...༻◩༺...
Felipe meminta Raquel menemaninya berkeliling mansion. Dia ingin melihat keadaan rumahnya setelah lama terbaring sakit selama beberapa bulan.
Raquel lantas mengambil alih tugas Romi. Kini dia yang mendorong kursi roda. Raquel dan Felipe menghabiskan waktu berduaan. Mereka banyak membicarakan banyak hal.
"Aku ingat saat bagaimana pertama kali mansion ini dibangun," ungkap Felipe.
"Aku yakin kau sangat bekerja keras melakukannya," tanggap Raquel.
"Kau benar sekali. Aku harus mengatasi banyak kesulitan bisnisku sekarang. Hingga nanti Luiz bisa menggantikanku dengan baik."
"Jadi kau ingin Luiz yang mewarisi bisnismu?"
"Itu harus. Aku sudah mempercayainya lebih dari apapun. Apa kau ingin tahu bagaimana pertama kalinya aku bertemu Luiz?" Felipe terus melanjutkan pembicaraan.
"Bagaimana?" tanya Raquel.
"Dia adalah anak yang pendiam. Saat aku berkunjung ke panti asuhan untuk mengadopsi seorang anak, dia menjadi satu-satunya anak yang menonjol dimataku dan Imelda. Luiz tidak bermain seperti teman-temannya. Dia duduk di bawah pohon bersama Julio yang menangis." Felipe bercerita panjang lebar.
"Jadi Luiz dan Julio memang sejak awal sudah saling mengenal?" Raquel memastikan.
"Iya, mereka tidak sedarah tetapi seperti kakak beradik. Saat aku dan Imelda ingin membawa Luiz pergi, Julio tidak terima. Dia menangis tersedu-sedu. Meminta Luiz untuk tidak pergi."
"Jadi bagaimana bisa kau dan Imelda membawa keduanya sekaligus?" tanya Raquel penasaran.
"Karena Luiz. Dia terpaksa tidak ikut denganku demi Julio. Luiz bilang dia tidak bisa pergi jika Julio tak ikut bersamanya. Hal itu membuat aku dan Imelda kagum dengan hubungan mereka. Jadi kami memutuskan mengadopsi Luiz dan Julio," terang Felipe.
"Tapi sepertinya sekarang mereka terlihat tidak sedekat itu," ucap Raquel.
"Mereka memang begitu setelah memiliki kesibukan masing-masing. Terutama Luiz. Selain harus kuliah, dia juga kadang-kadang membantu Romi mengurus bisnisku," ungkap Felipe.
"Oh... Begitu." Raquel mengangguk. Dia mengelus pelan pundak Felipe. "Kau sangat baik hati, Felipe. Aku yakin Luiz dan Julio sangat menyayangimu," tuturnya.
"Lalu kau? Apa kau juga menyayangiku?" Felipe mendongak dan menatap Raquel.
"Tentu saja. Aku tidak akan ragu menjawabnya," sahut Raquel sambil tersenyum. Rasa sayang yang dimilikinya tentu bukanlah rasa sayang seorang perempuan untuk lelaki. Tetapi lebih pada rasa sayang pada keluarga.
"Kalau begitu peluklah aku," pinta Felipe.
Raquel segera mendekap Felipe. Lelaki itu memejamkan mata. Merasa menemukan tempat ternyamannya.
Sejak tadi dari jendela lantai dua, Luiz mengamati dari kamar. Ia gelisah sendiri melihat kemesraan Felipe dan Raquel. Apalagi saat melihat keduanya saling berpelukan mesra.
Luiz duduk menghempas ke tepi ranjang. Ponselnya mendadak berdering. Dia mendapat panggilan telepon dari Agnese. Luiz sontak menepuk jidatnya sendiri. Ia lupa kalau dirinya masih berpacaran dengan Agnese.
Sebenarnya Agnese sudah menghubunginya beberapa kali. Baik melalui telepon maupun pesan. Namun Luiz mengabaikannya karena terlalu fokus dengan Raquel. Tanpa pikir panjang, Luiz mengangkat panggilan dari Agnese.
"Kau kemana saja, Sayang? Kenapa baru jawab sekarang? Kau tidak ke kampus hari ini?" cecar Agnese dari seberang telepon.
"Aku tiba-tiba sibuk. Kita ketemu malam ini. Aku ingin membicarakan sesuatu," ucap Luiz.
"Tentang apa? Kau bisa bicara sekarang."
"Tidak. Aku merasa tidak enak jika membicarakannya di telepon." Luiz sebenarnya berniat ingin memutuskan hubungan dengan Agnese. Makanya dia tidak enak jika melakukannya di telepon.
"Katakan dimana kau sekarang? Aku akan ke sana!" seru Agnese.
"Aku ada di rumah. Agnese, kau tidak harus--"
"Oke, aku ke sana!" potong Agnese. Dia langsung mematikan telepon lebih dulu.
Luiz mendengus kasar. Bersamaan dengan itu, dia mendengar suara mobil dari halaman mansion. Luiz keluar dari kamar dan menemukan Felipe baru saja pergi bersama Romi. Sementara Raquel tampak melepas kepergiannya di teras.
Luiz turun dari tangga. Kebetulan mansion sedang sepi. Sebagian besar pelayan sedang sibuk di dapur. Luiz duduk ke sofa.
Ketika Raquel masuk, Luiz menarik perempuan itu ke dalam pelukannya. Kemudian mendekap Raquel dengan erat.
"Aku juga bisa memelukmu kan?" kata Luiz seraya memejamkan mata. Dia membiarkan Raquel duduk di pangkuan. Melingkarkan kedua tangan untuk memeluk perempuan tersebut.
Raquel terkekeh. "Apa kau tadi memata-mataiku?" tebaknya.
"Tentu saja! Aku ingin melihat sejauh apa kau bermesraan dengan ayahku," jelas Luiz sambil membuka mata lebar-lebar.
"Kami hanya sekedar berpelukan dan berciuman saja." Raquel membalas pelukan Luiz.
"Bagaimana kalau suatu hari nanti dia memintamu untuk berhubungan intim?" ujar Luiz.
Raquel berhenti memeluk. Dia bertukar pandang dengan Luiz.
"Entahlah. Tapi Felipe tidak akan menyentuhku kalau aku tak mau kan? Aku tidak mau bercinta dengan ayahmu, Luiz. Memikirkannya saja aku tidak bisa. Kumohon jangan menduga yang tidak-tidak, aku takut itu nanti benar-benar terjadi," imbuh Raquel panjang lebar.
"Jika itu terjadi, beritahu aku. Mengerti?" kata Luiz sambil memegang wajah cantik Raquel. Perempuan itu otomatis mengangguk. Lalu menyatukan bibirnya dengan mulut Luiz. Karena keadaan sekitar sedang sepi, mereka jadi tidak takut bermesraan di ruang tamu.
Di halaman mansion, sebuah mobil baru datang. Pemiliknya tidak lain adalah Agnese. Dia terlihat bersemangat ingin cepat-cepat bertemu Luiz.
Dengan langkah cepat, Agnese masuk ke mansion. Dia masuk dengan mudah karena pintu dalam keadaan terbuka. Agnese tak berhenti tersenyum karena merasa bahagia akan bertemu kekasihnya Luiz.
Tetapi senyuman Agnese seketika pudar tatkala menyaksikan Luiz asyik berciuman dengan Raquel.
"Lu-luiz? Bukankah dia sepupumu?" tukas Agnese yang merasa syok. Mengingat Luiz pernah memberitahu kalau Raquel adalah sepupunya.
Karena perkataan Agnese, Raquel dan Luiz berhenti berciuman. Mereka langsung menjaga jarak dan menoleh ke arah Agnese. Keduanya benar-benar merasa tertangkap basah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
Sammeluira
agnesee, dblangin... jdi ktauan kan xD
2023-03-24
1