasa kecewa dalam hati Adrian, belum sempat ia mendekatkan diri pada anak Sabillah, tapi mereka harus berpisah.

Astaga, kenapa jadi seperti ini?

Adrian hanya dapat menatap nanar Arjuna yang menjauh smabil mengendong anaknya.

"Aku juga cabut dulu, terima kasih atas kesan dan pesan yang begitu berkesan hari ini." Adrian menyinggung Jimmy. Jimmy terkekeh dan berdiri.

"Aku cuma ingin kita reunian, Kawan. Pengganti yang tidak jadi kemarin."

Adrian semakin malas saja dengan Jimmy, sialnya dia harus memiliki kerja sama dengan temanya ini. Ingin Adrian memutuskan kerja sama ini, tapi Adrian memikirkan nasib karyawan yang bekerja dengan Jimmy, cukup dulu dia egois, kini dia bisa berpikir lebih dewasa.

* * *

Eka tidak tahu apa yang sedang dibicarakan Bapaknya dengan dua laki-laki yang bertubuh tegap dan berusia lebih tua dari Bapaknya itu. Yang Eka tahu itu atasan ayahnya, karena sejak tadi Eka mendengar Arjuna memanggil kedua lelaki itu dengan panggilan 'Pak Komandan'.

Tapi sepertinya mereka membahas masalah yang serius. Dari jauh otak Eka merekam apa yang ketiga laki-laki dewasa itu lakukan melalui celah pintu yang sedikit terbuka dari tempatnya duduk, dan otaknya merekam dengan sangat kuat, jika dua lelaki itu memarahi Bapaknya.

Ayah itu cinta pertama anak perempuan, dan Eka memiliki ikatan batin yang kuat dengan Arjuna, meski masih kecil, anak itu tak terima melihat sang Bapak yang dimarahi, dan sepertinya, Arjuna dipaksa mengikuti keinginan dua orang itu.

Eka merekam jelas wajah keduanya.

* * *

"Suami mu lama sekali keluarnya, Sabill. Kemana dia?" Sintya bertanya. Menyadari tadi Arjuna berpamitan ingin keluar menemui seorang teman, dan mengajak anak pertamanya.

"Tadi mas Arjuna mengabari, sedang dipanggil pak Komandan, Ma."

"Ribet gini nih kalo jadi bawahan. Harus nurut sama atasan, libur juga nggak ada waktu luang buat keluarga, sampai anak masih kecil dibawa."

Pak Sofyan hanya menghela nafas. Besok dia harus membawa istrinya pulang, sebenarnya dia masih ingin berlama-lama disini, tapi melihat kelakuan istrinya pada anaknya, pak Sofyan jadi kasihan pada Sabillah.

Mungkin Sabillah sudah kebal dengan sifat Sintya, tapi pak Sofyan tak enak pada Arjuna yang tak henti-hentinya disindir istrinya masalah pangkat Arjuna yang masih rendah. Beruntungnya Arjuna menantu yang sabar.

"Ma, Sabill mau keluar cari buah, Mama mau nitip apa?" Sabillah merasa persediaan buah dirumahnya menipis.

"Naik apa kamu keluar?" Bukan menjawab, tapi Sintya malah bertanya.

"Pesan taksi."

"Suami kamu nggak bisa apa bayar supir pribadi buat kamu? Kamu cari deh orang yang mau dijadikan supir, nanti Mama yang bayarin."

"Ma, jangan seperti itu. Sama saja kita menyinggung Arjuna." Pak Sofyan tak setuju dengan ide istrinya.

"Kenapa harus tersinggung? Orang kita bantu dia kok?"

"Tapi kita harus menghargai Arjuna yang ingin membahagiakan anak kita dengan usaha dan caranya sendiri."

"Ih, Papa ini aneh. Masa nggak suka Mama bantu anaknya, ini Mama coba mendekati mereka, Pa." Sintya selalu menyahut ucapan suaminya.

Pak Sofyan yang kesal ingin memarahi Sintya, tapi Sabill lebih dulu bicara.

"Taksinya udah di depan, Sabill keluar dulu ya, Pa, Ma." Pamit Sabillah menggandeng Arial. "Yuk sayang ikut Umak." Sabillah tak menghiraukan lagi mama, papanya yang masih saja berdebat.

Hingga Sabillah masuk kedalam taksi, kedua pasangan suami istri itu masih berdebat.

"Mama bisa nggak sih, kalo bicara dijaga? Kasihan anak menantu kita, Ma. Mereka juga punya perasaan."

"Memangnya Mama ngomong apa? Mama kan bicara apa adanya, sesuai fakta."

Pak Sofyan menggelengkan kepalanya, tak habis pikir dengan pikiran Sintya. "Kita pulang besok pagi, kasihan Arjuna yang selalu kamu sindir-sindir terus."

Sabillah memasukkan macam-macam buah, dan janis makanan ringan untuk keluarga besarnya, saat akan berpindah stan, dan mendorong troli yang ada anaknya didalamnya, tiba-tiba langkahnya terhenti saat maniknya bertemu dengan manik laki-laki tampan yang ada didepanya.

Sabillah ingin menghindar, tapi laki-laki itu menyapa lebih dulu.

"Apa kabar, mantan istri?"

Terpopuler

Comments

SakhaNya

SakhaNya

kira-kira takdir mereka seperti apa ya ....apa Adrian mo jadi pebinor secara anaknya Sabilla otw 3🤔🤔🤔....suer.....kak othor g bisa nerka2 ak🤩🤩

2023-05-05

0

❣️yu_chan❣️

❣️yu_chan❣️

Kalau mau bantu anak itu yang ikhlas Sin,gak usah nyindir" percuma gak dapat pahala malah dapat dosa.
gini" nie kalau orang gak bisa bersyukur selalu merasa jumawa karena belum merasakan yang namanya coba'an.
ehh..salah yang berulah Sintya yang kena getahnya Billa.

sekali" Sintya kasih coba'an lah kk Isma biar gak jumawa mulu.

2023-05-04

1

Erni Rahmah

Erni Rahmah

othor menggantung hatiku😭

2023-05-04

0

lihat semua
Episodes
1 Gara-gara Kamu
2 Bertanggung Jawab
3 Bulan Madu
4 Bagai Orang Asing
5 Membuatnya Menderita
6 Kekasih Adrian
7 SPIC
8 Tujuh Tahun Kemudian
9 Duda Perjaka
10 Arjuna Bratajaya
11 Ketahuan
12 Ajeng?
13 Setelah Tujuh Tahun Berpisah 1
14 Dua Laki-laki Bertolak Belakang
15 Apa Kabar Mantan Istri?
16 Bertemu Mantan Suami
17 Ikhlas
18 Kehilangan Yang Menyakitkan
19 Terkubur Tak Terkenang
20 Mencari Fakta
21 Kuman dan Virus Pengganggu
22 Permintaan Eka
23 Aku Ayah Dari Anaknya
24 Membuat Janji, Untuk Esok Dan Seterusnya.
25 Takdir
26 Rahasia Besar Ajeng
27 Semakin Nekat
28 Usaha Ajeng
29 Tidak sengaja
30 Draft
31 Perhatian
32 Akulah Pelindung Mu
33 Alam Bawah Sadar
34 Kehilangan Lagi?
35 Perdebatan Yang Menyenangkan
36 Keberuntungan Adrian.
37 Kembalikan Hati Ku Seperti Semula
38 Ingin Diperhatikan
39 Kenyataan Yang Terungkap
40 Janda Anak Banyak
41 Marah Tapi Manja
42 Isi Hati Eka
43 Tidak Lebih Dari Teman
44 Pengganggu
45 Kejutan Tak Terduga
46 Bertemu Mantan
47 Tarik Ulur
48 Mau Om Adlian
49 Bertengkar
50 Sakit
51 Laki-laki Yang Tulus
52 Mulai Membuka Diri
53 Hati Yang Kau Sakiti
54 Mencuri Kecupan
55 Menyerah?
56 Kembali Terluka
57 Memilih Pergi
58 Dua Laki-laki Yang Pergi
59 Frustasi
60 Menikahlah Dengan Om Adrian
61 Jatuh Sakit
62 Kabar Baik
63 Kamu mencintai ku? Jandaku?
64 Pacaran
65 Drama Yang Dibuat Ajeng
66 Tidak Mau Melepaskan
67 Apakah Ini Penebus Dosa?
68 Kepergian Arthur Dan Semua Rahasianya
69 Hebat Dimata Ku Dan Anak-anak Ku
70 Meluluhkan Hati Pak Sofyan
71 Surprise Untuk Sabillah
72 Menguji Adrian
73 Modus Adrian
74 Cobaan Apalagi Ini?
75 Keresahan Eka Yang Sesungguhnya
76 Ayah Yang Baik
77 Perasaan Vania
78 Menemui Ajeng
79 Mengutarakan Perasaan
80 Bimbang
81 Deep Talk
82 Keluarga Empat Sehat, Lima Bersama
83 Batal Honeymoon
84 Vania Mencari Jodoh
85 Jalan-jalan Ke Menara
86 Abang Azam
87 Sinyal Jodoh
88 Vania Yang Baru
89 Drama Anniversary
90 Perhatian Azam
91 Undangan Pernikahan Edo
92 Batal Menikah?
93 Pengantin Pengganti
94 Sah
95 Hujan Ditengah Kemarau
96 Pacaran
97 Tidak Pulang
98 Terbongkar
99 Jadi Janda Dan Duda
100 Circle Janda Duda
101 Statusnya Lajang
102 Mau Langsung Lamar?
103 Makan Malam
104 Pencuri Handal
105 Perjodohan
106 Perjanjian Pranikah
107 Mertua Idaman
108 Rumah Baru
109 Sama-sama Pemalu
110 Ulang Tahun Arjuna
111 Wanita Asing
112 Dokter Itu Vanessa
113 Kebetulan Yang Sangat Kebetulan
114 Terbuka
115 Percakapan Ringan
116 Hamil
117 Kabar Bahagia
118 Azam Mulai Berbohong
119 Harus Bedresh
120 Perjuangan Imam Rumah Tangga
121 Tanganya Kasarr
122 Mencari Tau
123 Vania Hilang
124 Dijodohkan
125 Syarat Bertemu
126 Laki-laki Mirip Azam
127 Mengisi Energi Ala Azam
128 Ngumpul
129 Papa Tiri
130 Kenyataannya
131 Sisi Lain Eka
132 Berakhir Damai
133 Tanggal Cantik
134 Adriane Salsabillah Kusumo
135 Pengumuman Cerita Baru
Episodes

Updated 135 Episodes

1
Gara-gara Kamu
2
Bertanggung Jawab
3
Bulan Madu
4
Bagai Orang Asing
5
Membuatnya Menderita
6
Kekasih Adrian
7
SPIC
8
Tujuh Tahun Kemudian
9
Duda Perjaka
10
Arjuna Bratajaya
11
Ketahuan
12
Ajeng?
13
Setelah Tujuh Tahun Berpisah 1
14
Dua Laki-laki Bertolak Belakang
15
Apa Kabar Mantan Istri?
16
Bertemu Mantan Suami
17
Ikhlas
18
Kehilangan Yang Menyakitkan
19
Terkubur Tak Terkenang
20
Mencari Fakta
21
Kuman dan Virus Pengganggu
22
Permintaan Eka
23
Aku Ayah Dari Anaknya
24
Membuat Janji, Untuk Esok Dan Seterusnya.
25
Takdir
26
Rahasia Besar Ajeng
27
Semakin Nekat
28
Usaha Ajeng
29
Tidak sengaja
30
Draft
31
Perhatian
32
Akulah Pelindung Mu
33
Alam Bawah Sadar
34
Kehilangan Lagi?
35
Perdebatan Yang Menyenangkan
36
Keberuntungan Adrian.
37
Kembalikan Hati Ku Seperti Semula
38
Ingin Diperhatikan
39
Kenyataan Yang Terungkap
40
Janda Anak Banyak
41
Marah Tapi Manja
42
Isi Hati Eka
43
Tidak Lebih Dari Teman
44
Pengganggu
45
Kejutan Tak Terduga
46
Bertemu Mantan
47
Tarik Ulur
48
Mau Om Adlian
49
Bertengkar
50
Sakit
51
Laki-laki Yang Tulus
52
Mulai Membuka Diri
53
Hati Yang Kau Sakiti
54
Mencuri Kecupan
55
Menyerah?
56
Kembali Terluka
57
Memilih Pergi
58
Dua Laki-laki Yang Pergi
59
Frustasi
60
Menikahlah Dengan Om Adrian
61
Jatuh Sakit
62
Kabar Baik
63
Kamu mencintai ku? Jandaku?
64
Pacaran
65
Drama Yang Dibuat Ajeng
66
Tidak Mau Melepaskan
67
Apakah Ini Penebus Dosa?
68
Kepergian Arthur Dan Semua Rahasianya
69
Hebat Dimata Ku Dan Anak-anak Ku
70
Meluluhkan Hati Pak Sofyan
71
Surprise Untuk Sabillah
72
Menguji Adrian
73
Modus Adrian
74
Cobaan Apalagi Ini?
75
Keresahan Eka Yang Sesungguhnya
76
Ayah Yang Baik
77
Perasaan Vania
78
Menemui Ajeng
79
Mengutarakan Perasaan
80
Bimbang
81
Deep Talk
82
Keluarga Empat Sehat, Lima Bersama
83
Batal Honeymoon
84
Vania Mencari Jodoh
85
Jalan-jalan Ke Menara
86
Abang Azam
87
Sinyal Jodoh
88
Vania Yang Baru
89
Drama Anniversary
90
Perhatian Azam
91
Undangan Pernikahan Edo
92
Batal Menikah?
93
Pengantin Pengganti
94
Sah
95
Hujan Ditengah Kemarau
96
Pacaran
97
Tidak Pulang
98
Terbongkar
99
Jadi Janda Dan Duda
100
Circle Janda Duda
101
Statusnya Lajang
102
Mau Langsung Lamar?
103
Makan Malam
104
Pencuri Handal
105
Perjodohan
106
Perjanjian Pranikah
107
Mertua Idaman
108
Rumah Baru
109
Sama-sama Pemalu
110
Ulang Tahun Arjuna
111
Wanita Asing
112
Dokter Itu Vanessa
113
Kebetulan Yang Sangat Kebetulan
114
Terbuka
115
Percakapan Ringan
116
Hamil
117
Kabar Bahagia
118
Azam Mulai Berbohong
119
Harus Bedresh
120
Perjuangan Imam Rumah Tangga
121
Tanganya Kasarr
122
Mencari Tau
123
Vania Hilang
124
Dijodohkan
125
Syarat Bertemu
126
Laki-laki Mirip Azam
127
Mengisi Energi Ala Azam
128
Ngumpul
129
Papa Tiri
130
Kenyataannya
131
Sisi Lain Eka
132
Berakhir Damai
133
Tanggal Cantik
134
Adriane Salsabillah Kusumo
135
Pengumuman Cerita Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!