Sebuah Rencana

Airin kini menatap Revan dan Azka yang duduk di ruang tamu. Mereka hanya datang berdua tanpa Melodi sepulang sekolah hari itu.

"Melo kenapa gak ikut?" tanya Airin.

"Sengaja gak aku ajak. Aku gak mau semakin banyak orang yang terlibat dengan masalah ini." kata Azka.

Airin hanya mengangguk kaku. Sepertinya Azka sengaja menghindari Melodi, tapi memang ada benarnya juga, Melodi tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan masalah ini.

"Sebenarnya, apa rencana kalian?" tanya Airin, dia menoleh ke belakang sesaat, Bundanya sedang berada di dapur sedangkan Ayahnya sedang menjemput Ayla, jadi aman. Kemudian dia mendekati mereka berdua.

"Besok kamu harus datang ke sekolah dengan Revan, kalian harus pura-pura dekat." kata Azka dengan suara pelan.

Airin menggelengkan kepalanya, "Azka aku gak mau."

"Airin, ini hanya untuk memancing emosi mereka. Gak usah tunggu sampai malam, kamu ke atap bersama Revan, pura-pura pacaran, pasti dia akan mengikuti kalian, dan aku akan ke tempat kos Guntur, mengambil barang bukti. Setelah itu aku akan ke sekolah bersama polisi."

"Azka, kamu mau ke tempat Guntur sama siapa?" tanya Revan.

"Sendiri. Aku percaya sama kamu, kamu pasti bisa jagain Airin. Aku akan cepat-cepat ambil barang bukti itu lalu segera menyelamatkan kalian."

"Tapi Ka, aku..." Revan ragu dengan ide Azka. Dia takut rencana itu akan membahayakan Airin.

"Revan, hanya ini cara satu-satunya untuk mengungkap kasus ini. Aku udah muak dengan mereka. Untung aku bisa beladiri, kalau gak aku juga udah hancur di tangan mereka dari kemarin." Azka membuang napas kasar. "Aku gak nyangka mereka sangat psychopath yang tega menghabisi Della dengan tragis. Mereka harus dapat hukuman yang setimpal."

"Ya udah, aku setuju dengan ide kamu." kata Airin.

"Okelah, aku juga setuju, demi Della." kata Revan pada akhirnya.

"Baik, jadi mulai besok pagi kita harus beraksi. Kalian jangan dengarkan omongan Ria atau teman lainnya, kita fokus pada tersangka."

Airin dan Revan menganggukkan kepalanya. Beberapa saat kemudian Ayla dan Ayahnya masuk ke dalam rumah.

"Ada Azka sama Revan. Kalian sudah lama ke sini?" tanya Alvin. Azka dan Revan segera bersalaman dengannya.

"Baru saja, Om."

"Aduduh, ada dua cowok ganteng." Tiba-tiba saja Ayla duduk dan menggeser tempat adiknya. Dia berbisik pada adiknya sesaat. "Hebat bener sih kamu bisa dapatin dua cowok ganteng kayak gini."

"Ih, apaan sih kak."

Alvin hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Ayla. Lalu dia berjalan masuk ke dalam rumah.

"Kamu Revan si ketua OSIS itu ya?" tanya Ayla.

"Udah mantan, Kak."

"Loh, kapan kita jadian udah jadi mantan."

Revan hanya menatap datar Ayla, sedangkan Azka hanya menahan tawanya.

"Hmm, maksudnya aku udah gak jadi ketua OSIS lagi." lanjut Revan.

"Loh, belum waktunya pemilihan kan. Tapi whatever lah, kamu ketua OSIS atau bukan, wajah kamu tetap ganteng, gak akan luntur."

Seketika Airin mencubit pinggang Kakaknya. "Kakak ini apaan sih. Malu tahu."

"Ngapain malu sih. Kan, itu kenyataannya. Iya kan, Azka."

"Iya, Kak." jawab Azka sambil tertawa. Dia memang sudah biasa dengan tingkah kakaknya Airin itu.

"Kak Ayla, iya kalau Azka udah biasa dengan sikap Kakak. Jaga sikap ih sama Revan."

"Ya udahlah, dih, godain berondong dikit aja gak boleh. Hati-hati, pilih salah satu yang tegas. Jangan dua-duanya. Poliandri hal tabu di Indonesia." Ayla berdiri sambil tertawa. Dia berjalan dengan cepat saat mendapat satu lemparan bantal kursi dari Airin.

"Revan, maaf ya. Kakak aku memang kayak gitu."

"Iya, gak papa, biasa aja."

Azka masih saja tertawa. "Harusnya kamu terhibur tiap hari lihat tingkah kakak kamu."

"Bukannya terhibur, Ka. Tapi malah tersiksa " Airin menghela napas panjang karena kakaknya memang seringkali mengganggunya daripada menghiburnya.

"Ayo kita makan dulu." ajak Rili pada mereka semua.

"Maaf tante, saya buru-buru." kata Revan. Sebenarnya dia juga merasa tidak enak jika harus berlama-lama di rumah Airin.

"Tidak apa-apa. Sebentar saja. Habis makan terus pulang."

"Ayo, Van. Gak papa, gak usah sungkan." ajak Airin.

Revan akhirnya menganggukkan kepalanya. Lalu mereka semua berdiri dan menuju ruang makan.

...***...

Keesokan harinya, sesuai rencana mereka. Pagi-pagi Revan sudah menunggu Airin di depan rumahnya.

Sebenarnya Airin merasa takut, bagaimana kalau Ayahnya nanti marah jika dia dijemput cowok. Bahkan, Azka saja tidak pernah menjemputnya.

"Airin, Revan nungguin kamu?" tanya Alvin pada putrinya saat baru saja keluar dari rumah.

Revan kini turun dari motornya dan menghampiri Alvin. Dia menundukkan kepalanya dan mencium punggung tangan Alvin. "Pagi Om. Maaf, apa saya boleh berangkat dengan Airin?" izinnya.

Alvin terdiam beberapa saat, pemuda yang ada di hadapannya saat ini sangat sopan dan berani meminta izin, tapi setengah hatinya sebenarnya belum rela jika putrinya sudah didekati oleh seorang pria.

Airin hanya terdiam. Mengapa rasanya jantungnya berdebar-debar seperti ini? Dia sangat takut jika Ayahnya marah.

"Ya sudah, karena kamu sudah sampai di sini, tidak apa-apa. Tapi besok-besok jangan dijemput lagi." pesan Alvin. Sebagai seorang Ayah, tentu saja dia akan benar-benar menjaga kedua putrinya.

Revan menganggukkan kepalanya. "Iya Om, untuk hari ini saja karena kebetulan saya ada perlu dengan Airin."

"Ya sudah hati-hati. Gak usah ngebut-ngebut, ini masih pagi."

"Iya, Om." Kemudian Airin berpamitan pada Ayahnya lalu memakai helm yang dibawa Revan.

"Airin, jadi pilih si ketos daripada kapten basket? Aduh, kasihan si Azka udah ngarepin dari dulu." gumam Ayla.

"Ayla, ayo masuk mobil."

"Iya Ayah."

Sepanjang perjalanan menuju sekolah, Airin hanya diam saja. Sebenarnya dia tidak bisa harus pura-pura dekat dengan Revan. Revan cowok yang dingin, sedangkan dirinya juga introvert, bagaimana dia bisa terlihat akrab dengan Revan?

Beberapa saat kemudian, mereka sampai di sekolah. Beberapa pasang mata menatap mereka berdua.

Dada Airin semakin berdebar-debar. Dia tidak bisa akting dengan Revan, tapi tidak ada pilihan lain.

"Revan, tumben lo datang sama Airin?" tanya Angga yang baru saja menghentikan motornya.

"Iya," tiba-tiba saja Revan merengkuh bahu Airin. "Daripada mereka bergosip ya lebih baik kita buat kenyataan aja gosip mereka." Revan mencubit kecil hidung Airin sesaat lalu dia mengajaknya ke kelas.

Airin melebarkan matanya. Benarkah ini si kulkas Revan?

"Van, katanya lo mau ke kos gue?" Benar saja Guntur dan Angga terus mengikuti mereka berdua.

"Iya, kapan-kapan aja ya. Soalnya sepulang sekolah aku mau jalan sama Airin." tangan Revan kini menggandeng tangan Airin dan mengajaknya berjalan cepat menuju kelas.

Mereka harus segera diakhiri!!!

.

💕💕💕

.

Like dan komen ya...

.

Terpopuler

Comments

Hanum Mustika Biantari

Hanum Mustika Biantari

iih ngeri..

2023-11-23

0

Al Fatih

Al Fatih

yuuk qta bantu promosiin....,, nih ceritanya bagus koq

2023-11-03

0

Muslimah Lirik

Muslimah Lirik

cerita bagus gini kok yg like gak ad. semangat Thor aku kasih like end komen juga

2023-05-21

0

lihat semua
Episodes
1 Awal Terbukanya Mata Batin
2 Tragedi Di Sekolah
3 Menyimpan Rasa
4 Mimpi Buruk Lagi
5 Dekati Dia!
6 Salah Paham
7 Merasa Rapuh
8 Tak Sadarkan Diri
9 Dua Lembar Foto
10 Kita Sahabat
11 Flashback
12 Sebuah Rencana
13 Kamu Akan Ikut Bersamaku!
14 Tetap Pada Rencana Awal
15 Puncak Masalah
16 Semua Telah Berlalu
17 Kisah Misteri Masih Berlanjut
18 Tolong Aku
19 Mereka Dimana?
20 The Next Couple Of Leader
21 Setengah Hati yang Tertinggal
22 Hujan
23 Modus Terbaru
24 Tak Bisa Menemanimu
25 Apa Hanya Pelarian?
26 Belum Waktunya
27 Murid Baru
28 Will Be Mine?
29 Andai...
30 Perubahan
31 Merasa Aneh
32 Aura Pemikat
33 Di Perpustakaan Itu...
34 Ungkapan Rasa yang Salah
35 Penasaran
36 Masih Butuh Waktu
37 Galau
38 Do You Know What I Feel?
39 Bolos Bareng
40 Masa Lalu Satya dan Lisna
41 Mengantar Pulang
42 Kesedihan Azka
43 Siapa Dia?
44 Hati yang Terluka
45 Menanti Sebuah Jawaban
46 Belajar Di Perpustakaan
47 Hidup Itu Rumit
48 Benarkah Dia?
49 Hal Tak Terduga
50 Mengikuti Fani
51 Belum Terlambat
52 Semua Telah Terjadi
53 Sudah Lelah
54 Tidak Bisa Bersama Lagi
55 Belum Bisa Memaafkan
56 Semakin Bucin
57 Kenangan Manis
58 Berangkat Camping
59 Sudah Baikan
60 Tersesat di Hutan
61 Tidak Menemukan Jalan
62 Kita Harus Tetap Bersama
63 Harus Bertahan
64 Semoga Saja
65 Terus Berusaha
66 Semua Telah Berlalu
67 Kamu Pasti Bisa
68 Nge-Date
69 Butuh Usaha
70 Masuk Sekolah
71 Di Kafe
72 Lepaskan!
73 Semua Terungkap
74 Jangan Menyerah
75 Kado?
76 Pacar Pura-pura
77 Siapa Putri?
78 Permintaan Terakhir
79 Mimpi Atau Nyata?
80 Ada Apa Airin?
81 Tidak Sadar
82 Merasa Bersalah
83 Bukan Airin
84 Cermin Itu!
85 Mencari Airin
86 Kalian Pembunuh!
87 Menyesal?
88 Kamu Pasti Bisa!
89 Sudah Membaik
90 Noni Belanda
91 Sejarah
92 Kepulangan Azka
93 Kerasukan
94 Jangan Takut
95 Kedatangan Revan
96 Menjelajah Waktu
97 Pulang Cepat
98 ke Rumah Revan
99 Makam Esmee
100 Meminjam Raga?
101 Jangan Sedih Lagi
102 Semangat Azka
103 Persembahan Terakhir
104 Melepaskan
105 Putus?
106 Hari Kelulusan
107 Perpisahan
108 Pertama di Kampus
109 Bermain Basket Lagi
110 Menganggapmu Pacar
111 Kontrak Hampir Selesai
112 Kencan
113 Jangan Pergi
114 Menyesal
115 Kembalilah Azka
116 Video Viral?
117 Pelukan Terakhir
118 Selamat Tinggal
119 Will You Marry Me?
120 Ledakan
121 Gawat
122 Sudah Sadar
123 Pemulihan
124 Pagi Itu...
125 Pagi Itu 2
126 Married With Bad Boy
127 Selalu Bersama
128 Sudah Jadi?
129 Gender Reveal
130 Wellcome To The World
131 PENGUMUMAN
132 Hantu Kapten Basket (Karya Baru)
133 Azka terbaru udah rilis
Episodes

Updated 133 Episodes

1
Awal Terbukanya Mata Batin
2
Tragedi Di Sekolah
3
Menyimpan Rasa
4
Mimpi Buruk Lagi
5
Dekati Dia!
6
Salah Paham
7
Merasa Rapuh
8
Tak Sadarkan Diri
9
Dua Lembar Foto
10
Kita Sahabat
11
Flashback
12
Sebuah Rencana
13
Kamu Akan Ikut Bersamaku!
14
Tetap Pada Rencana Awal
15
Puncak Masalah
16
Semua Telah Berlalu
17
Kisah Misteri Masih Berlanjut
18
Tolong Aku
19
Mereka Dimana?
20
The Next Couple Of Leader
21
Setengah Hati yang Tertinggal
22
Hujan
23
Modus Terbaru
24
Tak Bisa Menemanimu
25
Apa Hanya Pelarian?
26
Belum Waktunya
27
Murid Baru
28
Will Be Mine?
29
Andai...
30
Perubahan
31
Merasa Aneh
32
Aura Pemikat
33
Di Perpustakaan Itu...
34
Ungkapan Rasa yang Salah
35
Penasaran
36
Masih Butuh Waktu
37
Galau
38
Do You Know What I Feel?
39
Bolos Bareng
40
Masa Lalu Satya dan Lisna
41
Mengantar Pulang
42
Kesedihan Azka
43
Siapa Dia?
44
Hati yang Terluka
45
Menanti Sebuah Jawaban
46
Belajar Di Perpustakaan
47
Hidup Itu Rumit
48
Benarkah Dia?
49
Hal Tak Terduga
50
Mengikuti Fani
51
Belum Terlambat
52
Semua Telah Terjadi
53
Sudah Lelah
54
Tidak Bisa Bersama Lagi
55
Belum Bisa Memaafkan
56
Semakin Bucin
57
Kenangan Manis
58
Berangkat Camping
59
Sudah Baikan
60
Tersesat di Hutan
61
Tidak Menemukan Jalan
62
Kita Harus Tetap Bersama
63
Harus Bertahan
64
Semoga Saja
65
Terus Berusaha
66
Semua Telah Berlalu
67
Kamu Pasti Bisa
68
Nge-Date
69
Butuh Usaha
70
Masuk Sekolah
71
Di Kafe
72
Lepaskan!
73
Semua Terungkap
74
Jangan Menyerah
75
Kado?
76
Pacar Pura-pura
77
Siapa Putri?
78
Permintaan Terakhir
79
Mimpi Atau Nyata?
80
Ada Apa Airin?
81
Tidak Sadar
82
Merasa Bersalah
83
Bukan Airin
84
Cermin Itu!
85
Mencari Airin
86
Kalian Pembunuh!
87
Menyesal?
88
Kamu Pasti Bisa!
89
Sudah Membaik
90
Noni Belanda
91
Sejarah
92
Kepulangan Azka
93
Kerasukan
94
Jangan Takut
95
Kedatangan Revan
96
Menjelajah Waktu
97
Pulang Cepat
98
ke Rumah Revan
99
Makam Esmee
100
Meminjam Raga?
101
Jangan Sedih Lagi
102
Semangat Azka
103
Persembahan Terakhir
104
Melepaskan
105
Putus?
106
Hari Kelulusan
107
Perpisahan
108
Pertama di Kampus
109
Bermain Basket Lagi
110
Menganggapmu Pacar
111
Kontrak Hampir Selesai
112
Kencan
113
Jangan Pergi
114
Menyesal
115
Kembalilah Azka
116
Video Viral?
117
Pelukan Terakhir
118
Selamat Tinggal
119
Will You Marry Me?
120
Ledakan
121
Gawat
122
Sudah Sadar
123
Pemulihan
124
Pagi Itu...
125
Pagi Itu 2
126
Married With Bad Boy
127
Selalu Bersama
128
Sudah Jadi?
129
Gender Reveal
130
Wellcome To The World
131
PENGUMUMAN
132
Hantu Kapten Basket (Karya Baru)
133
Azka terbaru udah rilis

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!