Bab 18 - Keadaan Felipe Yang Membaik

...༻◩༺...

Luiz sama sekali tidak bicara dengan Raquel. Dia sepertinya masih marah karena perempuan itu lebih memilih Julio dibanding dirinya.

Ketika tiba di mansion, Raquel meraih tangan Luiz. Menghentikan pergerakan lelaki tersebut.

"Ayolah! Apa kau masih marah karena hal kecil tadi?" tukas Raquel dengan kening yang mengernyit samar.

Luiz melepaskan genggaman Raquel. Dia pergi dan tidak mengatakan apapun. Tanpa sepengetahuan Raquel, seringai terukir di wajahnya.

"Seperti anak kecil saja," gerutu Raquel. Dia segera pergi ke kamar. Tak lupa juga menemui Felipe yang sudah tidak sabar menunggu.

Raquel menghabiskan waktu sebentar bersama Felipe. Menceritakan apa saja yang dilakukannya saat di Meksiko. Raquel bahkan mengadukan menghilangnya Julio. Tetapi mengenai hubungannya dan Luiz, dia tentu merahasiakannya serapat mungkin.

"Kau tampak lebih ceria, Raquel. Aku senang melihatnya," komentar Felipe.

"Kau juga terlihat lebih baik," sahut Raquel sambil tersenyum tipis. Meskipun begitu, pikirannya tetap terganggu dengan kemarahan Luiz. Ia merasa harus melakukan sesuatu agar lelaki itu tidak marah lagi.

Raquel termangu. Tanpa sepengetahuannya, Felipe duduk tegak. Lalu meraih tangan Raquel.

Pupil mata Raquel membesar. Dia kaget Felipe bisa duduk tegak tanpa bantuannya.

"Bagaimana kau bisa..." Raquel merasa tak percaya.

"Kata dokter aku semakin membaik." Felipe memegangi dagu Raquel. Memancarkan tatapan lekat.

Tiba-tiba Felipe memberikan ciuman di bibir Raquel. Dia bahkan memagut sedikit demi sedikit.

Raquel membulatkan mata. Dia tak bisa menolak atau pun menerima. Raquel merasa sangat aneh bermesraan dengan lelaki yang lebih pantas menjadi ayahnya.

"Apa itu mengejutkanmu?" tanya Felipe. Setelah selesai memberikan ciuman pada Raquel.

"I-iya. Aku sedikit terkejut," tanggap Raquel kikuk.

"Maaf... Aku tak bisa menahan diri." Felipe memberi alasan sambil menunjukkan raut wajah yang bersemu merah.

"Tidak apa-apa." Raquel berusaha menunjukkan kalau dirinya baik-baik saja.

"Ya sudah. Sebaiknya kau kembali ke kamarmu. Aku yakin kau pasti butuh istirahat selepas menempuh perjalanan panjang," saran Felipe.

"Iya." Raquel mengangguk. Dia segera pergi meninggalkan kamar Felipe. Tangannya langsung menyentuh bibir. Walau ini bukan pertama kalinya bibir Raquel bersentuhan dengan mulut Felipe, tetapi ciuman tadi terasa sangat berbeda dibanding kecupan singkat.

Ponsel Raquel bergetar. Dia mendapat pesan dari Luiz.

'Kalau kau ingin maaf dariku, datanglah ke kamarku.' Begitulah bunyi pesan Luiz untuk Raquel.

"Dasar mesum. Dia pikir aku tidak tahu apa yang di inginkannya sekarang?" gumam Raquel sambil geleng-geleng kepala. Dia berjalan menuju kamar Luiz. Kemudian masuk ke sana.

"Luiz?" panggil Raquel seraya menutup pintu. Dia mengedarkan pandangan ke segala arah. Tetapi tidak melihat keberadaan Luiz sama sekali.

Raquel mengambil sebuah buku dari atas nakas. Bersiap dengan tindakan Luiz yang kemungkinan sedang ingin berbuat jahil.

"Aku akan memukulmu jika berani mengagetkanku," ancam Raquel. Dia mengangkat buku ke udara. Namun tetap saja tidak ada jawaban dari Luiz.

Klik!

Suara pintu yang terkunci terdengar. Raquel lantas menoleh. Ternyata sejak tadi Luiz bersembunyi di balik pintu.

"Luiz!" seru Raquel.

"Aku akan berhenti marah kalau malam ini kau tidur bersamaku," ujar Luiz sembari menghempaskan diri ke ranjang.

"Ya, itu tidak masalah. Hanya tidur kan?" Raquel meletakkan buku ke atas nakas. Lalu duduk ke tepi ranjang. Dia telentang ke sebelah Luiz. Mata Raquel segera dipejamkan. Dirinya merasa lelah dan ingin tidur.

"Benar, hanya tidur..." ucap Luiz sambil memandangi Raquel dari samping. Dia juga akhirnya terlelap.

...***...

Saat di tengah malam, Luiz terbangun. Pandangannya langsung disambut dengan wajah cantik Raquel. Selang sekian detik, perempuan itu juga membuka mata. Mereka bertukar pandang cukup lama.

Sampai akhirnya Luiz mendekat. Perlahan dia memagut bibir Raquel. Hal serupa juga dilakukan Raquel. Dirinya tak kuasa menolak ciuman Luiz.

Lama kelamaan ciuman semakin panas. Tangan nakal Luiz mulai meraba area paling pribadi milik Raquel.

Seakan mengerti, Raquel membalas perlakuan Luiz. Tangannya juga menyentuh alat vital lelaki itu.

Gairah mulai memuncak. Luiz dan Raquel saling melepaskan pakaian. Sampai mereka hanya bertelanjang bulat.

Penyatuan segera dilakukan Luiz. Dia menghentak lepas hingga berhasil membuat tubuh Raquel menggelinjang hebat. Keduanya melenguh secara bersahut-sahutan. Sesekali mereka juga berciuman bibir.

Rasa dimabuk cinta semakin membara. Raquel dan Luiz melakukannya lebih dari satu kali malam itu.

Kala pagi tiba, Raquel menjadi orang yang pertama bangun. Dalam keadaan tidak mengenakan satu helai benang pun, dia berjalan memasuki kamar mandi.

Tanpa sepengetahuan Raquel, Luiz sudah terbangun. Dia mengikuti diam-diam.

Luiz muncul saat Raquel menyalakan shower. Lelaki itu memeluk dari belakang. Menciumi punggung Raquel tanpa henti.

"Luiz!" Raquel tergelak. Begitu pun Luiz.

"Aku mencintaimu, Raquel..." ungkap Luiz. Dia mematikan shower. Kemudian memberi kecupan dalam ke leher Raquel. Jujur saja, ditubuh mereka terdapat tanda merah yang jelas. Membuktikan betapa berseminya cinta mereka sekarang.

"Aku juga..." sahut Raquel. Pasrah dengan serangan Luiz.

Luiz membimbing Raquel berdiri membelakanginya. Menunggingkan bagian bokong perempuan itu. Selanjutnya, Luiz segera melakukan penyatuan dari belakang.

"Oh god, Luiz! Akh! Akh..." Raquel mengerang nikmat. Desahaannya begitu seksi dan membuat Luiz bersemangat. Lelaki tersebut lantas mempercepat pergerakannya. Suara tepukan daging terdengar mengiringi lenguhan suara dan nafas.

Raquel tak berhenti mengangakan mulut. Dia merasakan klimakss berulang kali. Terlebih sesekali Luiz mengemut dengan buas buah dadanya.

Di sisi lain, Romi mendatangi kamar Raquel. Dia beberapa kali mengetuk dan memanggil. Akan tetapi tidak ada tanggapan sama sekali dari dalam kamar.

Dari belakang Romi ada Inna yang datang sambil mendorong kursi roda. Di kursi roda itu ada Felipe yang terlihat lebih baik dari sebelumnya.

"Sudahlah, Romi. Mungkin Raquel sangat lelah. Jadi dia belum bangun sampai sekarang," ucap Felipe. Dia menyuruh Romi menemui Raquel karena ingin memberikan kabar baik tentang kesehatannya. Selain itu, hari juga sudah cukup siang. Biasanya pagi-pagi sekali Raquel menemui Felipe untuk sarapan.

Raquel jelas lupa dengan tugasnya. Kini dia terbuai untuk terus bercinta dengan Luiz. Dalam keadaan rambut yang basah, Raquel tak berhenti melenguh. Ia tumbang saat Luiz mencapai puncak. Di akhir mereka saling berpelukan dan mandi bersama.

Terpopuler

Comments

Yand YheAnd

Yand YheAnd

jgn trll kebangetan bikin cerita pengkhianatan raquel

2023-05-14

0

Junifa

Junifa

kasihan felipe tapi juga kasihan raquel yang masih muda dan bergairah inginnya dengan yang muda dan bergairah juga😄

2023-03-22

1

Aini Chayankx Ahmad N

Aini Chayankx Ahmad N

kka author aku minta maaf ya klo aku berkata kasar,aku gak mau ngatain novelmu atau kak author.aku secara pribadi ingin mengatai sia Raquel,gak bisa ni mulut klo diem aj.
ih nanti si Raquel bilang aku menyesal🥴🥴🥴

2023-03-22

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Menikah
2 Bab 2 - Masih Merasa Tak Percaya
3 Bab 3 - Hari Pertama Di Rumah Keluarga Edwardo
4 Bab 4 - Godaan Mantan [Bonus Visual]
5 Bab 5 - Hampir Berciuman
6 Bab 6 - Ingin Pindah
7 Bab 7 - Leche Frita
8 Bab 8 - Perselingkuhan Yang Gagal
9 Bab 9 - Día De Muertos
10 Bab 10 - Usaha Merahasiakan Status
11 Bab 11 - Broken Bed
12 Bab 12 - Pergi Ke Meksiko
13 Bab 13 - Akhirnya Terjadi
14 Bab 14 - Cinta Lama Bersemi Kembali
15 Bab 15 - Tiba Di Kota Della Cruz
16 Bab 16 - Pilihan Raquel
17 Bab 17 - Kamera Yang Terus Merekam
18 Bab 18 - Keadaan Felipe Yang Membaik
19 Bab 19 - Serba Salah
20 Bab 20 - Tertangkap Basah
21 Bab 21 - Gara-Gara Rekaman Tak Disengaja
22 Bab 22 - Kebetulan Yang Salah
23 Bab 23 - Felipe Yang Tergoda
24 Bab 24 - Malam Yang Panas Di Kolam Renang
25 Bab 25 - Belum Siap
26 Bab 26 - Bantuan Luiz
27 Bab 27 - Kecurigaan Felipe
28 Bab 28 - Keputusan Raquel
29 Bab 29 - Pengakuan
30 Bab 30 - Memulai Hidup Baru
31 Bab 31 - Kehadiran Tak Terduga Buah Cinta
32 Bab 32 - Move On
33 Bab 33 - Persiapan
34 Bab 34 - Tidak Berjodoh
35 Bab 35 - Kontraksi
36 Bab 36 - Perselingkuhan Lagi
37 Bab 37 - Cinta Penuh Ambisi
38 Bab 38 - Kabar Bahagia
39 Bab 39 - Merelakan
40 Bab 40 - We Go Down Together [1]
41 Bab 41 - We Go Down Together [2]
42 Bab 42 - Kembali
43 Bab 43 - Menikah
44 Bab 44 - Kematian Felipe
45 Bab 45 - Harta Warisan
46 Bab 46 - Bayi Tertampan [Ending]
47 Novel Impoten : Ritual Bergairah
Episodes

Updated 47 Episodes

1
Bab 1 - Menikah
2
Bab 2 - Masih Merasa Tak Percaya
3
Bab 3 - Hari Pertama Di Rumah Keluarga Edwardo
4
Bab 4 - Godaan Mantan [Bonus Visual]
5
Bab 5 - Hampir Berciuman
6
Bab 6 - Ingin Pindah
7
Bab 7 - Leche Frita
8
Bab 8 - Perselingkuhan Yang Gagal
9
Bab 9 - Día De Muertos
10
Bab 10 - Usaha Merahasiakan Status
11
Bab 11 - Broken Bed
12
Bab 12 - Pergi Ke Meksiko
13
Bab 13 - Akhirnya Terjadi
14
Bab 14 - Cinta Lama Bersemi Kembali
15
Bab 15 - Tiba Di Kota Della Cruz
16
Bab 16 - Pilihan Raquel
17
Bab 17 - Kamera Yang Terus Merekam
18
Bab 18 - Keadaan Felipe Yang Membaik
19
Bab 19 - Serba Salah
20
Bab 20 - Tertangkap Basah
21
Bab 21 - Gara-Gara Rekaman Tak Disengaja
22
Bab 22 - Kebetulan Yang Salah
23
Bab 23 - Felipe Yang Tergoda
24
Bab 24 - Malam Yang Panas Di Kolam Renang
25
Bab 25 - Belum Siap
26
Bab 26 - Bantuan Luiz
27
Bab 27 - Kecurigaan Felipe
28
Bab 28 - Keputusan Raquel
29
Bab 29 - Pengakuan
30
Bab 30 - Memulai Hidup Baru
31
Bab 31 - Kehadiran Tak Terduga Buah Cinta
32
Bab 32 - Move On
33
Bab 33 - Persiapan
34
Bab 34 - Tidak Berjodoh
35
Bab 35 - Kontraksi
36
Bab 36 - Perselingkuhan Lagi
37
Bab 37 - Cinta Penuh Ambisi
38
Bab 38 - Kabar Bahagia
39
Bab 39 - Merelakan
40
Bab 40 - We Go Down Together [1]
41
Bab 41 - We Go Down Together [2]
42
Bab 42 - Kembali
43
Bab 43 - Menikah
44
Bab 44 - Kematian Felipe
45
Bab 45 - Harta Warisan
46
Bab 46 - Bayi Tertampan [Ending]
47
Novel Impoten : Ritual Bergairah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!