Waktu terus berjalan, Yasmin dan suaminya. 1 bulan sudah,tinggal di tempat barunya.
Faris, pulang dari kerja. Terlihat keadaannya, sangat memperihatinkan sekali.
"Loh,tumben kamu lesu mas". Tanya Yasmin,kepada suaminya.
1 bulan ini,memang benar. Faris, banyak berubah dan tidak seperti dulu lagi.Dia, memberikan amplop coklat berisi uang gajihnya. "Itu,gajih terakhir dek". Lirihnya pelan.
Sontak membuat Yasmin, mengerutkan keningnya. "Gajih terakhir? Maksudnya, mas".
"Iya, tidak selamanya aku kerja di bangunan dek. Pekerjaan di sana, sudah selesai dan tidak ada lagi yang di bangun. Toh, perumahan sudah pada selesai. Kata bos,aku bakalan di panggil lagi. Jika ada lowongan pekerjaan,". Jawab Faris, memijit pelipisnya. "Tenang saja,aku akan mencari pekerjaan. Sementara aku ngojek,dulu".
Mendengar ucapan dari suami, Yasmin bernafas lega. Tidak seperti dulu,jika suaminya tidak ada pekerjaan. Faris, ongkang-ongkang tidak jelas di rumah dan selalu marah-marah tidak jelas kepada Yasmin. Sampai bosnya, menghubungi dirinya lagi. Barulah dia, bekerja seperti biasanya. "Alhamdulillah, semoga kamu mendapatkan tarif ngojek nya banyak mas".
"Hemmm...Mas akan berusaha dan membantu perekonomian kita". Faris, mencubit pipi istrinya.
Yasmin, menghitung jumlah gajih suaminya. Total keseluruhannya,4 juta rupiah. "Aku, akan mengirim uang kepada ibumu. Gak papakan,500 ribu?". Yasmin, meminta pendapat dari suaminya.
"Yakin? Mau kasih ibu,uang. Takutnya,kita gak cukup. Kalau gak usah,gak papa. Toh,masih ada Abang dan Mbak ku". Faris, tersenyum kecil.
"Eee...Cukup kok,mas. Aku,juga dapat uang setiap bulannya dari gajihku". Jawab Yasmin,dia meminta nomor rekening ibu mertuanya.
Faris, langsung memberikan nomor rekening ibunya. Dia, menyerahkan semuanya kepada sang istri.
"Dek,mas lapar. Kamu,ada masak gak? Kalau tidak ada,kita makan diluar saja". Faris, berusaha menaruh perhatian pada istrinya.
Perhatiannya itu, berharap tulus dari hati Faris sendiri. Walaupun, Yasmin masih meragukan ketulusan suaminya. Apa lagi,dia tahu bagaimana sifat sang suami. "Ada,mas. Kamu, bersih-bersih dulu. Terus,kita makan sama-sama".
"Wahhh.. Makasih dek,kamu memang istri yang terbaik untuk ku". Faris, memeluk erat tubuh istrinya dan mencium keningnya juga.
Faris, berlalu masuk kedalam kamar mandi. Barulah Yasmin, bernafas lega. "Mas,aku harap kamu tidak akan mengecewakan ku lagi. Ini adalah kesempatan satu kali mu, jika sampai menyia-nyiakan kesempatan ini. Siap-siap mas,aku melepaskan dirimu". Gumam Yasmin,dia menyiapkan makan malam bersama sang suami
Setelah selesai, Yasmin membuka M-banking di ponselnya. Dia,mengirim uang kepada ibu mertuanya.
Yasmin,juga mengirim pesan kepada ibu mertuanya. Jika uang yang di kirimnya,dari Faris anaknya sendiri.
Yasmin, tersenyum smrik. Tidak sabar, bagaimana reaksi ibu mertuanya.
[Ibu,itu uang bulanan dari mas Faris sudah di kirim. Bulan depan, mas Faris tidak mengirim uang lagi. Karena mas Faris, tidak bekerja di bangunan . Dia, ngojek dan mencari pekerjaan lain juga].
[Faris, menyerahkan semuanya kepada Yasmin. Berapapun memberikan uang kepada ibu, malahan mas Faris tidak mau ngasih ibu uang. Toh,ada anak dan menantu yang lainnya. Yang selalu ibu banggakan,tanpa memikirkan perasaan kami].
Yasmin, benar-benar geram kepada ibu mertuanya. Setiap kali bertemu,pasti membandingkan anak-anaknya. Sudah pasti Faris, selalu di campakkan. Karena menikah dengan wanita miskin,apa lagi pekerjaan Faris.
Akan tetapi, Faris tetap terus-terusan membela ibunya. Untung saja, Yasmin mempunyai stok kesabaran.
**********
Ting.....
Sebuah pesan masuk di ponselnya,bu Yahya.
"Apa.!!!". Bu Sari, syok membaca pesan dari menantunya. Tak lupa juga, memeriksa M-banking nya. Dia, penasaran sekali dengan jumlah uang yang di kirim Yasmin.
"Yasssmmmiiiinnnn....". Bu Yahya, berteriak keras. Sehingga anak dan menantunya, datang.
Indah, langsung membaca pesan dari ponsel ibunya. Matanya terbelalak sempurna, rupanya Faris masih bersama Yasmin. "kurang ajar sekali,Yasmin bu. Pasti Yasmin, sudah mempengaruhi pikiran Faris. Makanya Faris, memberikan uang kepada ibu cuman 500 ribu".
"Gak boleh di biarkan,bu. Ini sudah kewajiban Faris, memberikan uang kepada ibu. Kenapa, Yasmin yang mengatur segalanya. Pasti ini, Yasmin mempengaruhi pikirannya dan menjelekkan kita". Sahut Hamid,yang terbawa emosi.
Sinta dan Gabriel,saling menyenggol dan tersenyum. Seakan-akan mereka berdua, menertawakan Hamid dan Indah.
"Ck, besok kita cari mereka Hamid. Ibu,akan memarahi Yasmin. Enak saja,dia memegang uang anakku. Mana cukup uang 500 ribu, untuk ibu. Kalau dia,yang suka ikan asin. pastilah,cukup uang segini". Gerutu bu Yahya, mengatur nafasnya.
"Iya,bu. Aku,juga akan memarahi Yasmin. Mana bisa,dia mengatur Faris seenak jidatnya". Indah,geram kepada Faris. Kenapa,dia yang mengirim uang 500 ribu lebih dulu? Padahal, indah ingin memberikan uang 500 ribu juga. Karena suaminya, mengancam dirinya.
Hamid, melirik ke arah istrinya. Dia, sudah berjanji untuk memberikan uang kepada ibunya. Sama dengan senilai 500 ribu, harapan satu-satunya dari Faris. Yang mengirim uang, terbanyak. Nyatanya,500 ribu juga.
"Ya sudah,besok kita sama-sama ke sekolah. Dimana, Yasmin mengajar. Pasti,dia ada di sana". Kata bu Yahya, tidak terima menantunya itu menikmati gajih anaknya.
"Bu,aku kira Yasmin dan bang Faris tidak bersama lagi? Tau-taunya, mereka masih bersatu". Hana, langsung membuka suaranya.
"Benar juga,yah. Apa Faris,segitu cintanya kepada Yasmin". sahut indah, kebingungan.
"Tapi,gimana nantinya bu. Kata Yasmin, Faris tidak bekerja lagi". Hamid, semakin gelisah.
"Palingan di bohongi Yasmin,jangan percaya dengan ucapan wanita licik itu. Dia,cuman ingin menikmati uang Faris. Biar ibu, tidak meminta-minta kepadanya. Wajarlah,ibu meminta hak ibu. Toh,ibu yang melahirkan dan merawatnya sampai besar". Bu Yahya, tersenyum. Perkataannya, seakan-akan menyindir Hamid, Indah dan Hana.
Sinta dan Gabriel, semakin geram di buatnya. "Bu,ini uang bulanannya. Toh,kami tinggal di sini. Jadi,bahan dapur juga di bantu sama bang Hamid. Ibu, Bersih menerima uang 500 ribu. Jadi,uang ibu berjumlah 1 juta". Gabriel, langsung memberikan lima lembar uang berwarna merah.
"Mas kamu, apa-apa sih? Jangan bikin keributan". Indah,yang lainnya syok mendengar ucapan Gabriel.
Bu Yahya, termenung. Saat menantunya, memberikan uang senilai 500 ribu. "Jangan ngaco kamu, Gabriel". Bentaknya.
"Sama bu,aku dan mas Hamid juga sepakat. Untuk memberikan uang kepada ibu, senilai 500 ribu". Sinta,juga ikut-ikutan menyodorkan uang 500 ribu dan meletakkan di atas meja. "Sisanya Hana,bu. Apa lagi,ibu memiliki toko bangunan kan? Jadi,ibu saja bayar cicilan gadaian rumah ini".
"Mbak, apa-apa sih? Jangan aneh-aneh". Hana, tidak terima dengan perkataan kakak iparnya itu.
"Sinta,cukup Sinta! Jangan bikin malu". Hamid,mengusap wajahnya dengan kasar. Bu Yahya, mendengarnya syok. Seakan-akan, dadanya sesak penglihatannya mulai buram.
"Ibuuuuu.....". Teriak mereka bersamaan,saat bu Yahya tak sadarkan diri
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 87 Episodes
Comments
blecky
muga Faris g trpengruh Dan ttp pda pndirianx
2023-03-21
1