...༻◩༺...
Selagi menunggu kedatangan Agnese, Luiz pergi ke dapur. Dia ingin mencari sesuatu untuk mengisi perut yang terasa lapar.
Setibanya di dapur, langkah Luiz terhenti. Sebab dia melihat Raquel ada di sana. Perempuan itu terlihat sibuk membuat hidangan seorang diri.
"Kenapa dia ada dimana-mana? Menyebalkan sekali!" keluh Luiz. Dia tidak jadi pergi ke dapur. Akan tetapi dirinya harus berhenti melangkah tatkala baru menyadari hidangan apa yang dibuat oleh Raquel.
"Kau membuat apa, Nona?" tanya Eliza. Salah satu pelayan muda yang kebetulan mendapat tugas kerja di malam hari.
"Leche Frita. Aku sering membuat ini di panti asuhan. Semua orang menyukainya. Kali ini aku ingin Tuan Felipe merasakannya," jawab Raquel. Makanan Leche Frita sendiri adalah kudapan khas Spanyol yang terbuat dari susu. Hidangan ini terbilang unik karena susunya akan dibuat puding terlebih dahulu, kemudian digoreng.
Luiz yang bisa mendengar perkataan Raquel, langsung mendekat. Dia merampas loyang berisi puding susu dari tangan Raquel. Lalu membuangnya begitu saja.
Raquel tentu terkejut dengan perbuatan Luiz. Matanya melotot ke arah lelaki tersebut.
"Apa yang kau lakukan?!" timpal Raquel.
Luiz mendengus kasar. Dia justru menatap Eliza. "Kau sebaiknya tinggalkan kami berdua. Aku ingin memberi nasihat kepada ibuku ini," suruhnya.
Eliza mengangguk patuh. Dia segera beranjak meninggalkan Luiz dan Raquel yang tampak bersitegang.
"Luiz! Kau sangat keterlaluan sekarang!" geram Raquel.
"Kau pikir aku melakukan ini tanpa alasan?! Aku melakukan ini agar penyakit ayahku tidak semakin parah!" sahut Luiz.
Raquel terkesiap. "Ma-maksudmu?" tanyanya tergagap.
"Ayahku menderita pneumenia akut! Penderita penyakit itu tidak bisa memakan makanan berbahan susu! Apalagi yang digoreng! Kau sengaja atau benar-benar bodoh?!" omel Luiz.
"Benarkah? Aku tidak tahu..." Raquel merasa bersalah. Dia menundukkan kepala.
Luiz terdiam menyaksikan raut wajah penyesalan Raquel. Perempuan itu tampak bersungguh-sungguh.
"Aku memang bodoh..." lirih Raquel.
Luiz merasa lucu mendengarnya. Dia tak sengaja tersenyum karena berusaha keras menahan tawa. Akan tetapi Raquel berhasil memergokinya.
"Kenapa kau tersenyum? Senang dengan pengakuan bodohku?" tukas Raquel.
"Mungkin. Begitulah kau," balas Luiz. Kini dia tersenyum gamblang.
Bertepatan dengan itu, bel pintu berbunyi. Luiz yakin orang yang datang adalah Agnese. Ia lantas buru-buru membuka pintu.
Raquel yang penasaran, diam-diam mengikuti. Dia memperhatikan dari kejauhan. Bersembunyi dari balik pintu.
Orang yang datang ternyata memang Agnese. Perempuan itu terlihat cantik. Tersenyum lebar ketika mendapat sambutan hangat Luiz.
'Apa dia pacar Luiz?' benak Raquel bertanya-tanya.
Luiz dan Agnese bicara dalam sesaat. Selanjutnya, Luiz mengajak Agnese pergi ke kamar.
"Dasar bajingan!" umpat Raquel yang entah merasa kesal atau cemburu. Dia menatap Luiz dari kejauhan. Sampai lelaki tersebut menghilang ditelan pintu.
...***...
Di kamar, Luiz langsung duduk ke tepi ranjang. Dia memulai obrolan dengan Agnese.
"Aku benar-benar tidak percaya kau menghubungiku. Aku tidak tahu alasannya kenapa, tapi aku sangat senang," ungkap Agnese.
"Aku hanya butuh pengalihan. Aku rasa kau adalah orang yang tepat untuk melakukannya," sahut Luiz.
"Pengalihan?" Agnese menuntut jawaban.
"Ya. Pikiranku akhir-akhir ini sangat terganggu. Jika kau sekarang mampu membuatku bergairah, maka kita akan berpacaran," kata Luiz serius.
"Membuatmu bergairah? Aku rasa itu hal yang mudah," tanggap Agnese meremehkan. Dia duduk mengangkang di pangkuan Luiz. Lalu berbisik, "Perlukah aku telanjang?"
"Lakukan saja apa yang kau mau," sahut Luiz.
"Tapi sebelum itu... Apakah tidak apa-apa aku lepas bajumu?" tanya Agnese.
Luiz tersenyum tipis. Dia segera membuka bajunya. Hingga sekarang tampilan lelaki tersebut hanya bertelanjang dada.
"Shi*t!" maki Agnese seraya menenggak ludahnya sendiri. Ia segera melepas dressnya. Lalu melumaat bibir Luiz dengan buas.
Luiz berusaha mengikuti permainan Agnese. Dia benar-benar bertekad ingin merasakan gairah. Karena hal itu tidak Luiz rasakan ketika Raquel kembali hadir di hidupnya.
"Mmphh..." Agnese bergumam nikmat. Perlahan dia dorong Luiz sampai telentang di ranjang.
Agnese duduk di atas perut Luiz. Nafasnya sudah tersengal-sengal. Pertanda bahwa dia telah terbakar gairah. Agnese melepas bra dan celana yang tersisa. Ia kini dalam keadaan telanjang bulat. Sayangnya hal itu masih belum cukup membuat Luiz berhasrat.
Agnese tak menyerah. Dia mencoba memancing dengan mengecup dalam leher Luiz. Ia memainkan mulut dan lidahnya yang panas dengan lihai.
Meski sentuhan Agnese sudah ke tahap separah itu, anehnya Luiz tetap merasa biasa saja. Ia akhirnya menghentikan Agnese.
"Kau masih belum bisa?" tanya Agnese.
"Ya. Aku benar-benar tak mengerti," jawab Luiz sembari mendengus. Dia kesal dengan dirinya sendiri.
"Mungkin kau punya perempuan yang kau suka. Kau bisa membayangkan dia saat bercinta denganku," saran Agnese.
"Tidak. Itu malah tambah salah. Aku bahkan tidak ingin sekali pun memikirkannya. Maafkan aku, kau sebaiknya pergi," kata Luiz. Dia tak punya pilihan selain mengusir Agnese. Perempuan tersebut juga tak bisa memaksa. Karena organ intim Luiz sama sekali tidak bereaksi.
"Kalau begitu, bolehkah aku tidur bersamamu saja semalaman," tanya Agnese seraya mengenakan pakaian. Mengingat dia sangat menyukai Luiz.
"Ya, tentu saja. Anggap ini hadiah dariku." Luiz bergeser. Dia menyuruh Agnese tidur dalam pelukannya. Alhasil mereka tidak jadi bercinta dan memilih tidur bersama saja.
Di sisi lain, Raquel sedang ketakutan. Sebab ada seekor kecoak terbang di kamarnya. Dia tidak bisa tidur karena binatang mengerikan itu.
Raquel berlari keluar kamar untuk mencari bantuan. Awalnya dia mencari Julio. Namun remaja itu belum pulang ke rumah. Alhasil Raquel mencari pelayan yang bertugas. Entah kenapa saat itu tidak ada terlihat satu pun pelayan yang bekerja. Bahkan ketika Raquel memanggil berulang kali.
Sekarang opsi Raquel ada dua. Yaitu Felipe atau Luiz?
Pertama, Raquel jelas tidak bisa meminta bantuan Felipe. Mengingat lelaki itu sedang sakit. Jadi opsi paling mungkin adalah meminta bantuan Luiz.
"Tidak! Jangan dulu." Raquel mencoba menghubungi Romi terlebih dahulu. Tetapi sekretaris Felipe itu sedang sibuk dengan kerjaan.
Raquel mematung sembari menatap pintu kamar Luiz. Dia bisa saja tidur di kamar lain sampai ada seseorang yang datang untuk membantu. Namun entah kenapa keinginan untuk mengganggu Luiz begitu menuntut. Sebab lelaki tersebut sedang bersama wanita di kamar.
Akhirnya Raquel memutuskan membuka pintu kamar Luiz. Dia berhasil memergoki lelaki tersebut tertidur bersama Agnese.
"Luiz!" panggil Raquel saat membuka pintu.
"Maaf mengganggu. Tapi aku butuh bantuanmu, Luiz! Ada kecoak mengerikan di kamarku. Binatang itu terbang!" seru Raquel panik.
"Jadi karena itu kau datang dan membuka pintu kamarku tanpa permisi?!" timpal Luiz dengan mimik wajah geram. Dia berdiri dan bergegas berjalan ke kamar Raquel. Luiz bahkan tidak menyempatkan diri untuk mengenakan baju terlebih dahulu. Jadi dia masih bertelanjang dada.
"Aku akan menunggu di sini, Luiz!" ujar Agnese.
Ketika berada di kamar Raquel, Luiz langsung membuka jendela. Dia mencoba mengusir kecoak yang ada di sana dengan menggunakan tongkat pemukul bisbol.
Raquel yang ingin memastikan kecoak itu pergi, ikut masuk ke kamar. Menontoni Luiz berjuang mengusir kecoak.
"Sama binatang kecil begini saja takut! Dasar pengecut!" gerutu Luiz sambil mengarahkan tongkat pemukul bisbol.
"Mereka terbang, Luiz!" sahut Raquel. Tak terima dibilang pengecut.
Tanpa diduga, kecoak malah terbang ke arah Raquel. Perempuan itu sontak ketakutan setengah mati.
"Aaarkhh! Aku pikir dia masuk ke bajuku!" Raquel yang paranoid, merasakan ada yang bergerak-gerak di badannya. Tanpa pikir panjang dia melepas dressnya.
Luiz mematung. Matanya terbelalak saat melihat aksi Raquel. Keadaan perempuan itu berakhir hanya mengenakan bra dan celana dallam. Ia mengibaskan pakaiannya berulang kali. Saat itulah kecoak terbang keluar jendela.
Raquel mendengus lega. Tetapi kelegaannya berubah jadi canggung ketika dia sadar dengan keadaannya yang setengah telanjang.
Luiz menenggak salivanya sendiri. Dia benar-benar tergoda. Berbeda saat dengan Agnese tadi, Luiz merasa langsung bergairah walau hanya melihat keadaan Raquel setengah telanjang.
"Harusnya kau tadi tidak menggangguku!" ucap Luiz sembari membanting pintu. Lalu langsung mencium bibir Raquel dengan penuh gairah.
Raquel tak kuasa menolak ciuman Luiz. Ia sama bergairahnya dengan lelaki tersebut. Keduanya berciuman dengan sangat panas. Memperdengarkan suara kecup-mengecup dari lidah dan mulut yang bermain liar. Sungguh, mereka saling merindukan sentuhan satu sama lain.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
Panta Jhoni Panta Wsl
next
2023-05-02
0
Aini Chayankx Ahmad N
waduh......gimana ini
2023-03-07
1