Pertikaian

Hamid dan Indah, sudah sampai di kediaman baru Faris dan adik iparnya itu. Mereka berdua bertanya-tanya,kepada guru lainnya. Makanya, mereka mengetahui dimana Faris dan Yasmin.

Faris dan Yasmin, terkejut dengan kedatangan mereka.

"Ada apa, bang. Masuklah,ini tempat tinggal kami". Faris, mempersilahkan kakaknya masuk. Ya Allah,ada apa lagi? Pasti kedatangan mereka,membuat masalah.

"Ck, sempit sekali". Gerutu Indah,masuk ke dalam. "Mana tidak ada sofa,atau semacamnya".

"Mbak, jangan mengejek tempat tinggal kami. Masih untung gratis, daripada tinggal di rumah ibu yang di gadaikan". Sahut Faris, tidak terima dengan perkataan Indah.

Yasmin, tersenyum smrik. Saat suaminya, melawan kakaknya. Ini adalah pertama kalinya,sang suami seperti itu.

"Faris,kamukan tahu jika kehidupan Abang dan Mbak mu tidak seperti dulu. Tolonglah, bantuannya". Kata Hamid, tanpa ba-bi-bu lagi.

Faris,melirik ke arah istrinya. Dia, merasakan hawa tak enak. "Membantu bagaimana,bang? Kehidupan ku,juga seperti ini. Apa lagi,aku sudah tidak bekerja di bangunan. Sekarang bekerja di cucian mobil, seharusnya kalian membantu kami". Kata Faris,mulai memancing reaksi kakaknya.

"Alahhh...Jangan bohong kamu, Faris. Pasti gara-gara Yasmin,kan. Sengaja, kamu mengerjai kami". Sahut indah, menatap tajam ke arah Yasmin. Awas kamu, Yasmin. Sudah berhasil menguasai seluruh pikiran adikku.

"Mbak,jangan asal nuduh". Bantah Yasmin, langsung. Kebiasaan deh,pasti aku juga kena getahnya.

"Jika kalian memang tidak percaya, datanglah ke tempat kerjaku besok. Faris, tidak berbohong mbak". Faris, tidak terima istrinya di perlakukan seperti itu. Lagi-lagi mereka, menyalahkan Yasmin.

"Faris,cuman kamu satu-satunya harapan kami. Abang, tidak mau tau? Bagaimana caranya, setiap bulan kamu memberikan uang kepada 5 juta dan bayar cicilan gadaian rumah ibu. Kami, tidak mampu". Ucap Hamid, dengan nada tingginya.

Mendengar ucapan Hamid, membuat Yasmin dan suaminya terkejut.

Yasmin, menggeleng kepalanya. Rupanya, kedatangan mereka ada maunya. Dia, menyentuh tangan suaminya dan menatap intens. "Astagfirullah,5 juta. Uang darimana? Apa kalian, tidak punya otak". Kata Yasmin, tercengang.

Astagfirullah, inikah yang mereka inginkan dariku. Batin Faris, tak percaya dengan ucapan kakaknya.

"Maaf, Faris tidak bisa menuruti perkataan Abang Hamid dan Mbak Indah. Sudah cukup,aku berkorban dulu". Faris, menolaknya mentah-mentah.

"Faris,jangan jadi anak durhaka kamu. Ini atas nama ibu, bahagiakan beliau". Bentak Hamid, amarahmya menggebu-gebu.

"Astagfirullah,". Yasmin, menggeleng kepalanya. "Mas, jika kamu menuruti perkataan mereka. Bersiaplah, untuk kehilangan ku".

"Yasmin, kamu jangan macam-macam. Kalian berdua sama-sama bekerja,yah sudah wajarnya untuk menuruti perkataan kami". Indah, tersenyum smrik.

"Sudah Faris, tegaskan. Aku, tidak akan memberikan uang kepada ibu lagi. Sudah cukup, selama ini aku mengalah. Terserah,kalian anggap aku ini apa? Yang jelas,aku tidak sanggup lagi. Kalian enak, memiliki pekerjaan milik sendiri. Sedangkan aku,apa? Adakah,kalian memikirkan perasaan ku ha? Bukankah,kalian menikmati uang hasil gadaian rumah ibu. Aku, tidak ada sedikitpun dapat bagian. Malah,kalian mengusirku seperti binatang. Dimana,rasa malumu bang". Ucap Faris, dadanya turun naik menahan diri.

"Iya,enak saja minta bayaran kepada suamiku. Sedangkan suamiku, tidak mendapatkan bagian. Ck, rupanya kalian tidak tahu malu". Decak Yasmin, menyunggingkan senyumnya.

"Yasmin! Diam kamu, gara-gara kamu yang begitu licik. Faris, berubah menjadi seperti ini. Dulu,dia selalu menuruti kemauan kami". Indah,tak segan-segan mendorong bahu Yasmin.

"Mbak, hentikan!! Jangan mendorong istriku,kalian pergi sana. Aku, tidak perduli dengan kalian lagi. Mana mertua kalian,yang kaya raya. Dulu, ibu selalu memuji mereka dan menyanjung kalian. Tanpa, memandang diriku yang selalu mengalah". Bentak Faris, sorotan mata yang tajam.

Yasmin, mengelus lembut punggung suaminya. Untuk tetap tenang, jangan sampai kelewatan batas.

"Jika kami, tidak mau membayar cicilan perbulan rumah ibu. Aku akan minta, orng itu menagihnya ke sini". Sahut indah,tak kalah geramnya kepada adiknya itu.

"Oh, Mbak tidak mendengar ucapan suamiku. Kami, tidak akan membayarnya. Bahkan,kami bisa menuntut kalian atas pemaksaan. Apa lagi,tanda tangan pasti kalian kan. Waktu pegadaian rumah ibu,jadi sudah terbukti kami benar". Yasmin, memiliki ide cemerlang. Mampu, membungkam mulut kakak iparnya itu. Hahahaha....Jangan sampai,kalian melawan Yasmin. Aku,bisa saja melakukan apapun.

"Apa kamu ingin, melihat kami masuk penjara Faris? Dimana,letak hati nurani kamu ha". Tanya Hamid,dia greget terhadap adiknya.

"Tidak perduli aku, bang. Palingan, kalian semua bakalan di usir dari rumah itu. Bawalah ibu, bersama kalian. Jangan enaknya saja,membujuk ibu. Setelah susah,malah menelantarkan ibu". Kata Faris,pasti kakaknya ogah menampung ibu mereka.

"Faris,jangan kurang ajar kamu ha! Demi wanita licik ini,kamu mengabaikan Abang dan Mbak mu. Ingatlah Faris,aku tidak akan pernah membantu di kemudian hari. Aku, tidak perduli jika kamu tinggal di jalanan". Ancam Hamid, matanya melotot sempurna.

"Ck, tak sudi aku bang meminta bantuan kepada kalian. Sudah cukup,kalian dulu mengusirku seperti pengemis. Lalu, istriku di usir dan caci maki habis-habisan. Saat kami, meminta bantuan mu. Itulah karma bang,makanya jadi orang jangan sombong". Faris, menunjukkan jarinya ke arah dada Hamid. "Sampai aku, menyakiti hati wanita yang selalu ada untuk ku".

Plaaakkkk....

Indah, menampar wajah adik itu. Membuat Yasmin, terkejut dan mengelus pipi suaminya.

"Aku, kecewa dengan mu Faris. kamu berani sekali, berbicara seperti itu kepada Abang mu. Bahkan,kamu tidak mau membantu ibu yang sudah melahirkan dan membesarkan mu". Indah, menatap tajam ke arah adiknya. Ingat sekali, menghajarnya habis-habisan.

"Aku, tidak perduli jika aku anak durhaka Mbak. Hanya aku, tamatan SMP dan kalian bertiga selalu di banggakan ibu dan bapak. Sedangkan aku, bekerja dan bekerja. Belum lagi di rumah, membereskan semuanya. Sedangkan ibu,mana pernah membelikan aku buku. Tidak pernah mbak,aku bekerja sendiri. Hingga akhirnya, aku menemukan Yasmin yang di penuhi cinta dan perhatian. Aku,salah selama ini dan mengabaikan istriku". Ucap Faris,dalam isak tangisnya. Dia, terduduk lemas dan bersandar pada dinding.

"Mas,sabar". Lirih Yasmin, memeluk erat tubuh suaminya. Begitu sakit hati,ketika sang ibu pilih kasih kepada anaknya "lihatlah,bang Hamid, Mbak Indah. Sakit rasanya, bagaimana seorang ibu pilih kasih. Seharusnya, kalian memahami perasaan mas Faris. Tapi,kalian malah mencabik-cabik hatinya".

Hamid dan Indah,saling menoleh. Mereka diam dan tak mampu berkata apa-apa lagi.

"Bang,kita pulang. Besok lagi,kita bicarakan masalah ini". Ucap indah, menatap Faris tanpa ada ibanya.

"Tunggu! Jangan membicarakan masalah ini, lagi. Kami, tidak ada sangkut pautnya. Kami, tidak perduli dengan kalian. Ingat itu,". Tegas Yasmin, menatap tajam ke mereka.

Hamid dan Indah, berlalu meninggalkan kediaman Yasmin dan suaminya. Tanpa menjawab perkataan, Yasmin.

Terpopuler

Comments

Noni Kartika Wati

Noni Kartika Wati

bener bener deh ini keluarga edan

2024-07-10

0

Sustyaningsih Sustyaningsih

Sustyaningsih Sustyaningsih

greget kak,bacanya👹👹👹

2023-11-17

1

Cahaya Hayati

Cahaya Hayati

keluarga gila semua mereka angap tangung jawab abis mereka apa 🤔🤔tangung sendiri uang harta pendidikan mereka harus di atas sedangblan yg di bawa haru menanggung beban mereka .jika aku lama ku buang ngak mau ada hubungan dengan mereka

2023-06-09

2

lihat semua
Episodes
1 Sertifikat Rumah
2 50 Juta
3 Sabar
4 Terlilit Hutang
5 Pusing
6 Sebuah Rencana
7 Syok Berat
8 Kekerasan
9 Kekerasan
10 Di usir
11 Kesempatan
12 Makan Malam Bersama
13 500 ribu
14 Bermain Api
15 Pertikaian
16 Cucian Mobil
17 Lelah
18 Teman
19 Terserempet
20 Pulang
21 Mengalah
22 Was-was
23 Pesan Masuk
24 Menggerebek
25 Pria Yang Berbeda
26 Tidak Tinggal Diam
27 Dua pelaku
28 Diusir
29 Tidak Ada Kesempatan
30 Mengusir
31 Surat Cerai
32 Berbohong
33 Menemui Yasmin
34 Meminta Maaf
35 Balas Dendam
36 Mengelak
37 Pilihanku
38 Malu
39 Berubah
40 Saling Menyindir
41 Gagal
42 Seserahan
43 Juragan
44 Sepupu
45 pingsan
46 Pertama Kalinya
47 Belanja
48 Fitnah
49 Sabar
50 Masalah lagi
51 Membalas
52 Alergi
53 Rendang Daging
54 Malam Pengantin,Yang Tertunda
55 Obat Tidur
56 Jebakan
57 Nasi Goreng Spesial
58 Privasi
59 pertikaian
60 Mereka
61 Merenggang Nyawa
62 Kritis
63 Siuman
64 Interogasi
65 Berlalu
66 Menumpahkan Rasa Rindu
67 Ada Yang Salahkah
68 Pulang
69 Diusir
70 Menyesal
71 Ragu
72 Pengganggu
73 Cabut Mas
74 Mual
75 Morning sickness
76 Demi Cucu
77 Nasi Goreng Spesial
78 Opor Ayam Jago
79 Di Sengat Lebah
80 Malam Mingguan
81 Dia
82 Emosi
83 Ngutang
84 Lagi
85 Mengenang Masa lalu
86 Kontraksi
87 Tamat
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Sertifikat Rumah
2
50 Juta
3
Sabar
4
Terlilit Hutang
5
Pusing
6
Sebuah Rencana
7
Syok Berat
8
Kekerasan
9
Kekerasan
10
Di usir
11
Kesempatan
12
Makan Malam Bersama
13
500 ribu
14
Bermain Api
15
Pertikaian
16
Cucian Mobil
17
Lelah
18
Teman
19
Terserempet
20
Pulang
21
Mengalah
22
Was-was
23
Pesan Masuk
24
Menggerebek
25
Pria Yang Berbeda
26
Tidak Tinggal Diam
27
Dua pelaku
28
Diusir
29
Tidak Ada Kesempatan
30
Mengusir
31
Surat Cerai
32
Berbohong
33
Menemui Yasmin
34
Meminta Maaf
35
Balas Dendam
36
Mengelak
37
Pilihanku
38
Malu
39
Berubah
40
Saling Menyindir
41
Gagal
42
Seserahan
43
Juragan
44
Sepupu
45
pingsan
46
Pertama Kalinya
47
Belanja
48
Fitnah
49
Sabar
50
Masalah lagi
51
Membalas
52
Alergi
53
Rendang Daging
54
Malam Pengantin,Yang Tertunda
55
Obat Tidur
56
Jebakan
57
Nasi Goreng Spesial
58
Privasi
59
pertikaian
60
Mereka
61
Merenggang Nyawa
62
Kritis
63
Siuman
64
Interogasi
65
Berlalu
66
Menumpahkan Rasa Rindu
67
Ada Yang Salahkah
68
Pulang
69
Diusir
70
Menyesal
71
Ragu
72
Pengganggu
73
Cabut Mas
74
Mual
75
Morning sickness
76
Demi Cucu
77
Nasi Goreng Spesial
78
Opor Ayam Jago
79
Di Sengat Lebah
80
Malam Mingguan
81
Dia
82
Emosi
83
Ngutang
84
Lagi
85
Mengenang Masa lalu
86
Kontraksi
87
Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!