Bab 10 - Usaha Merahasiakan Status

...༻◩༺...

Keberangkatan menuju Meksiko akan dilakukan lusa. Raquel tidak lupa memberitahukan tentang kepergiannya kepada teman-temannya. Perempuan itu terpaksa berbohong mengenai alasan kepergiannya.

"Aku mendapat tiket undian! Ini benar-benar keberuntungan yang datang di waktu sempurna!" cetus Raquel berkilah.

"Ini benar-benar kebetulan yang sempurna. Dengan perginya kau ke sana, kita bisa mendapatkan referensi yang lebih lengkap dan dipercaya," tanggap Andres.

"Ya, kalau perlu sekalian saja kau buat film dokumentasinya sendiri," ujar Reyna.

"Itulah yang aku pikirkan. Aku janji akan membawakan data yang bisa mendukung kita membuat film pendek!" Raquel merasa bersemangat. Ia merasa jalan menuju mimpinya tinggal selangkah lagi.

"Halo, semuanya! Aku ingin mengundang kalian ke pesta ulang tahunku hari ini. Datanglah jam tujuh malam nanti, oke!" seorang perempuan bernama Camilla tiba-tiba datang. Dia segera pergi setelah mengundang Raquel dan kawan-kawan.

"Kau akan pergi bukan?" tanya Andres. Menatap penuh harap. Hal serupa juga tampak dilakukan Reyna.

"Aku tidak tahu. Aku..."

"Ayolah. Apa kau kelelawar? Kenapa kau selalu menolak ajakan kita saat malam hari? Kau sibuk di rumah atau apa?" timpal Reyna dengan tatapan menyelidik.

"Ya, kau bahkan tidak pernah mengajak kami datang ke rumahmu." Andres ikut menimpali.

"Tempatku sangat berantakan dan kecil. A-aku malu mengajak kalian pergi ke sana," dalih Raquel dengan gerakan bola mata yang meliar.

"Kau mengenal aku dan Andres! Kami tidak peduli dengan tempat yang berantakan. Kau pernah tinggal di rumah kontrakan kami bukan? Kau tahu betapa berantakannya rumah itu. Setiap malam kita selalu mendengar suara orang bercinta. Kau dan Luiz pernah melakukannya di sana juga beberapa kali," tukas Reyna. Dia langsung mendapat pukulan di pundak dari Andres.

"Kenapa kau membahas Luiz?" bisik Andres menegur.

"Aku tidak berbohong kan? Aku ingat bagaimana Raquel dan Luiz saat dimabuk cinta dulu," sahut Reyna.

"Bisakah kalian berhenti mengungkit masa laluku? Bukankah kita membicarakan tentang tempat tinggalku?" imbuh Raquel yang merasa risih dengan pembicaraan kedua temannya.

"Maaf..." ungkap Reyna. Merasa tidak enak.

Raquel terdiam sejenak. Dia berpikir akan mencari apartemen kecil untuk dijadikan tempat tinggal palsunya.

"Aku mungkin tidak bisa pergi ke pesta malam ini. Tapi aku akan mengajak kalian ke tempatku besok," ucap Raquel.

"Benarkah? Kenapa tidak sekarang?" tanggap Andres antusias.

"Ayolah, teman-teman. Rumahku sangat berantakan. Aku butuh waktu untuk membersihkannya. Aku tidak mau rumahku tambah berantakan saat mendapat kunjungan dari kalian," terang Raquel.

"Kau ada benarnya. Aku dan Andres memang berniat ingin membuat tempat tinggalmu berantakan," canda Reyna. Dia, Raquel, dan Andres, tergelak bersama.

"Setidaknya kau ikut ke pesta hari ini." Andres mencoba membujuk Raquel lagi.

"Maafkan aku. Sebenarnya aku memiliki pekerjaan paruh waktu. Itulah alasanku selalu tidak bisa ikut kalian saat malam." Raquel memberi alasan. Kebohongan yang diucapkannya semakin bertambah. Berlapis-lapis demi menutup kotak pandoranya yang berisi rahasia bahwa dia sudah menikahi Felipe.

"Harusnya kau bilang dari awal," sahut Reyna.

Pembicaraan Raquel dan teman-temannya berakhir disitu. Selanjutnya mereka berpisah. Pulang ke rumah masing-masing. Akan tetapi tidak untuk Raquel. Dia perlu mencari apartemen kumuh yang tadi dirinya sebutkan kepada Andres dan Reyna.

Raquel memberitahu Romi bahwa dia tidak bisa langsung pulang. Perempuan tersebut memberi alasan kalau dirinya harus mengurus tugas kuliah. Alhasil Romi pulang lebih dulu. Saat itulah Raquel bergerak untuk mencari apartemen.

Satu per satu apartemen didatangi Raquel. Namun belum ada satu pun yang cocok. Kebanyakan apartemen yang ditemukannya terlalu mewah dan mahal. Tidak pas dengan uang saku yang Raquel miliki sekarang.

Ketika sudah menemukan apartemen yang dirasa pas, Raquel justru tidak nyaman dengan tetangga di sana. Meski dia tidak akan menetap di apartemen itu, namun keamanan tetap nomor satu bagi Raquel.

"Sekarang aku harus kemana? Rasanya aku sudah berkeliling kota madrid," gumam Raquel. Dia sudah kehabisan cara untuk mencari apartemen.

Raquel duduk sejenak. Dia merasa tidak bisa melakukannya sendiri. Apalagi saat mendatangi apartemen terakhir, Raquel nyaris kena tipu.

'Haruskah aku minta bantuan Luiz? Dia satu-satunya orang yang mengerti sekarang. Aku yakin Luiz pasti merahasiakan pada semua orang kalau aku adalah ibu tirinya,' batin Raquel menduga. Dengan berat hati, dia akhirnya mencoba menghubungi Luiz.

Raquel tak punya pilihan. Dia bisa saja meminta tolong Romi atau Julio. Akan tetapi dua orang itu tentu tidak mengetahui fakta kalau dirinya masih merahasiakan status pernikahan dengan Felipe.

Di sisi lain, Luiz sedang berada di bar bersama teman-temannya. Ia menikmati sebatang rokok. Luiz segera mengambil ponsel ketika mendengar suara dering berbunyi.

Pupil mata Luiz membesar saat melihat nama Raquel di layar ponsel. Dia mengerjap beberapa kali. Memastikan apakah yang didapatinya nyata atau tidak.

"Kau baik-baik saja, Luiz?" tanya Carlos. Berhasil memergoki keanehan yang ditunjukkan Luiz.

"Aku keluar sebentar." Bukannya menjawab, Luiz malah pergi keluar bar. Lalu mengangkat panggilan Raquel. Dia mengira perempuan itu akan memberikan kabar mengenai ayahnya.

"Ada apa? Kau tidak memberikan makanan yang salah pada ayahku kan?" timpal Luiz.

"Tentu saja. Tapi... Aku butuh bantuanmu. Itu pun jika kau bersedia membantu," sahut Raquel dengan nada canggung.

"Apa yang kau inginkan?" tanya Luiz.

"Kau tahu... Aku yakin kau menyembunyikan status kita sekarang. Maksudku status kita sebagai ibu dan anak tiri. Aku--"

"Bukankah jelas? Akan memalukan kalau aku mengakuimu sebagai ibu tiriku!" potong Luiz tegas.

"Aku juga berpikir demikian. Andai lelaki yang kunikahi sekarang bukan ayahmu, mungkin aku tidak masalah memberitahukan semua itu pada semua orang. Tapi masalahnya Tuan Felipe adalah ayahmu," jelas Raquel panjang lebar.

"Bisakah kau bicara langsung ke intinya?"

"Aku sedang mencari apartemen kecil. Sudah hampir seharian aku mencari. Tapi belum menemukan tempat yang tepat," ungkap Raquel.

"Jadi kau mencari apartemen untuk dijadikan sebagai tempat tinggal palsumu?" tebak Luiz.

"Bisa dibilang begitu. Aku yakin kau mengerti. Aku butuh waktu untuk mengatakan status kita ke publik."

"Aku juga. Baiklah kalau begitu, kau dimana? Aku akan membantumu. Tapi ingat! Aku melakukan ini demi merahasiakan status kita. Mengerti?"

"Aku mengerti."

Pembicaraan Luiz dan Raquel berakhir. Luiz segera berangkat menemui Raquel. Dia tiba dalam selang sekian menit. Raquel langsung masuk ke mobilnya.

"Kau ingin mencari apartemen seperti apa?" tanya Luiz. Raquel lantas menjelaskannya secara spesifik. Dia menginginkan apartemen murah dan kecil. Pastinya sesuai kriteria yang dirinya sebutkan pada Andres dan Reyna.

"Aku sepertinya tahu satu tempat yang sesuai dengan kriteriamu itu." Luiz memutar alat kemudi. Mengarahkan mobil ke tempat yang dirinya maksud.

Sesampainya di tempat tujuan, Luiz dan Raquel langsung memeriksa salah satu unit apartemen yang kosong. Meski agak berantakan, tempatnya sesuai dengan harapan Raquel. Terutama harganya. Lokasinya sendiri berada tidak jauh dari kampus.

"Ini sangat cocok!" seru Raquel.

"Kau yakin? Kalau kau mau, kita bisa periksa tempat lain," tanggap Luiz yang heran. Sebab dia merasa apartemen pilihan Raquel sekarang terlalu berantakan. Dia yakin tempat itu sudah lama tidak ditinggali.

"Tidak perlu. Aku akan memilih ini." Pilihan Raquel sudah bulat. Pemilik apartemen yang ikut lantas tersenyum.

Raquel langsung melakukan pembayaran. Ia tidak masalah harus membersihkan tempatnya sendiri.

"Terima kasih. Kau bisa pulang sekarang. Aku ingin tinggal sebentar untuk bersih-bersih!" saran Raquel. Usai melakukan pembayaran. Dia segera berbenah.

Luiz diam saja. Dia tidak pergi dan malah membantu Raquel bersih-bersih. Perempuan itu otomatis tersenyum senang. Sisi baik Luiz juga tidak berubah seperti sisi buruknya, lelaki tersebut memang dikenal murah hati dan sangat perhatian.

Luiz mengumpulkan sampah ke dalam kantong plastik. Dia meninggalkan Raquel sebentar untuk membuang sampah keluar.

Saat menunggu pintu lift terbuka, seorang lelaki kebetulan keluar dari unit apartemen di sebelah unit apartemen Raquel.

"Kau tinggal di sana?" tanya lelaki tersebut sambil melirik ke pintu unit apartemen Raquel yang terbuka. Dia berjambang dan terlihat tampan seperti pria keturunan Spanyol pada umumnya.

"Bukan aku. Tapi temanku," jawab Luiz.

"Maaf menakutimu. Tapi dua tahun yang lalu terjadi pembunuhan di unit apartemen itu," bisik sang pria.

"Apa?" Mata Luiz membulat.

"Aku sering mendengar suara aneh dari sana," tambah pria tersebut seraya memegang pundak Luiz. Bersamaan dengan itu, pintu lift terbuka. Dia dan Luiz segera masuk bersama ke sana.

Luiz membisu. Memikirkan tentang yang disebutkan pria tadi kepadanya. 'Perlukah aku memberitahu Raquel?' batinnya meragu. Mengingat Raquel terlanjur sudah menyukai unit apartemen yang di tempatinya sekarang.

Terpopuler

Comments

SariRani

SariRani

Kok jadi horor begini thor 🥲

2024-08-12

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Menikah
2 Bab 2 - Masih Merasa Tak Percaya
3 Bab 3 - Hari Pertama Di Rumah Keluarga Edwardo
4 Bab 4 - Godaan Mantan [Bonus Visual]
5 Bab 5 - Hampir Berciuman
6 Bab 6 - Ingin Pindah
7 Bab 7 - Leche Frita
8 Bab 8 - Perselingkuhan Yang Gagal
9 Bab 9 - Día De Muertos
10 Bab 10 - Usaha Merahasiakan Status
11 Bab 11 - Broken Bed
12 Bab 12 - Pergi Ke Meksiko
13 Bab 13 - Akhirnya Terjadi
14 Bab 14 - Cinta Lama Bersemi Kembali
15 Bab 15 - Tiba Di Kota Della Cruz
16 Bab 16 - Pilihan Raquel
17 Bab 17 - Kamera Yang Terus Merekam
18 Bab 18 - Keadaan Felipe Yang Membaik
19 Bab 19 - Serba Salah
20 Bab 20 - Tertangkap Basah
21 Bab 21 - Gara-Gara Rekaman Tak Disengaja
22 Bab 22 - Kebetulan Yang Salah
23 Bab 23 - Felipe Yang Tergoda
24 Bab 24 - Malam Yang Panas Di Kolam Renang
25 Bab 25 - Belum Siap
26 Bab 26 - Bantuan Luiz
27 Bab 27 - Kecurigaan Felipe
28 Bab 28 - Keputusan Raquel
29 Bab 29 - Pengakuan
30 Bab 30 - Memulai Hidup Baru
31 Bab 31 - Kehadiran Tak Terduga Buah Cinta
32 Bab 32 - Move On
33 Bab 33 - Persiapan
34 Bab 34 - Tidak Berjodoh
35 Bab 35 - Kontraksi
36 Bab 36 - Perselingkuhan Lagi
37 Bab 37 - Cinta Penuh Ambisi
38 Bab 38 - Kabar Bahagia
39 Bab 39 - Merelakan
40 Bab 40 - We Go Down Together [1]
41 Bab 41 - We Go Down Together [2]
42 Bab 42 - Kembali
43 Bab 43 - Menikah
44 Bab 44 - Kematian Felipe
45 Bab 45 - Harta Warisan
46 Bab 46 - Bayi Tertampan [Ending]
47 Novel Impoten : Ritual Bergairah
Episodes

Updated 47 Episodes

1
Bab 1 - Menikah
2
Bab 2 - Masih Merasa Tak Percaya
3
Bab 3 - Hari Pertama Di Rumah Keluarga Edwardo
4
Bab 4 - Godaan Mantan [Bonus Visual]
5
Bab 5 - Hampir Berciuman
6
Bab 6 - Ingin Pindah
7
Bab 7 - Leche Frita
8
Bab 8 - Perselingkuhan Yang Gagal
9
Bab 9 - Día De Muertos
10
Bab 10 - Usaha Merahasiakan Status
11
Bab 11 - Broken Bed
12
Bab 12 - Pergi Ke Meksiko
13
Bab 13 - Akhirnya Terjadi
14
Bab 14 - Cinta Lama Bersemi Kembali
15
Bab 15 - Tiba Di Kota Della Cruz
16
Bab 16 - Pilihan Raquel
17
Bab 17 - Kamera Yang Terus Merekam
18
Bab 18 - Keadaan Felipe Yang Membaik
19
Bab 19 - Serba Salah
20
Bab 20 - Tertangkap Basah
21
Bab 21 - Gara-Gara Rekaman Tak Disengaja
22
Bab 22 - Kebetulan Yang Salah
23
Bab 23 - Felipe Yang Tergoda
24
Bab 24 - Malam Yang Panas Di Kolam Renang
25
Bab 25 - Belum Siap
26
Bab 26 - Bantuan Luiz
27
Bab 27 - Kecurigaan Felipe
28
Bab 28 - Keputusan Raquel
29
Bab 29 - Pengakuan
30
Bab 30 - Memulai Hidup Baru
31
Bab 31 - Kehadiran Tak Terduga Buah Cinta
32
Bab 32 - Move On
33
Bab 33 - Persiapan
34
Bab 34 - Tidak Berjodoh
35
Bab 35 - Kontraksi
36
Bab 36 - Perselingkuhan Lagi
37
Bab 37 - Cinta Penuh Ambisi
38
Bab 38 - Kabar Bahagia
39
Bab 39 - Merelakan
40
Bab 40 - We Go Down Together [1]
41
Bab 41 - We Go Down Together [2]
42
Bab 42 - Kembali
43
Bab 43 - Menikah
44
Bab 44 - Kematian Felipe
45
Bab 45 - Harta Warisan
46
Bab 46 - Bayi Tertampan [Ending]
47
Novel Impoten : Ritual Bergairah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!