Mereka Dimana?

"Mas, Airin dimana?" Rili yang baru saja masuk ke dalam kamar rawat mereka sangat panik ketika melihat kamar itu kosong.

"Iya, Revan juga gak ada." Alea juga ikut panik.

Seketika Alvin dan Kevin menghampiri yang istri-istrinya yang sedang panik di depan pintu.

"Tadi aku ada di depan ruangan terus." Kevin mencari mereka di kamar mandi. "Di kamar mandi juga gak ada, kemana mereka?"

"Mas Alvin aku suruh jagain malah gak tahu anaknya gak ada di kamar. Nanti kalau Airin kenapa-napa gimana?" Kemudian Rili berjalan menyusuri koridor rumah sakit.

"Aku beneran gak tahu, Bun. Tadi aku sama Kevin ngobrol di depan ruangan karena sebelumnya aku melihat mereka tidur."

"Mereka lewat di depan Mas Alvin gak tahu?"

"Beneran Bun, gak tahu. Mungkin mereka ke taman, bosan di kamar terus." Alvin dan Rili berjalan menuju taman rumah sakit. Mereka mencarinya tapi putri kesayangan mereka tidak ada di sana.

"Kita lapor pihak rumah sakit saja, agar dibantu cari dan cek cctv." kata Alvin pada akhirnya.

...***...

Airin menegakkan kepalanya dan melepas pelukannya dari Revan. "Baik aku akan menolong kamu." Lalu dia beranikan diri menatap satu mayat yang terbuka itu. Wajah pucat dan membiru itu adalah Aditya. Ya, hantu yang sekarang sedang berdiri di depannya.

Revan berjalan mendekati mayat itu, "Apa dia yang minta tolong sama kamu?" tanyanya.

"Iya," jawab Airin singkat.

Revan membaca keterangan yang ada di kakinya. "Korban kecelakaan dan hanyut di sungai." Kemudian Revan kembali menutup mayat itu. Dia berjalan kembali ke belakang pintu dan berusaha membukanya tapi masih saja belum bisa.

"Biarkan aku keluar dari sini." Airin membantu Revan membuka pintu itu.

"Aku belum selesai bercerita sama kamu. Aku bukan korban kecelakaan tapi aku sebenarnya dibunuh dan dilempar ke sungai. Dompet dan identitas aku diambil agar tidak ada yang menemukanku. Hanya tersisa cincin yang selalu aku genggam itu, lalu diambil suster dan sekarang ada di kamu."

Airin menutup telinganya karena hantu itu terus bercerita. "Udah cukup! Setelah aku keluar dari rumah sakit, beritahu aku rumah kamu!"

Seketika pintu kamar mayat itu terbuka dan mereka berdua jatuh ke lantai.

"Airin!!" tepat saat kedua orang tua mereka berada di depan kamar mayat. Setelah mereka melihat rekaman cctv, mereka memang langsung menuju kamar mayat.

Alvin segera menggendong putrinya dan membawanya ke kamar rawat.

"Ayah, Airin bisa jalan sendiri."

"Airin, kamu masih harus dirawat. Gak boleh kemana-mana. Lihat, tangan kamu sampai berdarah gini. Kami semua khawatir nyariin kamu."

"Maaf Ayah, Airin cuma..." Kemudian Airin melingkarkan tangannya di leher Ayahnya dan memeluknya.

Setelah sampai di ruang rawat mereka kembali merebahkan diri di atas brangkar.

Alvin segera memanggil Dokter dan suster untuk memeriksa kondisi Airin dan Revan.

"Jarum infusnya jangan dilepas paksa lagi, nanti lukanya semakin lebar," kata suster yang sekarang memasang jarum infus di tangan Airin lagi.

Airin menganggukkan kepalanya. Sebenarnya dia sudah tidak nyaman memakai infus tapi begitulah rumah sakit, dia harus tetap diinfus sebelum dinyatakan boleh pulang.

"Airin, jangan ikuti lagi makhluk halus itu. Bahaya, nak." Alvin kini duduk di samping Airin sambil mengusap rambutnya.

"Dia yang nyamperin Airin, Ayah. Airin juga gak mau."

Alvin menghela napas panjang. Iya, makhluk-makhluk itu memang datang tanpa diundang. "Ya sudah. Kalau ada apa-apa bilang sama Ayah ya. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi."

"Iya Ayah." Kemudian Airin memeluk lengan Ayahnya agar menemaninya tidur.

"Kamu tidur saja. Ayah temani di sini."

Airin menganggukkan kepalanya. Dia mulai memejamkan matanya. Meskipun sebenarnya dia merasa hantu Aditya masih saja mengikutinya. Bahkan sepertinya dia sedang mengintainya.

Tenang, ada Ayah di sini. Aku gak boleh takut.

Airin semakin mengeratkan pelukannya di lengan Ayahnya.

"Kamu kenapa? Udah, jangan takut ada Ayah di sini." Alvin terus membelai rambut putrinya untuk memberinya kenyamanan dan ketenangan. Beberapa saat kemudian akhirnya Airin bernapas teratur dan dia mulai terlelap.

...***...

Keesokan harinya setelah melewati beberapa pemeriksaan, akhirnya Airin dan Revan diperbolehkan untuk pulang.

Keluarga Airin dan Revan kini berjalan bersama menuju tempat parkir.

"Van, kamu bisa bantu aku gak?" tanya Airin pada Revan yang kini berjalan di sampingnya. Tentu saja sangat pelan agar kedua orang tuanya tidak mendengar.

"Soal hantu itu?" tanya Revan.

Airin menganggukkan kepalanya. "Besok sepulang sekolah antar aku ke sebuah alamat. Dia mau nunjukin alamat kekasihnya."

Revan terdiam beberapa saat.

"Kalau gak mau, ya udah gak papa. Nanti aku minta tolong sama Azka saja," kata Airin memutuskannya sendiri.

"Iya, aku mau. Karena sebelumnya aku sudah terlibat, sama aku saja."

Airin kini beralih menatap Revan. Mengapa dadanya tiba-tiba berdebar seperti ini. Setelah itu buru-buru dia mengalihkan pandangannya.

Jantung aku mengapa jadi gak beres gini.

"Pak Alvin, sampai jumpa lagi." kata Kevin setelah sampai di tempat parkir.

"Iya, siapa tahu mereka memang berjodoh." Alvin tertawa apalagi saat mendapat satu cubitan dari putrinya

"Ih, Ayah. Ngomong apa sih."

"Iya gak papa," sambung Kevin lagi. "Bagus kalau mereka berjodoh. Kita bisa kerjasama membuat proyek."

"Papa, pernikahan itu bukan bisnis. Lagian itu masih jauh banget," kata Revan sambil masuk ke dalam mobil.

"Proyek menimang cucu maksud Papa." Kevin kini juga masuk ke dalam mobil. "Ma, anak bungsu kita hidupnya terlalu serius."

Sedangkan Alea hanya tertawa. Lalu beberapa saat kemudian mobil mereka melaju meninggalkan tempat parkir.

Setelah itu mobil keluarga Alvin juga melaju meninggalkan tempat parkir.

"Ayah, jangan bilang gitu. Malu."

Alvin masih saja tertawa, dia memang sangat semang menggoda putri-putrinya. "Ayah bercanda, gitu aja baper."

Airin kini menyandarkan kepalanya di bahu Bundanya yang juga ikut tertawa.

"Kalau Airin sama Revan terus Azkanya gimana?" tanya Bunda Rili yang semakin menambah semu merah di pipi Airin.

"Ih, Bunda, kita semua cuma teman."

"Iya, iya. Kamu belajar yang rajin ya. Jangan memikirkan soal makhluk-makhluk itu lagi. Kalau ada apa-apa, bilang sama Ayah dan Bunda," pesan Rili.

"Iya, Bun."

Meski demikian Airin akan tetap berpetualang menyelesaikan sebuah misteri bersama makhluk tak kasat mata itu.

💕💕💕

.

Like dan komen ya...

Terpopuler

Comments

Al Fatih

Al Fatih

ai....,, dirimu sama siapa....,, Azka atw Revan...? kalo mau jadi AA mah berarti sama Azka 🤭

2023-11-03

0

Ansyanovels

Ansyanovels

Semangat Thor updatenya, hehe! Gua bakal tetep terus nunggu bab berikutnya dari Authornya hihi ❣️

2023-03-10

2

Ansyanovels

Ansyanovels

Semangat Airin!! Gua yakin lu pasti bisa menuntaskan semuanya dan membuka kunci agar Aditya bisa pergi ke alam abadi sesungguhnya untuk dia bersinggah!

2023-03-10

2

lihat semua
Episodes
1 Awal Terbukanya Mata Batin
2 Tragedi Di Sekolah
3 Menyimpan Rasa
4 Mimpi Buruk Lagi
5 Dekati Dia!
6 Salah Paham
7 Merasa Rapuh
8 Tak Sadarkan Diri
9 Dua Lembar Foto
10 Kita Sahabat
11 Flashback
12 Sebuah Rencana
13 Kamu Akan Ikut Bersamaku!
14 Tetap Pada Rencana Awal
15 Puncak Masalah
16 Semua Telah Berlalu
17 Kisah Misteri Masih Berlanjut
18 Tolong Aku
19 Mereka Dimana?
20 The Next Couple Of Leader
21 Setengah Hati yang Tertinggal
22 Hujan
23 Modus Terbaru
24 Tak Bisa Menemanimu
25 Apa Hanya Pelarian?
26 Belum Waktunya
27 Murid Baru
28 Will Be Mine?
29 Andai...
30 Perubahan
31 Merasa Aneh
32 Aura Pemikat
33 Di Perpustakaan Itu...
34 Ungkapan Rasa yang Salah
35 Penasaran
36 Masih Butuh Waktu
37 Galau
38 Do You Know What I Feel?
39 Bolos Bareng
40 Masa Lalu Satya dan Lisna
41 Mengantar Pulang
42 Kesedihan Azka
43 Siapa Dia?
44 Hati yang Terluka
45 Menanti Sebuah Jawaban
46 Belajar Di Perpustakaan
47 Hidup Itu Rumit
48 Benarkah Dia?
49 Hal Tak Terduga
50 Mengikuti Fani
51 Belum Terlambat
52 Semua Telah Terjadi
53 Sudah Lelah
54 Tidak Bisa Bersama Lagi
55 Belum Bisa Memaafkan
56 Semakin Bucin
57 Kenangan Manis
58 Berangkat Camping
59 Sudah Baikan
60 Tersesat di Hutan
61 Tidak Menemukan Jalan
62 Kita Harus Tetap Bersama
63 Harus Bertahan
64 Semoga Saja
65 Terus Berusaha
66 Semua Telah Berlalu
67 Kamu Pasti Bisa
68 Nge-Date
69 Butuh Usaha
70 Masuk Sekolah
71 Di Kafe
72 Lepaskan!
73 Semua Terungkap
74 Jangan Menyerah
75 Kado?
76 Pacar Pura-pura
77 Siapa Putri?
78 Permintaan Terakhir
79 Mimpi Atau Nyata?
80 Ada Apa Airin?
81 Tidak Sadar
82 Merasa Bersalah
83 Bukan Airin
84 Cermin Itu!
85 Mencari Airin
86 Kalian Pembunuh!
87 Menyesal?
88 Kamu Pasti Bisa!
89 Sudah Membaik
90 Noni Belanda
91 Sejarah
92 Kepulangan Azka
93 Kerasukan
94 Jangan Takut
95 Kedatangan Revan
96 Menjelajah Waktu
97 Pulang Cepat
98 ke Rumah Revan
99 Makam Esmee
100 Meminjam Raga?
101 Jangan Sedih Lagi
102 Semangat Azka
103 Persembahan Terakhir
104 Melepaskan
105 Putus?
106 Hari Kelulusan
107 Perpisahan
108 Pertama di Kampus
109 Bermain Basket Lagi
110 Menganggapmu Pacar
111 Kontrak Hampir Selesai
112 Kencan
113 Jangan Pergi
114 Menyesal
115 Kembalilah Azka
116 Video Viral?
117 Pelukan Terakhir
118 Selamat Tinggal
119 Will You Marry Me?
120 Ledakan
121 Gawat
122 Sudah Sadar
123 Pemulihan
124 Pagi Itu...
125 Pagi Itu 2
126 Married With Bad Boy
127 Selalu Bersama
128 Sudah Jadi?
129 Gender Reveal
130 Wellcome To The World
131 PENGUMUMAN
132 Hantu Kapten Basket (Karya Baru)
133 Azka terbaru udah rilis
Episodes

Updated 133 Episodes

1
Awal Terbukanya Mata Batin
2
Tragedi Di Sekolah
3
Menyimpan Rasa
4
Mimpi Buruk Lagi
5
Dekati Dia!
6
Salah Paham
7
Merasa Rapuh
8
Tak Sadarkan Diri
9
Dua Lembar Foto
10
Kita Sahabat
11
Flashback
12
Sebuah Rencana
13
Kamu Akan Ikut Bersamaku!
14
Tetap Pada Rencana Awal
15
Puncak Masalah
16
Semua Telah Berlalu
17
Kisah Misteri Masih Berlanjut
18
Tolong Aku
19
Mereka Dimana?
20
The Next Couple Of Leader
21
Setengah Hati yang Tertinggal
22
Hujan
23
Modus Terbaru
24
Tak Bisa Menemanimu
25
Apa Hanya Pelarian?
26
Belum Waktunya
27
Murid Baru
28
Will Be Mine?
29
Andai...
30
Perubahan
31
Merasa Aneh
32
Aura Pemikat
33
Di Perpustakaan Itu...
34
Ungkapan Rasa yang Salah
35
Penasaran
36
Masih Butuh Waktu
37
Galau
38
Do You Know What I Feel?
39
Bolos Bareng
40
Masa Lalu Satya dan Lisna
41
Mengantar Pulang
42
Kesedihan Azka
43
Siapa Dia?
44
Hati yang Terluka
45
Menanti Sebuah Jawaban
46
Belajar Di Perpustakaan
47
Hidup Itu Rumit
48
Benarkah Dia?
49
Hal Tak Terduga
50
Mengikuti Fani
51
Belum Terlambat
52
Semua Telah Terjadi
53
Sudah Lelah
54
Tidak Bisa Bersama Lagi
55
Belum Bisa Memaafkan
56
Semakin Bucin
57
Kenangan Manis
58
Berangkat Camping
59
Sudah Baikan
60
Tersesat di Hutan
61
Tidak Menemukan Jalan
62
Kita Harus Tetap Bersama
63
Harus Bertahan
64
Semoga Saja
65
Terus Berusaha
66
Semua Telah Berlalu
67
Kamu Pasti Bisa
68
Nge-Date
69
Butuh Usaha
70
Masuk Sekolah
71
Di Kafe
72
Lepaskan!
73
Semua Terungkap
74
Jangan Menyerah
75
Kado?
76
Pacar Pura-pura
77
Siapa Putri?
78
Permintaan Terakhir
79
Mimpi Atau Nyata?
80
Ada Apa Airin?
81
Tidak Sadar
82
Merasa Bersalah
83
Bukan Airin
84
Cermin Itu!
85
Mencari Airin
86
Kalian Pembunuh!
87
Menyesal?
88
Kamu Pasti Bisa!
89
Sudah Membaik
90
Noni Belanda
91
Sejarah
92
Kepulangan Azka
93
Kerasukan
94
Jangan Takut
95
Kedatangan Revan
96
Menjelajah Waktu
97
Pulang Cepat
98
ke Rumah Revan
99
Makam Esmee
100
Meminjam Raga?
101
Jangan Sedih Lagi
102
Semangat Azka
103
Persembahan Terakhir
104
Melepaskan
105
Putus?
106
Hari Kelulusan
107
Perpisahan
108
Pertama di Kampus
109
Bermain Basket Lagi
110
Menganggapmu Pacar
111
Kontrak Hampir Selesai
112
Kencan
113
Jangan Pergi
114
Menyesal
115
Kembalilah Azka
116
Video Viral?
117
Pelukan Terakhir
118
Selamat Tinggal
119
Will You Marry Me?
120
Ledakan
121
Gawat
122
Sudah Sadar
123
Pemulihan
124
Pagi Itu...
125
Pagi Itu 2
126
Married With Bad Boy
127
Selalu Bersama
128
Sudah Jadi?
129
Gender Reveal
130
Wellcome To The World
131
PENGUMUMAN
132
Hantu Kapten Basket (Karya Baru)
133
Azka terbaru udah rilis

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!