"Mas....". Lirih Yasmin,dia sudah siuman.
Yasmin, tidak sadarkan diri selama menjalankan operasi samping selesai.
"Yasmin, akhirnya kamu sadar dek". Faris, yang sudah menunggu istrinya sadar selama 2. Setelah selesai, operasi.
"Jam berapa, sekarang mas. Aku, kenapa mas? Katakan,jangan berbohong kepadaku". Pinta Yasmin, menatap lekat ke arah suaminya.
"Jam 5 pagi dek,kamu baru selesai operasi. 2 jam lalu,". Jawab Faris, mengelus rambut istrinya.
"Astagfirullah,uang darimana mas? Pasti, sangat mahal bayar operasi ku". Yasmin, terisak dalam tangisnya. Tidak percaya, dengan keadaan sekarang. Dia, mengalami kecelakaan dan kakinya cukup parah. Di haruskah, operasi.
"Dek,jangan memikirkan soal biaya operasimu. Semuanya, sudah lunas. Kamu, banyak-banyak istirahat dulu. Nanti kita bahas,soal ini". Faris, mencoba membujuk istrinya.
"Mas,aku gak bisa tenang. Jika kamu, tidak menjelaskan semuanya". Yasmin, memalingkan wajahnya.
Faris, menghela nafas dan menjelaskan semuanya.
"Maafkanku,dek. Ini semua demi kamu,karena mas sangat mencintai dan menyayangi mu. Berharap,kamu paham dengan semuanya. Mas, meminjam uang kepada Diana dan menerima pekerjaannya". Faris, menunduk lesu dan tak mampu menatap manik-manik mata istrinya.
"Apa,mas? Astagfirullah, bagaimana dengan perasaan ku? Melihat kamu, berduaan dengan wanita lain". Yasmin, menggeleng kepalanya. Tak sanggup rasanya, membayangkan suami dan wanita lain. Walaupun wanita itu, adalah bos suaminya.
"Dek,aku tidak peduli dengan amarah mu. Yang penting aku, sudah melakukan yang terbaik untuk istriku. Semua ini demi kamu, dek. Tenang saja,mas akan bersungguh-sungguh bekerja. Terserah,kamu berpikiran buruk tentang mas. Yang jelas, istri mas yang tersayang baik-baik saja". Faris, menggenggam jemari istrinya.
"Dek,mas janji kepadamu. Setelah lunas hutang,mas. aku,akan secepatnya berhenti bekerja darinya. Tolong dek, doakan setiap mas bekerja. Tolong, hanya doa seorang istri untuk memperlancar rezeki suami". Faris, mengecup kening istrinya.
Yasmin, tersentuh hatinya mendengar perkataan Faris. Dia, memandang wajah suaminya. "Iya,mas. Aku, selalu, mendoakan mu".
**********
2 hari kemudian, Yasmin sudah berada di rumah. Berlahan-lahan,dia bisa berjalan normal lagi. Walaupun,itu sangat susah dan menahan rasa sakitnya.
Faris, selalu siaga melayani istrinya. Dia,yang memasak dan membereskan rumah.
Yasmin,merasa senang karena sang suami begitu perhatian terhadapnya.
"Dek,jangan mengerjakan apapun. Mas,siap melayani kamu". Kata Faris, langsung membawa istrinya duduk.
Tok....Tok...
Seseorang mengetuk pintu rumah mereka, entah siapa yang bertamu di pagi ini.
Yasmin, sudah merasakan was-was. Apakah itu, Diana? Yang menjemput Suaminya bekerja. Tak rela,jika suaminya bekerja dengan seorang wanita.. Namun apa daya, sudah terlanjur seperti ini.
Faris, bergegas menuju pintu dan membukanya. "Mbak Indah". Lirih Faris, kebingungan karena kedatangan kakaknya. Apa lagi, indah membawa tas besar. "Ngapain mbak ke sini? Bawa-bawa tas, lagi". Tanya Faris, mengerutkan keningnya.
"Minggir! Aku,mau masuk Faris". Indah, langsung melongos masuk kedalam. "Pokonya,aku tinggal bersama kalian". Perintah indah, menatap tajam ke Yasmin.
"Tidak! Keluar kamu, Mbak. Tak sudi, kami memberikan tumpangan gratisan kepada Mbak Indah. Sana pergi,tinggal di rumah ibu". Bentak Faris, langsung.
"Mas, pelankan suaramu". Pinta Yasmin, menatap suaminya.
"Loh,kenapa kamu Yasmin? Tuh,kaki di perban segala". Tanya indah, langsung.
"Aku,di serempet Irang Mbak. Baru dua hari yang lalu,kami pulang". Jawab Yasmin, tersenyum.
"Hahahaha.... Emang enak,". Ledek indah,dia malah senang melihat Yasmin menderita.
"Mbak, keluar sana". Perintah Faris, tidak main-main dengan ucapannya.
"Ck,jangan sok belagu kamu Faris. Rumah ibu, sudah di sita sekarang. Ibu, tinggal di toko bangunan bersama bang Hamid. Hana, sudah menikah dan ikut suaminya. Hana, tidak mau kami ikut bersamanya. Daripada bang Hamid,yang ke sini. Lalu,kecantol sama wanita miskin ini. Lebih baik aku,yang mengalah". Ucap indah, yang tersenyum.
"Astagfirullah,jaga ucapanmu Mbak". Yasmin, menggeleng kepalanya.
"Diam,mbak!! Jika ingin tinggal di tempat kami,jangan menghina istriku. Atau,aku seret keluar dari sini. Tidak memperdulikan, jika Mbak Tenga hamil. Patuh kepada istriku, Yasmin. Jangan suka kehendak, Mbak. Karena istriku, bukan babu yang melayani Mbak". Faris, sudah emosi dari tadi.
"Aku juga, terpaksa tinggal di sini. Mana sempat,pula". Delik mata indah, melirik adik iparnya.
"Ya sudah, Mbak tidur di ruang tamu minimalis ini. Karena kamar, cuman satu. Nanti mas Faris,akan menjadikan kamar di ruang tamu ini". Akhirnya Yasmin, terpaksa mengalah dan mengalah. Dia,kasian sekali terhadap indah yang hamil.
"Nah,gitu dong. Dari tadi kek,aku lapar. Ada makanan,atau gak". Tanya indah, tanpa ba-bi-bu.
"Mbak,kalau mau makan masak sendiri. Jangan asal nyuruh-nyuruh,masih untung di kasih tumpangan". Decak Faris, mengajak Yasmin masuk kedalam kamar. "Ayo,kita ke dalam kamar. Kamu, harus banyak istirahat sayang. Mas,akan cari sesuatu untuk menutupi ruang tamu".
"Iya,mas. Kasian Mbak Indah,dia tengah hamil". Lirih Yasmin, tersenyum.
Selesai membawa istrinya masuk ke dalam kamar, barulah Faris pamit dulu. Dia,mencari papan atau semacamnya. Untuk menutupi ruang tamu, berubah jadi kamar.
Selepas kepergian suaminya, Yasmin keluar dari kamar. Dia, melihat kakak iparnya tengah santai dan memainkan ponselnya.
"Mbak,hami berapa bulan? Kok,gak lahiran lagi. Mana mbaknya,ke sana ke kemari. Apa jangan-jangan, Mbak hamil bohong yah". Tanya Yasmin,dia memang mencurigai kakak iparnya.
Sontak membuat indah, gelabakan dan membenarkan bajunya. "Kamu, ngomong apa sih? Jangan ngelantur kemana-mana. Atau,kamu iri dengan kehamilan ku. Toh,kamu tak kunjung hamil".
"Yakin,mbak? Boleh gak,aku pegang perutnya". Yasmin, langsung mendekati kakak iparnya.
"Sana,tak sudi aku di pegang-pegang oleh mu". indah, menepis tangan Yasmin.
"Ck, sebenarnya aku mengetahui sesuatu loh. Mbak,datang ke sini. Lalu, keguguran karena aku. Terus,mas Faris marah besar kepadaku. Karena mbak, memfitnah diriku. Mbak,aku tahu loh. Jika Mbak,selama ini sudah keguguran karena kehilangan suami Mbak". Yasmin, tersenyum smrik.
Indah, syok mendengar ucapan Yasmin. Rupanya, Yasmin mengetahui lebih dulu. "Kamu,tau darimana ha? Jangan adal nuduh segala,".
"Hahahaha...yah,jelas tau Mbak. Bahkan,aku sempat merekam momen di rumah sakit. Tenang saja, Mbak Indah. Aku, menyimpan rekamannya di tempat aman kok". Kata Yasmin, dengan santainya. "Untuk saat ini,aku belum membongkar rahasia Mbak. Karena ingin tahu,apa yang kalian rencanakan kepada ku".
"Sialan,awas kamu sampai memberitahu kepada Faris. Aku,bisa saja di usir olehnya". Tegas indah, mendekati Yasmin. "Yah...Aku, memang keguguran sudah 1 bulan. Karena aku depresi dan anakku tidak bisa di selamatkan".
"Mbak Indah..!! Jadi,aku di bohongi". Teriak Faris, begitu nyaring. Namun Yasmin, tersenyum merekah.
Ternyata Indah,di jebak oleh Yasmin. Agar dia, mengungkapkan sebenarnya. Sorotan mata Faris,yang tajam.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 87 Episodes
Comments