Bab 5 - Hampir Berciuman

...༻◩༺...

Sepasang tangan menyentuh pundak Luiz. Akibat hal itu, Luiz tersentak kaget.

"Hei!" geram Luiz reflek.

Orang yang sengaja mengagetkan Luiz tidak lain adalah Julio. Dia tergelak puas saat melihat sang kakak terkejut karena ulahnya. Meskipun begitu, Julio harus menerima pukulan di kepala dari Luiz.

"Ouch!" erang Luiz. "Kenapa kau memukulku sangat keras?" protesnya.

"Berhentilah berbuat jahil!" balas Luiz. Keributan yang terjadi di antaranya dan Julio, terdengar oleh Raquel. Perempuan itu lantas menoleh ke arah mereka.

Luiz sendiri tidak tahu kalau Raquel memperhatikannya. Dia sibuk berdebat dengan Julio.

"Lagi pula apa yang kau lakukan di sini? Memata-matai ibu tiri kita?" timpal Julio.

"Jaga mulutmu!" tukas Luiz. Dia segera menoleh ke tempat Raquel berada. Betapa terkejutnya Luiz, saat melihat perempuan tersebut melihat ke arahnya.

"Sial!" rutuk Luiz. Dia buru-buru pergi meninggalkan dapur. Wajahnya memerah padam. Luiz mengira Raquel memergokinya.

"Hei! Kau mau kemana?" tanya Julio heran. Namun Luiz tak menanggapi. Lelaki itu hanya terus melangkah cepat tanpa menoleh ke belakang.

Julio yang tertinggal, mendengus kasar. Lalu menatap Raquel.

"Hai, Mom!" Julio melambaikan tangan dan tersenyum lebar. Berbeda dengan Luiz, dia malah buru-buru menghampiri Raquel ke kolam renang.

"Mau bergabung?" tawar Raquel.

"Apakah boleh?" tanggap Julio.

"Tentu saja. Ini rumahmu kan?" Raquel tampak santai seraya memegang gelas berisi jus jeruk.

"Oke kalau begitu." Julio melepas pakaiannya. Hingga hanya menyisakan celana boxer sepangkal paha. Meski masih berusia 16 tahun, Julio memliki badan yang cukup atletis. Otot perutnya tampak mulai terbentuk.

Byur!

Tanpa pikir panjang, Julio langsung bercebur. Air lantas bercipratan ke wajah Raquel. Perempuan tersebut lantas tertawa kecil.

"Kakakku sepertinya tertarik kepadamu. Kau harus berhati-hati," ujar Julio yang memunculkan kepala di permukaan air.

"Aku rasa orang yang harus aku waspadai di sini itu justru kau," balas Raquel.

Julio terkekeh. "Ya. Aku tidak membantah. Aku mungkin yang termuda di sini. Tapi aku juga lelaki dewasa," ungkapnya sambil mengerlingkan mata.

"Maksudku bukan itu. Aku membicarakan tentang kejahilanmu." Raquel geleng-geleng kepala sambil tersenyum geli. Dia meletakkan gelas ke atas nampan.

"Aku benar-benar sudah cukup dewasa. Aku bahkan sudah tidak perjaka." Julio masih saja membicarakan kedewasaannya.

"Oh my god. Haruskah kau mengatakan itu?" balas Raquel. Mencoba memaklumi budaya remaja di Spanyol zaman sekarang.

"Aku hanya ingin membuktikan kalau aku bukan anak kecil," terang Julio sembari berenang ke hadapan Raquel. Dia terpaku menatap perempuan tersebut. "Perfecto," gumamnya. Mengomentari kecantikan Raquel.

"Apa kau sedang berusaha menggoda ibu tirimu secara terang-terangan?" tukas Raquel.

"Aku hanya mengungkapkan apa yang ada dibenakku." Julio masuk ke dalam air. Dia kembali berniat jahil. Julio diam-diam menarik kedua kaki Raquel yang terjuntai. Hingga perempuan tersebut tercebur ke air.

"Aaarkhh! Julio!" pekik Raquel. Tepat sebelum seluruh badannya masuk ke kolam renang. Dia dan Julio sekarang berada di dalam air.

Raquel yang kesal, langsung berenang mengejar Julio. Hendak memberi remaja itu pelajaran. Akan tetapi Julio dengan cepat berenang menjauhi Raquel.

Dari lantai tiga, Luiz memperhatikan dari balkon. Dia tertarik ingin melihat lagi saat mendengar teriakan Raquel tadi.

"Dasar anak itu," geram Luiz. Kesal pada sang adik yang tampak akrab dengan Raquel.

Julio terlihat tertawa ketika kena tangkapan Raquel. Perempuan itu melingkarkan tangan ke leher Julio. Bukannya kesakitan, Julio justru terkesan seperti menikmati hukuman Raquel.

"Lihat, Mom! Luiz menontonimu lagi!" seru Julio. Dia melihat keberadaan Luiz di balkon. Raquel lantas mendongak seraya melepaskan Julio.

Kali ini Luiz tidak kabur seperti sebelumnya. Dia menunjukkan raut wajah datar.

"Aku memperhatikanmu, Julio!" ucap Luiz berdalih.

"Benarkah?" sahut Julio.

"Apa kau mau berenang juga?" tanya Raquel.

Luiz tidak menanggapi. Dia malah pergi dari balkon. Menghilang ditelan pintu.

"Dia berlagak sok tidak peduli," komentar Julio.

Tak lama kemudian, Luiz muncul. Dia mendekati kolam renang sambil melepas pakaian satu per satu.

Wajah Raquel memerah. Terutama saat bisa melihat badan Luiz yang atletis. Lelaki itu segera bercebur ke kolam renang setelah hanya menyisakan celana pendek.

Raquel menenggak salivanya sendiri. Dia tidak menyangka Luiz akan setuju untuk bergabung di kolam renang. Padahal dirinya tadi hanya berbasa-basi.

"Aku sudah kedinginan. Kalian silahkan nikmati berdua," ujar Raquel sembari berenang menuju tangga.

Untuk yang kesekian kalinya, Raquel kembali ditarik ke dalam air. Namun kali ini oleh orang yang berbeda. Yaitu Luiz.

Saat di dalam air, Raquel berhadapan langsung dengan wajah tampan Luiz. Jantungnya seketika berpacu lebih cepat. Raquel mematung. Bahkan membiarkan Luiz memegang tengkuknya. Lalu perlahan mendekat. Berniat mencium bibir Raquel.

Bertepatan dengan itu, Julio muncul. Luiz sontak mendorong Raquel. Punggung perempuan tersebut menghantam dinding kolam renang.

Julio yang cemas, bergegas membawa Raquel keluar dari air. "Apa kau baik-baik saja?" tanyanya. Saat dia dan Raquel keluar dari permukaan air.

"Hanya sakit sedikit," jawab Raquel sambil memegangi punggungnya.

"Biar kuperiksa," ujar Julio.

"Tidak! Ini bukan apa-apa," tolak Raquel yang langsung beranjak menaiki tangga. Apalagi ketika melihat Luiz baru keluar dari permukaan air.

"Apa-apaan! Kenapa kau mendorongnya sekeras itu!" omel Julio pada Luiz.

"Kau tidak apa-apa?" tanya Luiz seraya mengikuti Raquel. Mengabaikan omelan dari sang adik.

"Raquel!" panggil Luiz sembari memegang pundak Raquel.

"Menjauhlah!" hardik Raquel cemberut. "Percuma aku baik padamu!" tukasnya. Lalu pergi sembari mengenakan bathrobe.

"Dasar penghancur suasana!" cibir Julio yang sudah kehilangan minat berenang. Dia juga pergi dengan membawa pakaiannya.

Luiz menghela nafas panjang. Dia terpaksa keluar dari kolam renang. Membersihkan diri dan mengenakan pakaian. Lalu mendatangi kamar Raquel. Ia memastikan keadaan punggung perempuan itu baik-baik saja.

Pintu dibuka oleh Raquel. Perempuan tersebut menyambut dengan ekspresi merengut.

"Apa kau mau menyerangku lagi?!" timpal Raquel.

"Aku minta maaf soal tadi. Punggungmu baik-baik saja kan?" balas Luiz.

"Ya, tidak terlalu buruk. Jika kepalaku yang terbentur, mungkin saja aku akan terluka." Raquel menyilangkan tangan di depan dada.

"Baguslah kalau kau baik-baik saja. Harusnya kau tadi tidak perlu mengajakku berenang bersama," tukas Luiz.

"Jadi kau menyalahkanku?!" Raquel tersungut.

"Ya. Kau selalu saja bersikap sok cantik dan membuat orang yang kau ajak tak bisa menolak!" sahut Luiz.

Raquel terperangah. "Kau tidak pernah berubah! Selalu saja egois!"

"Bukankah kau yang begitu?!" ucap Luiz dengan nada penuh penekanan. Dulu dia dan Raquel sering bertengkar. Itulah salah satu alasan kenapa mereka beberapa kali putus nyambung.

"Kau sangat menyebalkan! Aku harap tidak akan pernah bertemu denganmu lagi!" timpal Raquel.

"Justru kau yang selalu berusaha membuat pertemuan denganku. Padahal kemarin aku sudah memperingatkanmu untuk menjauh!"

"Hei! Bukankah tadi kau sendiri yang ingin masuk ke kolam renang?!" Raquel mendekat satu langkah ke hadapan Luiz. Matanya menyalang. "Kau bahkan hampir menciumku," cicitnya.

"Apa?! Kau bilang apa?! Aku? Ingin menciummu?" Luiz tercengang. "Aku yakin kau pasti berhalusinasi," sambungnya. Lalu beranjak dari hadapan Raquel.

"Luiz!" Raquel menggeram sambil menghentakkan salah satu kaki ke lantai. Luiz tidak hanya menjadi lelaki yang selalu membuat jantungnya berdebar, tetapi juga kesal bukan kepalang. Mungkin itulah kenapa seringkali cinta dan benci dianggap beda tipis.

..._____...

Catatan Kaki :

Perfecto : Sempurna dalam bahasa Spanyol.

Terpopuler

Comments

Aini Chayankx Ahmad N

Aini Chayankx Ahmad N

seru kak, tapi jangan sampai selingkuh dengan Luiz, terlalu baik bapak nya kak

2023-03-05

0

NatalieLaurentRenes

NatalieLaurentRenes

lanjutannya

2023-03-05

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Menikah
2 Bab 2 - Masih Merasa Tak Percaya
3 Bab 3 - Hari Pertama Di Rumah Keluarga Edwardo
4 Bab 4 - Godaan Mantan [Bonus Visual]
5 Bab 5 - Hampir Berciuman
6 Bab 6 - Ingin Pindah
7 Bab 7 - Leche Frita
8 Bab 8 - Perselingkuhan Yang Gagal
9 Bab 9 - Día De Muertos
10 Bab 10 - Usaha Merahasiakan Status
11 Bab 11 - Broken Bed
12 Bab 12 - Pergi Ke Meksiko
13 Bab 13 - Akhirnya Terjadi
14 Bab 14 - Cinta Lama Bersemi Kembali
15 Bab 15 - Tiba Di Kota Della Cruz
16 Bab 16 - Pilihan Raquel
17 Bab 17 - Kamera Yang Terus Merekam
18 Bab 18 - Keadaan Felipe Yang Membaik
19 Bab 19 - Serba Salah
20 Bab 20 - Tertangkap Basah
21 Bab 21 - Gara-Gara Rekaman Tak Disengaja
22 Bab 22 - Kebetulan Yang Salah
23 Bab 23 - Felipe Yang Tergoda
24 Bab 24 - Malam Yang Panas Di Kolam Renang
25 Bab 25 - Belum Siap
26 Bab 26 - Bantuan Luiz
27 Bab 27 - Kecurigaan Felipe
28 Bab 28 - Keputusan Raquel
29 Bab 29 - Pengakuan
30 Bab 30 - Memulai Hidup Baru
31 Bab 31 - Kehadiran Tak Terduga Buah Cinta
32 Bab 32 - Move On
33 Bab 33 - Persiapan
34 Bab 34 - Tidak Berjodoh
35 Bab 35 - Kontraksi
36 Bab 36 - Perselingkuhan Lagi
37 Bab 37 - Cinta Penuh Ambisi
38 Bab 38 - Kabar Bahagia
39 Bab 39 - Merelakan
40 Bab 40 - We Go Down Together [1]
41 Bab 41 - We Go Down Together [2]
42 Bab 42 - Kembali
43 Bab 43 - Menikah
44 Bab 44 - Kematian Felipe
45 Bab 45 - Harta Warisan
46 Bab 46 - Bayi Tertampan [Ending]
47 Novel Impoten : Ritual Bergairah
Episodes

Updated 47 Episodes

1
Bab 1 - Menikah
2
Bab 2 - Masih Merasa Tak Percaya
3
Bab 3 - Hari Pertama Di Rumah Keluarga Edwardo
4
Bab 4 - Godaan Mantan [Bonus Visual]
5
Bab 5 - Hampir Berciuman
6
Bab 6 - Ingin Pindah
7
Bab 7 - Leche Frita
8
Bab 8 - Perselingkuhan Yang Gagal
9
Bab 9 - Día De Muertos
10
Bab 10 - Usaha Merahasiakan Status
11
Bab 11 - Broken Bed
12
Bab 12 - Pergi Ke Meksiko
13
Bab 13 - Akhirnya Terjadi
14
Bab 14 - Cinta Lama Bersemi Kembali
15
Bab 15 - Tiba Di Kota Della Cruz
16
Bab 16 - Pilihan Raquel
17
Bab 17 - Kamera Yang Terus Merekam
18
Bab 18 - Keadaan Felipe Yang Membaik
19
Bab 19 - Serba Salah
20
Bab 20 - Tertangkap Basah
21
Bab 21 - Gara-Gara Rekaman Tak Disengaja
22
Bab 22 - Kebetulan Yang Salah
23
Bab 23 - Felipe Yang Tergoda
24
Bab 24 - Malam Yang Panas Di Kolam Renang
25
Bab 25 - Belum Siap
26
Bab 26 - Bantuan Luiz
27
Bab 27 - Kecurigaan Felipe
28
Bab 28 - Keputusan Raquel
29
Bab 29 - Pengakuan
30
Bab 30 - Memulai Hidup Baru
31
Bab 31 - Kehadiran Tak Terduga Buah Cinta
32
Bab 32 - Move On
33
Bab 33 - Persiapan
34
Bab 34 - Tidak Berjodoh
35
Bab 35 - Kontraksi
36
Bab 36 - Perselingkuhan Lagi
37
Bab 37 - Cinta Penuh Ambisi
38
Bab 38 - Kabar Bahagia
39
Bab 39 - Merelakan
40
Bab 40 - We Go Down Together [1]
41
Bab 41 - We Go Down Together [2]
42
Bab 42 - Kembali
43
Bab 43 - Menikah
44
Bab 44 - Kematian Felipe
45
Bab 45 - Harta Warisan
46
Bab 46 - Bayi Tertampan [Ending]
47
Novel Impoten : Ritual Bergairah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!