50 Juta

"Kemana saja,mas? Malam baru pulang, bukankah hari ini libur bekerja". Tanya Yasmin,membukakan pintu rumah untuk suaminya.

Malam sudah larut,sang suami baru datang dengan wajah kusut.

"Sibuk,ke sana kemari untuk mencari pinjaman uang. Tapi, tidak ada". Jawab Faris, mendengus dingin dan duduk di sofa. "Kamu ada uang,50 juta Yas".

Yasmin, langsung tercengang mendengar ucapan suaminya. "Untuk apa,mas? Uang sebanyak itu,ha! Kamu rela,ke sana kemari untuk mencari pinjaman".

"Untuk ibulah,apa kamu lupa ha? Sebentar lagi, adikku menikah. Sudah pastilah, mengeluarkan biaya resepsi pernikahan, lumayan besar". Kata Faris, menatap sinis ke arah suaminya. "Gara-gara, bapakmu yang menyita sertifikat rumah ini. Aku,juga pontang-panting mencari pinjaman".

"Mas,cukup mas. Kamu, selalu mementingkan keluarga mu itu. Seharusnya, kamu sadar bahwa mereka hanya memanfaatkan kebaikan mu saja. Buktinya,saat kamu membutuhkan uang. Lalu,kemana mereka? Satu persatu, ogah-ogahan. Jika tidak karena bapakku,mas masih mendekam di penjara ". Yasmin, sudah tak mampu menahan emosinya.

"selalu saja,di bahas". Gumam Faris, menatap tajam ke arah istrinya.

"Bukankah Hana, mendapatkan uang mahar 30 juta. Kenapa,mencari uang lagi? Emangnya, tidak cukup ha? Aku,yang di kasih mahar oleh mu 15 juta. Orangtuaku,masih sanggup mengadakan resepsi pernikahan lumayan besar". Kata Yasmin, membuat Faris tercengang.

15 juta,ck. Mana cukup,mas. Kalau tidak orangtuaku,turun tangan. Mereka rela,menjual sebidang tanah. Demi resepsi pernikahanku,karena mahar tidak cukup sama sekali. Batin Yasmin, menghela nafas.

"Apa kamu, memiliki uang tabungan mas? Kenapa, tidak saling bantu? Maksudku,kamu,bang Hamid dan Mbak indah lalu saling iuran. Tanpa memikirkan, hal lainnya". Tanya Yasmin,dia sudah menduakannya. Mana mau,kakak iparnya itu keluar uang. Setahu dia,kakak Faris terbilang sangat pelit.

"Mereka menolaknya, Yasmin. bang Hamid, tidak mempunyai uang banyak. Karena bisnisnya, terancam bangkrut. Sedangkan Mbak Indah,mau lahiran. Aku,cuman ada 7 juta Yasmin. Mereka semua, memberikan tugas ini kepadaku. Jika ada sertifikat rumah ini, aku gadaikan 100 juta. Semuanya,beres Yasmin". Kata Faris,tanpa memikirkan perasaan istrinya.

Yasmin, menggeleng kepalanya. Tidak percaya dengan ucapan,sang suami. 100 juta, menggadaikan sertifikat rumah ini. Uang segitu, untuk resepsi pernikahan saja.

"Kamu,jangan gila mas. Menggadaikan sertifikat rumah ini, dengan uang 100 juta. Resepsi pernikahan,apa itu? Emangnya,adikmu itu artis atau apa ha? Jujur mas,aku tidak setuju dengan ide gila mu itu". Tegas Yasmin, sorotan mata tajam yang yak mampu di sembunyikan lagi.

"Yasmin...!! Jangan pernah,kamu meninggikan suaramu kepadaku ha. Ingatlah,aku suami mu Yasmin". Bentak Faris, penuh penekanan suaranya. "50 juta, untuk resepsi pernikahan adikku. Sisanya, untuk mengisi toko bangunan ibuku. Apa susahnya ha,aku berbakti kepada orangtuaku. Kamu, tidak ada hak Yasmin mengatur segalanya".

"Ingin berbakti kepada orangtuamu, tetapi menggadaikan sertifikat rumah ini. Pikir mas, pikir dulu sebelum bertindak. Aku, senang sekali jika bapakku menyita sertifikat rumah ini. Sebab,kamu tidak bisa macam-macam. Mas, rumah ini belum tentu lunas di bayar bapakku. Bisa saja, beliau mencicilnya berbulan. Apa lagi,bapak mengambil jangka waktu 20 tahun. Jika itu, keinginan mu mas. Berikan uang kepada bapak,20 juta dan ambil sertifikat rumah ini. Satu hal lagi,mas. Aku,akan menyuruh bapak menghentikan pembayaran rumah ini. Biar saja, keluarga mu yang menanggungnya. Jika tidak bayar,maka rumah ini di sita. Seterusnya,kita tidak memiliki tempat tinggal lagi". Kata Yasmin, tersenyum smrik.

Faris, syok mendengar ucapan sang istri. Dia, baru sadar jika rumah ini belum lunas atau sudah lunas. Pasalnya, mertuanya tidak pernah memberitahu kepada Yasmin maupun dia.

Faris, mengacak-acak rambutnya. Dia, benar-benar frustasi. Jika,kehilangan tempat tingga.Dia ogah tinggal di rumah orangtuanya Yasmin.

"Ingat yah,mas. Aku, tidak sudi tinggal di rumah orangtuamu. Bagaikan neraka untukku,". Kata Yasmin, menghapus air matanya dengan kasar. "Mereka,hanya memanfaatkan mu mas. Jangan mau,termakan omongan mereka. Berikan saja uang tabungan itu, sisanya jangan kamu pikirkan lagi. Abang dan Mbak mu,mana mungkin tidak membantu . Jika mereka tidak mau, berarti benar perkataan ku. Mereka,ogah mengeluarkan uang untuk resepsi pernikahan Hana".

"Tentu saja, mereka tidak mau Yas. Mereka, memiliki tanggung masing-masing ". Bantah Faris, membuat Yasmin tersenyum merekah.

"Masa?kamu saja pelit sama aku mas. Gajihmu 4 jutaan. Sedangkan aku,di kasih 1 juta. Apa lagi, Abang dan Mbak mu gajih gede juga. Mana mungkin, membantu ibu dan adikmu tidak mau. Ck,kamunya saja mana? tidak ada menanggung beban keluarga ini. Bulan depan,kamu saja mengatur uang 1 juta perbulannya. Aku capek,mas. Harus memikirkan uang segitu,". Ucap Yasmin, tidak ada senyuman manis di sudut bibirnya.

"Ngapain aku,yang atur. Toh,kamu ada. Sebagai istri, sudah sewajibnya mengatur keuangan suami dan belanja bahan makan kita sehari-hari". Tolak Faris, langsung.

"Ya sudah, berikan aku uang 2 juta perbulannya mas. Karena aku,lelah menjalani pernikahan seperti ini. memiliki suami, terlalu pelit kepada istrinya. Sedangkan suami, terlalu royal kepada keluarga dan temannya ". Kata Yasmin,dalam isak tangisnya.

"Jangan ngomong aneh-aneh, Yasmin. Ingatlah,aku banyak berjuang untuk mengambil hati orangtuamu. Ingat itu,jangan ngelunjak seperti ini ". Bentak Faris, beranjak berdiri dan menuju ke dapur.

Yasmin,mengatur nafasnya. Terdengar suara-suara,di dapur. rupanya,suaminya makan. Untung saja, Yasmin masih menyisakan makanan dan tidak di habiskan.

Yasmin, menggeleng kepalanya. Karena porsi makan Faris, sangat banyak.

"Lapar yah,mas? Kasian,gak di kasih orang makan". Sindir Yasmin, tersenyum kecil.

Namun Faris,terus menikmati makan malamnya. Perutnya,memang keroncong sejak tadi.

Masih ingat,di saat Faris meminta makan di tempat ibunya. kakaknya, langsung melarang dan menyimpan makanan di lemari. Lalu, kuncinya di simpan di saku celana.

"Pulang sana,makan di rumah saja. Suamiku, belum datang dan belum makan". Kata indah, tersenyum sinis.

Ada rasa sesal di benak Faris, kakaknya selalu bersikap buruk kepadanya.

"Itu yah,mas. Keluarga yang selalu kamu, utamakan dan mengabaikan perasaan istri mu. Apa kamu lupa,di saat kita tinggal di saja. Bahkan,kita makan saja sangat susah. Apa lagi, Mbak mu dan Abang iparmu tinggal di rumah ibumu. Ck,yang ada tambah gila mas". Sindir Yasmin,lagi.

Braakkkk...

Faris, menggebrak meja makan. Sontak membuat Yasmin, terkejut.

"Yasmin, cukup. Jangan membicarakan tentang keluarga mu. Yah,memang keluarga mulah sangat sempurna di matamu dan orang lain".

"Iya mas, keluargaku terlalu sempurna. Sampai rela,menjual tanahnya demi menantu yang kurang ajar". Bentak Yasmin,tak mau kalah dengan suaminya itu.

Yasmin, selalu bersikap arogan dan tegas. Tak mudah, untuk di taklukkan hatinya. Apa lagi,di tindas.

Terpopuler

Comments

S

S

Wah seru nih istri gak diem aja d zolimi tapi balas tanpa takut.Memang benar si ngapain takut kli lakinya ngkunjak kurang *jar tp bersikap dia yg jadi korban bikin makin gregeten aja

2023-08-12

1

Cahaya Hayati

Cahaya Hayati

tinggalkan Jasmin suami jahat begitu😠😠

2023-06-09

1

blecky

blecky

lepaskan sja Yasmin suami gk Tau untung kyak bgtu

2023-03-21

1

lihat semua
Episodes
1 Sertifikat Rumah
2 50 Juta
3 Sabar
4 Terlilit Hutang
5 Pusing
6 Sebuah Rencana
7 Syok Berat
8 Kekerasan
9 Kekerasan
10 Di usir
11 Kesempatan
12 Makan Malam Bersama
13 500 ribu
14 Bermain Api
15 Pertikaian
16 Cucian Mobil
17 Lelah
18 Teman
19 Terserempet
20 Pulang
21 Mengalah
22 Was-was
23 Pesan Masuk
24 Menggerebek
25 Pria Yang Berbeda
26 Tidak Tinggal Diam
27 Dua pelaku
28 Diusir
29 Tidak Ada Kesempatan
30 Mengusir
31 Surat Cerai
32 Berbohong
33 Menemui Yasmin
34 Meminta Maaf
35 Balas Dendam
36 Mengelak
37 Pilihanku
38 Malu
39 Berubah
40 Saling Menyindir
41 Gagal
42 Seserahan
43 Juragan
44 Sepupu
45 pingsan
46 Pertama Kalinya
47 Belanja
48 Fitnah
49 Sabar
50 Masalah lagi
51 Membalas
52 Alergi
53 Rendang Daging
54 Malam Pengantin,Yang Tertunda
55 Obat Tidur
56 Jebakan
57 Nasi Goreng Spesial
58 Privasi
59 pertikaian
60 Mereka
61 Merenggang Nyawa
62 Kritis
63 Siuman
64 Interogasi
65 Berlalu
66 Menumpahkan Rasa Rindu
67 Ada Yang Salahkah
68 Pulang
69 Diusir
70 Menyesal
71 Ragu
72 Pengganggu
73 Cabut Mas
74 Mual
75 Morning sickness
76 Demi Cucu
77 Nasi Goreng Spesial
78 Opor Ayam Jago
79 Di Sengat Lebah
80 Malam Mingguan
81 Dia
82 Emosi
83 Ngutang
84 Lagi
85 Mengenang Masa lalu
86 Kontraksi
87 Tamat
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Sertifikat Rumah
2
50 Juta
3
Sabar
4
Terlilit Hutang
5
Pusing
6
Sebuah Rencana
7
Syok Berat
8
Kekerasan
9
Kekerasan
10
Di usir
11
Kesempatan
12
Makan Malam Bersama
13
500 ribu
14
Bermain Api
15
Pertikaian
16
Cucian Mobil
17
Lelah
18
Teman
19
Terserempet
20
Pulang
21
Mengalah
22
Was-was
23
Pesan Masuk
24
Menggerebek
25
Pria Yang Berbeda
26
Tidak Tinggal Diam
27
Dua pelaku
28
Diusir
29
Tidak Ada Kesempatan
30
Mengusir
31
Surat Cerai
32
Berbohong
33
Menemui Yasmin
34
Meminta Maaf
35
Balas Dendam
36
Mengelak
37
Pilihanku
38
Malu
39
Berubah
40
Saling Menyindir
41
Gagal
42
Seserahan
43
Juragan
44
Sepupu
45
pingsan
46
Pertama Kalinya
47
Belanja
48
Fitnah
49
Sabar
50
Masalah lagi
51
Membalas
52
Alergi
53
Rendang Daging
54
Malam Pengantin,Yang Tertunda
55
Obat Tidur
56
Jebakan
57
Nasi Goreng Spesial
58
Privasi
59
pertikaian
60
Mereka
61
Merenggang Nyawa
62
Kritis
63
Siuman
64
Interogasi
65
Berlalu
66
Menumpahkan Rasa Rindu
67
Ada Yang Salahkah
68
Pulang
69
Diusir
70
Menyesal
71
Ragu
72
Pengganggu
73
Cabut Mas
74
Mual
75
Morning sickness
76
Demi Cucu
77
Nasi Goreng Spesial
78
Opor Ayam Jago
79
Di Sengat Lebah
80
Malam Mingguan
81
Dia
82
Emosi
83
Ngutang
84
Lagi
85
Mengenang Masa lalu
86
Kontraksi
87
Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!