Hari demi hari berlalu, begitu cepat. Selama 2 bulan, rumah tangga Yasmin dan suaminya baik-baik saja. Yasmin, merasakan keharmonisan rumah tangganya. Terkadang Faris, mengajak Yasmin jalan-jalan. Keluarga suaminya, tidak ada mengganggu mereka lagi. Bahkan, tidak ada kabar apapun. Tetapi, Yasmin masih mengirimkan uang kepada ibu mertuanya. Dia, tidak akan lepas tanggung jawab. Bahkan, Faris tidak ada mendapatkan kabar tentang ibu dan kakaknya. Dia, enggan menemui mereka.
Yasmin, merasakan rasa cinta dan kasih sayang dari suaminya. Sedikit demi sedikit,dia mulai mempercayai perubahan Faris.
"Mas,aku ikut kamu yah. Setelah selesai antar kamu kerja, aku langsung ke pasar". Ucap Yasmin,hari ini dia tidak mengajar.
"Oke, jangan lupa antarkan bekal makanan ku siang yah. Lumayanlah,hemat". Kekehnya Faris, tersenyum. Kenapa, akhir-akhir ini aku kepikiran ibu? Apakah, rumah ibu sudah di sita. Tapi,ibu masih punya toko bangunan. Mereka,bisa tinggal di sana untuk sementara.
"Oke,mas. Gampang masalah itu,". Jawab Yasmin,dia bersiap-siap untuk pergi bersama suaminya. Tumben wajah mas Faris, keliatan murung. Apa,dia memikirkan ibu? Memang benar,selama ini aku juga tidak ada kabar tentang mereka.
Pagi hari yang cerah, Yasmin memeluk erat tubuh suaminya dari belakang. Faris, menggenggam jemari tangan istrinya.
"Dek,lusa kita pergi ke wisata yang viral itu yah. Sesekali,kita refreshing untuk pergi agak kejauhan". Ajak Faris,kepada istrinya.
"Baiklah,mas. Aku, nurut aja. Apa lagi, tempat wisatanya sangat bagus. Aku,lihat orang yang memposting tempatnya itu". Yasmin, tersenyum merekah.
"Syip,kami gak sabaran yah. Kita ke sana,tenang saja dek. Mas,akan membawa kamu". Faris, semakin erat menggenggam jemari Yasmin. Besok saja,aku pergi ke rumah ibu. Cukup lihat dari kejauhan, itupun cukup.
Tak berselang lama, Faris sudah sampai di tempat kerja. Yasmin juga,pamit pergi ke pasar. Lumayan jauh, dari tempat tinggalnya.
Yasmin, memarkirkan motornya dan masuk ke dalam pasar.
Yasmin, berdesakan masuk ke dalam. Lumayan banyak,para pembeli yang berdatangan. Dia, memiliki bermacam-macam sayur dan ikan. Untuk stok di kulkas, beberapa hari.
"Yasmin,". Seseorang memanggil namanya, dia menoleh ke samping.
"Mbak Eka,lama gak bertemu". Yasmin,tak menduga bahwa bertemu dengan istri teman suaminya.
"Iya,apa kabar Yasmin? Aku, dengar-dengar suamimu berhenti bekerja di bangunan yah. Kenapa,jadi berhenti? Apa sudah, menemukan pekerjaan yang lebih bagus". Tanya Eka, langsung.
Yasmin,heran mendengar ucapan Eka. Bukankah,sang suami tidak berhenti bekerja di bangunan. Melainkan, pekerjaan di sana selesai. Apakah,sang suami berbohong kepadanya? Atau,ada sesuatu yang tidak beres. "Soal ,itu gak tau Mbak. Bisa jadi, suamiku kecapean kerja di sana. Jadi,cari kerjaan yang lain". Alasan Yasmin,tak mungkin menceritakan yang sebenarnya.
"Oh,emang sih! Kerjaan di sana, capek. Mau gimana lagi, Yasmin. Sekarang susah, mencari pekerjaan". Kata Eka, langsung di angguki Yasmin.
"Iya, Mbak. Aku,pamit pulang dulu. Sudah selesai belanjanya,". Pamit Yasmin, langsung di angguki oleh Eka.
Sepanjang perjalanan, Yasmin merasa tidak nyaman dengan perkataan Eka. "Kenapa,kamu berbohong mas? Tidak bisakah, jujur kepadaku". Gumam Yasmin,air matanya luruh sudah.
Rasanya sakit,jika sang suami berbohong dan merahasiakan semuanya.
Dengan perasaan bercampur aduk, Yasmin memasak untuk bekal suaminya. Rasa laparnya, hilang sudah. Baru merasakan kehangatan dalam rumah tangga, tetapi mendapatkan bukti tentang kebohongan sang suami.
Hampir 1 jam lewat, Yasmin selesai bertempur dengan alat dapurnya dan membereskan lainnya.
Bekal untuk sang suami, sudah selesai dan siap di antar. Dia, memasukkan ke dalam kresek untuk di bawa.
"Bismillahirrahmanirrahim,". Gumam Nana, menancapkan gas motornya dengan kecepatan sedang.
Terik matahari yang panas, Yasmin tetap melanjutkan perjalanan. Dia, menghela nafas panjang. Tinggal menyebrang jalan,dia sudah sampai di tempat kerja sang suami. Jalan raya, lumayan padat sekali. Yasmin, kesusahan untuk menyebrang. Apa lagi, motor yang lewat melaju kencang.
Tak berselang lama, Yasmin berusaha menyebrang jalan.Tiba-tiba....
Bruaakkkk....
Yasmin, jatuh dari motornya. Ada seseorang,yang menyerempet motor bagian belakang.
"Aaaakkhh.... Tolooong..... Tolooong....". Teriak Yasmin, sekuat tenaga. Dia, merasakan sangat sakit luar biasa di bagian kakinya.
Para motor dan mobil, berhenti membantu Yasmin.
Orang-orang berbondong-bondong datang, untuk melihat Yasmin. Begitu Faris, syok berat. Melihat sang istri,jatuh dari motornya.
"Yasmiiiiin....Ya Allah,kamu dek". Faris,tak sanggup melihat keadaan istrinya. Menahan rasa sakit,di bagian tubuhnya.
"Mas, sakkiiiiiit....kakiku, Ssakkkiiitt sekali". Yasmin, meringis kesakitan.
Untungnya bos Faris,mau mengantarkan mereka ke rumah sakit. Faris, langsung menggendong istrinya dan masuk ke dalam mobil.
"Dek,kamu tenang yah. Sebentar lagi, akan sampai di rumah sakit. Aku,yang salah. Seharusnya,aku tidak meminta mu untuk mengantar makan siangku. Maafkan,aku". Ucap Faris,dia merasakan bersalah atas dirinya.
"Aaakkkhh... Sshhhttt.... Tidak apa, massss... Yasmin,yang tidak hati-hati. Ssshhhhttt... Sakiiitttt,mas". Yasmin, menangis kesegukan.
Untung saja Yasmin, tidak terluka parah. Tetapi, kakinya terasa sakit sekali.
Yasmin,juga tidak mengetahui siapa pelakunya. Karena sang pelaku,kabur begitu saja tanpa ada tanggung jawab.
**********
"Bagaimana dok, istri saya". Tanya dokter, yang keluar dari ruang UGD.
"Begini pak,kaki istri anda kemungkinan tidak bisa berjalan normal lagi. Tapi,kita lihat dulu sementara. Bagaimana kelanjutan, nantinya? Bisa saja,kita mengambil tindakan operasi". Dokter tersebut, menjelaskan penyebab kaki Yasmin. "Lebih cepat, lebih baik pak. Sebelum terjadi, sesuatu nantinya".
Faris, membulatkan matanya sempurna. Dia, mengacak-acak rambutnya. "Berapa dok, kira-kira biaya operasinya". Tanya Faris,dia kebingungan dan tidak memiliki uang banyak.
"sediakan saja,uang 30 juta lebih pak. Saya,permisi dulu. pasien akan di pindahkan,ke ruang inap lainnya". Dokter langsung, permisi pergi.
Faris, terduduk lemas di kursi tunggu. "Bagaimana,ini? uang darimana, sebanyak itu. Jika aku, menghubungi orangtuanya Yasmin. Aaakkkhh... Tidak, aku tidak mungkin. Hanya satu, Diana. Iya,dia bisa membantuku". Kata Faris,dia langsung bergegas menghubungi temannya.
"Hal-halo, Diana! Ini aku, Faris". Kata Faris,dia menelpon Diana.
(Iya, Faris. Pasti kamu, membutuhkan diriku kan. Makanya,kamu tiba-tiba menghubungi. Apakah,kamu ingin bekerja dengan ku). Tanya Diana,di seberang telpon sana.
"Diana, bisakah kamu meminjamkan uang 35 juta. Aku,akan bekerja denganmu. Setiap gajihan,tolong potong langsung. Aku mohon, Diana. Aku, sangat membutuhkan uang untuk oprasi kaki istriku". Pinta Faris, sebenarnya dia malu dan sang malu. Apa lagi, tidak meminta persetujuan dari istrinya. Biarlah,demi kebaikan bersama.
(Uang segitu kecil bagiku, Faris. Kirim nomor rekening mu,soal pekerjaan. Pulihkan keadaan istrimu dulu,baru bisa bekerja dengan ku).
Mendengar ucapan Diana, Faris langsung setuju. Apa lagi Diana, begitu paham dengan keadaannya saat ini. Beruntung sekali,dia memiliki teman seperti Diana. Baru beberapa menit, mengirim nomor rekeningnya. Hitungan detik 35 juta, sudah masuk.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 87 Episodes
Comments
blecky
wmngx kakix patah smpai oprasi h is 30jta
2023-03-21
1