Terlilit Hutang

"Bagaimana,bu? Apakah, sudah mendapatkan sertifikat rumah Mbak Yasmin". Tanya Hana, langsung. Jangan sampai aku,di permalukan teman-teman. Mau taruh dimana, wajahku nanti.

"Kamu ini,yah. Aku dan ibu,belum duduk. Sudah di tanyain seperti itu,". Gerutu Indah, duduk di sofa. Dia, merasakan lelah di perjalanan. Apa lagi, perutnya sudah besar.

"Buatkan ibu dan mbakmu,minuman. Kami, baru datang sudah di tanyain macam-macam". Kata bu Yahya, menghempaskan bokongnya di sofa.

Hana, berdecak kesal dan pergi ke dapur. Dia, menghentakkan kakinya.

"Bu, bagaimana ini? Jika tidak dapat sertifikat rumah itu,kita tidak bisa mendapatkan uang banyak. Apa lagi,pihak bank tengah mencari mas Gabriel". Rengeknya indah,kepada ibunya. Yasmin, semua ini gara-gara dia. Selalu saja, tidak menuruti kemauan kami.

"Heran sekali, dengan kalian. Bukankah, Gabriel seorang PNS. Kok bisa, terlilit hutang sampai puluhan juta ha? Apa yang terjadi,indah? Apakah, suamimu itu menyembunyikan sesuatu darimu. Makanya, selidiki kemana suamimu pergi? Takutnya, menyimpan sesuatu". Gerutu bu Yahya, dulu dia memang memuji menantunya yang seorang PNS. Selalu, membanggakan indah mendapatkan suami memiliki jabatan bagus. Kenapa, sekarang menantuku jadi beban? Bahkan, mereka semua tinggal di rumah ini. Kenapa, tidak tinggal di rumah orangtuanya saja.

Lama-kelamaan, menantunya itu terlilit hutang di bank dan menjadi beban di rumah nya. Bahkan, puluhan juta. Alasannya,dia di bohongi temannya. itulah,yang di katakan Gabriel.

"Bu,jangan marah dong. Gimana lagi, sudah takdir? Mas Gabriel,di bohongi temannya dan membawa kabur uang kami. Jangan salahkan mas Gabriel,bu". Cicit indah, membujuk ibunya. Aaarghhh.... kenapa,jadi seperti ini? huuuff...mana teman-teman, selalu menanyakan keberadaan ku. Sudah lama, tidak bergabung dengan merek.

"Ck,ada apa-apanya. Selalu, larinya ke ibu. Bahkan, istrinya Hamid juga di pecat dari kantor. Entah,apa masalahnya? Mereka berdua, sama-sama merahasiakan. Apa lagi Hamid, usahanya tiba-tiba anjlok. Sekarang apa lagi,adikmu ingin menikah dan meminta resepsi pernikahan mewah segala. Sedangkan uang mahar,cuman 30 juta. Mau di bawa kemana,uang segitu". Kata bu Yahya, kepalanya nyut-nyutan memikirkan masalah anak-anaknya.

"Yah...Kita harus bisa, mendapatkan sertifikat rumah Faris dan Yasmin. Kita gadaikan,lebih besar bu. Jika perlu 200 juta, bersama isi-isinya. Toh, terserah mereka mau tinggal dimana? Yang penting,kita aman bu". Bujuk indah,yang tidak memikirkan adiknya itu.

"Tapi, rumah pemberian bapaknya Yasmin belum lunas. Apakah, tidak mendapatkan masalah nantinya? Ibu, tidak mau mendekam di penjara. Sedangkan sertifikat rumah itu, di tangan bapaknya Yasmin. Ibu yakin sekali, Yasmin sudah memberitahu kepada bapaknya". Bu Yahya, mendengus kesal. Karena masalah,semakin besar saja.

"Apa,bu? Jadi,belum dapat sertifikat rumahnya". Sahut Hana,yang baru datang dari dapur.

"Iya..!". Jawab bu Yahya dan indah, bersamaan.

"Lalu, bagaimana dengan resepsi pernikahan ku bu. Aku gak mau,jika acaranya seandanya saja. Malu bu,sama teman-teman Hana". Bentak Hana,yang tidak terima dengan perkataan ibunya.

"Hana, minta lagi gih uang kepada calon suamimu itu. Bukankah,dia seorang manager perusahaan. Pasti uangnya banyak,siapa tahu? Calon suamimu itu, bisa membantu kesusahan kita". Pinta indah,kepada adiknya itu.

"Gak mau,kak. Nanti di bilang,aku matre lagi. Belum apa-apa, sudah di porotin. Kalau ada,mana mau Hana memberikan uang kepada kalian. Keenakan sekali,". Kata Hana, tersenyum smrik. Enak saja,kalian sejenak meminta uang kepada suamiku nanti. Mendingan, untukku shopping dan jalan-jalan.

Mendengar ucapan Hana, sontak membuat bu Yahya dan indah terkejut. Bisa-bisanya, Hana berbicara seperti itu.

"Hana..!! Jangan kurang ajar,kamu. Ingatlah, jasa ibu ini". Bentak bu Yahya, langsung emosi.

"Iya,ingat kok bu. Tapi, sediakan dulu resepsi pernikahan mewah kepadaku". Jawab Hana, dengan santainya.

"Hana,jaga mulutmu itu. Jangan sampai, Mbak melayangkan tangan ini dan menampar pipi mulusmu itu. Dasar, ngelunjak saja sikapmu itu". Indah, tak kalah membentak adiknya.

"Cukup, Mbak. Sudah sewajibnya,ibu mengabulkan permintaan ku. Jika tidak mampu,jangan meminta bantuan kepada ku nantinya. Toh,kalian saja tidak bisa mengabulkan permintaan ku". Kata Hana, langsung meninggalkan mereka berdua.

Bu Yahya, memusut dadanya yang terasa sesak. Saat anak bungsunya, membentak keras seperti tadi. "Semua ini gara-gara, Yasmin". Gerutunya, penuh kebencian terhadap menantunya itu. "Apakah, mertua tidak mau membantu kesusahan kalian indah? Bahkan, mertuanya Hamid juga lepas tangan. Tidak ada rasa empatinya, terhadap anak dan menantu".

"Ibukan tahu,jika hubungan kami tidak di restui. Bahkan, mereka juga tidak mau membantu kami. Mereka bakalan bantu,bu. Tapi,harus menceraikan aku yang hamil ini". Indah, tak mampu berbuat apa-apa. Apa lagi, memaksa suaminya itu.

Bu Yahya, sudah pusing tujuh keliling. Dia, kebingungan mencari jalan keluar untuk menyelesaikan masalah ini.

Indah, bersandar di sofa dan beranjak pergi. Dia, membutuhkan rebahan di kasur. Hari ini, sudah banyak meluapkan emosinya. Dia, kebingungan karena hutang suaminya itu. Sudah pasti, mendapatkan amarah besar dari suaminya.

Tiba di dalam kamar,Indah melihat suaminya tengah tidur di atas ranjang. Wajahnya,yang tenang tidak memikirkan perasaan sang istri. Merasakan ada pergerakan di samping, Gabriel suami Indah terbangun.

"Indah,kamu sudah pulang? Lalu, apakah mendapatkan sertifikat rumah adik iparmu itu. Secepatnya, gadaikan dan kita memerlukan uang itu secepatnya. Aku, sudah tidak betah tinggal di sini. Ingin tenang,di rumah kita yang di sita". Kata Gabriel,tak mempedulikan indah yang ingin menangis. Hatinya, terasa teriris-iris mendengarnya.

"Mas, maaf. Adik iparku, tidak mau memberikan sertifikat rumahnya". Kata indah, tertunduk sedih.

"Sampai kapan,Indah? Aku,malu dengan teman dan orang lain. Orangtuaku, terus saja menghubungi. Mereka bakalan membantuku, asalkan aku meninggalkan dirimu dan tidak memperdulikan anak itu. Jangan sampai,aku kehabisan kesabaran. Sudah waktunya,ibumu dan keluarga mu membantu kita. Toh,ibu dan abangmu itu! Sudah banyak,memakan uang dariku. Bahkan,kamu sering royal kepada mereka". Bentak Gabriel,kepada istrinya yang kesegukan menangis.

"Mas,jangan tinggalkan aku. Tolong bersabarlah, sedikit lagi. Aku yakin sekali, aku dan lainnya. pasti mendapatkan uang itu, secepat mungkin. Bersabarlah,mas". Pinta indah, memohon kepada suaminya. Tidak,aku tidak mau kehilangan suamiku. Bagaimana,nasib ku nanti dan anakku?.

"Baiklah,aku tunggu sampai akhir bulan. Jika tidak, jangan salah akan aku meninggalkan mu. Semenjak aku, menikah dengan mu. selalu saja, kenal sial dan masalah. Jangan-jangan,kamu pembawa sial indah dan anak itu juga". Gabriel,tak memperdulikan kesedihan istrinya.

Indah, merasakan dadanya sesak. Bagaimana,bisa? Sang suami, mengatai jika dirinya pembawa sial. Sorotan mata tajam,bencinya semakin menjadi-jadi ketika mengingat Yasmin. Ingin sekali, menghabisi adik iparnya yang sok belagu.

Terpopuler

Comments

Cahaya Hayati

Cahaya Hayati

🤣🤣🤣keluarga ini sudah mental semua salah dirinya kok Jasmin yg jadi kambing hitam jika ada tetangga sebegini memang aku bakar hidup hidup 😃😃😠😠

2023-06-09

3

blecky

blecky

laaaa kok mnyalhkan Yasmin tu suami pilihanmu kwkwkw bu yahya jga g sadar jka apa yg mnimapa ankx adalah karma perbuatanx

2023-03-21

1

lihat semua
Episodes
1 Sertifikat Rumah
2 50 Juta
3 Sabar
4 Terlilit Hutang
5 Pusing
6 Sebuah Rencana
7 Syok Berat
8 Kekerasan
9 Kekerasan
10 Di usir
11 Kesempatan
12 Makan Malam Bersama
13 500 ribu
14 Bermain Api
15 Pertikaian
16 Cucian Mobil
17 Lelah
18 Teman
19 Terserempet
20 Pulang
21 Mengalah
22 Was-was
23 Pesan Masuk
24 Menggerebek
25 Pria Yang Berbeda
26 Tidak Tinggal Diam
27 Dua pelaku
28 Diusir
29 Tidak Ada Kesempatan
30 Mengusir
31 Surat Cerai
32 Berbohong
33 Menemui Yasmin
34 Meminta Maaf
35 Balas Dendam
36 Mengelak
37 Pilihanku
38 Malu
39 Berubah
40 Saling Menyindir
41 Gagal
42 Seserahan
43 Juragan
44 Sepupu
45 pingsan
46 Pertama Kalinya
47 Belanja
48 Fitnah
49 Sabar
50 Masalah lagi
51 Membalas
52 Alergi
53 Rendang Daging
54 Malam Pengantin,Yang Tertunda
55 Obat Tidur
56 Jebakan
57 Nasi Goreng Spesial
58 Privasi
59 pertikaian
60 Mereka
61 Merenggang Nyawa
62 Kritis
63 Siuman
64 Interogasi
65 Berlalu
66 Menumpahkan Rasa Rindu
67 Ada Yang Salahkah
68 Pulang
69 Diusir
70 Menyesal
71 Ragu
72 Pengganggu
73 Cabut Mas
74 Mual
75 Morning sickness
76 Demi Cucu
77 Nasi Goreng Spesial
78 Opor Ayam Jago
79 Di Sengat Lebah
80 Malam Mingguan
81 Dia
82 Emosi
83 Ngutang
84 Lagi
85 Mengenang Masa lalu
86 Kontraksi
87 Tamat
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Sertifikat Rumah
2
50 Juta
3
Sabar
4
Terlilit Hutang
5
Pusing
6
Sebuah Rencana
7
Syok Berat
8
Kekerasan
9
Kekerasan
10
Di usir
11
Kesempatan
12
Makan Malam Bersama
13
500 ribu
14
Bermain Api
15
Pertikaian
16
Cucian Mobil
17
Lelah
18
Teman
19
Terserempet
20
Pulang
21
Mengalah
22
Was-was
23
Pesan Masuk
24
Menggerebek
25
Pria Yang Berbeda
26
Tidak Tinggal Diam
27
Dua pelaku
28
Diusir
29
Tidak Ada Kesempatan
30
Mengusir
31
Surat Cerai
32
Berbohong
33
Menemui Yasmin
34
Meminta Maaf
35
Balas Dendam
36
Mengelak
37
Pilihanku
38
Malu
39
Berubah
40
Saling Menyindir
41
Gagal
42
Seserahan
43
Juragan
44
Sepupu
45
pingsan
46
Pertama Kalinya
47
Belanja
48
Fitnah
49
Sabar
50
Masalah lagi
51
Membalas
52
Alergi
53
Rendang Daging
54
Malam Pengantin,Yang Tertunda
55
Obat Tidur
56
Jebakan
57
Nasi Goreng Spesial
58
Privasi
59
pertikaian
60
Mereka
61
Merenggang Nyawa
62
Kritis
63
Siuman
64
Interogasi
65
Berlalu
66
Menumpahkan Rasa Rindu
67
Ada Yang Salahkah
68
Pulang
69
Diusir
70
Menyesal
71
Ragu
72
Pengganggu
73
Cabut Mas
74
Mual
75
Morning sickness
76
Demi Cucu
77
Nasi Goreng Spesial
78
Opor Ayam Jago
79
Di Sengat Lebah
80
Malam Mingguan
81
Dia
82
Emosi
83
Ngutang
84
Lagi
85
Mengenang Masa lalu
86
Kontraksi
87
Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!