Bab 3 - Hari Pertama Di Rumah Keluarga Edwardo

...༻◩༺...

Satu malam berlalu. Raquel bangun pagi-pagi sekali karena ingin mengurus Felipe dengan baik. Kini Raquel sedang sibuk menyuapi Felipe makanan sebagai sarapannya.

Raquel berusaha memperlakukan Felipe dengan baik. Sejujurnya, dia selalu menganggap lelaki itu seperti ayahnya sendiri. Raquel tak menyangka Felipe malah memandangnya dengan cara lain.

"Kau sangat baik, Raquel. Persis seperti mendiang istriku," ungkap Felipe yang tak berhenti menatap kagum Raquel. Dia persis seperti orang yang sedang jatuh cinta.

"Kalau boleh tahu, bagian mana yang mirip, Tuan?" tanya Raquel penasaran.

"Oh god. Kumohon jangan bicara formal denganku. Kau sudah menjadi istriku," jawab Felipe.

"Maaf, aku akan mencoba," sahut Raquel canggung.

"Mata dan sikapmu, Raquel... Dua hal itu selalu membuatku melihat mendiang istriku dalam dirimu," tutur Felipe. "Kau punya iris mata hijau yang indah," sambungnya.

"Terima kasih." Raquel tersenyum sembari menyuapi Felipe sesendok bubur.

"Kau pasti masih merasa tidak nyaman dengan hubungan ini," cetus Felipe.

Raquel tersenyum kecut untuk menanggapi. Dia juga tidak membantah.

"Sebenarnya bisa saja aku juga menjadikanmu anakku. Hal itu bahkan beberapa kali terlintas dalam otakku. Tapi..." Felipe menghela nafasnya sejenak. "Hatiku memiliki perasaan yang berbeda saat melihatmu. Itulah alasan aku memilih melamarmu dibanding mengadopsimu menjadi anak," terangnya.

"Jadi anda benar-benar jatuh cinta kepadaku?" tanya Raquel.

"Jika tidak, aku pasti sudah mengadopsimu." Felipe menjawab sambil menggenggam tangan Raquel. "Aku senang saat mendengar kau bersedia menerima lamaranku."

Tanpa sepengetahuan Raquel dan Felipe, Luiz menguping dari depan pintu. Ia mendengar semua pembicaraan mereka.

"Menarik. Apa kau sempat berpikir kalau ayah kita seorang pedofil?" ujar Julio. Kemunculannya yang tiba-tiba membuat Luiz kaget sampai berjengit.

"Sial! Apa yang kau lakukan?!" timpal Luiz dengan dahi berkerut dalam.

"Sama sepertimu. Aku juga penasaran dengan hubungan mereka," jawab Julio.

Luiz mendengus kasar. "Jangan pernah berpikir hal buruk tentang ayah. Karena kita tidak akan hidup sebaik ini tanpa dia. Dan mengenai Raquel, ayah hanya terpesona padanya karena mempunyai kemiripan dengan mendiang ibu," omelnya seraya mendorong kepala Julio.

"Iya, iya. Aku mengerti," tanggap Julio dengan raut wajah cemberut. Luiz segera membawanya pergi ruang makan.

Di waktu yang sama, Raquel baru selesai memberikan sarapan untuk Felipe. Sekarang dia terlihat merapikan selimut lelaki tersebut.

"Kau sudah sarapan?" tanya Felipe.

"Belum." Raquel menggeleng.

"Kalau begitu sarapanlah bersama Luiz dan Julio. Mereka sekarang pasti sudah di meja makan," saran Felipe.

"Baik." Raquel menurut. Dia yang memang lapar, segera pergi ke ruang makan. Benar saja, di sana sudah ada Luiz dan Julio. Terlihat juga ada Inna dan beberapa pelayan.

Raquel saling bertukar lirikan dengan Luiz. Tanpa harus bicara, mereka sepakat untuk bersikap seperti orang asing. Raquel bahkan berniat ingin memperlakukan Luiz layaknya seorang anak.

"Kalian sudah makan?" tanya Raquel.

"Belum, Mom. Ayo kita sarapan bersama." Hanya Julio yang sudi menjawab. Sementara Luiz tampak tak acuh. Menatap Raquel saja dia enggan.

Raquel mengamati makanan yang ada di atas meja. Dia melihat semua makanan sudah tersedia. Raquel hanya perlu duduk dan sarapan.

Saking banyaknya makanan, Raquel sampai bingung harus makan apa.

"Makanan di sini ada banyak, Mom. Tapi favoritku adalah sandwich roket super!" seru Julio.

Luiz yang mendengar, berusaha menahan tawa. Itu karena dirinya tahu kalau Julio sedang mencoba mengerjai Raquel.

"Sandwich roket super?" tanya Raquel penasaran.

"Ya, itu adalah sandwich buatanku. Sebagai ucapan terima kasihku karena sudah bersedia menikah dengan ayah, aku akan membuatkan sandwich roket super untukmu." Julio berdiri. Kemudian ke dapur untuk membuatkan sandwich yang dia maksud.

"Julio, kau tidak perlu repot-repot untuk--"

"Tidak apa-apa. Ini hal yang kecil," potong Julio yang segera masuk ke dapur.

Sekarang di meja makan hanya ada Raquel dan Luiz berduaan. Di sekitar mereka juga ada Inna dan pelayan lain.

"Apa kau akan pergi kuliah hari ini?" tanya Raquel. Dia terpaksa bicara karena merasa suasana sangat canggung.

Luiz tak menjawab sama sekali. Dia tampak sibuk bermain ponsel sejak tadi. Seakan tidak mendengar ucapan Raquel.

"Aku tahu kita seumuran. Dan itu agak canggung karena posisiku sebagai ibu tirimu. Tapi aku ingin kau terbiasa. Apakah ada sesuatu yang perlu aku lakukan agar kau terbiasa?" Raquel kembali mengajak Luiz bicara.

Luiz mendengus kesal. Dia meletakkan ponsel dan berucap, "Kalau begitu, mulai sekarang kau sebaiknya berdandan seperti orang tua!"

Luiz berdiri. Dia menggendong tas di salah satu bahu. Bertepatan dengan itu, Julio kembali. Lelaki berusia 16 tahun tersebut langsung memberikan sandwich buatannya kepada Raquel.

"Terima kasih, Julio..." Raquel dengan senang hati menerima. Tanpa pikir panjang, dia memakan sandwich pemberian Julio.

Setelah dikunyah, mata Raquel membola. Wajahnya bahkan memerah. Bagaimana tidak? Dia merasakan pedas yang luar biasa.

"Hahaha!" Julio terbahak. Sedangkan Luiz terkekeh sambil geleng-geleng kepala. Ia segera pergi dari ruang makan.

Raquel yang kepedasan, meminum semua minuman yang dekat dengannya. Ia tak berhenti mengipasi mulut dengan tangan.

"Sorry, Mom. Lain kali aku akan kurangi cabainya." Julio yang siap ke sekolah, berniat ingin pergi. Tanpa diduga, dia mendaratkan ciuman ke pipi Raquel. Lalu langsung melarikan diri.

"Julio!" pekik Raquel yang merasa kesal. Dia hanya bisa mengangakan mulut karena masih kepedasan.

Usai sarapan, Raquel kembali ke kamar Felipe. Di sana dia mendengarkan lelaki itu bercerita. Felipe banyak membicarakan kedua putranya. Dari sana juga Raquel baru tahu bahwa Luiz pindah jurusan kuliah. Luiz yang tadinya berkuliah di jurusan Seni Teater, kini berkuliah di jurusan Ekonomi.

"Aku tidak tahu kenapa dia tiba-tiba ingin pindah kuliah. Uhuk! Uhuk!" ucap Felipe yang di akhiri dengan batuknya. Penyakit yang dia derita memang berkaitan dengan paru-paru.

Raquel tersenyum kecut. Dia tidak mau menyimpulkan sendiri kalau alasan Luiz pindah jurusan karena dirinya.

Puas bercerita, Felipe tidur. Raquel lantas memanfaatkan waktu untuk melihat-lihat seluruh bagian mansion keluarga Edwardo. Dia tidak mau suatu hari nanti tersesat di mansion tersebut.

"Ini seperti istana," kata Raquel. Dia ditemani oleh Inna.

"Memang begitu, Nona. Lama-kelamaan anda pasti terbiasa," tanggap Inna.

Malam telah tiba. Raquel baru saja memastikan Felipe tertidur. Ia baru keluar dari kamar lelaki itu.

Langkah Raquel terhenti saat mendengar suara berisik dari sebelah kanan. Karena penasaran, dia memeriksa sumber suara.

Raquel membulatkan mata. Dia melihat Luiz sedang asyik berciuman panas dengan seorang wanita di depan pintu.

Melihat hal itu, Raquel sempat mematung. Entah kenapa dia malah teringat dengan ciumannya dan Luiz saat masih berpacaran. Debaran di jantungnya otomatis kembali.

Terpopuler

Comments

Firgi Septia

Firgi Septia

ya kan terpaksa bukan karna cinta nggak nyadar paksa orang/Puke/

2024-09-07

0

Firgi Septia

Firgi Septia

ya orang tua TDK tau umur/Puke/

2024-09-07

0

Firgi Septia

Firgi Septia

ya iyalah orang tua TDK tau diri umur sdh tua mau sama yg muda/Panic//Panic/

2024-09-07

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Menikah
2 Bab 2 - Masih Merasa Tak Percaya
3 Bab 3 - Hari Pertama Di Rumah Keluarga Edwardo
4 Bab 4 - Godaan Mantan [Bonus Visual]
5 Bab 5 - Hampir Berciuman
6 Bab 6 - Ingin Pindah
7 Bab 7 - Leche Frita
8 Bab 8 - Perselingkuhan Yang Gagal
9 Bab 9 - Día De Muertos
10 Bab 10 - Usaha Merahasiakan Status
11 Bab 11 - Broken Bed
12 Bab 12 - Pergi Ke Meksiko
13 Bab 13 - Akhirnya Terjadi
14 Bab 14 - Cinta Lama Bersemi Kembali
15 Bab 15 - Tiba Di Kota Della Cruz
16 Bab 16 - Pilihan Raquel
17 Bab 17 - Kamera Yang Terus Merekam
18 Bab 18 - Keadaan Felipe Yang Membaik
19 Bab 19 - Serba Salah
20 Bab 20 - Tertangkap Basah
21 Bab 21 - Gara-Gara Rekaman Tak Disengaja
22 Bab 22 - Kebetulan Yang Salah
23 Bab 23 - Felipe Yang Tergoda
24 Bab 24 - Malam Yang Panas Di Kolam Renang
25 Bab 25 - Belum Siap
26 Bab 26 - Bantuan Luiz
27 Bab 27 - Kecurigaan Felipe
28 Bab 28 - Keputusan Raquel
29 Bab 29 - Pengakuan
30 Bab 30 - Memulai Hidup Baru
31 Bab 31 - Kehadiran Tak Terduga Buah Cinta
32 Bab 32 - Move On
33 Bab 33 - Persiapan
34 Bab 34 - Tidak Berjodoh
35 Bab 35 - Kontraksi
36 Bab 36 - Perselingkuhan Lagi
37 Bab 37 - Cinta Penuh Ambisi
38 Bab 38 - Kabar Bahagia
39 Bab 39 - Merelakan
40 Bab 40 - We Go Down Together [1]
41 Bab 41 - We Go Down Together [2]
42 Bab 42 - Kembali
43 Bab 43 - Menikah
44 Bab 44 - Kematian Felipe
45 Bab 45 - Harta Warisan
46 Bab 46 - Bayi Tertampan [Ending]
47 Novel Impoten : Ritual Bergairah
Episodes

Updated 47 Episodes

1
Bab 1 - Menikah
2
Bab 2 - Masih Merasa Tak Percaya
3
Bab 3 - Hari Pertama Di Rumah Keluarga Edwardo
4
Bab 4 - Godaan Mantan [Bonus Visual]
5
Bab 5 - Hampir Berciuman
6
Bab 6 - Ingin Pindah
7
Bab 7 - Leche Frita
8
Bab 8 - Perselingkuhan Yang Gagal
9
Bab 9 - Día De Muertos
10
Bab 10 - Usaha Merahasiakan Status
11
Bab 11 - Broken Bed
12
Bab 12 - Pergi Ke Meksiko
13
Bab 13 - Akhirnya Terjadi
14
Bab 14 - Cinta Lama Bersemi Kembali
15
Bab 15 - Tiba Di Kota Della Cruz
16
Bab 16 - Pilihan Raquel
17
Bab 17 - Kamera Yang Terus Merekam
18
Bab 18 - Keadaan Felipe Yang Membaik
19
Bab 19 - Serba Salah
20
Bab 20 - Tertangkap Basah
21
Bab 21 - Gara-Gara Rekaman Tak Disengaja
22
Bab 22 - Kebetulan Yang Salah
23
Bab 23 - Felipe Yang Tergoda
24
Bab 24 - Malam Yang Panas Di Kolam Renang
25
Bab 25 - Belum Siap
26
Bab 26 - Bantuan Luiz
27
Bab 27 - Kecurigaan Felipe
28
Bab 28 - Keputusan Raquel
29
Bab 29 - Pengakuan
30
Bab 30 - Memulai Hidup Baru
31
Bab 31 - Kehadiran Tak Terduga Buah Cinta
32
Bab 32 - Move On
33
Bab 33 - Persiapan
34
Bab 34 - Tidak Berjodoh
35
Bab 35 - Kontraksi
36
Bab 36 - Perselingkuhan Lagi
37
Bab 37 - Cinta Penuh Ambisi
38
Bab 38 - Kabar Bahagia
39
Bab 39 - Merelakan
40
Bab 40 - We Go Down Together [1]
41
Bab 41 - We Go Down Together [2]
42
Bab 42 - Kembali
43
Bab 43 - Menikah
44
Bab 44 - Kematian Felipe
45
Bab 45 - Harta Warisan
46
Bab 46 - Bayi Tertampan [Ending]
47
Novel Impoten : Ritual Bergairah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!