Bab 8 - Perselingkuhan Yang Gagal

...༻◩༺...

Nafas Raquel dan Luiz mulai memburu. Mereka tenggelam dalam gairah yang menggebu-gebu. Tangan keduanya tak berhenti menjamah tubuh satu sama lain. Sampai berhenti ke titik paling sensitif. Yaitu alat vital.

"Ini salah..." desis Raquel. Saat ciumannya dan Luiz terhenti. Sebab mereka perlu mengambil nafas agar bisa terus lanjut.

"Justru karena ini salah, gairah kita berdua sama-sama menggila. Ini ciuman terpanas yang pernah kulakukan..." balas Luiz. Disela-sela helaan nafas yang naik turun dengan cepat. Dia kembali melahap bibir Raquel. Tak kuasa menghentikan kegiatan intim yang berlangsung. Jari-jemari Luiz bahkan sudah menyusup ke balik celana dallam Raquel.

Raquel tersudut ke ranjang. Dia dan Luiz menjatuhkan diri ke sana. Luiz dengan sigap melepas celana jeans.

"Luiz!" panggil Raquel yang tak mau menunggu. Dia menarik tangan Luiz. Padahal lelaki itu tengah sibuk melepas celana yang tersisa.

Raquel mendorong Luiz telentang. Mengambil posisi di atas badan lelaki tersebut. Dia kembali memadukan bibirnya dengan mulut Luiz. Bergumam nikmat bersama.

Perlahan tangan Luiz meraih pengait bra yang dikenakan Raquel. Dia berusaha melepas bra tersebut.

Bersamaan dengan itu, suara ketukan dari pintu terdengar.

"Nona Raquel?" orang yang datang adalah Romi. Raquel dan Luiz dapat mengenal jelas suaranya. Mereka sontak gelagapan. Langsung menghentikan kegiatan panas yang sempat terjadi.

Raquel buru-buru mengenakan dress. Sementara Luiz bergegas memakai celana jeansnya.

"Aku akan sembunyi!" seru Luiz. Dia segera masuk ke kamar mandi. Sedangkan Raquel berjalan ke arah pintu. Ia tak lupa merapikan rambutnya yang acak-acakan karena ulah Luiz.

Pintu dibuka oleh Raquel. Wajah lelah Romi langsung menyambut.

"Tuan Felipe menyuruhku untuk memeriksamu. Dia katanya tadi mendengarmu berteriak," ujar Romi.

"Ah, itu. Tadi ada kecoak di kamarku. Tapi sekarang sudah pergi karena bantuan Luiz," sahut Raquel. Jujur saja, dia berupaya keras menutupi nafas yang masih sulit dikontrol.

"Syukurlah kalau begitu." Romi merasa lega.

"Iya, kau bisa beristirahat sekarang. Aku juga ingin segera tidur. Aku nanti akan menjelaskannya pada Tuan Felipe. Apa dia terbangun karena teriakanku?" Raquel menatap penuh tanya.

"Mungkin. Akan lebih baik kau sendiri yang mengatakan langsung bahwa kau baik-baik saja," jawab Romi.

"Ya, kau benar. Aku akan menemuinya kalau begitu." Raquel menutup pintu. Ia segera pergi menemui Felipe ke kamar.

Di waktu yang sama, Luiz menghela nafas panjang. Dia perlahan menengok ke organ intimnya. Alat vital Luiz sedang dalam keadaan berdiri tegak.

"Sial!" rutuk Luiz. Dia tentu sangat ingin bercinta dengan Raquel. Namun logikanya terus menepis kalau itu adalah kesalahan besar. Terlebih sang ayah dalam keadaan sakit sekarang. Luiz tak mau menjadi anak kurang ajar.

"Aku tidak bisa melanjutkannya." Memang sempat terjadi pergolakan batin dalam diri Luiz. Tetapi di akhir dia memilih pergi dari kamar Raquel. Dia akan memanfaatkan keberadaan Agnese yang menunggu di kamarnya. Luiz merasa lebih normal bercinta dengan perempuan itu.

"Agnese!" panggi Luiz sembari masuk ke kamar.

"Luiz!" Agnese langsung merubah posisi menjadi duduk. Dia yang tadinya hampir tertidur, harus kembali terjaga karena kedatangan Luiz.

"Ayo kita lakukan!" ajak Luiz seraya menutup pintu. Lalu segera membuka seluruh celananya.

Agnese tersenyum lebar. Sambil menggigit bibir bawahnya, dia ikut menanggalkan seluruh kain yang menutupi badan.

Luiz langsung mengungkung Agnese ke ranjang. Memberikan pemanasan terlebih dahulu.

"Apa ini berarti kita resmi berpacaran?" tanya Agnese.

"Ya. Kita berpacaran sekarang!" jawab Luiz tanpa berpikir panjang. Dia dan Agnese bercinta malam itu.

Di sisi lain, Raquel baru saja memastikan Felipe tertidur. Dia segera kembali ke kamar. Berpikir Luiz menunggunya di sana. Tetapi lelaki tersebut sudah menghilang.

Raquel menggigit bibir bawahnya. Jujur saja, dia terbawa perasaan dengan sentuhan yang dirinya lakukan bersama Luiz. Alhasil Raquel memutuskan mendatangi kamar lelaki itu.

Bukannya mendapat apa yang diharapkan, Raquel justru mendengar lenguhan pengkhianatan. Semua kamar di mansion memang kedap suara. Namun jika berdiri di depan pintu, masih dapat terdengar suara sayup-sayup dari dalam kamar.

Raquel dapat mendengar suara desahaan Agnese. Wanita itu bahkan sesekali mengelu-elukan nama Luiz.

"Bajingan itu tak pernah berubah!" Raquel cemberut. Dia langsung pergi ke kamarnya sendiri.

...***...

Pagi telah tiba. Raquel sedang sarapan bersama Felipe. Kebetulan Felipe juga mendapat kunjungan dokter kala itu.

Dokter Miguel memberitahu bahwa kesehatan Felipe semakin memburuk. Makanan yang dikonsumsinya harus dijaga.

Sebagai orang yang selalu berada di sisi Felipe, Raquel berusaha mengingat makanan pantangan sang suami. Dia juga tidak lupa memberitahukan para pelayan di rumah.

"Aku kira kau akan semakin membaik. Mengingat kau selalu terlihat bahagia," ucap Raquel. Saat semua orang telah pergi dari kamar.

"Aku bahagia karenamu, Raquel. Mungkin aku divonis sakit sekarang, tapi bukan berarti aku tak percaya dengan keajaiban," tutur Felipe.

"Kau orang paling baik hati yang pernah kutemui," sahut Raquel.

Setelah mengetahui kalau Luiz tidak bersungguh-sungguh dengannya, Raquel berniat ingin membuat dia sendiri jatuh cinta pada Felipe. Dengan begitu dirinya akan melupakan Luiz.

Felipe tersenyum mendengar ucapan Raquel. Tanpa diduga, dia mendapat ciuman di bibir dari perempuan tersebut.

Mata Felipe terbelalak tak percaya. Dia memegang wajah Raquel dan memancarkan binar kekaguman.

"Apa sekarang aku boleh berharap?" tanya Felipe.

"Aku akan membuat diriku terbiasa dan jatuh cinta kepadamu. Tidak peduli dengan seberapa kemungkinan kau akan bertahan dengan penyakitmu. Aku harus yakin kau akan membaik," jawab Raquel.

"Terima kasih..." Felipe merasa terenyuh. Dia segera membiarkan Raquel pergi ke kampus.

Ketika Raquel pergi, maka pelayan yang akan bertugas menjaga Felipe. Tugas mereka tidak hanya mengurus perawatan, tetapi juga membersihkan buang air besar dan kecil Felipe.

Kini Raquel baru keluar dari mansion. Dia melihat Luiz berjalan menuju mobil bersama Agnese. Keduanya saling berangkulan mesra.

"Sepertinya Luiz punya pacar baru," celetuk Julio yang tiba-tiba muncul dari belakang. Raquel lantas menoleh ke arahnya.

"Ya, aku rasa juga begitu." Raquel menanggapi seadanya.

"Ck. Aku yakin paling setelah satu minggu mereka putus. Itu terjadi berulang kali setelah dia putus dengan pacar sutradaranya dulu," ucap Julio. Dia tahu Luiz pernah menjalin hubungan serius dengan seorang perempuan. Meskipun begitu, Julio tidak tahu kalau perempuan itu adalah Raquel. Ibu tiri sekaligus perempuan yang sekarang berdiri di depannya.

Terpopuler

Comments

Aini Chayankx Ahmad N

Aini Chayankx Ahmad N

makanya jangan terlalu berharap raquel,kamu sih terlalu gampang di ajak anu2

2023-03-08

1

Junifa

Junifa

hampir saja 😄 selingkuh mereka berdua

2023-03-08

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Menikah
2 Bab 2 - Masih Merasa Tak Percaya
3 Bab 3 - Hari Pertama Di Rumah Keluarga Edwardo
4 Bab 4 - Godaan Mantan [Bonus Visual]
5 Bab 5 - Hampir Berciuman
6 Bab 6 - Ingin Pindah
7 Bab 7 - Leche Frita
8 Bab 8 - Perselingkuhan Yang Gagal
9 Bab 9 - Día De Muertos
10 Bab 10 - Usaha Merahasiakan Status
11 Bab 11 - Broken Bed
12 Bab 12 - Pergi Ke Meksiko
13 Bab 13 - Akhirnya Terjadi
14 Bab 14 - Cinta Lama Bersemi Kembali
15 Bab 15 - Tiba Di Kota Della Cruz
16 Bab 16 - Pilihan Raquel
17 Bab 17 - Kamera Yang Terus Merekam
18 Bab 18 - Keadaan Felipe Yang Membaik
19 Bab 19 - Serba Salah
20 Bab 20 - Tertangkap Basah
21 Bab 21 - Gara-Gara Rekaman Tak Disengaja
22 Bab 22 - Kebetulan Yang Salah
23 Bab 23 - Felipe Yang Tergoda
24 Bab 24 - Malam Yang Panas Di Kolam Renang
25 Bab 25 - Belum Siap
26 Bab 26 - Bantuan Luiz
27 Bab 27 - Kecurigaan Felipe
28 Bab 28 - Keputusan Raquel
29 Bab 29 - Pengakuan
30 Bab 30 - Memulai Hidup Baru
31 Bab 31 - Kehadiran Tak Terduga Buah Cinta
32 Bab 32 - Move On
33 Bab 33 - Persiapan
34 Bab 34 - Tidak Berjodoh
35 Bab 35 - Kontraksi
36 Bab 36 - Perselingkuhan Lagi
37 Bab 37 - Cinta Penuh Ambisi
38 Bab 38 - Kabar Bahagia
39 Bab 39 - Merelakan
40 Bab 40 - We Go Down Together [1]
41 Bab 41 - We Go Down Together [2]
42 Bab 42 - Kembali
43 Bab 43 - Menikah
44 Bab 44 - Kematian Felipe
45 Bab 45 - Harta Warisan
46 Bab 46 - Bayi Tertampan [Ending]
47 Novel Impoten : Ritual Bergairah
Episodes

Updated 47 Episodes

1
Bab 1 - Menikah
2
Bab 2 - Masih Merasa Tak Percaya
3
Bab 3 - Hari Pertama Di Rumah Keluarga Edwardo
4
Bab 4 - Godaan Mantan [Bonus Visual]
5
Bab 5 - Hampir Berciuman
6
Bab 6 - Ingin Pindah
7
Bab 7 - Leche Frita
8
Bab 8 - Perselingkuhan Yang Gagal
9
Bab 9 - Día De Muertos
10
Bab 10 - Usaha Merahasiakan Status
11
Bab 11 - Broken Bed
12
Bab 12 - Pergi Ke Meksiko
13
Bab 13 - Akhirnya Terjadi
14
Bab 14 - Cinta Lama Bersemi Kembali
15
Bab 15 - Tiba Di Kota Della Cruz
16
Bab 16 - Pilihan Raquel
17
Bab 17 - Kamera Yang Terus Merekam
18
Bab 18 - Keadaan Felipe Yang Membaik
19
Bab 19 - Serba Salah
20
Bab 20 - Tertangkap Basah
21
Bab 21 - Gara-Gara Rekaman Tak Disengaja
22
Bab 22 - Kebetulan Yang Salah
23
Bab 23 - Felipe Yang Tergoda
24
Bab 24 - Malam Yang Panas Di Kolam Renang
25
Bab 25 - Belum Siap
26
Bab 26 - Bantuan Luiz
27
Bab 27 - Kecurigaan Felipe
28
Bab 28 - Keputusan Raquel
29
Bab 29 - Pengakuan
30
Bab 30 - Memulai Hidup Baru
31
Bab 31 - Kehadiran Tak Terduga Buah Cinta
32
Bab 32 - Move On
33
Bab 33 - Persiapan
34
Bab 34 - Tidak Berjodoh
35
Bab 35 - Kontraksi
36
Bab 36 - Perselingkuhan Lagi
37
Bab 37 - Cinta Penuh Ambisi
38
Bab 38 - Kabar Bahagia
39
Bab 39 - Merelakan
40
Bab 40 - We Go Down Together [1]
41
Bab 41 - We Go Down Together [2]
42
Bab 42 - Kembali
43
Bab 43 - Menikah
44
Bab 44 - Kematian Felipe
45
Bab 45 - Harta Warisan
46
Bab 46 - Bayi Tertampan [Ending]
47
Novel Impoten : Ritual Bergairah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!