"Tolong,cuci sampai bersih dan jangan lecet". Seorang wanita, cantik. Memberikan kunci mobil,kepada Faris.
"Baik, Mbak. Di tunggu dulu, di....". Faris, menggantung ucapannya. Matanya memandang, ke arah wanita di hadapannya. Yang tengah sibuk,mencari sesuatu di dalam tas. " Di-Diana". Lirih Faris, berharap dia memang Diana teman sekolahnya dulu.
"Eee..Faris,iyakan Faris". Wanita itu, tersenyum kegirangan melihat sesosok teman lamanya.
"Iya,kamu Diana kan". Tanya Faris,di angguki Diana. "Astaga,kamu tambah cantik dan sukses".
"Faris,ya ampun. Makasih banyak,atas pujiannya. Jadi,kamu kerja di sini". Tanya Diana,namun Faris merasa tak nyaman dengan dirinya.
"Iya, Diana". Faris,merasa minder untuk berbicara dengan temannya ini.
"Jangan malu,aku senang sekali bertemu dengan mu. Apa lagi,kamu tidak sombong jika bertemu dengan teman lama. Gak kaya,teman lainnya". Diana, mengikuti langkah Faris. Yang bersikap, untuk membersihkan mobil temannya itu.
"Ak-aku, cuman minder Diana. Tidak pantas aku,bergaul dengan mu. Lihatlah,aku dan kamu jauh berbeda". Faris,harus profesional dalam kinerjanya.
"Astaga,aku beda dengan yang lain Faris. Kaya gak kenal aku,jujur yah. Aku,tau bagaimana kehidupan? Apa lagi, keluarga mu pilih kasih. Apa sifat mereka, masih sama". Tanya Diana,dia memang seorang wanita tidak sombong.
Faris, mengangguk kepalanya. "Astaga,aku pikir mereka sudah berubah. Jujur nih,aku prihatin dengan kondisi mu. Lama sekali,aku ingin mencari keberadaan mu Faris. Maksudnya,aku ingin mengajak mu bekerja. Biar ibu dan kakakmu, tidak merendahkan diri mu". Kata Diana, tersenyum manis.
Faris, menghembus nafas beratnya. "Yah, memang keluarga ku seperti itu. Ngomong-ngomong,apa pekerjaan mu".
"Aku, mengelola bisnis orangtuaku. Seperti hotel dan restoran,kamu sudah menikah". Tanya Diana, tersenyum manis.
"Alhamdulillah,kamu benar-benar beruntung. Memiliki keluarga, yang sudah kaya raya sejak lahir. Aku, sudah menikah dan baru 1 tahun lebih". Jawab Faris, melirik ke arah Diana.
"Selamat atas pernikahan mu,tapi kamu mau bekerja di sini terus-menerus. Pastilah, gajihnya kecilkan. Bekerjalah dengan ku, menjadi asisten pribadiku. Kemana pun,aku pergi kau harus ikut. Misalnya, pergi ke luar kota karena bisnis. Aku akan memberikan gajih,5 juta perbulannya. Apapun,aku yang jamin. 5 juta, bersih tanpa yang lainnya. Bagaimana,mau gak? Pekerjaannya gampang lah,kamu membawa barang ku atau mencari ide bisnisku. Tapi,kamu pikir-pikir dulu. Setelah selesai,aku akan memberikan kartu namaku. Sebentar,aku ada telpon". Diana, langsung mengangkat panggilan seseorang. Ada seringai tajam,di bibirnya.
Faris,syok mendengar ucapan Diana. Memang ini adalah kesempatan emas, memiliki gajih besar dan pekerjaan tidak berat.
"Aku,harus berdiskusi dengan Yasmin dulu. Siapa tahu,dia memiliki pendapat lainnya". Gumam Faris,dia melanjutkan pekerjaannya.
Hampir 30 menit, mobil Diana sudah selesai.
"Ini kartu namamu, kapanpun jika kamu membutuhkannya. Hubungi aku, pikir-pikir dulu bersama istri mu. Kapan-kapan, kenalkan istrimu kepada ku". Kata Diana, memberikan kartu nama kepada Faris.
"Diana,apa kamu sudah menikah". Tanya Faris, membuat Diana jadi salah tingkah.
"Eeeh...Belum Faris,belum ada yang cocok. Masih trauma menjalin hubungan percintaan,". Kekehnya Diana.
"Semoga saja, suatu hari nanti. Kami, mendapatkan cinta sejati". Kata Faris, menatap wajah cantik Diana."Makasih banyak, Diana. Aku, tidak bisa berkata apa-apa lagi. Aku doakan, semoga kamu selalu sukses". Ucap Faris, tersenyum.
"Baiklah,aku pamit dulu. Bakalan,cuci mobil di sini terus akunya. Anggap saja,aku membantu dirimu. Tetap semangat,yah". Kedip mata Diana, langsung masuk kedalam mobil.
Faris, melambaikan tangannya. Setelah mobil Diana,mulai menjauh. Dia,juga melanjutkan pekerjaan lagi.
"Faris,jadi ini tempat kerja barumu". Ucap bu Yahya,yang baru datang bersama Indah.
"Ibu, Mbak indah. Ngapain kalian ke sini? Jangan aneh-aneh,aku sibuk". Faris,terus melanjutkan pekerjaannya.
"Apa yang kamu rencanakan, Faris? Bang Hamid, mengetahui jika kamu berhenti pekerjaan di bangunan. Bukan tidak ada pekerjaan, melainkan kamu sendiri yang keluar". Indah, mengetahui jika Faris menyimpan rahasia.
"Terserah aku,bu. Aku,capek kerja di bangunan. Apa lagi,ibu selalu meminta uang kepada ku. Sedangkan aku dan Yasmin,masih begitu saja. Tanpa ada, kemajuan sedikitpun. Jika bekerja seperti ini,pasti ibu tidak akan meminta uang lagi. Toh, gajihku cuman habis bensin sama rokok". Faris, memang menyembunyikan sesuatu dari Yasmin.
"Sialan kamu, Faris. Kamu memang sengaja, membuat kami sengsara ha? Mbak gak mau tahu,kamu membayar cicilan rumah ibu. Jika tidak, bersiaplah ibu akan tinggal di rumah mu itu. Jangan lupa,aku dan Abang juga". seringai tajam,Indah.
"Aku, tidak perduli dengan kata-kata Mbak. Tinggal saja,di rumah sempit kami. Lalu, apakah Hana tidak jadi menikah? Daripada, nanti bikin malu. Lebih baik, Hana secepatnya dinikahkan. Jangan sampai Hana, membenci kalian. Gara-gara kelalaian ibu dan Mbak. Jangan lagi, mengganggu ku dan Yasmin". Tegas, Faris menatap tajam ke kakaknya.
"Tenang saja, Faris. Hana,akan menikah dengan pria kaya raya. Nanti dia,yang mengangkat derajat kami. Ingatlah Faris,kami akan menginjak dirimu lagi". Kata Indah, langsung.
"Ck,anak durhaka kamu Faris. Jika kamu, tidak membayar sedikitpun cicilan rumah ibu. Siap-siaplah,akan terjadi sesuatu". Ancam bu Yahya, matanya hampir copot karena melotot.
Namun Faris, mengabaikan perkataan ibu dan kakaknya. Dia,terus melanjutkan pekerjaannya. Tak memperdulikan ocehan yang keluar dari mulut ibu dan kakaknya.
Karena sebal, Faris hanya diam. Indah, langsung membawa ibunya pulang saja. Setelahnya, mereka akan melakukan rencana licik untuk memberikan pelajaran kepada Faris dan Yasmin.
**************
Yasmin,melirik sekilas sebuah kartu nama di meja. "Diana? Siapa dia,". Gumam Yasmin.
"kartu nama temanku dek, namanya Diana. Sebenernya,dia mengajak mas bekerja dengannya. Sebagai asisten pribadi, kemana dia pergi harus ikut. Dia, seorang pebisnis. Memiliki hotel dan restoran, dek". Kata Faris,dia baru selesai mandi.
"Lalu,mas akan bekerja dengannya". Tanya Yasmin, menatap lekat ke arah suaminya. Hati istri mana yang rela,jika suaminya bekerja dengan seorang wanita. Apa lagi,jadi asisten pribadi. Sudah pasti, kemana-mana selalu berdua.
"Mas, meminta pendapat mu saja. Gajihnya gede 5 juta perbulannya, bersih tanpa bayar apapun. Mobil, langsung di sediakan kan dek. Tapi,jika kamu tidak mau. Gak papa,mas suka kerja di cucian mobil". Faris, tersenyum. Gajihnya, lumayan gede. Pasti aku,bisa menebus rumah Yasmin.
"Mas,apa dia belum menikah? Kenapa, harus mencari seorang pria? Wanita pun, bisakan". Yasmin, merasakan hawa tak enak.
Faris, mengangkat kedua bahunya. Kerana dia, tidak tahu apa-apa. "Mana mas tau,dek. biasalah, orang-orang beda pendapat". Jawab Faris. "lumayan sih, gajihnya gede dan bisa menebus rumah mu dulu".
Mendengar ucapan sang suami, Yasmin jadi bimbang. Memang benar, suaminya selalu berusaha untuk mendapatkan rumah itu lagi. Tetapi, kenapa harus wanita yang mengajak Suaminya bekerja? Bingung, itulah yang di rasakan Yasmin.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 87 Episodes
Comments
blecky
ksigan Faris tp dia g teguh pendirian.kyk e mau dmnfaatkn ma diana
2023-03-21
1