Lelah

Lagi dan lagi, Yasmin di buat pusing. Masalah keluarganya, terus merengek-rengek membayar gadaian rumah ibu mertuanya.

Walaupun Faris, bersikukuh menolaknya dan tidak perduli dengan mereka lagi.

"Gara-gara kamu, Faris. Kehidupan rumah tangga, Abang dan Mbak mu hancur. Mereka berdua, meninggalkan kami. Sekarang Abang, tidak memiliki apapun sama dengan mbakmu. Sekarang apa, siap-siap saja kami di usir dari rumah ibu". Bentak Hamid, matanya melotot sempurna.

"Faris,apa kamu tega melihat kondisi kami ha? Sudah sewajibnya,kamu membahagiakan ibu. Ck, pasti gara-gara kamukan Yasmin! Sudah, mencuci otak anakku". Kata bu Yahya, menatap tajam ke arah menantunya.

"Istighfar,bu. Yasmin, tidak ada berkata apa-apa kepada mas Faris. Apa yang di ucapkannya,murni dari mulut dan niatnya sendiri". Bantah Yasmin, sedari tadi menahan air matanya.

"Cukup! Jangan menyalahkan istri ku,aku benar-benar muak dengan sifat ibu, Abang dan Mbak. Kalian sudah cukup mengorbankan diriku,selama ini ibu selalu pilih kasih. Di saat mereka berjaya,aku selalu di hina dan ejek. Di saat mereka susah, tempat pelariannya ke tempatku. Apa ibu,lupa? Di saat kami, membutuhkan uang. Ibu, setega itu mengusir kami seperti binatang". Tegas Faris, dadanya turun naik menahan diri.

"Faris,lancang sekali kamu berbicara seperti itu kepada ibu ha! Ibu, kecewa dengan mu. Anak durhaka kamu, Faris". Teriak bu Yahya,tak lupa matanya melirik tajam ke arah Yasmin.

"Faris,tega sekali kamu seperti ini kepada keluarga mu. Demi istri mu, membentak ibu dan kakakmu". Sahut indah,yang geram.

"Tekadku sudah bulat, untuk tidak membantu kalian". Kata Faris, menatap ke arah keluarganya. "Dek,mas berangkat kerja dulu. Jangan di ladeni mereka. Maaf,mas tinggalkan. Takutnya, nanti di pecat sama teman mas. Apa lagi,ini pertama masuk kerja". Pamit Faris, meninggalkan mereka adalah sebuah ketenangan.

"Iya,mas. Hati-hati,". Yasmin, mencium punggung tangan suaminya.

"Faris, jangan tinggalkan ibu. Kami,belum selesai berbicara". Cegah bu Yahya, menyusul Faris ke luar.

"Bu, sudah cukup. Jangan lagi, membahas masalah ini. Aku,mau berangkat kerja bu". Kata Faris, menghidupkan mesin motornya.

"Faris.... Faris....". Teriak bu Yahya,kepada anaknya.

"Mau kemana, Yasmin?". Indah,mencekal lengan adik iparnya itu.

"Lepaskan, Mbak! Aku,mau mengajar". Yasmin, menepis tangan kakak iparnya.

Plakkkk....

Yasmin, terkejut mendapatkan sebuah tamparan keras di pipinya.

"Kamu memang pantas, mendapatkan tamparan Yasmin. Dasar menantu, miskin,kurang ajar". Bu Yahya,tak segan-segan menampar pipi menantunya.

Yasmin, memegang pipinya yang terasa perih. "Bu, sampai kapan kalian terus-menerus menyakiti ku ha. Aku,capek bu".

"Tinggalkan, Faris. Dia,akan aku nikahkan langsung dengan wanita kaya raya". Sahut indah, tersenyum smrik.

"Sudah aku, bilangkan. Aku, tidak akan meninggalkan mas Faris. Kecuali,dia yang lebih dulu meninggal ku. Agar di kemudian hari,bukan aku yang menyesal". Yasmin, menantang perkataan kakak iparnya.

"Aku, benar-benar geram kepada mu Yasmin. Kamu, memiliki gajih kan tiap bulan. Serahkan gajihmu,kepada ibu. Biar ibu, bisa bayar cicilan gadaian. Jangan coba-coba, menantang ku". Bu Yahya, mencekram lengan Yasmin.

"Auukk...Sakit bu, lepaskan bu. Sampai kapan pun,aku tidak mau". Tolak Yasmin, langsung.

"Aaarghhh....Awas kamu, Yasmin. Ingatlah,aku bisa melakukan apapun terhadap mu". Ancam Hamid, menyeringai tajam. "Ayo,bu. Kita pulang saja,di kemudian hari akan mendapatkan pelajaran dari ku".

"Ck, wanita licik". Indah, mendorong tubuh Yasmin.

Yasmin, terhayung ke belakang. Tubuhnya, terbentur dinding tempat tinggalnya. Untuk saja, Indah tidak terlalu keras mendorongnya.

"Miskin, belagu lagi. Bulan depan,bayar gadaian rumah ibu. Awas saja, tidak mau. Aku,akan menghancurkan rumah tangga mu Yasmin". Ancam bu Yahya, menatap tajam ke arah menantunya.

"Aku, tidak takut bu. Apapun yang ibu, lakukan. Selagi,mas Faris berpihak kepadaku dan tetap memilihku". Yasmin,tak kalah menantangnya.

"Sudah bu,jangan meladeni wanita yang tidak waras itu". Hamid, menarik lengan ibunya.

"Ck, rumah tangga kami hancur gara-gara kamu. Siap-siap juga, rumah tanggamu hancur". Kata Indah, menyunggingkan senyumnya.

"Ck,karma itu Mbak. Seharusnya, sifat Mbak membaik. Atas apa terjadi,sesali Mbak". Sahut Yasmin,yang kesal kepada keluarga suaminya itu. Dia,menyeka air matanya.

Yasmin, bersandar lemas di dinding. Mengontrol dirinya, sampai kapan dia harus berhadapan dengan mereka. "Bapak,ibu... Yasmin,lelah". Gumam Yasmin,menangis kesegukan.

*************

"Dek, maafkan sifat keluarga ku. Yah,memang mereka sudah keterlaluan sekali". Faris,merasa kasian kepada istrinya.

"Tidak apa, mas". Yasmin, menghapus air matanya dengan kasar. Dia, memotong sayuran tanpa menoleh ke arah suaminya.

Faris, mulai bekerja jam 8 pagi sampai jam 5 sore. Dia, bersyukur mendapatkan pekerjaan tidak berat.

"Dek, berapa dapat gajih perbulannya". Tanya Faris, Sontak membuat Yasmin terhenti dengan kegiatannya.

"Tumben,kamu nanya masalah gajihku mas? Apa ada sesuatu, yang ingin kamu lakukan". Yasmin, menaruh rasa curiga kepada suaminya.

"Begini dek, gajihku di cucian mobil cuman 2 juta perbulannya. Jika kurang, untuk kita makan. Belum lagi,beli ini dan itu. Lebih baik, tidak perlu memberi uang kepada ibu". Jawab Faris,dia tau jika sang istri mencurigainya macam-macam.

Mendengar jawaban sang suami,hati Yasmin terasa lega. Dia, salah menilai sang suami. "Gajihku,2.500.000 ribu mas. Untuk saat ini,aku tidak memiliki tabungan. Cukup kok, sebulannya 4 juta,500 ribu untuk ibumu. Jika ada lebihnya,kita tabung. Insyallah,2 juta cukup mas".

"Tapi, kita tidak bisa membayar cicilan rumah mu dek. Jika seperti ini terus,masa kita tinggal selamanya di tempat ini". Faris,melihat sekeliling tempat tinggalnya.

"Tidak apa mas,kita menabung dulu. Insyaallah,cukup dan kita pasti memiliki tabungan dan memiliki rumah lagi". Yasmin, tersenyum kecil.

"Dek, bukankah Abangmu bekerja jadi PNS. Kenapa,kita tidak tanyakan abangmu. Maksudnya,kita berhutang kepada abangmu dan menebus rumah mu. jadi,kita cicil perbulannya. Katamu,cukup jika sebulan 2 juta. Gak papa,kita hemat-hemat. Sisanya,bayar cicilan kepada Abangmu". Faris, memiliki ide untuk masalah rumah istrinya.

Yasmin, gelabakan jadinya. Jangan sampai,sang suami mengetahui jika rumah untuk Yasmin. Memang lunas,sejak dulu. "Tapi mas,gajih PNS mana besar. Apa lagi, istrinya Abang ingin melahirkan. Pastinya memerlukan uang,yang banyak". Alasan Yasmin, berharap sang suami paham.

"Benar juga,yah. Duhh... Hampir saja,kita melakukan hal kesalahan. Maksudnya, menambah beban Abang mu. Maaf,dek. Aku, tidak tahu". Ucap Faris, langsung di angguki istrinya.

"Mas, bersih-bersih sana. Setelah selesai,kita makan sama-sama. Gak papakan,makan seadanya dulu. Maklum,tanggal tua". Kekehnya Yasmin.

Faris, mendekati istrinya dan memeluk erat. "Gak papa,yang penting masakan mu. Selalu enak,di lidahku". Faris, mencium kening istrinya. Lalu, pergi untuk membersihkan diri.

Yasmin, langsung bernafas lega karena sang suami. Tidak membahas, rumah itu.

Terpopuler

Comments

Noni Kartika Wati

Noni Kartika Wati

kenapa sih bacanya selalu bikin jengkel

2024-07-10

0

blecky

blecky

muga Faris ttp thuh pendirian Kahn dia sia2kan klwrgane

2023-03-21

1

lihat semua
Episodes
1 Sertifikat Rumah
2 50 Juta
3 Sabar
4 Terlilit Hutang
5 Pusing
6 Sebuah Rencana
7 Syok Berat
8 Kekerasan
9 Kekerasan
10 Di usir
11 Kesempatan
12 Makan Malam Bersama
13 500 ribu
14 Bermain Api
15 Pertikaian
16 Cucian Mobil
17 Lelah
18 Teman
19 Terserempet
20 Pulang
21 Mengalah
22 Was-was
23 Pesan Masuk
24 Menggerebek
25 Pria Yang Berbeda
26 Tidak Tinggal Diam
27 Dua pelaku
28 Diusir
29 Tidak Ada Kesempatan
30 Mengusir
31 Surat Cerai
32 Berbohong
33 Menemui Yasmin
34 Meminta Maaf
35 Balas Dendam
36 Mengelak
37 Pilihanku
38 Malu
39 Berubah
40 Saling Menyindir
41 Gagal
42 Seserahan
43 Juragan
44 Sepupu
45 pingsan
46 Pertama Kalinya
47 Belanja
48 Fitnah
49 Sabar
50 Masalah lagi
51 Membalas
52 Alergi
53 Rendang Daging
54 Malam Pengantin,Yang Tertunda
55 Obat Tidur
56 Jebakan
57 Nasi Goreng Spesial
58 Privasi
59 pertikaian
60 Mereka
61 Merenggang Nyawa
62 Kritis
63 Siuman
64 Interogasi
65 Berlalu
66 Menumpahkan Rasa Rindu
67 Ada Yang Salahkah
68 Pulang
69 Diusir
70 Menyesal
71 Ragu
72 Pengganggu
73 Cabut Mas
74 Mual
75 Morning sickness
76 Demi Cucu
77 Nasi Goreng Spesial
78 Opor Ayam Jago
79 Di Sengat Lebah
80 Malam Mingguan
81 Dia
82 Emosi
83 Ngutang
84 Lagi
85 Mengenang Masa lalu
86 Kontraksi
87 Tamat
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Sertifikat Rumah
2
50 Juta
3
Sabar
4
Terlilit Hutang
5
Pusing
6
Sebuah Rencana
7
Syok Berat
8
Kekerasan
9
Kekerasan
10
Di usir
11
Kesempatan
12
Makan Malam Bersama
13
500 ribu
14
Bermain Api
15
Pertikaian
16
Cucian Mobil
17
Lelah
18
Teman
19
Terserempet
20
Pulang
21
Mengalah
22
Was-was
23
Pesan Masuk
24
Menggerebek
25
Pria Yang Berbeda
26
Tidak Tinggal Diam
27
Dua pelaku
28
Diusir
29
Tidak Ada Kesempatan
30
Mengusir
31
Surat Cerai
32
Berbohong
33
Menemui Yasmin
34
Meminta Maaf
35
Balas Dendam
36
Mengelak
37
Pilihanku
38
Malu
39
Berubah
40
Saling Menyindir
41
Gagal
42
Seserahan
43
Juragan
44
Sepupu
45
pingsan
46
Pertama Kalinya
47
Belanja
48
Fitnah
49
Sabar
50
Masalah lagi
51
Membalas
52
Alergi
53
Rendang Daging
54
Malam Pengantin,Yang Tertunda
55
Obat Tidur
56
Jebakan
57
Nasi Goreng Spesial
58
Privasi
59
pertikaian
60
Mereka
61
Merenggang Nyawa
62
Kritis
63
Siuman
64
Interogasi
65
Berlalu
66
Menumpahkan Rasa Rindu
67
Ada Yang Salahkah
68
Pulang
69
Diusir
70
Menyesal
71
Ragu
72
Pengganggu
73
Cabut Mas
74
Mual
75
Morning sickness
76
Demi Cucu
77
Nasi Goreng Spesial
78
Opor Ayam Jago
79
Di Sengat Lebah
80
Malam Mingguan
81
Dia
82
Emosi
83
Ngutang
84
Lagi
85
Mengenang Masa lalu
86
Kontraksi
87
Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!