Kamu Akan Ikut Bersamaku!

Airin dan Revan kini masuk ke dalam kelas. Tangan mereka masih terpaut yang menimbulkan tanda tanya besar dari teman-temannya, termasuk Ria.

"Jadi udah go public hubungan kalian. Gue gak nyangka, Airin yang polos dan Revan yang dingin ternyata terlibat affair." kata Ria yang kini berdiri di depan mereka berdua.

Revan hanya tersenyum miring, "Daripada kalian bergosip, lebih baik aku buat kenyataan saja hubungan aku dan Airin. Memangnya kenapa? Sekarang Della sudah gak ada, gak usah bahas hubungan aku dan Della." kemudian Revan dan Airin hanya melewati Ria.

"Revan udah berubah! Illfeel gue sama lo!"

Airin hanya menatap Revan, dia yakin setengah hati Revan masih terluka. Revan terpaksa berpura-pura demi terungkapnya kasus ini. Tapi aktingnya sangat terlihat natural, apakah ini sisi lain Revan yang sebenarnya.

Airin kini duduk di bangkunya sedangkan Revan di belakangnya.

Ada rasa sakit yang terselip di hati Azka saat melihat Airin dan Revan bersama. Dia hanya menghela napas panjang lalu mengirim pesan pada Airin dan Revan.

Semua lancar, aku tadi sudah pasang cctv tersembunyi di atas gedung.

Mereka hanya berbalas pesan lewat ponselnya. Mereka tidak tahu bahwa Melodi merasa teracuhkan.

Airin sekarang sibuk dengan Azka dan Revan. Apa mereka memang tidak butuh bantuanku? Padahal aku juga sahabatnya Della, aku juga ingin membantu Della.

Beberapa saat kemudian, guru mata pelajaran Matematika masuk ke dalam kelas. Setelah berdo'a, pelajaran pun dimulai.

Airin kini fokus pada guru yang menerangkan di depan kelas.

Tiba-tiba bulpoinnya bergerak sendiri di atas bukunya.

Hati-hati!

Airin membulatkan matanya membaca pesan itu. Seketika bulu kuduk Airin merinding. Hati-hati? Apa bahaya akan mengintainya.

Pikirannya menjadi tidak fokus dengan pelajaran. Dia mulai resah. Rasa takut kembali menyelimutinya.

Aku gak boleh takut, aku harus bisa menghadapi ini semua.

Airin kini mengambil ponselnya karena terasa bergetar. Ada satu pesan lagi dari Della.

Kamu akan ikut bersamaku!!

Seketika ponselnya pun terjatuh ke lantai. Dia menggigit bibir bawahnya agar tidak teriak.

Mendengar suara itu Bu Sonya menolehnya. "Ada apa?"

"Tidak ada apa-apa, Bu." jawab Airin sambil menyimpan ponselnya.

"Kamu pucat sekali. Kalau masih sakit bisa ke UKS," kata Bu Sonya.

Airin hanya menggelengkan kepalanya. Dia kini mengusap keringat yang membasahi pelipisnya.

Tenang! Itu hanya teror dari psycho itu.

Tiba-tiba ponsel Airin bergetar. Dia melihat nama yang tertera di ponselnya.

Della!

Airin menoleh ke sisi kirinya dimana teman-teman Revan yang duduk dengan pandangan mereka yang fokus pada Bu Sonya. Kemudian dia menoleh Revan dan diam-diam meletakkan ponselnya di atas buku Revan.

Ponsel itu masih bergetar dengan nama Della. Revan biarkan panggilan itu, dia kini mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi nomor Della. Hanya memanggil dan tertulis nomor masih berada di panggilan lain.

Kenapa aku gak pernah memikirkan soal ini.

Revan mendownload sebuah aplikasi yang bisa melacak keberadaan sebuah nomor ponsel. Setelah berhasil, dia memasukkan nomor ponsel Della. Mencoba mencari keberadaan nomor ponsel itu.

Matanya membulat saat mesin pencarian itu berhasil menemukannya.

Gak salah lagi, ternyata benar apa kata Azka.

Emosi Revan kian tersulut. Dia menggenggam bulpoinnya hingga bulpoin itu patah dan terlempar mengenai punggung Airin.

"Aw." Airin mengusap punggungnya dan menoleh Revan.

"Eh, sorry." Revan mengembalikan ponsel Airin sambil berbisik.

"Kalian berdua ngapain?" Bu Sonya menatap Revan dan Airin. "Sedari tadi sepertinya tidak konsentrasi mengikuti pelajaran saya. Kalau memang ada yang dibicarakan, bicarakan diluar! Sambil bersih-bersih ruang perpustakaan!'

Airin hanya terdiam sambil menundukkan pandangannya.

"Silakan keluar. Setelah ruang perpustakaan rapi baru kalian boleh kembali."

Airin dan Revan akhirnya berdiri dan keluar dari kelas.

"Ai, aku udah nemuin titik lokasi ponsel Della. Kita omongin ini di UKS." Mereka berdua segera mempercepat langkah mereka menuju UKS. Setelah masuk ke dalam UKS, mereka menata buku-buku yang berantakan sambil mengobrol pelan.

"Nanti sepulang sekolah kita lakukan rencana itu, sepertinya dugaan kita memang benar. Aku sudah menemukan titik lokasi ponsel Della." Revan memberikan ponsel Airin yang sekarang mati karena lowbath.

"Yah, ponsel aku jadi lowbath."

"Nanti saja di charge di kelas."

Kemudian mereka sama-sama terdiam. Mereka membersihkan rak dari debu-debu lalu menata buku.

"Kalau capek kamu duduk aja gak papa." kata Revan

"Nggak kok. Ini pengalaman pertama aku dihukum." kata Airin. Dia tidak pernah menyangka di hukum bersama Revan.

"Iya, aku juga."

"Semoga saja, Ayah gak tahu." Airin tersenyum kecil, karena jika Ayahnya tahu pasti dia akan dimarahi.

Kemudian mereka hanya terdiam sambil menyelesaikan pekerjaannya. Setelah semua tertata rapi. Mereka kini duduk di lantai dan bersandar pada rak buku untuk beristirahat sesaat.

"Van, aku tahu ini berat buat kamu. Kamu sudah kehilangan Della, dipecat jadi ketos, dan kamu juga harus berpura-pura seperti ini."

Revan hanya tersenyum kecil. "Iya, awalnya aku memang gak bisa menerima. Tapi inilah takdir. Terkadang takdir itu memang tidak adil tapi mau bagaimana lagi. Skenario kehidupan kita sudah diatur, yang terpenting kita harus bisa memperbaiki apa yang ada saat ini. Jangan lagi menoleh ke belakang."

Airin hanya menatap Revan yang memiliki pemikiran sangat dewasa.

"Apa kamu memang punya sixsense sejak dulu?" tanya Revan.

Airin menganggukkan kepalanya. "Iya, sejak aku kecil tapi sempat tertutup beberapa tahun, dan sixsense aku muncul setelah kematian Della. Sebenarnya aku tidak hanya bisa melihat mereka di dunia nyata, tapi juga dalam mimpi. Mimpi yang seringkali menjadi nyata atau flashback yang nyata."

"Precognitive dream?"

Airin menganggukkan kepalanya.

"Kamu hebat! Kamu masih bisa menjalani hidup kamu dengan normal. pasti ini gak mudah buat kamu."

Airin menghela napas panjang. "Aku gak hebat. Nyatanya aku masih ketakutan tiap kali bisa melihat mereka di alam nyata dan mimpi. Jujur, terkadang aku merasa gak sanggup. Aku ingin kembali normal, entah bagaimana caranya."

Bugh!!

Tiba-tiba ada yang menjatuhkan buku tebal tepat di atas kepala Airin.

"Aw!" Airin memegang kepalanya yang terasa sangat sakit.

Terdengar suara langkah kaki menjauh.

Revan segera berdiri dan mengejarnya memutari rak-rak buku tapi suara langkah kaki itu kini menghilang.

"Aw, lepaskan!"

"Airin!" Revan segera berlari ke tempat semula. "Airin!

.

💕💕💕

.

Like dan komen ya...

Terpopuler

Comments

G

G

br tau di uks ada buku2, mgkn buku ttg P3K bagi anak SMU😊

2023-11-05

0

Nurul Irwansyah

Nurul Irwansyah

kok AQ jdi deg²an y 🤭

2023-03-07

3

lihat semua
Episodes
1 Awal Terbukanya Mata Batin
2 Tragedi Di Sekolah
3 Menyimpan Rasa
4 Mimpi Buruk Lagi
5 Dekati Dia!
6 Salah Paham
7 Merasa Rapuh
8 Tak Sadarkan Diri
9 Dua Lembar Foto
10 Kita Sahabat
11 Flashback
12 Sebuah Rencana
13 Kamu Akan Ikut Bersamaku!
14 Tetap Pada Rencana Awal
15 Puncak Masalah
16 Semua Telah Berlalu
17 Kisah Misteri Masih Berlanjut
18 Tolong Aku
19 Mereka Dimana?
20 The Next Couple Of Leader
21 Setengah Hati yang Tertinggal
22 Hujan
23 Modus Terbaru
24 Tak Bisa Menemanimu
25 Apa Hanya Pelarian?
26 Belum Waktunya
27 Murid Baru
28 Will Be Mine?
29 Andai...
30 Perubahan
31 Merasa Aneh
32 Aura Pemikat
33 Di Perpustakaan Itu...
34 Ungkapan Rasa yang Salah
35 Penasaran
36 Masih Butuh Waktu
37 Galau
38 Do You Know What I Feel?
39 Bolos Bareng
40 Masa Lalu Satya dan Lisna
41 Mengantar Pulang
42 Kesedihan Azka
43 Siapa Dia?
44 Hati yang Terluka
45 Menanti Sebuah Jawaban
46 Belajar Di Perpustakaan
47 Hidup Itu Rumit
48 Benarkah Dia?
49 Hal Tak Terduga
50 Mengikuti Fani
51 Belum Terlambat
52 Semua Telah Terjadi
53 Sudah Lelah
54 Tidak Bisa Bersama Lagi
55 Belum Bisa Memaafkan
56 Semakin Bucin
57 Kenangan Manis
58 Berangkat Camping
59 Sudah Baikan
60 Tersesat di Hutan
61 Tidak Menemukan Jalan
62 Kita Harus Tetap Bersama
63 Harus Bertahan
64 Semoga Saja
65 Terus Berusaha
66 Semua Telah Berlalu
67 Kamu Pasti Bisa
68 Nge-Date
69 Butuh Usaha
70 Masuk Sekolah
71 Di Kafe
72 Lepaskan!
73 Semua Terungkap
74 Jangan Menyerah
75 Kado?
76 Pacar Pura-pura
77 Siapa Putri?
78 Permintaan Terakhir
79 Mimpi Atau Nyata?
80 Ada Apa Airin?
81 Tidak Sadar
82 Merasa Bersalah
83 Bukan Airin
84 Cermin Itu!
85 Mencari Airin
86 Kalian Pembunuh!
87 Menyesal?
88 Kamu Pasti Bisa!
89 Sudah Membaik
90 Noni Belanda
91 Sejarah
92 Kepulangan Azka
93 Kerasukan
94 Jangan Takut
95 Kedatangan Revan
96 Menjelajah Waktu
97 Pulang Cepat
98 ke Rumah Revan
99 Makam Esmee
100 Meminjam Raga?
101 Jangan Sedih Lagi
102 Semangat Azka
103 Persembahan Terakhir
104 Melepaskan
105 Putus?
106 Hari Kelulusan
107 Perpisahan
108 Pertama di Kampus
109 Bermain Basket Lagi
110 Menganggapmu Pacar
111 Kontrak Hampir Selesai
112 Kencan
113 Jangan Pergi
114 Menyesal
115 Kembalilah Azka
116 Video Viral?
117 Pelukan Terakhir
118 Selamat Tinggal
119 Will You Marry Me?
120 Ledakan
121 Gawat
122 Sudah Sadar
123 Pemulihan
124 Pagi Itu...
125 Pagi Itu 2
126 Married With Bad Boy
127 Selalu Bersama
128 Sudah Jadi?
129 Gender Reveal
130 Wellcome To The World
131 PENGUMUMAN
132 Hantu Kapten Basket (Karya Baru)
133 Azka terbaru udah rilis
Episodes

Updated 133 Episodes

1
Awal Terbukanya Mata Batin
2
Tragedi Di Sekolah
3
Menyimpan Rasa
4
Mimpi Buruk Lagi
5
Dekati Dia!
6
Salah Paham
7
Merasa Rapuh
8
Tak Sadarkan Diri
9
Dua Lembar Foto
10
Kita Sahabat
11
Flashback
12
Sebuah Rencana
13
Kamu Akan Ikut Bersamaku!
14
Tetap Pada Rencana Awal
15
Puncak Masalah
16
Semua Telah Berlalu
17
Kisah Misteri Masih Berlanjut
18
Tolong Aku
19
Mereka Dimana?
20
The Next Couple Of Leader
21
Setengah Hati yang Tertinggal
22
Hujan
23
Modus Terbaru
24
Tak Bisa Menemanimu
25
Apa Hanya Pelarian?
26
Belum Waktunya
27
Murid Baru
28
Will Be Mine?
29
Andai...
30
Perubahan
31
Merasa Aneh
32
Aura Pemikat
33
Di Perpustakaan Itu...
34
Ungkapan Rasa yang Salah
35
Penasaran
36
Masih Butuh Waktu
37
Galau
38
Do You Know What I Feel?
39
Bolos Bareng
40
Masa Lalu Satya dan Lisna
41
Mengantar Pulang
42
Kesedihan Azka
43
Siapa Dia?
44
Hati yang Terluka
45
Menanti Sebuah Jawaban
46
Belajar Di Perpustakaan
47
Hidup Itu Rumit
48
Benarkah Dia?
49
Hal Tak Terduga
50
Mengikuti Fani
51
Belum Terlambat
52
Semua Telah Terjadi
53
Sudah Lelah
54
Tidak Bisa Bersama Lagi
55
Belum Bisa Memaafkan
56
Semakin Bucin
57
Kenangan Manis
58
Berangkat Camping
59
Sudah Baikan
60
Tersesat di Hutan
61
Tidak Menemukan Jalan
62
Kita Harus Tetap Bersama
63
Harus Bertahan
64
Semoga Saja
65
Terus Berusaha
66
Semua Telah Berlalu
67
Kamu Pasti Bisa
68
Nge-Date
69
Butuh Usaha
70
Masuk Sekolah
71
Di Kafe
72
Lepaskan!
73
Semua Terungkap
74
Jangan Menyerah
75
Kado?
76
Pacar Pura-pura
77
Siapa Putri?
78
Permintaan Terakhir
79
Mimpi Atau Nyata?
80
Ada Apa Airin?
81
Tidak Sadar
82
Merasa Bersalah
83
Bukan Airin
84
Cermin Itu!
85
Mencari Airin
86
Kalian Pembunuh!
87
Menyesal?
88
Kamu Pasti Bisa!
89
Sudah Membaik
90
Noni Belanda
91
Sejarah
92
Kepulangan Azka
93
Kerasukan
94
Jangan Takut
95
Kedatangan Revan
96
Menjelajah Waktu
97
Pulang Cepat
98
ke Rumah Revan
99
Makam Esmee
100
Meminjam Raga?
101
Jangan Sedih Lagi
102
Semangat Azka
103
Persembahan Terakhir
104
Melepaskan
105
Putus?
106
Hari Kelulusan
107
Perpisahan
108
Pertama di Kampus
109
Bermain Basket Lagi
110
Menganggapmu Pacar
111
Kontrak Hampir Selesai
112
Kencan
113
Jangan Pergi
114
Menyesal
115
Kembalilah Azka
116
Video Viral?
117
Pelukan Terakhir
118
Selamat Tinggal
119
Will You Marry Me?
120
Ledakan
121
Gawat
122
Sudah Sadar
123
Pemulihan
124
Pagi Itu...
125
Pagi Itu 2
126
Married With Bad Boy
127
Selalu Bersama
128
Sudah Jadi?
129
Gender Reveal
130
Wellcome To The World
131
PENGUMUMAN
132
Hantu Kapten Basket (Karya Baru)
133
Azka terbaru udah rilis

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!