Bab 13 - Akhirnya Terjadi

Warning! Terdapat adegan dewasa. Kebebasannya bukan untuk ditiru. Kalau nekat meniru, siap-siap kena pasal perzinahan!

...༻◩༺...

Raquel dan Luiz langsung pergi ke klub malam. Mereka terpaksa menyuruh sopir taksi menunggu.

"Puas kau!" timpal Luiz.

"Apanya? Lagi pula aku tidak menyuruh kau ikut," sahut Raquel. Tak acuh.

"Aku terpaksa ikut. Kalau terjadi sesuatu padamu, nanti aku yang kena marah ayah." Luiz memutar bola mata kesal sambil berdecak. Dia dan Raquel segera memasuki klub malam. Suasana gemerlap dunia malam yang bebas langsung menyambut. Lampu penerangan di sana terbilang sangat minim. Raquel dan Luiz jadi kesulitan menemukan Julio.

Luiz sengaja tidak mengalihkan perhatiannya dari Raquel. Dia takut perempuan itu menghilang.

Setelah lelah mencari Julio, Raquel dan Luiz beristirahat sejenak. Mereka duduk di bar dan memesan minuman di sana.

"Kau yakin dia ada di klub ini?" tanya Raquel.

"Ya, mana mungkin aku berbohong. Jelas-jelas titik lokasi Julio ada di sini," jawab Luiz seraya mengedarkan pandangan ke sekitar.

Tanpa diduga, seorang lelaki duduk ke sebelah Raquel. "Hai, namaku Eros. Baru ke sini pertama kali?" ujarnya sok akrab. Memang kebanyakan begitulah sikap orang asing saat di klub malam.

"Maaf, aku datang ke sini bukan untuk bersenang-senang. Aku mencari anakku," kata Raquel. Dia sengaja menyinggung perihal anak agar Eros berhenti mengganggu.

"Oh, jadi kau sudah berkeluarga. Menarik! Jarang-jarang gadis muda sepertimu menikah di usia muda," cetus Eros. Dia semakin mendekat. Lalu perlahan melingkarkan tangan ke pinggul Raquel. "Tapi aku tak masalah kau sudah bersuami atau tidak. Yang jelas kecantikanmu sudah menarik perhatianku," godanya.

"Hey!" Raquel mengerutkan dahi. Dia berusaha melepaskan tangan Eros dari pinggulnya.

Luiz yang sejak tadi menahan diri, akhirnya turun tangan. Dia menghempaskan gelas ke meja. Kemudian menjauhkan tangan Eros dari pinggul Raquel.

"Jangan sentuh dia!" tegas Luiz.

"Kau siapa? Suaminya?" balas Eros.

"Iya, aku suaminya!" Luiz terpaksa berbohong agar Eros menyerah.

"Oh benarkah? Lalu kenapa sejak tadi kau diam saja saat aku merayu wanita itu? Kau pikir aku tidak tahu kalau kau berbohong sekarang? Aku yakin tindakan sok pahlawanmu sekarang adalah salah satu caramu untuk meniduri wanita itu. Oke, ambil saja wanita itu. Dia sepertinya wanita murahan," tukas Eros panjang lebar.

"Keparat!" Luiz tidak tahan. Dia mendaratkan bogem ke wajah Eros. Hal tersebut sontak menarik perhatian banyak orang.

"Berani sekali kau menyebutnya murahan!" geram Luiz.

"Kau tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa sekarang!" sahut Eros. Dia memberikan tinju balasan ke wajah Luiz.

"Ugh!" Luiz terhuyung.

"Luiz!" pekik Raquel cemas. Dia memegangi badan Luiz agar tidak terjatuh.

"Kau pikir kami peduli kau siapa?" ujar Raquel pada Eros. "Kau memang pantas mendapat pukulan keras!" tambahnya.

Tiba-tiba pihak keamanan datang. Sepertinya keributan yang terjadi sudah terdengar oleh mereka.

"Kita harus pergi!" Luiz menarik tangan Raquel. Keduanya melarikan diri karena tidak mau di usir dari klub malam.

"Awas saja kalian!" ancam Eros. Tepat sebelum Raquel dan Luiz belum begitu jauh. Dia segera berhadapan dengan pihak keamanan. Akan tetapi pihak keamanan itu malah tunduk kepadanya. Eros menyuruh pihak keamanan klub malam untuk mengejar Luiz dan Raquel.

Akibatnya, Luiz dan Raquel kesulitan untuk tetap bertahan dari klub. Mereka terus berlari sampai tiba di area parkir bawah tanah. Luiz mengajak Raquel bersembunyi di salah satu mobil yang kebetulan tidak terkunci.

Nafas Raquel dan Luiz tersengal-sengal karena lelah berlari. Keduanya menunduk saat melihat ada pihak keamanan yang datang. Mereka bersembunyi di kursi belakang.

Luiz dan Raquel berhenti menunduk ketika pihak keamanan pergi. Sekarang mereka bisa mendengus lega. Duduk dalam keadaan menyandar ke kursi.

"Apa-apaan itu tadi? Kau tidak terima aku disebut murahan?" celetuk Raquel. Tindakan yang dilakukan Luiz untuk membelanya tadi membuatnya sedikit kagum.

"Seberapa menyebalkannya dirimu, tidak ada yang bisa menepis fakta bahwa kau adalah perempuan baik." Luiz menatap Raquel. Keduanya saling bertukar pandang dalam keadaan sama-sama menyandar.

"Aku ingin menciummu sekarang..." ungkap Raquel.

"Kita selalu begini kalau berduaan di tempat yang sepi. Aku rasa kita tidak akan bisa menahan diri, Raquel..." lirih Luiz. Dia mendekat dan memegangi wajah Raquel. Menatap perempuan itu lebih dekat.

"Kau benar." Raquel mengangguk lemah. Tatapannya dan Luiz sudah saling terkunci. Ciuman di bibir langsung terjadi. Mereka mengawalinya dengan lembut. Namun lama-kelamaan, berubah menjadi intens dan bergairah.

Raquel duduk ke atas pangkuan Luiz. Keduanya tidak berhenti bergulat lidah. Nafas mereka mulai memburu.

Luiz dan Raquel saling bergantian melepas pakaian. Kini mereka sama-sama bertelanjang dada. Lalu mencumbu dada satu sama lain.

"Akh..." Raquel mulai melenguh. Terutama saat mulut Luiz sudah bergumul di perutnya.

"Apa kita akan benar-benar melakukannya sekarang?" tanya Luiz. Merasa kegiatan semakin intim, dia berniat ingin cepat-cepat melepas pakaian yang tersisa.

"Ya... Aku rasa kita tidak bisa menundanya lagi." Raquel mengangguk. Selanjutnya, dia segera melepas pakaian yang tersisa. Begitu pun Luiz.

"Kau punya pengaman bukan?" Raquel memastikan.

"Ya. Aku selalu membawanya di dompetku," jawab Luiz. Dia segera mengambil pengaman dari dompet dan langsung memakainya sebelum penyatuan dilakukan.

Setelah itu, Luiz segera melakukan penyatuan. Demi keamanan, mereka tidak lupa mengunci pintu mobil. Untuk sekarang tidak ada sesuatu yang mengganggu mereka seperti dua percobaan sebelumnya.

Siapa yang menduga? Seorang lelaki berkepala pelontos datang. Dia ternyata adalah pemilik mobil yang di tempati Luiz dan Raquel sekarang.

"What the fuuck! Siapa kalian?! Buka pintunya!" seru pria berkepala pelontos itu. Dia beberapa kali menggedor-gedor kaca jendela mobil. Luiz dan Raquel tentu dibuat kaget akan kehadirannya.

"Teruskan saja!" perintah Raquel. Memilih tak peduli. Dia tidak bisa lagi menunda gairahnya seperti terakhir kali. Terlebih gangguan sekarang lebih mudah di atasi baginya dan Luiz.

"Ya! Tempat ini juga sepi. Dia hanya sendiri." Luiz sependapat dengan Raquel. Keduanya meneruskan kegiatan intim. Mereka meneruskan penyatuan yang hampir gagal dilakukan.

"Oh god, Luiz! Akh!" Penyatuan terjadi, membuat Raquel tidak bisa menahan diri untuk tidak menyerukan kenikmatan yang dirasakan.

"Jujur saja, aku selalu merindukan momen ini bersamamu, Raquel... Aku selalu membayangkannya setiap hari... Hah..." ungkap Luiz. Di sela-sela desaahannya.

"Aaah! Aaah!" sama seperti Raquel, Luiz juga tak bisa menahan diri untuk tidak mengerang. Gairah yang menggebu membuatnya bergerak lebih cepat. Memberikan hentakan kuat untuk Raquel. Hingga tubuh perempuan itu menggelinjang hebat. Peluh bahkan mulai menggerus tubuh dua insan yang tenggelam dalam hasrat tersebut. Sesekali keduanya berciuman dan mencumbu satu sama lain.

"Hei! Aku akan laporkan kalian ke polisi! Dasar anak muda sialan!" Pemilik mobil yang sudah putus asa, sudah tidak tahan. Dia buru-buru memanggil pihak keamanan untuk membantu.

Bodohnya pemilik mobil itu yang lupa membawa kunci saat pergi. Kunci mobil terlihat masih menempel di bawah alat kemudi. Jadi tidak heran Luiz dan Raquel bisa masuk ke dalam dengan mudah. Keduanya masih bersenggama. Menyuarakan lenguhan kenikmatan tanpa henti.

Terpopuler

Comments

JR Rhna

JR Rhna

mobil dari mana thor

2023-05-20

0

Junifa

Junifa

akhirnya terjadi walau di mobil orang 🤣selanjutnya pasti di hotel😆

2023-03-13

4

Aini Chayankx Ahmad N

Aini Chayankx Ahmad N

menyebalkqn kamu raquel.akhirnya nanti bilang tmenyesal.🤮

2023-03-13

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Menikah
2 Bab 2 - Masih Merasa Tak Percaya
3 Bab 3 - Hari Pertama Di Rumah Keluarga Edwardo
4 Bab 4 - Godaan Mantan [Bonus Visual]
5 Bab 5 - Hampir Berciuman
6 Bab 6 - Ingin Pindah
7 Bab 7 - Leche Frita
8 Bab 8 - Perselingkuhan Yang Gagal
9 Bab 9 - Día De Muertos
10 Bab 10 - Usaha Merahasiakan Status
11 Bab 11 - Broken Bed
12 Bab 12 - Pergi Ke Meksiko
13 Bab 13 - Akhirnya Terjadi
14 Bab 14 - Cinta Lama Bersemi Kembali
15 Bab 15 - Tiba Di Kota Della Cruz
16 Bab 16 - Pilihan Raquel
17 Bab 17 - Kamera Yang Terus Merekam
18 Bab 18 - Keadaan Felipe Yang Membaik
19 Bab 19 - Serba Salah
20 Bab 20 - Tertangkap Basah
21 Bab 21 - Gara-Gara Rekaman Tak Disengaja
22 Bab 22 - Kebetulan Yang Salah
23 Bab 23 - Felipe Yang Tergoda
24 Bab 24 - Malam Yang Panas Di Kolam Renang
25 Bab 25 - Belum Siap
26 Bab 26 - Bantuan Luiz
27 Bab 27 - Kecurigaan Felipe
28 Bab 28 - Keputusan Raquel
29 Bab 29 - Pengakuan
30 Bab 30 - Memulai Hidup Baru
31 Bab 31 - Kehadiran Tak Terduga Buah Cinta
32 Bab 32 - Move On
33 Bab 33 - Persiapan
34 Bab 34 - Tidak Berjodoh
35 Bab 35 - Kontraksi
36 Bab 36 - Perselingkuhan Lagi
37 Bab 37 - Cinta Penuh Ambisi
38 Bab 38 - Kabar Bahagia
39 Bab 39 - Merelakan
40 Bab 40 - We Go Down Together [1]
41 Bab 41 - We Go Down Together [2]
42 Bab 42 - Kembali
43 Bab 43 - Menikah
44 Bab 44 - Kematian Felipe
45 Bab 45 - Harta Warisan
46 Bab 46 - Bayi Tertampan [Ending]
47 Novel Impoten : Ritual Bergairah
Episodes

Updated 47 Episodes

1
Bab 1 - Menikah
2
Bab 2 - Masih Merasa Tak Percaya
3
Bab 3 - Hari Pertama Di Rumah Keluarga Edwardo
4
Bab 4 - Godaan Mantan [Bonus Visual]
5
Bab 5 - Hampir Berciuman
6
Bab 6 - Ingin Pindah
7
Bab 7 - Leche Frita
8
Bab 8 - Perselingkuhan Yang Gagal
9
Bab 9 - Día De Muertos
10
Bab 10 - Usaha Merahasiakan Status
11
Bab 11 - Broken Bed
12
Bab 12 - Pergi Ke Meksiko
13
Bab 13 - Akhirnya Terjadi
14
Bab 14 - Cinta Lama Bersemi Kembali
15
Bab 15 - Tiba Di Kota Della Cruz
16
Bab 16 - Pilihan Raquel
17
Bab 17 - Kamera Yang Terus Merekam
18
Bab 18 - Keadaan Felipe Yang Membaik
19
Bab 19 - Serba Salah
20
Bab 20 - Tertangkap Basah
21
Bab 21 - Gara-Gara Rekaman Tak Disengaja
22
Bab 22 - Kebetulan Yang Salah
23
Bab 23 - Felipe Yang Tergoda
24
Bab 24 - Malam Yang Panas Di Kolam Renang
25
Bab 25 - Belum Siap
26
Bab 26 - Bantuan Luiz
27
Bab 27 - Kecurigaan Felipe
28
Bab 28 - Keputusan Raquel
29
Bab 29 - Pengakuan
30
Bab 30 - Memulai Hidup Baru
31
Bab 31 - Kehadiran Tak Terduga Buah Cinta
32
Bab 32 - Move On
33
Bab 33 - Persiapan
34
Bab 34 - Tidak Berjodoh
35
Bab 35 - Kontraksi
36
Bab 36 - Perselingkuhan Lagi
37
Bab 37 - Cinta Penuh Ambisi
38
Bab 38 - Kabar Bahagia
39
Bab 39 - Merelakan
40
Bab 40 - We Go Down Together [1]
41
Bab 41 - We Go Down Together [2]
42
Bab 42 - Kembali
43
Bab 43 - Menikah
44
Bab 44 - Kematian Felipe
45
Bab 45 - Harta Warisan
46
Bab 46 - Bayi Tertampan [Ending]
47
Novel Impoten : Ritual Bergairah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!