Kesempatan

Yasmin, sebagian mengangkut barang-barangnya di rumah dan membawa kediaman barunya. Seperti kompor gas, magic,alat dapur lainnya. Lemari dan tempat tidur,yang penting-penting saja diangkutnya.

Di tempat yang baru,hanya memiliki 1 kamar, ruang tamu minimalis dan dapur serta kamar mandi.

Setengah harian, Yasmin membersihkan tempat tinggalnya. Lalu, merapikan peralatan rumah yang diangkut tadi. Walaupun, hatinya hancur berkeping-keping.

"Yasmin....". Ucap seorang pria,di ambang pintu.

"Mas Faris...". Lirih Yasmin, terkejut kedatangan suaminya itu. Dia, langsung mendengus dingin. "Ngapain kamu,ke sini mas? Kita, tidak ada hubungan apa-apa lagi".

Tanpa ba-bi-bu lagi, Faris langsung berlutut di kaki Yasmin. "Yas, tolong maafkan mas. Kita,masih sepasang suami-isteri. Aku, belum ada mengucapkan kata talak. Aku, benar-benar menyesal Yasmin. Perkataanmu,memang benar bahwa mereka. Cuman memanfaatkan ku,saja. Setelahnya, mereka membuang ku begitu saja. Aku,mohon Yasmin. Berikanlah,aku kesempatan lagi. Apapun,akan aku turuti perkataan mu". Faris, memohon dan meminta iba kepada istrinya.

Yasmin,menyeka air matanya sedari luruh. Di lubuk hati yang paling dalam,dia masih mencintai suaminya itu.

"Yasmin,jawab mas. Hanya kamu,yang mas punya. Mas,akan memohon ampun kepada orangtuamu. Mas janji, tidak akan menyakitimu lagi. Tampar mas, Yasmin. Lakukan apapun yang kamu. Asalkan,kita kembali bersama-sama lagi". Ucap Faris,dalam isak tangisnya.

"Mas, berdiri lah...jangan seperti ini,mas". Akhirnya Yasmin,luluh dan memeluk erat tubuh suaminya itu.

Mereka berdua saling berpelukan, menumpahkan rasa sesak di hati masing-masing. "Maafkan,mas. Mas janji, tidak akan menyakiti mu lagi".

"Iya, mas. Aku,akan memberikanmu kesempatan lagi. Tapi,ini yang terakhir kalinya. Jika kamu, mengulanginya lagi. Maafkan aku,mas. Aku, tidak akan bisa bersama mu lagi". Tegas Yasmin, langsung di angguki Faris.

Yasmin, berharap jika suaminya benar-benar menyesal dan berubah. Semoga saja,dia tidak mengulanginya lagi.

Semua ini,aku lakukan karena orangtuaku mas. Untuk memberikan kamu, kesempatan lagi. Jika merk tidak mau,aku juga tidak mas. Beruntung, kamu mendapatkan mertua seperti mereka. Yang selalu peduli,kepada kita. Batin Yasmin, menghela nafas.

"Berjanjilah mas, jika kamu tidak peduli lagi dengan keluarga mu. Apa kamu ingat, bagaimana memanfaatkan dirimu? Sudah cukup,mas. Kamu,di permainkan oleh mereka. Setelah kamu seperti ini, siapa yang ada di samping mu. Aku,mas dan keluarga ku. Ingatlah,ini sebuah pelajaran untuk mu mas. Orangtuaku,juga memberikan kesempatan satu kali lagi". Kata Yasmin,masih merasakan kesedihan yang mendalam.

"Mas janji, tidak akan perduli dengan mereka. Walaupun, mereka memohon-mohon dan membujuk mas lagi. Mas,akan berubah demi kamu dek". Faris, mengecup kening istrinya. Apapun Yasmin,akan aku lakukan. Aku janji,akan berubah.

Yasmin, merasakan kehangatan dalam pelukan suaminya. Dia, mendapatkan ketenangan. Namun, Yasmin masih menyimpan rahasia tentang rumah itu.

"Maafkan mas,kita tinggal di tempat ini. Aku akan menemui bapak, berusaha menebus sertifikat rumah itu. Agar kita,tinggal bersama. Tetapi, sertifikat rumahnya. Biar bapak,yang menyimpan agar mereka tidak bisa macam-macam". Kata Faris, sontak membuat Yasmin terkejut.

"Mas, serius dengan perkataan tadi". Tanya Yasmin, yang merasa tak percaya.

"Mas serius sayang, apapun untuk menyembuhkan luka di hatimu". Jawab Faris, memeluk erat tubuh istrinya. Seakan-akan, tidak mau melepaskannya.

"Mas, lepas dulu. Aku,mau membereskan barang-barang ini". Yasmin, meleraikan pelukannya.

Faris,juga membantu membereskan semuanya. Kehidupan rumah tangga, yang di jalani Yasmin. Terasa hangat kembali, tidak seperti dulu.

***********

Yasmin dan suaminya, baru pulang makan malam di luar.

"Ambilah, untuk mu dek. Pegang keuangan kita,di situ ada tabungan 7 juta. Mau kamu, gunakan atau gaknya terserah kamu". Faris, tiba-tiba mengeluarkan kartu atm-nya.

"Tapi....". Yasmin,masih ragu dengan suaminya.

"Dek,aku sudah berjanji akan berubah dan membahagiakan kamu. Masalah keuangan,kamu saja mengaturnya. Aku, serahkan semuanya kepada istriku yang tersayang". Faris, mencubit pipi mulus istrinya.

"Tapi, bagaimana dengan ibu? Bukankah,kamu selalu mengirimkan uang kepada beliau". Tanya Yasmin, langsung.

"Yah..Aku, serahkan kepada mu. Mau kamu, memberikan uang kepada ibu atau gaknya. Terserah,aku tidak mau berurusan dengan mereka lagi". Faris,yang sudah terlanjur kecewa berat. "Mereka semua, menggadaikan sertifikat rumah ibu. Tapi,aku tidak mempunyai bagian uangnya. Malah, mereka mengusirku dek".

"Mas,yang sabar yah. Ya sudah, Yasmin akan mengirim uang kepada ibumu. Gak papa kan senilai 500 ribu, sebulan. Pastilah, Abang dan Mbak mu juga mengirimkan uang kepada beliau". Ucap Yasmin,yang langsung di angguki Faris.

Yasmin, merasa bahagia. Ini adalah momen yang di nantikan, olehnya.

Mereka berdua saling menumpahkan rasa rindu,dan mencari kehangatan dalam diri masing-masing. Melupakan, masalah yang berlalu.

*************

Sedangkan di kediaman bu Yahya, anak dan menantunya nampak bahagia. Namun bagi bu Yahya,ada sesuatu yang kurang. Entah, kenapa dia memikirkan keadaan Faris.

"Bu, makasih banyak sudah mengabulkan permintaan Hana". Hana, memeluk erat tubuh ibunya.

"Sama-sama,nak. Ingatlah,jika kamu menikah nanti. Jangan lupa,kasih ibu uang. Minimal 2 juta, perbulan. Kalian juga, paham! Ibu,gak mau kalian seperti Faris. Cuman kasih,1 juta atau kurang". Kata bu Yahya, langsung.

Sinta, langsung menyenggol lengan suaminya. "Bu, untuk saat ini kami tidak bisa memberikan uang segitu banyaknya. Maklum,baru merintis usaha". Hamid, langsung bersuara.

"Iya,bu. Apa lagi aku, tengah hamil besar. Kami, lebih banyak menabung untuk pegangan. Apa lagi, usaha baru merintis". Sahut indah,juga.

"Terus,ibu gimana? Belum lagi,membayar cicilan perbulan nya. Jangan lupa dengan jasa ibu,jika tidak ada ibu. Kemungkinan,kalian akan kelaparan dan di permalukan". Bantah bu Yahya,yang geram.

"Kan ada Faris dan Hana, mereka lah yang mengirim uang untuk ibu". Sahut Sinta,yang kesal.

"Iya,bu. Masing-masing,minta 3 juta dari Faris dan Hana. Jadi,bisa membayar cicilan perbulan dan sisanya untuk ibu. Jika kurang,minta lagi". Kata Gabriel, tersenyum.

"Gak bisa,masa aku yang baru nikah. Harus ngirim uang kepada ibu, nanti yanga ada dapat masalah". Tolak Hana, langsung.

"Satu-satunya, tujuan. Cuman Faris, bu. Minta saja,sama dia dan jangan kami". Kata indah,tanpa memikirkan perasaan ibunya.

"Alaaahhh... Faris,yang miskin itu. Mana ada uang sebanyak itu, apa lagi sekarang. Tidak tahu, dimana Faris? Apa jangan-jangan,dia tidak memiliki pekerjaan. Uang darimana, untuk memberi kepada ibu. Cuman kalian,yang mampu memberikan uang uang banyak". Kata bu Yahya,sejak dulu dia selalu mendapatkan kiriman uang dari anak-anaknya.

Hanya Faris,yang mengirim uang dengan nominal yang sedikit dari yang lainnya.

Sekarang Sinta, malah kesal kepada suaminya. Sudah pasti, Hamid langsung membela ibunya di bandingkan Sinta. Begitu juga Gabriel,dia kesal kepada istrinya yang selalu nurut sama ibunya.

Episodes
1 Sertifikat Rumah
2 50 Juta
3 Sabar
4 Terlilit Hutang
5 Pusing
6 Sebuah Rencana
7 Syok Berat
8 Kekerasan
9 Kekerasan
10 Di usir
11 Kesempatan
12 Makan Malam Bersama
13 500 ribu
14 Bermain Api
15 Pertikaian
16 Cucian Mobil
17 Lelah
18 Teman
19 Terserempet
20 Pulang
21 Mengalah
22 Was-was
23 Pesan Masuk
24 Menggerebek
25 Pria Yang Berbeda
26 Tidak Tinggal Diam
27 Dua pelaku
28 Diusir
29 Tidak Ada Kesempatan
30 Mengusir
31 Surat Cerai
32 Berbohong
33 Menemui Yasmin
34 Meminta Maaf
35 Balas Dendam
36 Mengelak
37 Pilihanku
38 Malu
39 Berubah
40 Saling Menyindir
41 Gagal
42 Seserahan
43 Juragan
44 Sepupu
45 pingsan
46 Pertama Kalinya
47 Belanja
48 Fitnah
49 Sabar
50 Masalah lagi
51 Membalas
52 Alergi
53 Rendang Daging
54 Malam Pengantin,Yang Tertunda
55 Obat Tidur
56 Jebakan
57 Nasi Goreng Spesial
58 Privasi
59 pertikaian
60 Mereka
61 Merenggang Nyawa
62 Kritis
63 Siuman
64 Interogasi
65 Berlalu
66 Menumpahkan Rasa Rindu
67 Ada Yang Salahkah
68 Pulang
69 Diusir
70 Menyesal
71 Ragu
72 Pengganggu
73 Cabut Mas
74 Mual
75 Morning sickness
76 Demi Cucu
77 Nasi Goreng Spesial
78 Opor Ayam Jago
79 Di Sengat Lebah
80 Malam Mingguan
81 Dia
82 Emosi
83 Ngutang
84 Lagi
85 Mengenang Masa lalu
86 Kontraksi
87 Tamat
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Sertifikat Rumah
2
50 Juta
3
Sabar
4
Terlilit Hutang
5
Pusing
6
Sebuah Rencana
7
Syok Berat
8
Kekerasan
9
Kekerasan
10
Di usir
11
Kesempatan
12
Makan Malam Bersama
13
500 ribu
14
Bermain Api
15
Pertikaian
16
Cucian Mobil
17
Lelah
18
Teman
19
Terserempet
20
Pulang
21
Mengalah
22
Was-was
23
Pesan Masuk
24
Menggerebek
25
Pria Yang Berbeda
26
Tidak Tinggal Diam
27
Dua pelaku
28
Diusir
29
Tidak Ada Kesempatan
30
Mengusir
31
Surat Cerai
32
Berbohong
33
Menemui Yasmin
34
Meminta Maaf
35
Balas Dendam
36
Mengelak
37
Pilihanku
38
Malu
39
Berubah
40
Saling Menyindir
41
Gagal
42
Seserahan
43
Juragan
44
Sepupu
45
pingsan
46
Pertama Kalinya
47
Belanja
48
Fitnah
49
Sabar
50
Masalah lagi
51
Membalas
52
Alergi
53
Rendang Daging
54
Malam Pengantin,Yang Tertunda
55
Obat Tidur
56
Jebakan
57
Nasi Goreng Spesial
58
Privasi
59
pertikaian
60
Mereka
61
Merenggang Nyawa
62
Kritis
63
Siuman
64
Interogasi
65
Berlalu
66
Menumpahkan Rasa Rindu
67
Ada Yang Salahkah
68
Pulang
69
Diusir
70
Menyesal
71
Ragu
72
Pengganggu
73
Cabut Mas
74
Mual
75
Morning sickness
76
Demi Cucu
77
Nasi Goreng Spesial
78
Opor Ayam Jago
79
Di Sengat Lebah
80
Malam Mingguan
81
Dia
82
Emosi
83
Ngutang
84
Lagi
85
Mengenang Masa lalu
86
Kontraksi
87
Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!