Tak Sadarkan Diri

Tiba-tiba tubuh Airin kian melemas. Dia jatuh pingsan dipelukan Azka. "Airin!" Azka menepuk pipi Airin agar sadarkan diri. Tapi Airin masih tetap menutup matanya.

Azka segera menggendong Airin menuruni anak tangga. Dia kini membawanya ke UKS. "Airin, ayo sadar."

Azka mengambil minyak kayu putih dan mengusap tangannya.

Sedangkan Revan kini mengusap wajah Airin yang memerah dengan lap hangat.

Tapi Azka menepis tangan Revan. "Apa yang lo lakuin! Gue udah bilang, jauhi Airin! Lebih baik lo pergi dari sini!" usir Azka. Dia tidak mau kesalahpahaman terjadi lagi di antara mereka.

Revan hanya mengepalkan tangannya kemudian dia keluar dari UKS.

Airin belum juga sadar. "Ayo, Airin sadar. Ini penjaga UKS kemana di saat dibutuhkan seperti ini malah gak ada."

Beberapa saat kemudian Revan kembali masuk ke dalam UKS bersama Bu Nur.

"Apa yang terjadi? Airin belum sadar?" Bu Nur segera memeriksa kondisi Airin.

Sedangkan Revan kini membuka tas Airin yang dia bawa dari kelas. Lalu memberikan ponsel Airin pada Azka. "Lo hubungi orang tuanya. Biarkan masalah ini tuntas sekalian."

Azka mengambil ponsel Airin, dia segera menghubungi Ayah Airin. Setelah itu dia memasukkan kembali ponsel Airin ke dalam tasnya.

"Bu, Airin di bully sama anak-anak. Tolong masalah ini segera diselesaikan." kata Revan. "Kalau masalah pembullyan inidi biarkan, akan banyak kasus-kasus Della selanjutnya."

"Iya, seperti apa yang kamu laporkan tadi. Pak Widodo sudah mengumpulkan mereka yang membully, tapi tetap kamu dan Airin menjadi tersangka yang menyebabkan Della bunuh diri."

"Bu, tidak bisa begitu. Pihak sekolah harus menyelidiki kasus ini dengan benar. Cari bukti cctv, pasti Della tidak murni bunuh diri." kata Azka. Dia sangat kesal dengan keputusan sekolah yang melibatkan Airin sebagai penyebab kasus ini.

"Azka, pihak sekolah sudah memeriksa cctv dan saat itu cctv rusak."

"Rusak? Semua rusak?" tanya Azka memastikan lagi.

"Tidak semua. Hanya yang mengarah ke atap gedung."

Azka menghela napas panjang. "Itu tandanya ada yang sengaja merusak cctv itu. Kalau memang pihak sekolah tidak mau mengusut masalah ini, biar saya yang mengurusnya."

"Azka, pihak sekolah juga sudah menyuruh polisi untuk mengusut kasus ini tapi karena ditemukan pesan dari Della makanya polisi tidak melanjutkan kasus ini. Mereka menganggap kasus ini adalah murni bunuh diri." kata Bu Nur. Dia kini mengusap wajah Airin yang masih terlihat merah. Airin masih saja belum sadar. "Kalian sudah menghubungi orang tuanya? Karena belum sadar juga kita bawa ke rumah sakit saja."

"Sudah, Ayahnya sudah dalam perjalanan ke sekolah," jawab Azka.

Revan mendekat dan menatap wajah pucat Airin. Harusnya Airin tidak masuk dalam masalah ini. Harusnya dia yang menanggung semua tuduhan itu.

Beberapa saat kemudian Ayahnya Airin masuk, dia segera mendekati Airin dan meraih tubuhnya. "Airin sayang. Airin kenapa bisa seperti ini?" Alvin mengusap rambut putrinya yang basah dan lengket. "Apa yang sebenaenya terjadi dengan Airin?"

"Maaf Pak, putri bapak korban bully teman-temannya."

"Bully? Bu, tolong kasus seperti ini ditindak lanjut. Saya tidak mau hal seperti ini terulang lagi. Kalau sampai terjadi apa-apa dengan putri saya, saya akan pindahkan putri saya dari sekolah ini dan saya akan tuntut sekolah ini." Alvin meraih tubuh putrinya. Dia harus segera membawanya ke rumah sakit karena suhu badannya sekarang juga sudah naik.

"Azka, kamu bisa bawa mobil?" tanya Alvin pada Azka.

Azka hanya menggelengkan kepalanya.

"Saya bisa. Saya juga sudah punya SIM." jawab Revan.

Alvin menatap Revan sesaat. Dia tidak pernah melihat Revan sebelumnya. Yang dia tahu sahabat laki-laki terdekat Airin hanyalah Azka. Tapi Alvin tidak akan pikir panjang lagi. "Ya sudah kamu bantu bawa mobil saya. Biar saya di belakang dengan Airin."

Alvin segera mengangkat tubuh Airin keluar dari UKS. Dia setengah berlari menuju tempat parkir yang diikuti Revan.

Setelah sampai di dekat mobil, Revan membukakan pintu untuk Airin dan Ayahnya. Kemudian dia masuk ke kursi pengemudi. "Ke rumah sakit mana, Om?"

"Yang paling dekat saja."

Beberapa saat kemudian mobil itu mulai melaju meninggalkan sekolah.

Alvin terus mendekap tubuh putrinya dan mengusap pipinya yang merah. "Airin, kenapa bisa sampai kayak gini. Bangun, nak. Airin anak yang kuat. Airin harus bisa melawan rasa takut kamu."

Alvin mengecek suhu badan di tengkuk leher Airin yang semakin terasa panas. "Sebenarnya apa yang terjadi pada Airin? Mereka membully karena apa?"

Revan menghela napas panjang. Dia hanya bisa menceritakan yang sebenarnya walau akhirnya nanti dia akan dimarahi tapi tak mengapa. "Airin dituduh sebagai penyebab kematian Della, karena Airin dekat dengan saya. Sebelumnya saya memang ada hubungan dengan Della."

"Tapi kamu gak benar-benar dekati anak saya kan?"

"Tidak Om. Mereka hanya salah paham."

"Apa yang sudah mereka lakukan pada Airin? Wajah Airin merah seperti terbakar."

"Tadi di kantin Airin disiram kuah bakso yang pedas di kepalanya sama teman-teman." kata Revan. Meski sebenarnya dia sangat menyesal, mengapa tidak bisa mencegah hal itu terjadi.

"Astaga, ini gak bisa dibiarkan. Sekolah elit tapi sama sekali gak beres. Sekolah anak orang kaya tapi kelakuan minus semua. Saya gak bisa biarkan Airin terus dibully. Mereka yang membully harus dihukum."

Beberapa saat kemudian Airin terbatuk. Dia mulai membuka matanya dan menatap Ayahnya. "Ayah." Airin semakin mengeratkan pelukannya.

"Airin, akhirnya kamu sadar."

"Ayah, Airin takut."

"Jangan takut ada Ayah."

Revan sesekali melihat kedekatan Airin dan Ayahnya.

"Ayah, Airin takut." kata Airin lagi.

"Iya, sekarang kamu tenang. Ada Ayah di sini."

Airin semakin mengeratkan pelukannya pada Ayahnya. Tidak ada pelukan ternyaman selain pelukan Ayahnya.

Alvin mengusap punggung putrinya agar tenang. Suhu panas di tubuhnya semakin terasa.

Beberapa saat kemudian, mobil itu sudah berhenti di tempat parkir. Alvin segera membawa Airin keluar dari mobil dan masuk ke dalam IGD.

Setelah Airin diturunkan di atas brangkar, Dokter segera memeriksa kondisinya.

"Demamnya sangat tinggi. Untuk sementara harus di rawat inap. Suster tolong ambilkan baju rumah sakit dan juga basuh wajahnya, nanti kasih salep agar tidak iritasi."

"Iya, Dok."

Alvin keluar dari IGD saat Airin dipindah ke ruang rawat bersama suster dan Dokter. Dia menghubungi istrinya memberi kabar tentang keadaan Airin.

Setelah itu, dia duduk di samping Revan. "Terima kasih sudah mengantar ke rumah sakit. Kamu bisa pulang sendiri?"

"Bisa, Om." Revan memberikan kunci mobil yang sedari tadi dia pegang lalu dia berdiri dan keluar dari rumah sakit.

Alvin menatap punggung Revan yang kian menjauh.

Sepertinya kisah misteri yang telah puluhan tahun berlalu itu akan terulang kembali. Aku gak akan biarkan Airin sendirian melawan rasa takut ini.

💕💕💕

.

Like dan komen ya...

Terpopuler

Comments

Al Fatih

Al Fatih

papa Alvin....,, ad kisah misteri apa d masa lalu....

2023-11-03

1

Eika

Eika

semangat terus thor 💪💪💪

2023-04-29

0

Wina Yuliani

Wina Yuliani

keren thor 👍👍👍👍👍 bukan cuma horor tp juga penuh misteri

2023-03-11

1

lihat semua
Episodes
1 Awal Terbukanya Mata Batin
2 Tragedi Di Sekolah
3 Menyimpan Rasa
4 Mimpi Buruk Lagi
5 Dekati Dia!
6 Salah Paham
7 Merasa Rapuh
8 Tak Sadarkan Diri
9 Dua Lembar Foto
10 Kita Sahabat
11 Flashback
12 Sebuah Rencana
13 Kamu Akan Ikut Bersamaku!
14 Tetap Pada Rencana Awal
15 Puncak Masalah
16 Semua Telah Berlalu
17 Kisah Misteri Masih Berlanjut
18 Tolong Aku
19 Mereka Dimana?
20 The Next Couple Of Leader
21 Setengah Hati yang Tertinggal
22 Hujan
23 Modus Terbaru
24 Tak Bisa Menemanimu
25 Apa Hanya Pelarian?
26 Belum Waktunya
27 Murid Baru
28 Will Be Mine?
29 Andai...
30 Perubahan
31 Merasa Aneh
32 Aura Pemikat
33 Di Perpustakaan Itu...
34 Ungkapan Rasa yang Salah
35 Penasaran
36 Masih Butuh Waktu
37 Galau
38 Do You Know What I Feel?
39 Bolos Bareng
40 Masa Lalu Satya dan Lisna
41 Mengantar Pulang
42 Kesedihan Azka
43 Siapa Dia?
44 Hati yang Terluka
45 Menanti Sebuah Jawaban
46 Belajar Di Perpustakaan
47 Hidup Itu Rumit
48 Benarkah Dia?
49 Hal Tak Terduga
50 Mengikuti Fani
51 Belum Terlambat
52 Semua Telah Terjadi
53 Sudah Lelah
54 Tidak Bisa Bersama Lagi
55 Belum Bisa Memaafkan
56 Semakin Bucin
57 Kenangan Manis
58 Berangkat Camping
59 Sudah Baikan
60 Tersesat di Hutan
61 Tidak Menemukan Jalan
62 Kita Harus Tetap Bersama
63 Harus Bertahan
64 Semoga Saja
65 Terus Berusaha
66 Semua Telah Berlalu
67 Kamu Pasti Bisa
68 Nge-Date
69 Butuh Usaha
70 Masuk Sekolah
71 Di Kafe
72 Lepaskan!
73 Semua Terungkap
74 Jangan Menyerah
75 Kado?
76 Pacar Pura-pura
77 Siapa Putri?
78 Permintaan Terakhir
79 Mimpi Atau Nyata?
80 Ada Apa Airin?
81 Tidak Sadar
82 Merasa Bersalah
83 Bukan Airin
84 Cermin Itu!
85 Mencari Airin
86 Kalian Pembunuh!
87 Menyesal?
88 Kamu Pasti Bisa!
89 Sudah Membaik
90 Noni Belanda
91 Sejarah
92 Kepulangan Azka
93 Kerasukan
94 Jangan Takut
95 Kedatangan Revan
96 Menjelajah Waktu
97 Pulang Cepat
98 ke Rumah Revan
99 Makam Esmee
100 Meminjam Raga?
101 Jangan Sedih Lagi
102 Semangat Azka
103 Persembahan Terakhir
104 Melepaskan
105 Putus?
106 Hari Kelulusan
107 Perpisahan
108 Pertama di Kampus
109 Bermain Basket Lagi
110 Menganggapmu Pacar
111 Kontrak Hampir Selesai
112 Kencan
113 Jangan Pergi
114 Menyesal
115 Kembalilah Azka
116 Video Viral?
117 Pelukan Terakhir
118 Selamat Tinggal
119 Will You Marry Me?
120 Ledakan
121 Gawat
122 Sudah Sadar
123 Pemulihan
124 Pagi Itu...
125 Pagi Itu 2
126 Married With Bad Boy
127 Selalu Bersama
128 Sudah Jadi?
129 Gender Reveal
130 Wellcome To The World
131 PENGUMUMAN
132 Hantu Kapten Basket (Karya Baru)
133 Azka terbaru udah rilis
Episodes

Updated 133 Episodes

1
Awal Terbukanya Mata Batin
2
Tragedi Di Sekolah
3
Menyimpan Rasa
4
Mimpi Buruk Lagi
5
Dekati Dia!
6
Salah Paham
7
Merasa Rapuh
8
Tak Sadarkan Diri
9
Dua Lembar Foto
10
Kita Sahabat
11
Flashback
12
Sebuah Rencana
13
Kamu Akan Ikut Bersamaku!
14
Tetap Pada Rencana Awal
15
Puncak Masalah
16
Semua Telah Berlalu
17
Kisah Misteri Masih Berlanjut
18
Tolong Aku
19
Mereka Dimana?
20
The Next Couple Of Leader
21
Setengah Hati yang Tertinggal
22
Hujan
23
Modus Terbaru
24
Tak Bisa Menemanimu
25
Apa Hanya Pelarian?
26
Belum Waktunya
27
Murid Baru
28
Will Be Mine?
29
Andai...
30
Perubahan
31
Merasa Aneh
32
Aura Pemikat
33
Di Perpustakaan Itu...
34
Ungkapan Rasa yang Salah
35
Penasaran
36
Masih Butuh Waktu
37
Galau
38
Do You Know What I Feel?
39
Bolos Bareng
40
Masa Lalu Satya dan Lisna
41
Mengantar Pulang
42
Kesedihan Azka
43
Siapa Dia?
44
Hati yang Terluka
45
Menanti Sebuah Jawaban
46
Belajar Di Perpustakaan
47
Hidup Itu Rumit
48
Benarkah Dia?
49
Hal Tak Terduga
50
Mengikuti Fani
51
Belum Terlambat
52
Semua Telah Terjadi
53
Sudah Lelah
54
Tidak Bisa Bersama Lagi
55
Belum Bisa Memaafkan
56
Semakin Bucin
57
Kenangan Manis
58
Berangkat Camping
59
Sudah Baikan
60
Tersesat di Hutan
61
Tidak Menemukan Jalan
62
Kita Harus Tetap Bersama
63
Harus Bertahan
64
Semoga Saja
65
Terus Berusaha
66
Semua Telah Berlalu
67
Kamu Pasti Bisa
68
Nge-Date
69
Butuh Usaha
70
Masuk Sekolah
71
Di Kafe
72
Lepaskan!
73
Semua Terungkap
74
Jangan Menyerah
75
Kado?
76
Pacar Pura-pura
77
Siapa Putri?
78
Permintaan Terakhir
79
Mimpi Atau Nyata?
80
Ada Apa Airin?
81
Tidak Sadar
82
Merasa Bersalah
83
Bukan Airin
84
Cermin Itu!
85
Mencari Airin
86
Kalian Pembunuh!
87
Menyesal?
88
Kamu Pasti Bisa!
89
Sudah Membaik
90
Noni Belanda
91
Sejarah
92
Kepulangan Azka
93
Kerasukan
94
Jangan Takut
95
Kedatangan Revan
96
Menjelajah Waktu
97
Pulang Cepat
98
ke Rumah Revan
99
Makam Esmee
100
Meminjam Raga?
101
Jangan Sedih Lagi
102
Semangat Azka
103
Persembahan Terakhir
104
Melepaskan
105
Putus?
106
Hari Kelulusan
107
Perpisahan
108
Pertama di Kampus
109
Bermain Basket Lagi
110
Menganggapmu Pacar
111
Kontrak Hampir Selesai
112
Kencan
113
Jangan Pergi
114
Menyesal
115
Kembalilah Azka
116
Video Viral?
117
Pelukan Terakhir
118
Selamat Tinggal
119
Will You Marry Me?
120
Ledakan
121
Gawat
122
Sudah Sadar
123
Pemulihan
124
Pagi Itu...
125
Pagi Itu 2
126
Married With Bad Boy
127
Selalu Bersama
128
Sudah Jadi?
129
Gender Reveal
130
Wellcome To The World
131
PENGUMUMAN
132
Hantu Kapten Basket (Karya Baru)
133
Azka terbaru udah rilis

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!